BAB 19 - Dia Galak

Renaga bukan seseorang yang bisa dikejar jika dia benar-benar tidak mau. Sejak dahulu Zavia tahu akan hal itu, dan hari ini, detik ini tampaknya dia tidak mau diganggu gugat. Demi meluluhkan hati Renaga dia rela meninggalkan rumah sakit sekalipun Mikhayla menghubunginya berkali-kali.

Sebenarnya Zavia tengah dipermainkan atau bagaimana, akan tetapi yang jelas rasa bersalah mengantarkan wanita itu pada penantian yang cukup melelahkan. Sudah satu jam menunggu di ruang tamu kediaman Justin, sebelum Renaga mengizinkan masuk dia tidak akan berani memaksa untuk masuk.

"Maaf, Via ... Mommy tidak bisa memaksanya, kamu pulang dulu saja."

Agny tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan anak-anak ini. Setelah tadi malam Giska, kini Zavia menjadi sebab Renaga tak karu-karuan. Agny tidak ingin memaksa layaknya Justin, di matanya Renaga juga lelah dan ada saatnya dia benar-benar butuh waktu sendiri.

"Via tunggu saja, Mom."

"Apa tidak masalah? Biasanya lama loh kalau sudah mengurung diri begitu," tutur Agny lembut, dia menatap gurat kepanikan di wajah Zavia.

Sebagai ibu, dia hanya perlu turun tangan jika putranya sudah mengadu. Selebihnya tidak akan karena Agny paham bagaimana rasanya dipaksa menjadi kehidupan.

"Tidak masalah, Via juga tidak ada tugas hari ini."

Pembohong besar, padahal dia sama sibuknya. Hanya saja, dia memilih menunda lebih dulu. Khawatir jika memang selama ini dia terlalu mengabaikan Renaga tanpa melihat sedikitpun isi hatinya.

"Ya sudah kalau begitu, Mommy mau pergi dulu ... arisan sama tante Sonya, ditinggal sendiri tidak apa-apa ya? Ada Bibi kok di belakang, Gracia nanti sore pulang."

Sendiri? Tidak masalah, lagipula di rumahnya juga terbiasa sendiri begini. Anggap saja rumah sendiri, Zavia bisa menonton televisi sembari duduk santai di sofa selama Renaga belum berniat untuk keluar kamar.

Sebuah ekspektasi yang dia kira tidak akan membosankan, nyatanya tidak demikian. Rasa bosan mulai menyerangnya, Zavia mulai menggerutu kala sebuah movie yang dia saksikan sudah usai dan Renaga belum juga memperlihatkan batang hidungnya.

"Ngatain Giska, tapi dianya juga sama," gumam Zavia seraya menghela napas pelan, entah akan selama apa dia menunggu yang jelas kini sudah terhitung tiga jam Zavia berada di tempat ini.

Seakan tahu dengan apa yang dia lakukan, sebuah pesan masuk yang Zavia duga dari Renaga. Nomor baru, belum pernah Zavia simpan karena memang setelah memutuskan pindah Renaga menjelma sebagai pria tak tergapai.

"Berhenti mengumpatku, naik ... aku tunggu di kamar."

Zavia meneguk salivanya pahit, dadanya berdegub tak karuan dan menyentuh bibirnya. Tidak ingin membuat pria itu semakin marah, tanpa pikir panjang Zavia naik begitu saja.

Sudah sangat lama dia tidak menginjakkan kaki di kamar Renaga. Terakhir kali ketika dia duduk di bangku SMP, itupun tahun pertama dan hanya datang menemani Giska.

Tiba di depan pintu, Zavia semakin bingung lagi. Pikirannya memang serumit itu, hendak masuk saja dia berpikir apa harus diketuk atau langsung masuk. Sebagai seseorang yang takut dengan kemarahan Renaga, Zavia tidak ingin membuat pria itu meledak-ledak nantinya.

"Masuklah, pintunya tidak dikunci."

Pesan singkat kedua yang berhasil membuat Zavia meremang. Apa mungkin Renaga bisa menerka seberapa lama dia butuh waktu untuk naik ke kamarnya? Atau memang Renaga memerhatikannya sejak tadi? Pikiran semacam itu berperang dalam benak Zavia hingga pada akhirnya tangan gemetarnya berhasil mendorong pintu kamar tersuram yang ada di dunia itu.

Suasana kamarnya bahkan semakin menyeramkan di mata Zavia, tidak hanya semua serba hitam, tapi juga benar-benar sepi seolah tidak ada tanda kehidupan di kamar ini. Menandakan kamar hanya dijadikan tempat untuknya terpejam, itu saja.

Butuh beberpa waktu untuk dia bisa membuka pembicaraan, selain karena Renaga yang kini memilih diam, Zavia juga semakin terganggu dengan tatapan tajam seolah hendak mengulitinya semacam itu.

"Ada apa? Kesini atas nama Giska lagi?" tanya Renaga mendadak dingin dan berbeda jauh dari Renaga yang dia temui tadi pagi.

"Bukan begitu, aku datang untuk mewakili ... Ehm atas nama ... astaga, kami bertiga ...."

Zavia bukan wanita bodoh, kecerdasannya mewarisi sang papa. Akan tetapi, memang di beberapa kondisi, otak sang mama lebih dominan dan contohnya saja saat ini. Dia bingung hendak menyampaikan niatnya bagaimana, padahal sebelumnya sudah dia susun dan tidak lupa meminta pendapat Fabian.

"Bicara yang jelas, Zavia!!"

"Kan, dia tu galak aslinya."

Zavia mendadak pucat ketika Renaga sedikit meninggi. Bukan membentak sebenarnya, hanya sedikit penekanan saja dan dia sudah kembali dibuat bergetar.

"Kakak jangan bentak begitu, aku takut," ucapnya pelan seraya meremmas jemarinya.

"Aku tidak membentak, hanya menegaskan agar matamu bisa terbuka ... jangan pernah datang ke sini jika hanya demi Giska, apalagi jika memaksaku minta maaf, Zavia. Perlu kamu pahami, hatiku juga sakit berada di posisi itu. Cukup orang tuaku memaksa ini dan itu tentang Giska, kamu tidak perlu!!"

Sepertinya keputusan Zavia untuk naik memang benar-benar salah, Renaga masih dipuncak kemarahannya dan kini Zavia terkena imbasnya.

"Lagipula apa hatimu tidak sakit? Jangan munafik, Via ... Bertahun-tahun membohongi perasaan, memperjuangkan perasaan orang lain padahal hatimu juga sakit."

Zavia mendongak, ucapan Renaga membuat hatinya terhenyak. Pria itu mendekat, hingga keduanya hanya berjarak beberapa centi saja. Renaga menatapnya lekat-lekat, sekalipun dianggap pria paling percaya diri di muka bumi dia tidak peduli. Namun, satu hal yang Renaga yakin, di mata zavia ada dirinya.

"Doa apa yang kamu panjatkan hingga aku sesulit ini untuk berpaling, Zavia?"

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

Uuuhhhh manis nya interaksi mereka....deg deg tapi ada seneng nya🙈🙈🙈🙈😘😘😘

2024-11-07

0

Dwiii_Ha

Dwiii_Ha

"Doa apa yang kamu panjatkan hingga aku sulit berpaling seperti ini Zavia?"
ohhhh... sweet...😍

2025-01-05

1

Halimah

Halimah

🤣🤣🤣🤣🤣

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!