Ancaman Bibi Afra

Zulaikha bergeming menatap sang suami yang masih merangkul pinggangnya. Namun, berbeda dengan perlakuan manis yang ia berikan, raut wajahnya justru memperlihatkan kekesalan saat menatap mantan calon suami yang sejak tadi menatap arah dirinya dengan kagum.

Bertepatan dengan itu, Della mendapati Zulaikha yang kebetulan menatap sekilas ke arah suami Della, membuat wanita itu mulai emosi.

"Eh, Zul, kamu itu yah, udah nikah juga masih aja matanya jelalatan lihat suami orang," tuduh Della, membuat Zulaikha memutar bola mata malas, sementara suami Della kini tersenyum tipis setelah mendengar perkataan sang istri. Ia menyangka Zulaikha sengaja menatapnya karena masih ada cinta untuknya. Sungguh percaya diri sekali pria itu.

"Sudah ah, yuk kita balik, Sayang. Makin lama di sini makin tidak aman untuk kamu." Della menarik tangan sang suami yang hendak menyalami Zulaikha hingga aksinya itu gagal.

"Dasar pasangan aneh," cibir Zulaikha, lalu kembali tersenyum menatap tamu undangan yang baru tiba di atas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat, sementara tangan Tareeq pun sudah kembali ke posisi semula tanpa ada perkataan apa pun dari pria itu. Entahlah, apa tujuan sebenarnya, yang jelas gadis itu merasa tertolong oleh perlakuannya.

Malam itu cukup melelahkan untuk Zulaikha dan Tareeq karena begitu banyak tamu dari desa itu yang datang, belum lagi semua tamunya membawa serta pasangan dan anak-anak mereka.

Para tetangga yang kemarin mencibir Zulaikha kini terbungkam oleh kehadiran Tareeq sebagai suaminya, pria tampan khas Timur Tengah dengan bulu-bulu halus di sisi wajahnya dan janggut yang terawat, memiliki kulit putih, tinggi dan berotot, bahkan tinggi Zulaikha hanya sampai di pundaknya.

"Lain kali kalau aku putus cinta, aku akan jalan-jalan keluar negeri juga deh, biar bisa dapat bule seperti suami si Zul itu."

"Iya, udah ganteng, kaya lagi, aku dengar semua persiapan kilat ini di bayar oleh suami Zulaikha dengan harga fantastis."

"Wih, pengen aku gaet deh tuh suami si Zul."

"Mending jangan deh, Zulaikha jauh lebih cantik dari kamu, jangankan mau beralih ke kamu, lirik aja kagak."

Begitulah cerita para gadis dan ibu-ibu yang dulu mencibir Zulaikha yang kemudian di akhiri oleh tawa mereka.

***

Setelah beristirahat sehari di rumah Paman Harun, Zulaikha, Tareeq dan Kakek Husein kini telah kembali ke Qatar setelah menaiki pesawat selama beberapa jam. Selama di mobil menuju kediaman Husein bin Ibrahim, Zulaikha tak banyak bicara, ia lebih banyak diam sembari menatap keluar jendela.

"Kakek, malam ini kami akan langsung tinggal di rumah baru kami." Tareeq mulai membuka suara dengan bahasa Inggris agar Zulaikha juga memahami maksud pembicaraannya.

"Kenapa buru-buru? Biarkan Nameera melepas rindu dulu dengan Zulaikha, kamu tenang saja, setelah itu Nameera tidak akan mengganggu malam kalian," ujar Kakek Husein disertai candaan membuat kedua pengantin baru itu sedikit salah tingkah.

"Baiklah kalau begitu," jawab Tareeq kemudian.

Setibanya di mansion mewah milik Husein bin Ibrahim, terlihat Nameera sudah menunggu kedatangan mereka bersama seorang perawat di sampingnya. Sangat jelas terlihat senyuman kebahagiaan dari wajah gadis itu, bahkan ia tampak antusias mendekat saat mobil yang membawa mereka telah terparkir sempurna.

"Kak Zulaikha," ucapnya lalu memeluk istri dari kakaknya itu tepat saat ia keluar dari mobil.

"Mulai saat ini, aku akan memanggilmu Kakak, karena kamu adalah Kakak Iparku," ucap gadis itu begitu riang.

"Hey, apa kamu tidak ingin menyambut kakak kandungmu ini?" tanya Tareeq yang juga sudah keluar di seberang mobil.

"Kakak Tareeq, Kakek." Nameera melambaikan tangannya ke arah sang kakak lalu beralih ke Kakenya, kemudian merangkul tangan Zulaikha dan membawanya ke dalam rumah meninggalkan dua pria beda generasi itu tanpa sepatah kata pun.

"Hahaha, kamu lihat, istrimu itu sangat tulus, hanya dalam beberapa hari saja dia sudah mampu membuat adikmu sangat menyayanginya. Jadi, perlakukan istrimu dengan baik, sayangi dia, cintai dia. Kakek yakin dia orang yang setia," ujar Kakek Husein seraya menepuk pundak cucu tertuanya lalu ikut masuk ke rumahnya.

Berbeda dengan Sang Kakek, alih-alih masuk ke dalam rumah, Tareew memilih duduk di teras depan rumahnya untuk mengecek pekerjaannya yang tertunda saat ia ke Indonesia selama beberapa hari kemarin.

-

"Kak Zul, aku akan mengantarmu ke kamar pribadi Kak Tareeq," ujar Nameera terus membawa Zulaikha menuju kamar sang kakak. Namun, langkah mereka terhenti saat Bibi Afra berdiri di hadapan mereka.

Tatapan intimidasi dari wanita paruh baya itu di arahkan ke Zulaikha. Perlahan ia berjalan tepat ke hadapan gadis itu sembari memperhatikan pakaiannya dari atas hingga ke bawah.

"Katakan padaku, apa yang sudah kamu lakukan kepada keponakanku hingga mau menikahimu? Dia pria yang perfeksionis, dan apa yang ada padamu sangat jauh dari kata perfeksionis." Bibi Afra menghentikan perkataannya sejenak, lalu mendekati telinga Zulaikha yang tertutup kerudung.

"Jujurlah, kamu pasti hanya menginginkan hartanya kan?" bisik wanita paruh baya itu, membuat Zulaikha mengerutkan keningnya.

"Maaf, Bibi. Saya tidak pernah berpikiran ke sana, awal pertemuan, saya bahkan tidak tahu jika Tareeq adalah Kakak Nameera, gadis yang tidak sengaja saya temui waktu itu di Corniche," jawab Zulaikha berusaha tenang.

Bibi Afra tersenyum miring. "Begitu yah? Kamu tahu tidak? di negara ini, pria dibolehkan untuk memiliki 4 istri, dan negara yang akan membiayai semuanya?" tanyanya.

"Bibi, tolong jangan bicara seperti itu," bela Nameera.

"Diam kamu Nameera," tegur Bibi Afra dengan tatapan tajam ke arah gadis itu.

Zulaikha terdiam, wajahnya seketika berubah pias, bahkan jantungnya berdebar mendengar perkataan wanita paruh baya di hadapannya.

"Tareeq akan tetap kunikahkan dengan Qifty, terserah kamu setuju atau tidak," tukas Bibi Afra lalu pergi meninggalkan Zulaikha dan Nameerah, perkataan wanita paruh baya itu terdengar seperti sebuah ancaman di telinganya.

-

Nameera membawa Zulaikha masuk ke kamar Tareeq, kamar yang begitu besar, mewah, bersih, dan rapi, serta aroma kamar yang begitu wangi khas pria.

"Nah, ini adalah kamar Kak Tareeq, semoga kamu betah yah, Kak," ucap Nameera lalu menatap wajah Zulaikha yang sejak tadi diam.

Nameera membuang napas lesu, ia tahu perkataan sang Bibi tadi telah membuat hati kakak iparnya itu gelisah. Dan benar, gadis itu memang merasa tidak tenang, mengingat statusnya yang hanya gadis biasa dari keluarga sederhana, tak ada sama sekali kelebihan yang bisa ia banggakan di hadapan orang-orang. Apalagi mengingat Tareeq tidak mencintainya, tentulah sangat mudah bagi Bibi Afra mempengaruhi pikiran pria itu untuk menikahi gadis pilihannya.

"Kak, mungkin Kak Tareeq itu menyebalkan, arogan dan dingin, tapi satu yang pasti, dia orangnya setia dan tidak mudah jatuh cinta," jelas Nameera.

Bukannya tenang setelah mendengar penjelasan adik iparnya itu, Zulaikha justru semakin gelisah dibuatnya. Bagaimana tidak? Jika suaminya saja sulit jatuh cinta, lalu bagaimana pria itu bisa mencintainya?

"Hufth," terdengar embusan napas kasar dari Zulaikha, ia benar-benar tidak tahu bagaimana nasib pernikahannya di masa yang akan datang. Ia hanya berharap semoga kebahagiaan bisa berpihak kepadanya setelah apa yang ia lalui selama ini

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

Zulaikha semangat meraih cinta Allah biar tareeq mencintaimu dan menghempaskan semua benalu

2023-10-07

1

Ria dardiri

Ria dardiri

semangat kk

2023-02-09

1

Ria dardiri

Ria dardiri

kamu nanyyaaakkk 😁😀 jawaben gitu a zul,,,,

2023-02-09

2

lihat semua
Episodes
1 Surya yang Meredup
2 Welcome to Qatar
3 Nameera si Gadis Qatar
4 Dua Pria Beda Generasi
5 Menyampaikan Amanah
6 Korban Broken Home
7 Bakso ala Zulaikha
8 Dia yang Tidak Sempurna
9 Kakak Ipar
10 Gadis dengan Abayha
11 Dia Calon Istriku
12 Aku Pamit
13 Pengakuan Sang Mantan
14 Hubungan Tanpa Cinta
15 Jangan Berharap Lebih
16 Boleh Aku Menggandeng Tanganmu?
17 Ancaman Bibi Afra
18 Bekerja dalam Senyap
19 Kebiasaan Makan
20 Membuatnya Terbiasa
21 Kamu Sangat Tampan Saat Tersenyum
22 Nameera Drop
23 Memiliki Dua Istri?
24 Mulai Terbiasa
25 Rindu yang Tak Sampai
26 Ternyata Kamu Cantik juga.
27 Kemarahan Tareeq
28 Di mana Dia?
29 Merindukannya
30 Memperlakukanmu Sebagai Istriku
31 Gombalan Pria Qatar
32 Angin Segar Untuk Nameera
33 Saat Harus Memilih
34 Misi Zulaikha dan Tareeq
35 Pertemuan dengan Billy
36 Liciknya Qifty
37 Saat Ujian Kembali Menghampiri
38 Kamu Licik Aku Lebih Licik
39 Hikmah dari Allah
40 Memafkan itu Menenangkan
41 SPA dan Setrika
42 Pertemuan Karena Ngidam
43 Rencana Buruk
44 Kadatangan Tiga Pria
45 Keberanian Zulaikha
46 Misi Penyelamatan
47 Curi Pandang
48 Cerita Tiga Pria
49 Permintaan Nameera
50 Jawaban Khalid dan Ali
51 Keputusan Nameera
52 Uhibbuka Fillah
53 Rasa Gelisah
54 Kembali Hancur
55 Terpuruk Lagi
56 Kembalilah ke Qatar
57 Menuju Pernikahan Nameera
58 Pesta Pernikahan di Qatar
59 Melepas Kerinduan
60 Hamidun?
61 Ujian Kesabaran
62 Pria Baik
63 Dijodohkan Lagi
64 Balapan Unta
65 Welcome Baby F
66 Kebahagiaan Zulaikha
67 Permintaan Maaf Qifty
68 Saran Untuk Khalid
69 Kejutan Untuk Zulaikha
70 Tasbih Cinta (TAMAT)
71 He's Not A Bad Boy
72 PROMO NOVEL BARU
73 MOZAIK KENANGAN
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Surya yang Meredup
2
Welcome to Qatar
3
Nameera si Gadis Qatar
4
Dua Pria Beda Generasi
5
Menyampaikan Amanah
6
Korban Broken Home
7
Bakso ala Zulaikha
8
Dia yang Tidak Sempurna
9
Kakak Ipar
10
Gadis dengan Abayha
11
Dia Calon Istriku
12
Aku Pamit
13
Pengakuan Sang Mantan
14
Hubungan Tanpa Cinta
15
Jangan Berharap Lebih
16
Boleh Aku Menggandeng Tanganmu?
17
Ancaman Bibi Afra
18
Bekerja dalam Senyap
19
Kebiasaan Makan
20
Membuatnya Terbiasa
21
Kamu Sangat Tampan Saat Tersenyum
22
Nameera Drop
23
Memiliki Dua Istri?
24
Mulai Terbiasa
25
Rindu yang Tak Sampai
26
Ternyata Kamu Cantik juga.
27
Kemarahan Tareeq
28
Di mana Dia?
29
Merindukannya
30
Memperlakukanmu Sebagai Istriku
31
Gombalan Pria Qatar
32
Angin Segar Untuk Nameera
33
Saat Harus Memilih
34
Misi Zulaikha dan Tareeq
35
Pertemuan dengan Billy
36
Liciknya Qifty
37
Saat Ujian Kembali Menghampiri
38
Kamu Licik Aku Lebih Licik
39
Hikmah dari Allah
40
Memafkan itu Menenangkan
41
SPA dan Setrika
42
Pertemuan Karena Ngidam
43
Rencana Buruk
44
Kadatangan Tiga Pria
45
Keberanian Zulaikha
46
Misi Penyelamatan
47
Curi Pandang
48
Cerita Tiga Pria
49
Permintaan Nameera
50
Jawaban Khalid dan Ali
51
Keputusan Nameera
52
Uhibbuka Fillah
53
Rasa Gelisah
54
Kembali Hancur
55
Terpuruk Lagi
56
Kembalilah ke Qatar
57
Menuju Pernikahan Nameera
58
Pesta Pernikahan di Qatar
59
Melepas Kerinduan
60
Hamidun?
61
Ujian Kesabaran
62
Pria Baik
63
Dijodohkan Lagi
64
Balapan Unta
65
Welcome Baby F
66
Kebahagiaan Zulaikha
67
Permintaan Maaf Qifty
68
Saran Untuk Khalid
69
Kejutan Untuk Zulaikha
70
Tasbih Cinta (TAMAT)
71
He's Not A Bad Boy
72
PROMO NOVEL BARU
73
MOZAIK KENANGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!