BAB 18 - Renaga Buta Warna

Bohong jika dia baik-baik saja, Giska meraung ketika Renaga berlalu dari kamarnya. Sama sekali tidak sadar jika kedua sahabatnya masuk kini. Masih dengan penampilan yang sedikit menantang untuk dipandang mata, bahkan Fabian jadi tahu ukuran bra Giska akibat hal ini.

Giska menghapus air matanya kasar, dia ingin menghabiskan jerit tangisnya hari ini. Dia menarik napas dalam-dalam hingga menghelanya perlahan. "Kalian sejak kapan di sini?"

Pertanyaan yang sama, Renaga juga mempertanyakan hal ini. Giska menatap Fabian dan Zavia bergantian. Tubuhnya menerima saja ketika Zavia memakaikan baju, Fabian yang terlanjur melihat Giska sedikit terbuka begitu hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.

"Belum lama," jawab Zavia bergetar, dia kacau melihat Giska pagi ini.

Giska duduk di tepian tempat tidur dengan tubuh lemasnya, meski memang niat untuk melupakan Renaga sudah sangat matang, tapi kehadirannya beberapa saat lalu cukup membuat Giska terhempas.

Seolah tengah berjalan pelan di tepian jurang, dia ingin melompat ke sisi sebelahnya. Giska tengah mencari celah dan melupakan dengan cara pelan, sayangnya Renaga datang dan memaksa Giska loncat segera.

"Sudah, Giska ... jangan ditangisi, sudah kukatakan percuma. Jangan menjadi pelangi untuk orang yang buta warna seperti kak Aga," ucap Fabian seraya menepuk pundaknya berkali-kali.

"Ck, aku lagi sedih, Fabian."

"Ya aku tahu kamu sedih, maka dari itu aku ingatkan lagi."

"Kak Aga tidak buta warna ... Dia juga suka pelangi, tapi di matanya aku ini kilatan petir, bukan pelangi."

"Lebih tepatnya awan hitam," tambah Fabian yang membuat Giska tertawa sumbang.

Semudah itu Giska kembali tersenyum, kalimat Fabian justru membuatnya tergelitik. Sementara Zavia, saat ini tidak bisa berpikir tenang. Dia paham kesedihan Giska, tapi di sisi lain hatinya juga khawatir tentang Renaga.

"Zavia, kenapa manusia itu ada di sini?"

Pertanyaan Giska memecah lamunan Zavia, sama sekali tidak sadar jika Gavi ikut masuk ke kamar Giska. Fabian yang juga sejak tadi bingung dengan kehadiran pria itu mengerutkan dahi seraya menatap teliti wajahnya.

"Dia dokter Gavi, semalam kalian berdua bertemu dengannya, 'kan?"

"Berdua siapa?" Fabian merasa benar-benar tidak dianggap, di antara mereka bertiga hanya dia yang tidak mengetahui siapa pria itu.

"Apa iya? Cowok semalem? Yang ngira aku bunuh diri dan maki-maki terus ngatain bodoh itu?"

Pertanyaan Giska seketika membuat Zavia benar-benar merasa bersalah. Nyatanya pernyataan Gavi benar-benar menjadi pemicu masalah di antara mereka bertiga.

"Pasti kak Aga marah karena kamu," tuduh Giska melemparkan handuk lembabnya ke arah Gavi, beruntung saja pria itu menghindari benda itu.

"Ya maaf, kukira benar bunuh diri ... aku hanya peduli padanya sebagai sesama manusia, Zavia, tidak bermaksud ikut campur."

Mereka yang berdebat, Fabian yang bingung. Belum lagi, tadi malam dia marah besar bahkan mengusir Renaga agar pergi lagi, sungguh Fabian menyesal tanpa akhir saat ini.

"Jadi benar kamu tidak coba-coba bunuh diri?"

"Tidak, Zavia ... aku hanya menenangkan diri, aku tidak sebodoh itu. Tapi orang itu yang berpikir macam-macam tentangku semalam," tutur Giska penuh penekanan, tampaknya sejak tadi malam pria itu membuat Giska terjebak amarah Renaga.

"Ya Tuhan, aku sudah bicara macam-macam pada kak Aga tadi malam, Giska!!" sesal Fabian kemudian, sama halnya seperti Zavia yang tidak melihat dari sisi Renaga, pria itu jelas merasa bersalah, sekaligus durhaka.

"Bicara apa kamu?"

"Ya macam-macam, aku mengatakan dia pengecut atau apalah gitu, tapi yang paling ingat ... aku usir dia, suruh balik lagi ke luar negeri," jelas pria itu seketika membut mata Giska dan Zavia membulat sempurna.

"Apa? Kamu sekasar itu, Fabian? Kalau sampai dia benar-benar pergi lagi bagaimana?" Zavia menghela napas panjang, dari cerita Renaga, dia tidak sekasar itu dan nyatanya justru berbeda.

"Ya mau bagaimana lagi, hak dia juga. Lagian dia di sini cuma sakit kepala, mending pergi saja. Kita bertiga baik-baik saja tanpa kak Aga, kenapa harus panik."

"Fabian!!"

"Kejar, Via ... kak Aga hanya luluh jika kamu yang bicara," titah Giska mendongak, menatap Zavia yang kini melayangkan tatapan tajam ke arah Fabian.

"Giska what wrong with you? Apa kak Aga menamparmu tadi? Dibagian mana sampai bisa sedikit sadar begini?"

"Di sini, Bian."

Giska menempelkan tangan di dadanya, Renaga sama sekali tidak pernah menyakitinya secara fisik, tapi di hati ya selama ini sudah sakit. Tepatnya dia yang menyiksa diri tiada habisnya hingga buta dan tidak sadar air matanya menjadi beban untuk Zavia dan Fabian selama bertahun-tahun.

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

Alhamdulillah klo Giska sadar diri

2025-02-19

0

Tiffany_Afnan

Tiffany_Afnan

wkwkwkk... tkut kesambar lalu gosong yak..

2024-10-31

0

Halimah

Halimah

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-09-02

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!