BAB 10 - Sadar

Tidak ada yang lebih sakit, selain jatuh cinta sendirian bagi Giska. Dia menjalaninya sangat lama, berawal dari candaan hingga lama kelamaan perasaan itu kian dalam saja. Giska menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian menghembuskannya perlahan.

Dingin menusuk kulit, persendiannya terasa ngilu. Akan tetapi, tempat ini adalah pelarian paling menenangkan untuk dirinya. Riuh kendaraan yang mulai redup, pantulan cahaya dari aliran sungai di bawah sana lebih damai dari hidupnya.

Sempat terbesit di pikirannya untuk terjun dalam hitungan ketiga. Namun, sejak sepuluh menit yang lalu hitungannya hanya sampai dua dan itu dia ulang berkali-kali.

Terlalu banyak yang Giska pikirkan, orangtua, sahabat dan juga cintanya. Yah, itupun hanya kemungkinan kecil. Jika saja dia melakukan hal sebodoh itu, maka bukan hanya persahabatan mereka yang mungkin hancur, melainkan persahabatan orangtua mereka.

Sejak dahulu mereka ketahui, betapa Giska menginginkan Renaga. Jika sampai dia bunuh diri di saat Renaga kembali, maka itu sama artinya dengan dia membunuh banyak hati tanpa sengaja.

Hubungan Keny dan Justin tentu akan hancur, saling menyalahkan dan bukan tidak mungkin Renaga yang akan dihajar sang papa. Yah, Meski Giska sedikit berisik, bukan berarti otaknya tidak dapat berpikir panjang.

Di saat dirinya tengah memantapkan niat, seseorang memeluknya begitu erat hingga Giska merasakan sesak. Secepat itu niatnya untuk mati menghilang, apalagi kala dia merasakan tubuhnya sudah ambruk begitu saja di atas tubuh seseorang yang menariknya mundur.

"Aaawwh."

Mata Giska membola kala menyadari seseorang yang sekarang ada di bawahnya adalah seoprang pria. Tunggu? Apa mungkin Renaga? Tapi kenapa dia sampai memeluknya dengan cara ini.

"Tolong berdiri, tubuhmu berat."

Mendengar suaranya asing sekali, Giska yakin dugaan awalnya salah. Sontak Giska menjauh dan duduk di sisi pria itu. Sedikit kecewa, karena dia berharap yang memeluknya adalah Renaga.

"Woah, kaum hawa di negeri tampaknya sudah hilang akal semua ... tidak ada cara lain selain bunuh diri? Hei, bunuh diri tidak akan menyelesaikan masalah, paham?"

Lihatlah pria ini, sama sekali tidak tahu duduk perkaranya. Dia mengira jika Giska salah langkah, yah memang sempat terpikir dia akan mengambil jalan itu. Akan tetapi, Giska tidak senekat itu.

"Kau tahu berapa banyak di luar sana yang ingin hidup? Lihat ke bawah, bersyukur jadi manusia ... kau tahu di bawah kolong jembatan ini bahkan ada yang bertahan hidup, dan kau!! Coba buka matamu!!"

Mata Giska mengembun, ini adalah pertemuan pertama yang paling tidak terduga sepanjang hidupnya. Entah dari mana pria ini datang, dia marah dan membentak Giska seakan telah melakukan kesalahan besar.

"Nangis? Jangan bodoh, jika memang benar-benar ingin mati di rumah saja, jangan di sungai ... karena pasti merepotkan tim evakuasi untuk mencari jasadmu."

Giska yang belum bisa berpikir jernih, kembali dibuat tidak bisa berkata-kata setelah mendengarnya. Melihat pria itu berdiri, dan mengusap sikunya yang sedikit berdarah, Giska melakukan hal yang sama.

"Pulanglah, masih punya orangtua, 'kan?"

Tanpa Giska sadari, dia mengangguk pelan. Seakan patuh meski tidak dipinta, tapi dia lupa jika sebelumnya pergi jalan kaki. Dia membuang kesedihan dengan cara lama, Giska yang menyedihkan akan pulang dengan cara yang sama.

"Woey pulang!!"

"Ck, kenapa kau selalu berteriak kepadaku? Heh dengar ya, kau salah paham dan aku belum mau mati!!"

Sejak tadi terlihat diam, dan kesabaran Giska habis ketika pria itu kembali meneriakinya. Entah apa salah Giska, mungkin belum sempat minta maaf, pikirnya.

"Pulang, kenapa ke arah sana."

"Hah?"

Benar, Giska salah arah. Tapi dari mana pria itu tahu dia salah arah. Di saat dia yang terlihat bingung, mobil putih yang melaju cepat dari arah berlawanan tampak mendekat.

"Kak?"

Senyumnya kembali terbit, tidak dapat dipungkiri Renaga benar-benar obatnya. Giska yang terlihat menyedihkan membuat Renaga menghela napas perlahan, tempat favorit Giska masih sama.

"Ya Tuhan, Giska."

Bibirnya bergumam, sementara matanya menatap tajam pria yang berdiri tidak jauh darinya. Mata Giska yang memerah membuat Renaga berpikir macam-macam, terlebih lagi ketika dia melihat rambut Giska sedikit berantakan.

"Siapa?"

"Tidak kenal," jawab Giska apa adanya, sejak dahulu dia memang sejujur itu jika Renaga bertanya.

Renaga yang tidak percaya segera menghampiri pria itu dan menatapnya seakan musuh bebuyutan. Melihat Renaga seperti itu, Giska segera menahannya karena paham betul emosi Renaga biasanya tidak bisa terkontrol dengan baik.

"Apa yang kau lakukan padanya?"

"Kau pacarnya? Jaga baik-baik, dia hampir loncat beberapa menit lalu."

Tanpa menunggu jawaban Renaga, pria itu berlalu meninggalkan mereka. Giska belum mengucapkan terima kasih, tapi buat apa juga, pikir Giska.

Selepas pria itu pergi, hanya mereka berdua yang berada di sana. Giska seakan deja vu, mereka yang berdiri berhadap-hadapan dengan Renaga yang terlihat marah padanya.

"Benar kata orang itu tadi?"

"Tidak, Kak ... aku tidak sebodoh itu," jawab Giska pelan, Renaga menatap gurat kesedihan begitu dalam di matanya.

"Hm, tujuh tahun aku tinggalkan, seorang Giska pasti sudah lebih dewasa dan paham keadaan ... Ayo pulang, semua orang khawatir ... terutama Papamu."

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

Ida Faridah

Ida Faridah

kayaknya jodoh Giska ya Thor 🤔

2024-08-21

1

Nanik Kusno

Nanik Kusno

Jodoh mu Giska ...jgn mengharap pada org yg tdk menginginkanmu

2024-06-17

3

LiMa

LiMa

waaah...ada penggemar diam-diam Giska nih

2023-06-11

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!