BAB 06 - Sebentar Saja

Renaga masih sama, meski dia kembali dengan sosok yang semakin dewasa beberapa bagian dari hidupnya belum berubah. Duduk berdampingan begini rasanya lebih aneh lagi, sejak dahulu dia memang tidak terbiasa hanya berdua dengan pria ini.

Keduanya masih betah dalam kebisuan, Renaga meliriknya dengan ekor mata sesekali. Masih seperti ketika dia pamit tujuh tahun lalu, entah apa yang membuat Zavia benar-benar berbeda dan tidak seperti pada Fabian.

Bibir Renaga sudah mengambil ancang-ancang hendak bicara, akan tetapi lidahnya seakan kelu hingga pada akhirnya dia mengurungkan niat. Sengaja mengurangi kecepatan demi bisa lebih lama bersamanya.

"Bisa tolong cepat, Kak? Mama sudah telepon," ucap Zavia memperlihatkan ponselnya pada Renaga.

Sejak tadi dia merasa Renaga aneh dan sengaja mengurangi kecepatan. Akan tetapi, dia bingung hendak memerintahkan Renaga untuk cepat jika tidak ada alasannya. Terpaksa, dia menggunakan cara itu.

Tanpa terduga, Renaga justru menarik ponsel Zavia begitu mudahnya. Jelas saja dia panik, apalagi ketika Renaga justru menerima panggilan dari Mikhayla, sang mama.

"Via kenapa, Sayang? Ini sudah Mama telepon ... kamu sudah di jalan, 'kan?"

Renaga menarik sudut bibirnya, tersenyum tipis sekali bahkan hampir tidak terlihat. Wanita di sampingnya sedang berusaha mencari cara agar bisa meminta Renaga untuk cepat.

Mudah sekali tertebak, Zavia kecil tidaklah berubah. Sayangnya, yang dia hadapi saat ini adalah Renaga Anderson, seseorang yang sudah mengenalnya sejak usia 2 tahun.

Sebagian hidup Zavia bersama Renaga, bahkan tidur di tempat yang sama jelas saja pernah. Wajar saja jika perubahan Zavia ketika mulai remaja membuat Renaga merasa ada yang hilang.

Bahkan, di saat Tuhan mempertemukan mereka setelah dewasa. Sikap itu tetap Zavia pertahankan, beberapa kali Renaga bertanya, tidak ada jawaban. Justru yang Renaga dengar hanya kemarahan lantaran sikapnya pada Giska.

"Zavia?"

"Ehem ... Hallo, Tante ini Aga. Jangan khawatir, Zavia bersamaku."

"Huft syukurlah, hati-hati ya, Aga."

Renaga mengembalikan ponsel Zavia dengan tatapan tak terbaca. Sedikit kecewa, tapi entahlah dia juga bingung dengan perasaan semacam ini. Satu hal yang bisa disimpulkan, Renaga benci dihindari.

"Kamu masih menghindariku? Tujuh tahun aku pergi ... kamu masih sama, Zavia?"

"Semua masih sama, Kak. Termasuk Giska."

Jawaban Zavia membuat Renaga menelan salivanya pahit. Bukan jawaban semacam itu yang ingin dia dapatkan, pria itu kembali melaju dengan kecepatan sedang, sedikit lebih cepat dari pada sebelumnya.

Selang beberapa lama, Renaga berhenti dan menatap sendu dua istana mewah yang sejak dahulu berdampingan. Bersamaan dengan itu, Zavia melepas seatbelt hingga membuat Renaga tersadar, waktunya malam ini sudah benar-benar habis.

"Makasih, Kak."

Belum mendapat jawaban dari Renaga, Zavia benar-benar turun dan meninggalkannya. Secepat itu dia bergerak, tapi Renaga jelas tidak akan tinggal diam. Pria itu bergegas mengejar meski tahu ini sedikit nekat.

"Zavia tunggu!!"

Hampir saja, Zavia menoleh dan menghentikan langkahnya. Wanita itu was-was dan berharap Rahman akan segera membukakan gerbang utama. Langkah Renaga semakin cepat, hingga kini dia benar-benar dekat dan berdiri tepat di hadapan Zavia.

Tatapan Renaga tidak terbaca, hingga tanpa permisi pria itu menarik Zavia dalam pelukannya. Erat, sangat erat dan dia tengah melepaskan kerinduan.

"Sebentar, Zavia ... tetaplah seperti ini."

Beberapa jam lalu, Renaga sempat memeluknya. Sayang sekali, hanya beberapa detik itupun mendapat penolakan kala Fabian dan Giska muncul di antara mereka.

Dia sedikit egois, tapi setidaknya Renaga ingin mengabulkan keinginan dalam benaknya sekali saja. Dadanya berdegub kencang, sejak dahulu dia ingin memeluknya. Melihat Zavia yang selalu memilih Fabian sewaktu remaja pria itu iri luar biasa.

"Jangan begini, Kak."

"Sebentar, aku mohon."

Keduanya baru tersadar kala pintu gerbang terbuka. Renaga melepaskan pelukannya perlahan, dia menggigit bibir kala melihat mata tajam Keyvan seakan hendak mengulitinya.

"Masuk, Zavia ... Aga pulanglah, sudah malam."

Pria itu memang tidak semenyeramkan wajahnya. Renaga berlalu usai memastikan Zavia benar-benar menghilang dari pandangannya.

.

.

Tiba dikamar, Zavia rapuh. Sejak tadi berusaha melangkah baik-baik saja, kini dia seakan kehabisan tenaga. Susah payah dia berusaha mengubur perasaan itu, sikap Renaga seperti tadi membuatnya semakin tersiksa.

"Zavia ... Kak Aga pulang."

"Zavia ... Ganteng, 'kan!!"

"Zavia ... fotoin kak Aga lagi dong, dia mau kalau kamu yang fotoin."

"Zavia ... lihat, arsitektur ... sudah pantas jadi istri kak Aga?"

"Giska," lirih Zavia di sela tangisnya, dadanya sesak bahkan bibirnya mungkin sakit menahan tangis.

Satu hal yang Zavia benci dalam dirinya, yaitu hati. Sembilan tahun dia memendam itu semua. Tidak hanya memendam, tapi berusaha mengubur perasaannya. Mejauhi Renaga, memberikan ruang untuk Giska, melakukan apa yang Giska mau bahkan ketika dewasa dia mencoba berkenalan dengan pria lain yang mungkin bisa membuatnya lupa.

Sayangnya, cara itu tidak berguna sama sekali dan justru membuat Zavia merasa bersalah. Bukan hanya soal Giska. Sekalipun tidak ada Giska di antara mereka, sedari dulu Zavia sadar tidak mungkin bersama. Namun, entah kenapa perasaan yang dia coba kubur itu nyatanya kian dalam tanpa dia kehendaki.

Kenapa tidak mencoba bersama Fabian? Zavia menyayangi Fabian, bukan sebagai pasangan dan dia tidak ingin menjadikan Fabian alat untuk membuat perasaan itu terhapus begitu saja.

"Hapuskan dia Tuhan, aku mohon."

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

citra marwah

citra marwah

sabar Via...nnti jg aga bakal jdi jdoh mu,,,dan akan selalu jadi yg kamu ingin kan....

2024-11-05

0

mardiana sari

mardiana sari

disini yg egois giska.yg terlalu kecentilan pdahal.via dan renaga sama2 suka.tp giskanya aj yg kecentilan sm aga.

2024-11-03

1

Halimah

Halimah

😭😭😭😭😭

2024-09-01

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!