BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.

"Doa apa yang kamu panjatkan hingga aku sesulit ini untuk berpaling, Zavia?"

Zavia berdebar, demi apapun dia tidak bisa berpaling dan menyembunyikan kegugupannya. Netra Renaga yang demikian indah selalu berhasil membuatnya tunduk dan takluk tanpa sisa.

Jika ditanya doa apa yang Zavia pinta pada pencipta, jelas saja sederhana. Sebenarnya dia bukan seseorang yang sangat religius, tapi dalam hidupnya Zavia tidak pernah lupa siapa Tuhannya.

Soal cinta yang bersemayam dalam benaknya, Zavia juga tidak mengerti kenapa Tuhan menganugrahkan rasa itu padanya. Bertahun-tahun sudah dia coba untuk melupakan, tapi hati kecilnya tengah merasa membohongi diri setiap kali berpaling dari pria ini.

"Aku tidak pernah meminta sesuatu diluar batasku ... hanya saja, aku meminta Tuhan menjauhkan apapun yang sekiranya tidak ditakdirkan untukku."

Tubuh tinggi Renaga membuat leher Zavia terasa sedikit pegal, setelah beberapa kali selalu menghindari tatapan Renaga, detik ini dia memberanikan diri untuk bicara seraya menatap lawan bicaranya.

"Beberapa tahun terakhir, aku mengira Tuhan sudah menjawab doaku dengan kepergianmu ... tapi anehnya, Kakak justru kembali dan aku merasa Tuhan benar-benar mengujiku."

"Aku menjadi sangat-sangat munafik, tidak hanya pada orang-orang di sekitarku, tapi Tuhan juga. Lucu memang, aku yang meminta dijauhkan, tapi hatiku tidak tahu diri sampai lupa bahwa perasaanku memang salah."

"Kakak pikir hanya Kakak saja yang lelah di posisi ini? Aku juga ... kita sama, jika saja keadaannya tidak begini aku adalah orang pertama yang mengejarmu mati-matian. Tapi mau dipandang dari sudut manapun perasaanku memang salah dan tidak seharusnya, ada Giska yang menjadikan Renaga sebagai dunianya."

Suaranya bahkan sampai bergetar usai mengucapkan semua itu, tanpa jeda. Tunggu? Apa dia tengah berterus terang kali ini? Tentang perasaan yang dia tutupi begitu lama, sedikit memalukan sebenarnya.

"Sudah?"

Panjang lebar Zavia menjelaskan, bahkan matanya sampai membasah dan Renaga hanya menatapnya datar sejak tadi. Pria itu tengah mencerna ucapan Zavia, selama hidup mungkin ini adalah kali pertama keduanya seserius ini.

"Sudah," jawab Zavia sedikit malas lantaran pria ini justru seakan hanya memancingnya berkata jujur.

Terlebih lagi, kala Renaga tersenyum tipis dan tanpa ragu melingkarkan tangannya di pinggang Zavia. Ini sedikit aneh, percayalah Zavia bergetar dengan Renaga yang terang-terangan memperlihatkan apa maunya begini.

Terserah bagaimanapun kalimatnya, yang jelas Renaga menganggap Zavia juga memiliki perasaan yang sama. Yah, cintanya berbalas. Pria itu tanpa khawatir penolakan, dia mengikis jarak hingga hembusan napas Renaga bahkan terasa hangat di wajah Zavia.

Merasa keadaannya terancam, secepat mungkin Zavia mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Meski dia sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan pria lain sejauh itu, tapi matanya bisa menyimpulkan apa yang Renaga mau.

"Nikah yuk."

Semudah itu dia bicara, Zavia yang tadinya menangis usai mengeluarkan beban berat dalam hidupnya justru dibuat terkejut dengan apa yang Renaga lontarkan.

"Hah?"

"Nikah," jawab Renaga masih bertahan dengan posisinya, jika saja tidak memandang siapa orangtua gadis ini, mungkin Renaga akan memaksanya.

Zavia terdiam sesaat, selang beberapa lama dia melepaskan tangan Renaga dan mundur beberapa langkah. "Kenapa? Aku sudah cukup dewasa, Zavia."

"Bukan soal itu, tidak perlu kujelaskan Kakak juga tahu soal itu."

"Jawabanmu sudah menunjukkan jika kamu mencintaiku juga, Zavia ... lalu apalagi? Giska?"

"Salah-satunya, tapi yang lebih utama adalah perihal keyakinan ... soal perasaanku, Kakak cukup tahu saja dan aku hanya ingin menegaskan jika aku tidak melulu memikirkan Giska, tapi Kakak juga."

Renaga terdiam seketika, dia terlalu percaya diri dengan kejujuran dari Zavia, faktanya wanita itu tetap sulit digapai sekalipun dia memang cinta.

"Tidak bisa kamu pertimbangkan sekali lagi? Aku sudah hapal An-Naba."

Jawabannya membuat Zavia sedikit terkejut sekaligus kesal, sungguh dia sedang tidak bercanda dan bisa-bisanya Renaga menjawab hal semacam itu dengan mudah.

"Dan Al-Fatihah," tambah Renaga kemudian.

"Aku tidak bercanda, jangan main-main perihal keyakinan."

"Aku juga tidak bercanda, Via ... andai aku pindah keyakinan bagaimana? Apa kamu tetap akan menolakku?" tanya Renaga menatapnya lekat-lekat, sejak lama dia penasaran bagaimana reaksi Zavia juga dia bertanya semacam itu.

"Jangan, Kak ... jangan pernah melakukan sesuatu berlebihan atas nama cinta, aku yang tidak mau itu terjadi."

"Lalu kamu datang ke sini untuk apa kalau tidak mau jadi istriku, Zavia?"

Seketika suasana hati Zavia jadi berubah, lagipula sejak kapan dia datang dengan tujuan jadi istri Renaga. Zavia mengorbankan waktu hari ini hanya untuk mewakili mereka bertiga lantaran telah membuat Renaga merasa sendirian, tidak lebih.

"Belum, bukan berarti tidak mau," gumam Zavia pelan bahkan hampir berbisik, tapi dia lupa jika yang di hadapannya ini adalah renaga bukan makhluk tuli seperti Fabian.

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

hahahahah Fabian kasihan bgt kamu wkwkkwkwkk...Dlu lahir nya kamu d sembuyiin sih ya sama mama kamu,sampai2 papa zayyan linglung jdi kamu bgtu kasap mata😂😂😂d anggap tuli pula🙄😅

2024-11-07

0

Hafifah Hafifah

Hafifah Hafifah

jadi karna terhalang keyakinan nih

2024-12-10

1

@bimaraZ

@bimaraZ

renaga sdh niat pindah keyakinan berarti dia sudah yakin akan memperjuangkan cintanya

2024-09-22

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!