BAB 12 - Terlalu Lelah

"Bian, apa maksudmu?"

Renaga memejamkan mata, suara Fabian yang naik satu oktaf masih bisa dia toleransi dan tidak ada keinginan untuk membalas.

"Kenapa? Terkejut ya? Begitulah Giska, dia bahkan tidak melihat berapa banyak yang mengagumi dia, di matanya hanya ada renaga seorang ... cinta memang semenakutkan itu, apalagi jika tidak terbalas. Apa Kakak tidak kasihan?" Fabian tersenyum getir, matanya sesekali menatap ke arah kamar Giska.

"Kasihan? Tidak, aku tidak bisa mengatasnamakan kasihan."

Dia tidak ingin menyiksa diri atas dasar kasihan, tatapannya tertuju pada Fabian saat ini. Biasanya, pembicaraan antar sesama laki-laki akan lebih mudah untuk saling memahami.

"Dari dulu kau tahu perasaanku, Fabian ... penjelasanmu begini hanya membuat aku berpikir keputusanku pergi sia-sia," tutur Renaga seraya menghela napas pelan, sejak dahulu Renaga memperlihatkan jelas jika dia risih, dan Fabian tahu sendiri akan hal itu.

"Iya!! Sia-sia memang, Giska tetap menjadi Giska yang bodoh!! Mengharapkan Renaga sialan yang lari dari kenyataan tujuh tahun lalu."

Habislah Renaga, ketiga orang ini sama-sama menyerang mentalnya. Tanpa terduga, Fabian yang terlihat seakan tidak punya masalah dengannya akan mengungkapkan hal yang justru membuat Renaga bungkam.

"Jika memang kakak tidak menyukainya, katakan dengan jelas!! Kakak tahu sendiri otak Giska hanya semili ... menyebalkan sekali, pulang-pulang buat emosi, balik lagi ke luar negeri sana."

Sebenarnya Fabian datang ke sini untuk memastikan keberadaan Giska. Hanya saja, begitu melihat Renaga tujuan pria itu justru berubah.

Sebelum Renaga menghantamnya dengan bogem mentah, secepat mungkin Fabian berlari dan berlalu pergi dengan kendaraan roda dua kesayangannya. Yah, meski sudah berteriak dan memaki Renaga beberapa saat lalu, mental Fabian tidak sekuat itu sebenarnya.

Keadaannya menjadi serius begini, Renaga mengusap wajahnya kasar. Baru juga sehari dia di sini, masalah hidupnya seakan menghantam secara bersamaan. Zavia yang enggan bicara, suasana hati Giska yang berubah secepat kilat, malam ini ditambah dengan Fabian yang mendadak jadi pembela Giska membuat Renaga benar-benar lelah.

Dia ingin terlelap, jika bisa setenang-tenangnya. Ini adalah salah-satu alasan kenapa dia tidak mau pulang sejak dahulu. Selain karena sikap Sonya yang membuatnya risih, kejadian semacam ini sudah Renaga duga tentu akan kerap terjadi.

Keinginan Justin tentang dia untuk pria sempurna dengan sejuta bakat dalam dirinya adalah hal yang tidak bisa diganggu gugat. Jadi, dia yang pindah sekolah memang tidak sepenuhnya karena pertikaian hati, melainkan Renaga berusaha menata diri agar tidak mengecewakan keuarganya.

Hingga pukul dua pagi, Renaga baru tiba di kediamannya. Wajah pucat pria itu mejelaskan dia kurang istirahat. Hingga, tubuh lemahnya terhempas begitu saja ketika tiba di tempat tidur.

Jaketnya bahkan belum diepas, Renaga benar-benar lelah dan dia lupa menutup pintu kamar. Justin yang sejak tadi menunggunya pulang, jelas merasa lebih tenang kala Renaga telah kembali.

"Kamu terlalu kejam, lihat dia selelah itu."

"Tapi sudah seharusnya Renaga menjaga Giska, Sayang," tutur Justin sembari menatap sendu Renaga yang betah tidur tanpa mematikan lampu.

"Seharusnya kamu bisa minta bantuan pak Sofian, atau siapapun jangan Renaga ... lihat, dia bahkan tidur dengan posisi begitu karena lelah," ungkap Agny benar-benar tidak tega melihat putra sambungnya harus turun tangan mencari Giska.

"Sayang, Giska hanya luluh pada Renaga ... aku tidak ingin mengecewakan Keny, itu saja."

Salah, cara Justin sangat salah bagi Agny. Wanita itu melangkah masuk dan melepas jaket yang melekat di tubuh lelah Renaga. Meski usianya sudah dewasa saat ini, bagi Agny dia tetap Renaga kecil yang dahulu memilih pergi di saat Agny sebahagia itu dengan pencapaian yang dia berikan.

Putranya kembali, seharusnya dia nyaman dan bukan dipaksa ini dan itu hingga tidur saja tidak bisa. Melihat istrinya yang kini menangani sang putra, Justin ikut membantu lantaran berat badan Renaga memang cukup menguras tenaga.

Merawat Renaga sejak usia lima tahun, demi Tuhan Agny menyayangi pria ini layaknya anak kandung. Kehilangan momen selama tujuh tahun, Agny masih melakukan hal manis sebagaimana yang dahulu kerap dia lakukan untuk Renaga.

Di saat yang sama, tangan Renaga tiba-tiba menggenggam erat jemari Agny. Jelas hal itu membuat Justin bingung, dia mendekat dan turut memastikan siapa tahu Renaga demam atau lainnya.

"Tidak panas ... Aga, are okay?" tanya Justin memastikan keadaan putranya.

"Viaa ...." Terdengar lemas, tapi masih cukup jelas. Dia memanggil nama Zavia tidak hanya sekali, tapi beberapa kali hingga Agny dan Justin saling menatap untuk beberapa waktu.

"Zavia, tunggu."

Renaga meracau, matanya tertutup begitu rapat dengan jemari yang terus menggenggam erat jemari Agny. Hal itu jelas membuat Justin bingung, dia menatap sang istri yang juga sama bingungnya.

"Apa katanya?" tanya Agny khawatir jika telinganya yang bermasalah.

"Renaga ... kau mau apa? Dingin atau kenapa?"

"Via, Dad." Dia merespon dan sepertinya itu bukan sekadar meracau biasa.

"Sudah, sepertinya dia memang kelelahan." Melihat Renaga yang begini, hati kecilnya merasa bersalah. Benar kata Agny, dia terlalu memaksakan Renaga melakukan ini dan itu.

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

udhlahh Ga mending Lo pergi lagi aj.drpd berharap zavia yg belum ap2 mundur,terus ngadepin Giska yg cinta pemaksaan

2025-02-19

0

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

Lo mikirin anak org,anak Lo sendiri menderita 😒

2025-02-19

0

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

cinta ga bisa dipaksakan fab....

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!