Episode 15

Tiga hari berlalu, Adira dan Elvis terlihat keluar dari rumah dan bersiap untuk berangkat beraktivitas.

Sang putra sudah siap dengan seragam dan tas sekolahnya, begitupun Adira yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya sehari-hari.

Ketika hendak membuka pintu mobil, salah satu tetangga Adira datang dan memanggil pemilik rumah itu hingga membuat Adira menoleh ketika melihat sang tetangga berdiri di depan pagar rumahnya sembari melambaikan tangan agar Adira menghampiri.

Namun sebelum itu Adira menyuruh Elvis untuk masuk ke dalam mobil lebih dulu.

"El masuk saja ke mobil, mama tidak akan lama"

"Baik, ma!" Tanpa banyak penolakan.

Barulah Adira menghampiri wanita setengah baya disana setelah dirinya membukakan pintu pagar.

"Iya Bu Anggi? Ada apa?" Tanya Adira ramah.

"Maaf saya lupa kemarin mau memberitahu mbak Adira"

"Memangnya ada apa ya Bu?" Adira semakin penasaran.

"Kemarin siang ada bapak-bapak dan mas-mas yang datang kemari, katanya mau bertemu dengan mbak Adira tapi tidak ada siapa-siapa di rumah ini. Katanya ada urusan penting, tapi saya tidak bertanya lebih banyak lagi. Apa mbak Adira sudah tau siapa mereka? Mungkin ada salah satu dari mereka yang menghubungi mbak Adira" ungkapnya panjang lebar, Adira seketika mengernyit bingung, seingatnya ia tidak punya urusan dengan orang-orang yang disebut oleh tetangganya tadi.

Siapa mereka? Ada urusan apa dengannya? Adira tak memiliki banyak rekan laki-laki, saudara pun tak punya. Lantas siapa orang-orang itu???

Adira menggelengkan kepala, ikut dibuat bingung.

"Tidak, Bu. Tidak ada yang menghubungi saya sejak kemarin. Mungkin mereka salah alamat saja" elak Adira berpikir positif.

"Sepertinya tidak mungkin, mbak. Kemarin sangat jelas mereka menyebut nama mbak Adira. Tapi kalau mbak memang tidak tau jangan terlalu dipusingkan, mungkin nanti mereka akan datang lagi saat mbak Adira ada di rumah" sambung Anggi.

Adira masih terus berpikir dan menduga-duga siapa kiranya orang tersebut? Seumur-umur tidak ada laki-laki yang datang ke rumahnya kecuali suami dan anak dari tantenya, Arumi. Dan seluruh tetangganya pun sudah tau siapa mereka, jadi tidak mungkin kedua lelaki itu yang datang.

"Baiklah, terimakasih atas informasinya Bu Anggi. Mungkin nanti mereka akan datang lagi jika memang ada urusan dengan saya"

"Iya, mbak sama-sama. Kalau begitu saya pamit dulu"

Adira mengangguk dan mempersilahkan tetangganya berlalu.

Hingga diperjalanan pun Adira masih tetap memikirkan siapa orang tersebut, perasaannya jadi gundah, Adira mendadak gusar takut orang-orang itu hanya iseng dan membahayakan keselamatan ia dan putranya.

Elvis yang sejak tadi diam ikut heran dengan gelagat ibunya, biasanya Adira banyak bertanya namun sekarang tiba-tiba diam seperti sedang menampung banyak beban pikiran.

"Ma....!"

Adira tersentak ketika Elvis memanggil, sontak Adira menoleh menatap sang putra.

"Iya sayang?"

"Mama kenapa?" Tanyanya.

Satu alis Adira terangkat mendengar pertanyaan Elvis.

"Mama diam saja dari tadi sejak Bu Anggi datang ke rumah"

Seketika Adira gelagapan kala Elvis rupanya menyadari sikap aneh dirinya, Elvis tak boleh curiga, nanti yang ada bocah itu malah tidak fokus belajar.

"T-tidak apa-apa kok El, mungkin mama hanya kurang enak badan saja" seru Adira menampilkan senyum tipis guna meyakinkan Elvis.

"Terus kenapa mama kerja?" Tak cukup sampai disitu, Elvis terus mengajukan pertanyaan karena kini ia jadi khawatir akan kondisi ibunda.

"Mama masih kuat bekerja, El jangan khawatir mama baik-baik saja" kata Adira mengusap lembut kepala bocah tujuh tahun yang tengah menatapnya dengan kedua mata polos.

Sesampainya di sekolah Adira kembali melanjutkan perjalanan ke tempat ia bekerja.

"Pagi semuanya...." Sapa Adira memasuki toko.

Beberapa pegawai sudah datang dan tengah membersihkan toko seperti biasa.

"Pagi juga mbak Adira...." Sapa yang lain.

"Maaf aku sedikit telat"

"Tidak apa-apa mbak, malah seharusnya kita yang harus datang lebih dulu. Masa kalah rajin sama yang sudah senior" pekik Nara, salah satu pegawai yang berusia paling muda.

"Iya benar, aku jadi malu pada mbak Adira" tutur Iva membenarkan.

Adira terkekeh mendengar ucapan para juniornya, selain terkenal rajin ia juga sangat ramah hingga membuat pegawai yang masih terbilang baru tak merasa tertekan bekerja disini.

"Tidak usah dipikirkan, yang terpenting kalian bekerja dengan baik sesuai dengan tugas masing-masing" balas Adira menanggapi.

"Kalau begitu aku mau langsung masuk ke dapur, selamat bekerja semuanya"

Dan disinilah Adira berada, di dapur tempat ia beraktivitas setiap harinya. Mencampur adukkan bahan-bahan pembuatan roti, Adira sudah terbiasa membuat ratusan stok dengan aneka ragam rasa dari buatan tangannya sendiri.

Setelah menyimpan tas miliknya Adira lantas mencuci tangan kemudian bergegas memakai apron serta sarung tangan memasak.

Adira mulai memisahkan beberapa bahan-bahan dan menghitung ketersediaan yang ada. Barulah ia mulai meracik adonan.

Pukul sepuluh toko pun dibuka, para pengunjung langsung menyerbu tempat itu dan mengambil roti-roti kesukaan mereka.

Tak sampai lima belas menit stok makanan hampir habis setengahnya, membuat Adira dan yang lain harus semakin bekerja ekstra agar pelanggan selanjutnya tak perlu menunggu lama.

Jam makan siang tiba, untuk sesaat Adira bisa menghela nafas lega. Ia membuka bekal makan siang yang ia bawa dari rumah, Adira sengaja selain untuk menghemat ia juga tak punya banyak waktu untuk pergi ke luar dan memesan makan siang, setelah ini Adira harus kembali berkutat dengan barang-barang dapur yang menunggunya.

Ketika baru saja menyuapi sesendok nasi tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya hingga membuat Adira terlonjak dan hampir tersedak.

"Hayooo..... Lagi-lagi kamu meninggalkan aku makan siang" seru orang tersebut.

Adira memutar bola mata jengah, kelakuan sahabatnya ini memang selalu membuat Adira pusing tujuh keliling.

"Hari ini aku sengaja bawa bekal supaya kita bisa makan siang bersama, hihi" pekiknya menyengir kuda, ia lantas ikut duduk di samping Adira.

"Kamu tidak menjemput Elvis? Kemarin katanya dia kemari setelah sepulang sekolah" tanya Qia yang merupakan sahabat sekaligus atasannya, ia sangat dekat dengan Qia semenjak masuk kesini, Qia sangat baik dan bahkan mau berteman dengan pegawai sepertinya.

"Hari ini pengasuhnya yang menjemput" sahut Adira disela-sela lahapannya.

"Sayang sekali kemarin aku tidak datang, padahal aku ingin sekali bertemu dengan Elvis" cicit Qia mencebikkan bibir.

Adira tak terlalu menanggapi, ia sibuk menyuapi dirinya yang lelah dan butuh tenaga dengan asupan makanan.

"Besok bawa dia kemari saja, bilang padanya kalau Tante Qia ada hadiah untuk Elvis" celetuk Qia meminta, perempuan berusia 28 tahun itu memang sangat menyukai anak kecil, semua yang Elvis butuhkan bahkan selalu Qia beri.

Namun Adira menggeleng, menolak permintaan sang sahabat.

"Tidak bisa, dia akan bosan jika terlalu sering menemaniku disini. Lagipula jika memang ingin bertemu langsung saja datang ke rumah ku" usul Adira yang sibuk mengunyah makanan.

"Untuk saat ini aku belum bisa, kau kan tau sepulang dari sini aku harus ke cabang satunya. Aku tidak ada waktu sekarang" tambah Qia.

Ngomong-ngomong soal rumah, Adira mendadak jadi teringat akan orang yang datang ke kediamannya yang sampai saat ini tidak ada tanda-tanda orang tersebut menghubungi Adira, Adira masih dilanda penasaran, ada tiga orang dan siapa mereka ini?! Adira harap tak ada urusan penting atau bahkan masalah besar, Adira harap mereka hanya salah alamat saja hingga tak perlu datang lagi ke rumahnya.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

smg bukan mo ambil el

2025-04-03

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

🅹🅶🅽 " 🅺🅴🅻🆄🅰🆁🅶🅰 🅴🅻

2024-04-21

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

𝔧𝔤𝔫" 𝔪𝔫𝔱𝔞𝔫 𝔭𝔯𝔢𝔰𝔡𝔦𝔯 𝔠𝔞𝔟𝔲𝔩𝔫𝔶𝔞

2024-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!