BAB 14 - Demi Dia

Beberapa kali Renaga memastikan, rumah sakitnya sudah sangat benar. Hanya saja, dia butuh keyakinan untuk bisa melangkah masuk. Renaga kembali memastikan bagaimana wajahnya. Sudah cukup pucat dan matanya benar-benar terlihat nyata sedang sakit parah.

Ya Tuhan, demi siapa dia begini? Padahal, dirinya memang tidak begitu fit. Hanya saja dia demi membuat semuanya terlihat realistis dia nekat masuk ke kamar adiknya.

"Perfect."

Renaga turun dengan langkah cepat, sama sekali tidak sesuai dengan wajahnya yang terlihat pucat dan merah di bagian mata. siapapun yang melihat pria itu sekarang, jelas dapat menyimpulkan jika yang sakit adalah otaknya.

Hatinya benar-benar berharap, jika dokter muda yang sedang terjun ke lapangan secara langsung itu akan menjadi takdirnya pagi ini. Renaga menunggu dengan sabar, sebenarnya dia jarang masuk rumah sakit. Sekali masuk rumah sakit, itupun karena dipaksa teman dekatnya.

Kini, dia mendatangi tempat itu padahal kondisinya masih sanggup jika diajak menjelajahi puncak Rinjani. Jantung Renaga kian berdegub tak karu-karuan, sosok yang sejak semalam dia rindukan kini menghampirinya.

Dia terlihat cantik, tidak, tepatnya sangat cantik. Wajah ayu dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya, sesaat membuat Renaga lupa jika Zavia belum menjadi miliknya.

Sementara Zavia yang kini baru menyadari siapa pasien yang dimaksud mamanya, hanya menghela napas pelan seraya berusaha menyembunyikan kegugupannya.

"Tenang, Zavia ... hanya memeriksa, setelahnya serahkan pada Mama."

Zavia melakukan pemeriksaan awal sebagaimana yang diperintahkan sang mama. Detak jantung Renaga yang akan dia periksa, tapi kenapa miliknya justru ikut menggila.

Dia juga tidak mengerti kenapa Mikhayla justru percaya dia benar-benar terjun sendiri. Hanya sendiri, seakan sengaja agar keadaan menjebak mereka berdua.

Belum ada pembicaraan yang terjadi antara keduanya. Hingga ketika selesai, Zavia menghela napas panjang dan memberanikan diri menatap Renaga. Dia harus berusaha biasa saja, lagipula bukankah menyapa pasien adalah hal yang biasanya dia lakukan.

"Apa yang ...."

Tunggu, rasanya ada yang aneh dengan wajah pasiennya kali ini. Zavia mengerutkan dahi, dia yang tadinya berusaha menghindari tatapan Renaga. Kini, justru memandanginya lekat-lekat.

Bukan karena jatuh cinta atau bagaimana, akan tetapi ada sesuatu yang membuatnya curiga. Merah di bawah mata Renaga sedikit berlebihan, belum lagi bibir pucatnya tidak seperti pucat orang sakit, melainkan bedak tabur.

"Apa keluhannya, Kak?" tanya Zavia masih tetap bertanya meski otaknya tengah memastikan dugaannya.

"Bagaimana jawabnya? Jawab flu, tapi hidungku baik-baik saja ... ays harusnya aku kecelakaan saja tadi malam."

"Ehem, te-tenggorokanku sakit."

Dia tidak berbohong untuk hal itu, memang benar dia merasakan sakitnya. Akan tetapi, jika dilihat jenis pucatnya Renaga, dia sangat yakin ada yang tidak beres.

"Woah, sepertinya Kakak sakit parah ... pucat sekali, coba diingat-ingat, apa mungkin salah makan?" tanya Zavia seakan benar-benar bermaksud menanyakan hal itu, padahal tujuannya justru berbeda.

"Mungkin, sakitku memang parah sekali ... bisakah kamu mengobatinya? Aku merasa, rumah sakit di Washington sekalipun tidak berhasil, makanya aku kembali," ucap Renaga tersenyum getir kemudian.

Zavia tengah berusaha membongkar kebohongannya, tapi yang terjadi justru berbeda. Renaga membahas hal lain, sakit yang dia maksudkan bukan tentang luka ataupun panas di fisiknya, tapi hati.

Wanita itu mengerti arah pembicaraan Renaga, akan tetapi dia tidak memiliki jawabannya. Zavia menoleh berkali-kali, berharap seorang Mikhayla akan menjadi penyelamatnya kali ini.

"Hm, mau ya?"

Belum sempat Zavia menjawab, Mikhayla datang dengan langkah tergesa. Sebenarnya sejak awal dia sudah melihat Renaga, hanya saja ada hal yang harus dia lakukan hingga memanfaatkan sumber daya manusia yang kebetulan ada di hadapannya beberapa saat lalu.

"Sudah, Via?"

"Sudah, Ma ... semua normal, aku rasa kak Aga cuma radang tenggorokan."

"Normal? Normal dari mana, Via? Kamu jangan asal-asalan ya."

Hanya karena Renaga yang sengaja berkamuflase seakan tengah sakit parah, Zavia kembali disemprot Mikhayla. Entah kenapa mamanya kejam sekali, jika bukan karena sang papa mungkin Zavia lebih memilih jadi koki.

"Mama periksa ulang deh, memang baik-baik saja."

"Tapi Aga pucat, Sayang ... matanya juga mer_"

"Merah? Eyeshadow Gracia," ucap Zavia memperlihatkan jempolnya usai menggosok area bawah mata Renaga yang dibuat sedramatis mungkin, ketahuan sekali berbohong karena Zavia hapal betul seluruh warnanya.

"Terus apalagi? Pucat? Nih bedak Gracia."

Renaga memejamkan mata, sama sekali tidak dia duga jika Zavia akan mengatakan itu pada Mikhayla. Malu sekali rasanya, tapi jujur dia suka karena jemari lentik Zavia menyentuh wajahnya walau hanya beberapa detik saja.

"Astaga, Renaga? Tante sampai tidak bisa berkata-kata ... ada apa denganmu, Ga?" tanya Mikhayla menggeleng pelan, putra Justin yang dia kenal begitu jujur tampaknya berubah ketika dewasa.

"A-aku memang sakit, Tante sumpah, tapi memang tidak parah jadi aku mencari cara agar lebih cepat ditangani."

"Bikin Tante jantungan kamu begini, Aga ... kalau cuma mau ketemu Zavia, telepon bisa atau tunggu dia pulang nanti malam, kenapa harus begitu?"

Niatnya tertangkap basah, Renaga hanya menatap kesal Zavia. Tega sekali membongkar penyamarannya di hadapan calon mertua, semoga maksudnya.

"Wajahnya, benar-benar tidak merasa bersalah," batin Renaga seraya menatap Zavia yang terlihat santai lantaran berhasil mematahkan ucapan Mikhayla kali ini.

.

.

- To Be Continue -

Terpopuler

Comments

Dwi Puji Astuti

Dwi Puji Astuti

jatuh cinta memang bisa membuat orang hilang akal🤭😂

2025-02-15

1

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

ternyata aga bisa bikin drama juga yak😅

2025-02-19

0

💙ANGGUN💦

💙ANGGUN💦

astaga.....😅🤣

2025-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2 BAB 02 - Kilas Balik
3 BAB 03 - Akhiri
4 BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5 BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6 BAB 06 - Sebentar Saja
7 BAB 07 - Sakit
8 BAB 08 - Seperti Dahulu
9 BAB 09 - Harus Apa?
10 BAB 10 - Sadar
11 BAB 11 - Pengakuan Fabian
12 BAB 12 - Terlalu Lelah
13 BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14 BAB 14 - Demi Dia
15 BAB 15 - Nanti Saja
16 BAB 16 - Selalu Salah
17 BAB 17 - Sama Saja
18 BAB 18 - Renaga Buta Warna
19 BAB 19 - Dia Galak
20 BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21 BAB 21 - Tetaplah Begini
22 BAB 22 - Jangan Dipaksa
23 BAB 23 - First Time
24 BAB 24 - Rosalin
25 BAB 25 - Pertama?
26 BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27 BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28 BAB 28 - Terbuka
29 BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30 BAB 30 - Hingga Esok Hari
31 BAB 31 - Nanti Malam?
32 BAB 32 - Munafik
33 BAB 33 - Dia Selemah Itu
34 BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35 BAB 35 - Aku Walimu
36 BAB 36 - Mati Rasa
37 BAB 37 - Pulang
38 BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39 BAB 39 - Muak
40 BAB 40 - Jangan Asing Ya
41 BAB 41 - Tawaran
42 BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43 BAB 43 - Menjemputmu
44 BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45 BAB 45 - Mengulang
46 BAB 46 - Terakhir
47 BAB 47 - Ujian Suami
48 BAB 48 - Tertangkap Mertua
49 BAB 49 - Aku Takdirmu
50 BAB 50 - Keraguan
51 BAB 51 - Kerinduan
52 BAB 52 - Baik Sekali
53 BAB 53 - Beruntungnya Dia
54 BAB 54 - Permintaan Maaf
55 BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56 BAB 56 - Kabar Baik
57 BAB 57 - Tidak Akan Lama
58 BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59 BAB 59 - Belum Jodoh
60 BAB 60 - Bertemu
61 BAB 61 - Jangan Becanda
62 BAB 62 - Permintaan
63 BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64 BAB 64 - Dia
65 BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66 BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67 BAB 67 - Sepotong Hati
68 BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69 BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70 Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71 BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72 BAB 71 - Sudah Tua
73 BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74 BAB 73 - Garis Takdir (End)
75 Season Dua - BAB 01- Sendiri
76 Season Dua - BAB 02 - Merindu
77 Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78 Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79 Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80 Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81 Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82 Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83 Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84 Season Dua - BAB 10 - Mahal
85 Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86 Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87 Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88 Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89 Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90 Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91 Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92 Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93 Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94 Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95 Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96 Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97 Season Dua - BAB 22 - Mine
98 Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99 Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100 Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101 Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102 Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103 Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104 Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105 Season Dua - BAB 30 - Takut?
106 Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107 Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108 Bonus Visual Mahligai Impian
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 01 - Biar Waktu Yang Menjawab
2
BAB 02 - Kilas Balik
3
BAB 03 - Akhiri
4
BAB 04 - Tujuh Tahun Itu Lama.
5
BAB 05 - Didewasakan Keadaan
6
BAB 06 - Sebentar Saja
7
BAB 07 - Sakit
8
BAB 08 - Seperti Dahulu
9
BAB 09 - Harus Apa?
10
BAB 10 - Sadar
11
BAB 11 - Pengakuan Fabian
12
BAB 12 - Terlalu Lelah
13
BAB 13 - Kau Berhak Memilih
14
BAB 14 - Demi Dia
15
BAB 15 - Nanti Saja
16
BAB 16 - Selalu Salah
17
BAB 17 - Sama Saja
18
BAB 18 - Renaga Buta Warna
19
BAB 19 - Dia Galak
20
BAB 20 - Belum, Bukan Berarti Tidak.
21
BAB 21 - Tetaplah Begini
22
BAB 22 - Jangan Dipaksa
23
BAB 23 - First Time
24
BAB 24 - Rosalin
25
BAB 25 - Pertama?
26
BAB 26 - Firasat Seorang Papa
27
BAB 27 - Jaga Dia Sepenuhnya
28
BAB 28 - Terbuka
29
BAB 29 - Egois Sedikit Saja
30
BAB 30 - Hingga Esok Hari
31
BAB 31 - Nanti Malam?
32
BAB 32 - Munafik
33
BAB 33 - Dia Selemah Itu
34
BAB 34 - Kamu Tidak Sendiri
35
BAB 35 - Aku Walimu
36
BAB 36 - Mati Rasa
37
BAB 37 - Pulang
38
BAB 38 - Apa Mungkin Salah?
39
BAB 39 - Muak
40
BAB 40 - Jangan Asing Ya
41
BAB 41 - Tawaran
42
BAB 42 - Tidak Begitu Awalnya
43
BAB 43 - Menjemputmu
44
BAB 44 - Luka dan Rasa Bersalah
45
BAB 45 - Mengulang
46
BAB 46 - Terakhir
47
BAB 47 - Ujian Suami
48
BAB 48 - Tertangkap Mertua
49
BAB 49 - Aku Takdirmu
50
BAB 50 - Keraguan
51
BAB 51 - Kerinduan
52
BAB 52 - Baik Sekali
53
BAB 53 - Beruntungnya Dia
54
BAB 54 - Permintaan Maaf
55
BAB 55 - Tidak Seindah Bayangan
56
BAB 56 - Kabar Baik
57
BAB 57 - Tidak Akan Lama
58
BAB 58 - Hadiah Paling Istimewa
59
BAB 59 - Belum Jodoh
60
BAB 60 - Bertemu
61
BAB 61 - Jangan Becanda
62
BAB 62 - Permintaan
63
BAB 63 - Benar-Benar Bertemu
64
BAB 64 - Dia
65
BAB 65 - Terima kasih dan Maaf
66
BAB 66 - Tidak Sesuai Harapan
67
BAB 67 - Sepotong Hati
68
BAB 68 - Tidak Semengerikan Itu
69
BAB 69 - Persahabatan (Kalian)
70
Promo Karya Baru (Sean) - Pernikahan Tak Terduga
71
BAB 70 - Kehidupan Setelahnya
72
BAB 71 - Sudah Tua
73
BAB 72 - Aruni Giova Anderson
74
BAB 73 - Garis Takdir (End)
75
Season Dua - BAB 01- Sendiri
76
Season Dua - BAB 02 - Merindu
77
Season Dua - BAB 03 - Tidak Ada Yang Berbeda
78
Season Dua - BAB 04 - Penasaran
79
Season Dua - BAB 05 -Dibalik Tirai
80
Season Dua - BAB 06 - Bayar?
81
Season Dua - BAB 07 - Kau Menghinaku?
82
Season Dua - BAB 08 - Rindu Yang Sama
83
Season Dua - BAB 09 - Tidak Sesuai Harapan
84
Season Dua - BAB 10 - Mahal
85
Season Dua - BAB 11 - Basa-Basi
86
Season Dua - BAB 12 - Dua Minggu
87
Season Dua - BAB 13 - Terbongkar
88
Season Dua - BAB 14 - Tidak Terduga
89
Season Dua - BAB 15 - Kau Mempermainkanku?
90
Season Dua - BAB 16 - Lupakan?
91
Season Dua - BAB 17 - Wanita Jinak
92
Promo Karya - Unchichah Sanskeh
93
Season Dua - BAB 18 - Masih Waras
94
Season Dua - BAB 19 - Bicara Dari Hati
95
Season Dua - BAB 20 - Calon Suami
96
Season Dua - BAB 21 - Menikahlah Denganku
97
Season Dua - BAB 22 - Mine
98
Season Dua - BAB 23 - Melihat Diri Sendiri
99
Season Dua - BAB 24 - Mommy?
100
Season Dua - BAB 25 - Serti Daddy
101
Season Dua - BAB 26 - Jungkir Balik
102
Season Dua - BAB 27 - Buktikan
103
Season Dua - BAB 28 - Pasangan
104
Season Dua - BAB 29 - Janji Setia
105
Season Dua - BAB 30 - Takut?
106
Season Dua - BAB 31 - Sungguh
107
Season Dua - BAB 32 - Mahligai Impian (Giska End)
108
Bonus Visual Mahligai Impian

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!