Episode 6

Pukul tiga sore Adira dan Marsya akhirnya sampai di rumah sakit kota Malang, dua perempuan muda itu berlarian ke dalam menuju meja resepsionis untuk menanyakan dimana orang tuanya ditempatkan.

"Permisi saya ingin menanyakan korban kecelakaan atas nama Nadin dan Bagas, dimana mereka sekarang?" Ujar Adira dengan nafas terengah-engah.

Resepsionis pun segera mengecek ruangan pasien melalui layar monitor.

"Pasien baru saja dilarikan ke ICU, tempatnya ada di lantai dua Nona" Jelas resepsionis.

Deg!

Adira langsung tersentak kala mengetahui ibu dan ayahnya dilarikan ke ICU, rasa khawatir makin menyelimuti dirinya.

"Baik terimakasih informasinya"

Mereka kembali berlari menuju lift yang akan membawanya ke lantai dua dimana ICU berada.

Ketika pintu lift terbuka Adira langsung melesat ke ruang ICU bahkan hampir melupakan Marsya sangking kalutnya.

"Ra, disini ICU!"

Mereka pun mendekati ruang ICU dengan jendela yang terbuka, Adira seketika syok melihat keadaan orang tuanya yang terbaring dengan dikelilingi alat medis yang begitu banyak.

"Ibu.... Ayah....." Lirih Adira mendekat sambil menempelkan kedua lengannya di jendela.

"Hikssss...... Kenapa bisa seperti ini?!!"

"Hiksss..... Ibu ayah ini Adira.... Adira disini..... Hiksss....!!"

Cucuran air mata meluncur membanjiri wajah penuh kesedihan itu, Adira begitu terpukul melihat sosok yang ia sayangi berada dalam ruangan mengerikan ini.

Tak menyangka jika hari ini akan terjadi, rasanya dunia runtuh sebelum kiamat, rasa ingin memeluk dua manusia tersebut sangatlah besar, namun sayang Adira hanya bisa melihat melalui pembatas jendela saja.

"Kalian harus kuat... Hiksss! Jangan tinggalkan Adira disini Adira mohon....."

Marsya pun menangis dibuatnya, ia kenal betul dengan kedua orang Adira, mereka orang baik dan dermawan, siapapun akan sedih ketika melihatnya seperti ini.

"Kamu harus kuat, Ra...." Ucap Marsya memeluk sang sahabat, mereka pun menangis bersama.

"Hikss.... Aku harus bagaimana Sya..... Aku takut...!"

"Bagaimana kalau mereka tidak selamat... Hiksss!!!"

Marsya menggeleng tak setuju, "Mereka harus selamat, mereka sedang berjuang sekarang"

"Hiksss.... Tolong jangan ambil mereka ya Tuhan.... Tolong selamatkan mereka...."

Ditengah-tengah Isak tangis yang berlangsung tiba-tiba seseorang datang dan membuat Adira serta Marsya berbalik menatap orang tersebut.

"Mohon maaf saya menganggu, apa kalian keluarga dari korban kecelakaan?" Tanya lelaki berseragam polisi disana.

Adira mengangguk mengiyakan.

"Perkenalkan saya polisi yang tadi menangani kecelakaan keluarga anda, bisa saya bicara sebentar?"

Adira dan Marsya saling pandang sejenak, sebelum Marsya mengangguk dan menyuruh Adira untuk berbicara dengan polisi.

"Kamu saja, aku akan menunggu disini" titahnya.

Adira pun menyeka air mata lalu mengiyakan permintaan sang polisi.

"Mari ikuti saya" tanpa banyak bertanya Adira mengikuti kemana polisi membawanya.

***

Selepas berbincang dengan polisi Adira kembali lagi ke ruang ICU bersama dengan polisi yang tadi.

Marsya masih setia menunggu di depan ruangan.

"Semua lancar? Apa terjadi sesuatu lagi?"

Dengan cepat Adira menggeleng, "Tidak ada"

Adira kembali menatap jendela dimana orang tuanya berada, cairan bening lolos entah untuk yang ke berapa kali, rasanya tak puas meski harus menangis darah sekalipun.

Adira tak tega melihat kondisi ibu dan ayahnya yang tertidur lemah di brangkar rumah sakit, kapan mereka akan bangun? Adira berharap bisa berbicara kembali dengan orang tuanya.

"Hiksss.... Hiksss....."

Pemuda dibelakangnya pun turut berdukacita atas kecelakaan yang menimpa, perempuan yang tengah menangis itu pasti sedang merasakan keterpurukan yang mendalam, ia hanya mampu menolong sebisanya.

"Maaf, apakah ada lagi keluarga korban yang akan datang?" Seru polisi menatap kedua wanita itu silih bergantian.

"Saya satu-satunya keluarga korban" ungkap Adira membuat rasa kasihan polisi kian bertambah.

"Mohon maaf jika saya tidak bisa menemani lebih lama, saya harus kembali bertugas. Tapi jika kalian butuh bantuan bisa hubungi saya kembali, nomornya masih yang sama dengan nomor saat saya mengirim alamat tadi" jelas polisi izin berpamitan, ia merasa sungkan untuk pergi begitu saja.

"Iya, pak polisi. Terimakasih banyak atas bantuan anda. Tidak masalah jika anda harus pergi, saya yang harusnya minta maaf karena telah merepotkan anda" kilah Adira berbalik maaf.

"Tidak masalah, itu sudah menjadi kewajiban saya. Kalau begitu saya pamit undur diri, semoga kedua orang anda cepat diberi kesembuhan" Doanya penuh harap.

Adira dan Marsya sama-sama mengaminkan, dan membiarkan polisi tersebut berlalu dari hadapannya.

"Saya permisi...."

"Silahkan...."

Dan akhirnya pria berseragam abu itu pun pergi guna melanjutkan tugasnya kembali.

***

"Dengan keluarga pasien?"

Adira dan Marsya yang sedang duduk di kursi tunggu seketika berdiri dan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruang ICU.

"Saya dok, saya anak dari kedua korban" unjuk Adira.

"Tolong kalian berdua ikut ke ruangan saya, ada hal penting yang harus saya sampaikan" tutur dokter membuat Adira dilanda kepanikan namun berusaha agar tetap tenang.

"B-baik dok"

Sesampainya di ruangan, lantas memberikan hasil pemeriksaan pada Adira, membiarkan kedua wanita itu melihatnya dengan wajah bertanya-tanya.

Dokter pun menjelaskan secara garis besar.

"Ada benturan yang sangat keras di bagian kepala sehingga mengakibatkan pendarahan yang cukup hebat serta tulang ekor pada pasien wanita, sedangkan pasien pria terkena benda tajam sehingga tertusuk pembuluh darahnya yang besar. Benturan setir di dada juga bisa menyebabkan udara mengumpul di paru-paru" jelas dokter dengan bahasa yang mudah dimengerti, sebagai dokter tentu berat memberitahu kabar buruk ini tetapi sebisa mungkin tak boleh ada yang ditutupi. Keluarga korban harus tau apa penyebab dan konsekuensi yang bisa saja muncul nanti.

Adira pun menangis tersedu-sedu mendengar penuturan dokter, sebegitu parahnya kondisi ibu dan ayah akibat kecelakaan ini, Adira tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya mereka menahan semua itu.

Kenapa harus mereka?!! Kenapa bukan ia saja yang mengalami kecelakaan itu??? Ia rela sakit bahkan mati demi ibu dan ayahnya, kenapa semua ini tidak terjadi padanya??!!

"Tolong selamatkan orang tua saya, dokter....! Hiksss... Saya tidak mau kehilangan mereka saya belum siap.... Hiksss...."

"Lakukan yang terbaik dok untuk orang tua saya, saya mohon........ Hiksss! Berapa pun biayanya akan saya ganggu asalkan orang tua saya selamat.... Hikss" Pintanya menggema di seluruh ruangan.

"Kami sebagai dokter tentu akan melakukan yang terbaik, namun kami juga manusia tak bisa menentang takdir Tuhan" kata dokter membuat Adira menatapnya sambil mengernyitkan.

"Maksud dokter?"

"Hanya kemungkinan kecil pasien bisa selamat, sejujurnya sampai detik ini mereka masih diberikan mukjizat hingga bisa bernafas karena sangat jarang korban kecelakaan dengan luka seperti ini bisa dirawat terlebih dahulu di rumah sakit. Tapi kembali lagi, kita semua hanya mampu berdoa meski kemungkinan untuk hidup hanya tinggal lima persen saja"

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

jgn' pak pici jodoh adira

2024-04-21

0

Lila Susanti

Lila Susanti

koq pakpol seragam abu2 ?

2023-10-03

1

Wanti Suswanti

Wanti Suswanti

bagus..tapi tolong ya lebih diperhatikan lagi tulisannya ada banyak yg hilang kata2nya...semangat..

2023-09-29

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!