Episode 4

Mobil hitam yang ditumpangi Adira dan keluarganya terhenti tepat di depan bangunan kantor.

Mereka mengantarkan Adira bekerja sambil berpamitan sebelum mereka berpisah.

"Adira kerja dulu ya Bu, Yah. Kalian hati-hati dijalan, jaga kesehatan disana" ucap Adira menyalami kedua orang tuanya.

"Kamu juga hati-hati selama tidak ada kami, telpon kami jika ada apa-apa. Maaf ya kami cuma pergi berdua" balas Nadin menciumi wajah putri kesayangannya ini.

"Iya Bu, tidak masalah. Adira juga minta maaf karena tidak bisa ikut, semoga perjalanannya lancar ya" harap Adira.

"Ingat Ra, jangan nekat menyusul kami kesana loh!" Gurau sang Ayah ditengah-tengah kesedihan dua wanitanya.

"Ish...! Ayah ini, masih saja mengkhawatirkan Adira pergi sendiri. Kan Ayah yang bilang Adira sudah dewasa, kalau tiba-tiba Adira dibolehkan cuti Adira ingin menyusul kalian ke Malang" cebiknya ditanggapi serius oleh Adira.

"Halahh... Kamu mana berani, yang ada malah nyasar lagi" ledek Bagas yang sangat suka mengusili Adira.

"Enggak mungkin, zaman sekarang bisa liat Maps kalau kesasar" balas Adira tak mau kalah.

"Kalian ini kenapa malah berdebat, kamu bisa terlambat masuk Ra kalau terus menanggapi Ayahmu. Sebaiknya masuk sekarang, kami juga mau berangkat" timpal Nadin menengahi, karena kalau dibiarkan perdebatan mereka tidak akan pernah ada ujungnya.

"Iya Bu, Adira keluar sekarang ya. Jangan lupa beli oleh-oleh yang banyak!"

Setelah turun dari mobil Adira tak langsung masuk, ia menunggu mobil kedua orangtuanya berlalu dari sana sambil melambai-lambaikan tangan, hingga kendaraan beroda empat tersebut menghilang dari pandangan.

"Tak menyangka akhirnya aku ditinggalkan sendiri, biasanya kami selalu pergi bertiga kemana-mana. Tapi tidak apa! Aku bisa mengajak Ayah dan Ibu pergi kalau sudah dapat cuti. Sekarang aku harus bekerja lebih keras supaya bisa membawa mereka pergi liburan, semangat Adira!!" Adira antusias.

***

Adira memasuki ruangan kerja dengan penuh semangat, senyum manis menghiasi wajah cantik nan rupawan itu. Rambut panjang yang sengaja terurai ikut menarik-narik seolah turut dalam kesenangan pagi ini.

"Pagi...." Sapa Adira pada sahabatnya yang tak lain dan tak bukan ialah Marsya.

"Pagi juga, tumben kelihatan senang sekali?" Heran Marsya.

Adira mengedikkan bahunya, "Entah, memang tidak boleh kalau kelihatan ceria? Masa aku harus murung terus" jawab Adira duduk di kursi kerjanya.

"Ya aneh saja, biasanya kamu datang dengan wajah kalem dan hanya menyapaku datar" ungkap Marsya menceritakan kebiasaan Adira setiap datang ke kantor.

"Dari pada kamu, tidak pernah menyapaku!" Cebik Adira menimpali.

"Ya mau bagaimana lagi, aku tidak punya semangat untuk bekerja. Malas setiap datang ke kantor, energi positif ku seakan hangus dalam sekejap" kata Marsya beradu nasib.

"Makanya aku ingin buru-buru menikah supaya tidak usah kerja lagi, mengurus anak lebih lebih baik dari pada harus datang ke kantor setiap hari" Ucap wanita yang belum pernah menikah itu, membayangkan sesuatu yang belum tentu terjadi dalam realita.

Adira hanya menarik nafas dalam, moodnya langsung berkurang kala Marsya mengaitkan pembicaraan dengan pernikahan.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi dulu, rumah tangga itu ada senang juga sedihnya. Kalau suatu saat suamimu dilanda musibah kamu juga harus bantu yang pada akhirnya harus bekerja lagi" Nasihat Adira mengingatkan, ia memang bukan tipe wanita yang suka bergantung pada laki-laki, namun tentu menikah juga menjadi impiannya.

"Ya jangan sampai kena musibah lah, sebagai istri yang baik aku akan selalu mendoakan suamiku yang baik-baik agar hidup kami selalu tentram dan sejahtera" ujar Marsya percaya diri.

Adira tak lagi menanggapi, sampai mulutnya berbusa pun ia akan selalu kalah kalau dikaitkan dengan yang namanya pernikahan.

"Ngomong-ngomong aku penasaran tentang bayi itu, bagaimana kabarnya sekarang?" Masih belum puas mengobrol dengan Adira.

"Baik, tadi aku sempat melihat dia saat sedang dijemur"

"Dia masih disini?" Nampak terkejut mengetahui fakta itu.

"Heem... Belum ada informasi lebih lanjut terkait keluarganya" lirih Adira, berhenti mengetik dengan pandangan kosong menerawang.

"Ya Tuhan aku jadi makin kasihan padanya, jadi ingin adopsi saja deh"

"Ya sudah kenapa tidak benar-benar adopsi saja?" Tengok Adira.

"Sedang banyak pengeluaran akhir-akhir ini, aku belum mampu membesarkan seorang anak secara finansial" menarik lagi niatannya yang semula.

"Ya lebih baik jangan dipaksakan, kalau kamu kasihan lebih baik bantu sebisa kamu atau setidaknya kamu mau mencoba melongok juga boleh. Nanti aku antar"

Marsya menimang-nimang tawaran Adira, bagus juga kalau ia menengok sekaligus menghilangkan rasa penasarannya terhadap bayi itu.

"Nanti deh tunggu gajian saja, aku sedang bokek sekarang. Malu kalau kesana tidak bawa buah tangan" pikirnya.

"Terserah kamu, yang penting ada niat baik itu sudah bagus"

***

Adira turun dari bis setelah mobil itu berhenti di halte bus tempat tinggalnya.

Berjalan sekitar dua menit menuju rumah, bermanfaat juga menghilangkan rasa pegal karena duduk cukup lama.

Lagi-lagi sorot mata Adira terfokus pada rumah pak RT, tentu Adira ingin melihat si bayi untuk kedua kalinya hari ini.

Tapi sayang, rumahnya tertutup dan tak ada siapapun di luar. Hening pula saat melewati tempat tinggal tersebut.

Tak ada polisi serta warga yang berkumpul seperti kemarin, bahkan pemilik rumah pun tak nampak batang hidungnya.

"Padahal aku ingin melihat bayi itu" gumam Adira mengedarkan pandangan ke setiap sudut rumah.

Membuat Adira menyeret kembali kaki jenjangnya.

Saat memasuki rumah suasana di dalam terasa sunyi dan sepi, wajar tidak ada siapapun karena Ibu dan Ayahnya tengah pergi ke Malang.

Adira lantas masuk dan menjatuhkan diri di sofa, merehatkan sejenak raga lelahnya sembari memejamkan mata guna mengumpulkan energi.

Namun hal itu tak berlangsung lama, Adira dikejutkan dengan figura yang jatuh mencium lantai.

Adira sontak terlonjak kaget, ia memegangi dada kirinya yang berdebar.

Dihampirinya benda tersebut, tangan kanan Adira mencoba mengambil figura dengan hati-hati karena kaca foto itu retak berhamburan. Ternyata foto pernikahan orangtuanya semasa muda dulu.

"Astaga, kenapa bisa tiba-tiba jatuh?" Sangking bingungnya Adira melirik seluruh ruangan ia berada.

Mendadak Adira merinding hingga bulu kuduknya berdiri.

"Jangan bilang ada makhluk halus disini" desis Adira ketakutan.

Adira menggeleng-geleng menepis pikiran buruknya, buru-buru meletakkan figura di atas meja dan berlalu mengambil sapu.

Adira membersihkan serpihan kaca sampai benar-benar tak ada yang tersisa.

Lalu meletakkan lagi figura di tempat yang berbeda.

"Huffttt.... Sepertinya aku harus beli figura baru, lagian kenapa bisa tiba-tiba jatuh coba? Mungkin pakunya sudah karatan dan tidak bisa menampung berat figuran itu" tebak Adira menduga-duga, tak mau berpikir lebih jauh hanya karena sebuah benda yang jatuh.

Setelah selesai barulah Adira masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.

Masih Mau Lanjut? Jangan Lupa Vote Mingguannya🥰

Mamie Tunggu😘

Love❤️

Terpopuler

Comments

Yuliana Purnomo

Yuliana Purnomo

lanjuuut thor

2024-10-03

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

semoga orang tua adira selamat sampai 7an dan kembali lg dgn selamat

2024-07-06

0

Raufaya Raisa Putri

Raufaya Raisa Putri

kyk sinetron j... itu teh tanda dir

2024-04-21

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 KARYA BARU
102 Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103 My Perfect (Bad) Marriage
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
KARYA BARU
102
Satu Atap dengan Bandar Narko-CINTA
103
My Perfect (Bad) Marriage

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!