"Zavia? Tumben banyak tanya, kau di sini rupanya," ucap pria itu belum menyadari siapa yang duduk di sebelah putri dari dokter senior di tempatnya bekerja.
"Iya, dokter kapan pulangnya? Kok sudah masuk hari ini?"
"Hm semalam aku pulang, kau sendiri bagaimana? Bukankah sakit kemarin?" tanya pria itu tanpa pikir panjang ikut bergabung di sana.
"Tahu dari mana, Dok?"
"Anak-anak yang lain, syukurlah kalau sudah lebih baik."
Keberuntungan Zavia adalah kesialan dalam hidup Renaga. Bagaimana tidak, di antara seluruh makhluk bumi yang ada kenapa dia harus kembali di pertemukan dengan pria ini.
Rahang Renaga kian mengeras mendengar pembicaraan mereka berdua. Padahal hanya pembicaraan biasa, tapi karena pria di hadapannya ini memiliki kemungkinan bertemu Zavia setiap hari dia benar-benar tidak terima.
"Zavia sebentar, dia siapa?" tanya pria itu seraya mengerutkan dahi, ingatan Gavi masih sangat tajam dan yakin matanya tidak salah.
"Ah dia, Kakakku, Renaga namanya," ungkap Zavia bingung sendiri harus mengenalkan Renaga dengan kalimat apa.
"Siallan, Kakak katanya?"
"Oh begitu, kita bertemu lagi di sini ... Zavia adikmu ternyata."
"Sok akrab, aku paling tidak suka."
"Kalian saling mengenal? Kakak kenal dokter Gavi atau jangan-jangan teman sekelas dulu ya?" Zavia menatap keduanya bergantian, baru dia sadari jika ekspresi kedua pria ini sama-sama tidak terbaca.
"Tidak, aku sempat bertemu dengannya semalam," jawab Gavi tanpa melepaskan tatapan tajamnya dari Renaga, sosok pria yang membuatnya muak tadi malam.
"Semalam?" selidik Zavia sedikit bingung maksud pria itu sebenarnya bagaimana.
"Iya, pacarnya hampir bunuh diri, dan lihat sikuku sampai luka akibat menyelamatkan wanita itu ... menyebalkan, nasihati dia sesekali, Via," cerocos Gavi dan berhasil membuat Renaga kian memanas. Lagi dan lagi, Giska membuatnya buruk di hadapan orang lain.
"Hah?" Zavia yang bingung maksud Gavi jelas saja menatap Renaga penuh tanya, siapa yang dimaksudkan pria ini sebenarnya.
"Kak? Giska maksudnya?" tanya Zavia dengan dada yang kini bergemuruh tak karuan, kenapa bisa dia tidak mengetahui hal semacam ini tentang sahabatnya.
"Jangan dengarkan dia, Via ... tidak ada yang seperti itu."
Renaga yang merasa dituduh sejahat itu jelas naik darah. Semakin seseorang menyebut Giska, dia semakin marah dan ingin sekali meluapkan emosinya pada wanita itu.
"Lalu seperti apa? Sampai Giska benar-benar bunuh diri bagaimana?" tanya Zavia dengan matanya kini mengembun, sama sekali tidak dia duga jika kepergian Giska ternyata memiliki tujuan semacam itu.
"Sudah kukatakan tidak begitu, Zavia!!" lirih Renaga benar-benar lelah, orang asing sekalipun membuatnya terpojok seakan benar-benar salah.
"Menurutmu tidak, tapi buktinya dia mengambil ancang-ancang untuk terjun dari jembatan itu ... dan kau tahu, melihat sikapmu yang begini wajar saja dia melakukan tindakan bodoh seperti tadi malam," cerca Gavi yang masih tetap percaya jika sebenarny Giska hendak mengakhiri hidupnya.
"Kak? Ya Tuhan."
"Giska benar-benar minta dihajar," gumam Renaga sebelum kemudian berlalu pergi.
Zavia yang menyadari jika Renaga marah besar, berusaha menahan kepergian pria itu. Sayangnya, langkah Zavia tetap kalah hingga mobil Renaga sulah lebih dulu melaju sebelum dia berhasil keluar mengejarnya.
Beberapa kali dia menghubungi Fabian, pria itu jelas masih tidur. Pemalas yang hingga saat ini masih menikmati masa-masa istirahat lantaran orang tuanya tidak ingin putranya terlalu lelah.
Satu hal yang Zavia khawatirkan, Renaga akan bersikap semakin kasar. Terlebih lagi, saat ini Giska sendirian, jika Fabian datang makan setidaknya Giska tidak akan terancam.
"Kenapa? Aku ngantuk, jangan banyak mau, Zavia."
"Ke rumah Giska sekarang!!"
Fabian yang belum sepenuhnya sadar jelas bingung dengan perintah Zavia. Sementara Zavia yang kini baru berhasil menemukan taksi memutuskan sambungan teleponnya segera.
.
.
- To Be Continue -
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Hafifah Hafifah
sesekali si giska tuh harus dikasih pelajaran biar jadi orang g nyebelin dan bikin orang lain susah udah tau lw renaga g suka masih aja caper
2024-12-09
3
Halimah
ohhhh ini yg nyelametin Giska
2024-09-02
0
Ida Faridah
via itu khawatir sama sahabatnya
2024-08-21
0