Episode 12

Rintik-rintik hujan mengiringi langkah Adira, dalam keadaan basah ia menyusuri jalanan sepi itu.

Diam-diam menangis keras dan dibanjiri air mata, tapi alam menutupinya dengan air Tuhan.

Disinilah Adira merasa hidupnya ada dalam titik terendah, kehilangan kebahagiaan dan juga harga dirinya.

Apa dosa yang telah ia lakukan semasa hidup? Adira berpikir sangat dalam, namun tak ada yang ia temukan. Lantas apa yang membuatnya kini hidup menderita??

Cobaan yang Adira lalui terasa amat menyakitkan, tidak yakin jika ia bisa melalui semua masalah ini. Dirinya yang lemah harus dihadapkan dengan batu besar secara bertubi-tubi.

Adira sudah merasa tak aman disini, ia ingin pergi jauh. Kalau bisa Adira ingin menyusul kedua orangtuanya, mengadu sembari melepas rindu yang telah ia simpan semenjak kepergian mereka.

Mungkinkah Adira harus menerima penawaran Arumi tempo lalu??? Haruskah ia pergi kesana?

Adira merenung ditemani air hujan, tak peduli dengan tatapan aneh dari orang-orang. Adira merasa nyaman dengan ini, setidaknya mereka tak tau jika ia tengah menangis.

Langkah Adira kini sudah sampai di daerah tempat tinggalnya, ia terus berjalan sambil menatap lurus ke depan, tak ada siapapun disana selain dirinya, wajar saja selain hujan kini sudah memasuki waktu malam.

Entah berapa lama waktu yang Adira lalui untuk bisa sampai kesini.

Namun tiba-tiba langkahnya terhenti di sebuah rumah bercat coklat muda, Adira mematung disana, memandang bangunan yang sering ia lewati ini.

Seolah ada magnet yang menarik Adira untuk berbelok, kenapa ia selalu terpaku pada rumah ini?? Mungkinkah ada sesuatu yang harus ia ambil? Seperti ada hal yang ingin dia bawa pergi.

Terus melangkah sampai berada tepat di depan menghalang rumah, entah sadar atau tidak jari-jari Adira terangkat guna mengetuk pintu rumah.

Hanya beberapa kali ketuk pintu sudah dibukakan oleh si pemilik tempat, seketika orang tersebut terkaget-kaget melihat wanita didepannya.

"Adira?!!"

Adira menelisik pakaian perempuan setengah baya itu, nampak seperti seseorang yang akan keluar, sudah bersiap menuju suatu tempat.

Adira tau lawan bicara tengah terkejut mendapati dirinya dalam keadaan basah kuyup, mata yang memerah akibat tangisan, serta kulit pucat yang mengelilingi seluruh tubuhnya.

"Bayinya...... Masih ada?" Lirih Adira hampir tak bersuara.

Mendengar pertanyaan Adira, ibu RT mengangguk pelan, bingung kenapa Adira menanyakan itu ditambah kedatangannya dengan keadaan yang terbilang kacau.

"Masih, kami baru mau berangkat ke panti. Sore tadi hujan jadi kami menunda waktu keberangkatan, untunglah sekarang sudah reda jadi kami bisa pergi sekarang" jelasnya.

"Tapi... Ada apa Adira? Kenapa kamu hujan-hujanan seperti ini?" Tambah Bu RT bertanya.

Adira meremass roknya di kedua sisi, masih mengumpulkan keberanian serta keyakinan dalam dirinya, haruskah ia melakukan ini?? Adira sedikit ragu, namun ia tak mau menyesal jika terlalu lama memikirkannya, ia harus cepat-cepat pergi dari kota ini!

"Saya ingin bayi itu!" Seru Adira, membuat Bu RT mengernyit heran.

Masih belum mengerti dengan maksud dari ucapan Adira, pikirannya masih dipenuhi tanda tanya.

Melihat wanita di depannya yang tak merespon, Adira lantas mendongak sambil memasang wajah yang dipaksakan tegar.

"Saya ingin mengadopsinya, Bu! Izinkan saya membawanya pergi...."

Dan saat itu juga kedua bola matanya terbelalak mendengar penuturan Adira!

"M-mengadopsi??" Ujar Bu RT tergagap.

Tentu ia terkejut dengan keinginan Adira, pasalnya sudah beberapa kali ia menawari Adira hal tersebut namun selalu ditolaknya, tetapi sekarang Adira justru datang dan mengatakan ingin mengadopsi bayi yang kini akan dibawa ke panti asuhan.

Bu RT tak langsung mengiyakan, harus ada alasan yang jelas kenapa sampai mendadak seperti ini.

"Ada apa Ra? Apa terjadi sesuatu? Mari kita bicarakan di dalam" ajaknya, mereka harus berbicara dengan tenang.

Tetapi Adira menggelengkan kepala.

"Tidak terjadi apa-apa Bu, Adira hanya mau pindah dari sini. Adira ingin mengadopsi bayi itu, Adira ingin punya keluarga baru" cicitnya memberi alasan, tentu tak ingin orang lain curiga.

"Kamu mau pergi kemana, Ra?" Sahut Bu RT cemas, perasaannya tak enak dan tiba-tiba saja mengkhawatirkan Adira.

"Ke Malang bu, tempat asal orang tua saya" ujar Adira jujur, ia tak mungkin menutup karena pada akhirnya mereka semua pasti akan tahu.

Bu RT nampak ragu, bukan tidak percaya pada Adira, tapi melihat keadaannya Adira seperti sedang tidak baik-baik saja.

"Tapi Ra......."

"Saya mohon, Bu. Saya benar-benar ingin mengadopsi bayi itu, saya ingin membesarkannya seperti anak saya sendiri, saya menyayanginya. Saya mohon, biarkan dia menjadi anak angkat saya" pinta Adira memohon dengan sepenuh hati, nasib keduanya yang sama membuat Adira bertekad akan memperjuangkan bayi tersebut untuk masa depan mereka bersama-sama.

Akhirnya Bu RT pun mengangguk, mengiyakan. Padahal sebentar lagi mereka akan pergi ke panti asuhan dan suaminya sekarang tengah menuju kesini setelah selesai bekerja.

"Sebentar, biar saya bawa dulu bayinya"

Bu RT masuk ke dalam rumah untuk mengambil bayi yang kini entah sedang apa, Adira hanya menunggu di depan pintu tanpa berniat masuk.

Tak lama Bu RT kembali bersama bayi dan juga tas besar yang tentu saja semua perlengkapan bayi mungil itu.

Bu RT memandang lama wajah bayi yang sudah sebulan ini tinggal bersama dirinya, tak menyangka jika sang tetangga akan mengadopsi bayi ini, namun ia justru tak bisa melihatnya lebih lama sebab Adira akan membawanya pergi.

Kini pandangannya tertuju kembali pada Adira.

"Saya ingin menggendongnya, bu" lirih Adira meminta.

Tak menolak, ibu RT lantas memberikan si bayi pada Adira dengan penuh kehati-hatian.

Sedangkan Adira merasa seluruh tubuhnya bergetar hebat, untuk pertama kalinya ia menggendong bayi yang selama ini memenuhi pikiran Adira.

Air mata tak bisa dibendung lagi, cairan bening itu menerobos tanpa izinnya, memenuhi kedua pipi Adira.

Hari ini, Adira resmi menjadi seorang Ibu angkat. Ia tak lagi sebatang kara, ada manusia kecil yang harus Adira tumbuh kembangkan, akan ada seseorang yang memanggilnya Ibu dan menunggunya pulang.

Bayi tampan, aku janji akan berusaha untuk menjadi ibu yang pantas untukmu. Ayo kita hidup bersama-sama, melewati kejamnya dunia yang penuh kegelapan ini, mari kita berjuang untuk masa depan bersama-sama. Sekarang aku Ibumu! Tumbuhlah menjadi anak yang baik ya nak, Ibu menyayangimu.

Sebuah kecupan mendarat tepat di kening sang buah hati, diikuti senyum bahagia dari bibir Adira, semangat hidupnya muncul dengan adanya sosok baru dalam hidup Adira.

Detik ini Adira mempunyai tanggung jawab penuh terhadap putra angkatnya, ia harus bisa menjadi tameng walau punggungnya mungkin tak sekuat baja, dan menjadi Ibu sekaligus Ayah untuk putranya.

Ia akan memulainya dari nol, menata kembali jiwanya yang hilang terbengkalai, menyusun rencana masa depan dengan bayinya, Adira akan menjalani semua itu meski mungkin langit akan menimpanya ribuan kali.

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

mantab sudah 👍

2024-10-03

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

akhirnya... setelah perang batin

2024-04-21

0

Nur fadillah

Nur fadillah

Hickk...hick.. sedih banget....huaaaa...Makkk...😭😭😭

2023-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!