Episode 5

Semilir angin dingin perlahan berganti oleh hangatnya sinar surya, membelai pori-pori dan menghangatkan raga para makhluk Tuhan.

Begitu pula dengan yang dirasakan salah satu wanita yang tengah tertidur pulas di ranjang empuknya.

Silau matahari terasa mengganggu aktivitas Adira di dalam mimpi.

Kelopak matanya sedikit demi sedikit terbuka terbuka meski tak sepenuhnya, sang Surya seketika menyambut Adira hingga membuatnya menyipitkan mata.

Adira bangun sambil merenggangkan otot-otot yang kaku, cuaca hari ini sangat cerah namun entah kenapa Adira merasa malas untuk berkegiatan.

Tetapi hari ini bukan weekend, mau tidak mau Adira harus beranjak dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi bersiap berangkat bekerja.

Sepuluh menit kemudian Adira sudah rapi dengan pakaian formal, ia berdandan guna menyempurnakan tampilannya.

Seusai itu Adira tak langsung keluar dari kamar, ia duduk sebentar sambil memandangi dirinya di kaca cermin.

"Kenapa perasaan ku tidak enak hari ini, padahal semuanya baik-baik saja" lirih Adira bergumam.

Suasana pagi hari tak sejalan dengan suasana hatinya, mendadak ia gelisah tanpa alasan, hawa dingin menembus kulit Adira padahal matahari bersinar terang.

Adira melangkah ke meja makan dan menyiapkan roti selai untuk ia bekal saja ke kantor.

Kini Adira sudah siap berangkat, ia mengunci pintu rumah sebelum akhirnya pergi dari sana.

Di kantor seperti biasa Adira menyapa sang sahabat dengan lesu.

"Pagi..." Adira singkat.

"Ada apa kali ini? Sepertinya sedang tidak baik-baik saja" Marsya melihat keanehan dari raut wajah perempuan seumurannya itu.

"Tidak ada apa-apa, tapi perasaan ku tidak enak hari ini" ungkap Adira tak bersemangat.

"Kenapa?"

Adira mengangkat kedua bahu sebagai jawaban.

"Entah"

"Kamu sakit?"

Dengan cepat Adira menggeleng.

"Tidak, aku baik-baik saja" bantah Adira.

Marsya tak bertanya lagi, khawatir semakin memperburuk mood Adira.

Siang menjelang, Marsya mengajak Adira makan siang di kantin karena perutnya juga sudah merengek minta diisi.

"Ra kita ke kantin sekarang yuk, aku lapar sekali nih" ajaknya sambil memegang perut yang keroncongan.

"Oke, sebentar..." Adira merapikan berkas yang memenuhi meja kerjanya, kemudian bangkit dari kursi.

Namun saat Adira baru saja melangkah, gelas yang ada di mejanya tersandung hingga jatuh dan pecah.

Prankkk....!!

Bunyi nyaring seketika memenuhi ruangan itu.

"Astaga...!" Teriak mereka kaget.

Marsya menarik Adira agar menjauh dari serpihan kaca yang berserakan.

"Kamu tidak apa-apa, Ra?!" Cemas Marsya.

Pertanyaan Marsya tak masuk ke dalam telinga Adira, ia hanya terpaku pada gelas pecah itu dengan nafas yang terengah-engah, jantung Adira berdebar kencang, perasaannya benar-benar tidak enak, firasat Adira mengatakan akan terjadi hal buruk padanya.

"Ra? Kamu kenapa?"

Disaat bersamaan ponsel Adira berdering pertanda ada telepon masuk, Adira melangkah mengambil ponsel di tasnya.

Saat benda pipih itu sudah berada dalam genggamannya tertera nama sang ibu di layar ponsel.

Alis Adira mengernyitkan bingung, tak biasanya orang tuanya menelpon di saat jam kerja.

Tanpa menunggu lama Adira mengangkat telpon tersebut.

"Hallo?"

"Apa benar ini dengan putri dari ibu Nadin?" Ucap seorang lelaki yang tidak Adira kenali.

Dahinya makin mengkerut, bertanya-tanya dalam hati kenapa ponsel sang ibu bisa ada di tangan orang lain.

"B-benar saya anaknya, anda siapa? Kenapa bukan ibu saya yang berbicara?" Desak Adira menuntut jawaban.

"Mohon maaf tapi pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan mobil, saya polisi yang menangani kecelakaan ini. Kami ingin menginformasikan pada keluarga korban"

Duarrr!!!

Seketika langit terasa jatuh diatas kepalanya, organ jantung seakan copot dari tempat, ponsel yang Adira pegang pun hampir terlepas dari genggaman.

"A-apa?? Apa yang anda katakan?!!" Suara gemetar Adira membuat Marsya ikut panik dan mendekat.

"Korban sepasang suami istri, kami sedang menunggu ambulan datang. Keluarga korban dimohon untuk datang ke rumah sakit yang dituju, nanti saya kirimkan alamatnya" jelas polisi dari sebrang sana.

"Bagaimana keadaan orang tuaku sekarang?? Tolong aku ingin melihat kondisi mereka!!"

"Korban tidak sadarkan diri karena mengalami benturan parah di beberapa bagian, harus segera dilarikan ke rumah sakit. Kami cukupkan dulu telponnya, sebentar lagi ambulan sampai"

Ponsel pun langsung dimatikan oleh lelaki itu, berbarengan dengan air mata Adira yang lolos berjatuhan.

"Ra, ada apa? Kenapa kamu menangis?" Marsya panik.

"Ibu dan ayah kecelakaan, Sya!! Aku harus segera kesana"

"APA???"

Adira memasukan seluruh barang ke dalam tas untuk bergegas pergi.

"Kamu mau ke Malang sekarang, Ra? Dengan siapa?"

"Aku akan pergi kesana sendiri, aku mau melihat ibu dan ayahku Sya" ucapnya sambil terisak.

"Kalau begitu aku ikut!" Marsya pun melakukan hal yang sama seperti yang Adira lakukan, memasuki barang-barang miliknya ke dalam kantong.

"Jangan Sya, aku tidak mau merepotkan mu" cegah Adira ditengah-tengah kesedihannya.

"Sudah Ra jangan pikirkan aku, sekarang ayo kita pergi!" Menarik tangan Adira dan pergi dari kantor menuju Malang.

Kini Adira tau kenapa tiba-tiba perasaannya tidak karuan dan terjadi sesuatu yang buruk sejak kemarin. Dan inilah jawabannya!

Secepat mungkin Marsya membantu Adira mencarikan tiket pesawat paling awal, sebisa mungkin ia harus sigap membantu sang sahabat sebab Marsya tau jika Adira tak punya siapa-siapa selain kedua orangtuanya.

Marsya juga yang mengajukan cuti darurat agar perusahaan tidak mengeluarkan surat peringatan pada mereka meski Adira tak memintanya.

Marsya paham posisi Adira sekarang, tak ada yang lebih penting dibanding keadaan orang tua yang saat ini tengah mengalami kecelakaan.

Dan kini waktunya mereka menaiki pesawat menuju Malang.

***

"Polisi sudah memberikan mu alamat rumah sakitnya?" Tanya marsya ketika mereka sudah berada di pesawat.

Adira hanya mampu mengangguk tanpa mengeluarkan suara, hanya tangis yang keluar tanpa bisa dihentikan.

Beberapa penumpang melirik ke arah kursi mereka ketika mendengar ada suara Isak tangis, meski begitu tak ada yang menegur Adira karena memaklumi masalah yang tengah dihadapi oleh wanita cantik tersebut, meski tak tau apa yang membuat sosok perempuan itu merintih.

"Hikss..... Aku takut Sya...! Aku takut orang tuaku kenapa-kenapa" Isak Adira menutup wajah yang penuh air mata dengan kedua telapak tangan.

Marsya mencoba menenangkan Adira dengan mengusap lembut punggung sahabatnya.

"Aku paham, Ra. Yang terpenting sekarang kita berdoa untuk keselamatan orang tuamu. Aku yakin Tuhan akan mengabulkan doa kita, percayalah" Marsya menyemangati.

"Aku belum siap kehilangan mereka... Hikss..."

"Jangan bicara seperti itu, kau harus tetap berpikir positif. Ada aku disini, jangan merasa sendiri Ra" Marsya ikut berkaca-kaca, tak dipungkiri ia juga memiliki firasat buruk mendengar kabar duka ini. Tapi ia tak mau menunjukkannya pada Adira, pasti akan membuat perempuan disampingnya ini makin gusar dan emosional.

"Hiksss... Aku takut Sya....."

Terpopuler

Comments

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

sediih... 😭😥😢

2024-04-21

0

Turifatul Hasanah

Turifatul Hasanah

seberapa jauh ke malang si dari pagi ke pagi lagi belum sampe

2023-10-21

0

Giana

Giana

bikin cerita memberi kesan begini sejak awal Ikin males bacanya. sangat tdk menarik

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!