Korban Broken Home

Jika dulu, luka membuatku rapuh, kuharap luka kali ini membuatku lebih kuat, sebab ku tak tahu apa yang sedang menantiku di ujung jalan sana, entah itu tawa atau justru luka yang lebih kejam. Yang perlu ku lakukan hanya mempersiapkan diriku, menguatkan hatiku, agar tak ada lagi keterpurukan dalam hidupku.

***

Hari sudah semakin gelap, langit biru perlahan di penuhi semburat warna jingga yang begitu indah. Di tambah keindahan taman di belakang rumah sakit yang kaya akan bunga dengan aroma khas.

"Maaf karena kakek memintamu kesini, Nak," ucap Kakek Husein.

"Iya, Kek. Tapi apakah tidak apa-apa Nameera di tinggal sendiri?"

"Nameera tidak sendiri, kakek sudah meminta Tareeq untuk menemani adiknya sekarang." Zulaikha menganggukan kepalanya pelan.

"Oh iya, mengenai sikap Tareeq tadi, kakek minta maaf. Sebenarnya sifat asli Tareeq tidak seperti itu, hanya saja ia banyak berubah usai perceraian kedua orang tuanya 12 tahun yang lalu, Ibunya pergi bersama pria lain asal Indonesia meninggalkan Ayahnya yang sedang sakit, hingga Ayahnya meninggal. Dia bahkan tidak peduli dengan Tareeq yang masih remaja dan Nameera yang masih kecil dan belum mengerti apa-apa." Kakek Husein menghela napas sejenak.

Zulaikha terdiam, ia seketika merasa hatinya tercubit mengetahui fakta itu, artinya sejak masih kecil Nameera sudah menjadi korban broken home, tapi jika dilihat dari keceriaannya, sepertinya dia memang tidak tahu apa-apa, sangat berbeda dengan Tareeq yang dingin.

"Itu sebabnya Tareeq merasa kesal tiap kali bertemu dengan orang dari sana, padahal orang Indonesia itu baik, buktinya ada Pamanmu dan kamu yang baik dan peduli," lanjut Kakek Husein.

"Pantas saja. Tidak apa-apa Kek, saya memaklumi sikapnya, jika berada di posisinya, mungkin saya akan melakukan hal yang sama."

"Maaf, Nak. Kakek jadi menceritakan semuanya kepadamu, itu karena kamu adalah keponakan Harun, dan Kakek percaya kamu tidak akan menyalahgunakan informasi ini," sambung Kakek Husein.

"Maaf, Kek. Apa Kakek dan Paman Harun berteman baik?" tanya Zulaikha.

"Harun adalah sahabat kakek saat di Arab. Kami tidak sengaja bertemu saat kakek sedang melakukan perjalanan bisnis. Harun selalu membantu jika kakek menghadapi masalah, padahal dia sendiri bekerja sebagai supir, tapi dia selalu ada saat kakek membutuhkan bantunnya," jelas Kakek Husein.

Zulaikha kembali menganggukkan kepalanya, kini terjawab sudah rasa penasaran gadis itu mengenai hubungan antara Kakek Husein dan Paman Harun. Namun, ia masih memiliki rasa penasaran lain mengenai alasan kenapa Pamannya itu sangat mengistimewakan Kakek Husein, padahal jika di dengar dari cerita tadi justru Kakek Husein lah yang mengistimewakan sang Paman.

"Pantas Paman memiliki foto Kakek, ternyata Kakek dan Paman cukup dekat."

"Benar, Nak. Oh iya bagaimana kabarnya sekarang? Sudah lama kami tidak berkomunikasi sejak kakek kembali ke sini dan dia kembali ke Indonesia, Kakek pikir dia sudah lupa, ternyata tidak."

"Kabarnya baik, Kek," jawab Zulaikha sembari tersenyum.

"Oh iya, ini sudah malam, Nak, istirahatlah kamu pasti lelah, kakek akan mengantarmu pulang," ujar Kakek Hasan.

"Tidak usah, Kek, saya bisa pulang sendiri."

"Kalau begitu, biarkan pengawal Nameera mengantarmu."

"Tapi ...."

"Jangan menolak bantuan orang, Nak. Anggap saja ini adalah bantuan dari kakekmu sendiri.

"Ba-baik, Kek."

--

Hari sudah gelap, Zulaikha mematung menatap gedung mewah di hadapannya. Awalnya ia mengira hanya akan di antar ke penginapannya, tapi ia salah. Ia malah di minta mengambil barangnya dan kembali di antar ke gedung mewah yang kini berada di hadalannya.

"Biar aku mengantarmu, tolong ikuti aku," ujar wanita pengawal seraya berjalan lebih dulu.

"Tunggu dulu, apa ini? Kenapa aku dibawa kesini?" tanya Zulaikha enggan beranjak dari tempatnya

"Ini apartemen milik Tuan Husein, beliau meminta kami untuk membawamu ke sini."

"Tapi aku tidak punya banyak uang untuk menyewanya, tolong kembalikan aku ke penginpanku yang tadi." Zulaikha kembali ke mobil, tapi di hadang oleh pengawal wanita itu.

"Tidak perlu membayar, Tuan Husein mengizinkan kamu tinggal di sini gratis sampai kapan pun," jelas pengawal itu.

"Apa?"

"Sekarang, tolong ikuti saya."

Mereka pun berjalan menuju salah satu unit yang berada di lantai 10.

"Silahkan masuk, di dalam kulkas telah ada bahan makanan khas Indonesia, asisten Tuan Husein baru saja mengisinya tadi, saya permisi." Setelah menjelaskan semuanya, pengawal wanita itu akhirnya pamit meninggalkan Zulaikha sendiri.

Zulaikha memandangi seluruh isi apartemen itu dengan tatapan takjub, baru kali ini ia melihat tempat tinggal yang begitu mewah secara langsung. Selama ini, ia hanya melihatnya di drama Korea dan film-film lain.

"Ternyata masih ada yah orang kaya yang begitu baik seperti Kakek Husein dan Nameera. Nggak kayak cucunya yang satu itu, ya meskipun dia begitu karena menjadi korban broken home, tapi tetap saja, dia arogan sekali, sok ganteng lagi," umpat Zulaikha setelah merebahkan tubuhnya di atas sofa super empuk.

***

"Uhuk uhuk." Tareeq tiba-tiba merasa tenggorokannya gatal.

"Minum Kak." Nameera menyodorkan air minum kemasan botol kepada sang Kakak.

Tareeq meminum air itu hingga 3 tegukan. "Sepertinya ada yang mengumpatku," ujar pria itu.

"Itu bukan hal yang aneh, Kak. Sikapmu yang arogan tentu saja memancing orang untuk mengumpatmu," celetuk Nameera, membuat Tareeq langsung menarik kedua pipinya hingga gadis itu meringis dan mendengus.

"Kamu itu yaa, aku begini agar tidak ada yang berani mendekatiku."

"Kalau begitu terus, kapan aku punya kakak ipar, Kak," tanya Nameera.

"Aku bahkan tidak memiliki rencana untuk menikah, jadi berhentilah menunggu memiliki kakak Ipar, bersama kamu dan Kakek aku sudah merasa cukup, dan aku bahagia," tegas Tareeq.

Tareeq adalah salah satu CEO yang sangat sukses di usianya yang masih muda, selain sangat tampan, ia juga sangat cerdas. Perusahaan yang ia bangun sejak 6 tahun lalu itu bergerak di bidang properti dan arsitektur, kemampuan berbisnis yang begitu hebat membuat bisnisnya begitu cepat berkembang, bahkan hampir menyamai perusahaan sang Kakek yang sudah bertahun-tahun berdiri.

Akan tetapi, hingga di usianya yang ke 27 tahun, Tareeq tidak pernah dekat dengan wanita mana pun Seolah memiliki pembatas, setiap wanita yang ingin mendekatinya akan langsung mundur bahkan sebelum mereka menyatakan keinginan mereka.

Nameera membuang napas lesu. "Sampai kapan? Bagaimana jika Allah memanggilku? Aku ingin sekali memiliki kakak perempuan."

Tareeq seketika terdiam, ia menatap sendu sang adik. "Andai kamu tahu apa yang membuatku tak ingin menikah, mungkin kamu akan mengerti," batin Tareeq.

***

Malam semakin larut, tapi tak juga membuat mata indah Zulaikha terpejam. Meski tempat yang saat ini ia tempati sangat nyaman, tapi perkataan Nameera sire tadi masih saja berputar-putar di kepalanya.

Aku memang sakit Zulaikha, tapi sakit bukan alasan gugurnya kewajiban sholat, aku tetap harus sholat meski harus berbaring sekali pun.

"Aku tahu, sholat kewajiban, tapi apa sebegitu pentingnya kedudukan sholat sehingga membuat Nameera tetap berusaha sholat meski sakit? Ku pikir Allah mengerti denga keadaan hambanya."

***

Keesokan harinya, Tareeq sudah berada di kantor, ia datang lebih awal karena mencari berkasnya yang hilang, padahal ia sudah mencarinya di rumah dan kantor tapi tidak kunjung ia temukan. Siang nanti akan ada meeting dengan rekan bisnisnya dan berkas itu adalah materi yang akan di bahas.

"Ali, apa kau tidak melihat berkas itu? Seingatku setelah pertemuan kita dengan CEO Ammany Group beberapa waktu lalu, aku menyimpan berkas itu di dalam tas," ujar Tareeq kepada asistennya.

"Saya tidak tahu, Pak, waktu itu Bapak langsung meminta saya duluan ke kantor, katanya, Bapak ingin istirahat sejenak karena lelah," jawab Ali.

"Istirahat?" Tareeq berpikir sejenak. "Ah iya, kemarin aku singgah di apartemen kakek untuk istirahat, mungkin saja berkasku ada di sana," lanjutnya mulai mengingat.

"Ali temani aku ke apartemen Kakek sekarang, aku yakin berkas itu ada di sana." Tareeq langsung bangkit dari duduknya dan melangkah cepat keluar ruangannya.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

andi hastutty

andi hastutty

ketemu deh 😂

2023-10-06

1

Mommy QieS

Mommy QieS

Bakal ketemu Zulaikha, ni?😁😁

2023-02-19

1

Mommy QieS

Mommy QieS

hahaha 😅😅

2023-02-19

1

lihat semua
Episodes
1 Surya yang Meredup
2 Welcome to Qatar
3 Nameera si Gadis Qatar
4 Dua Pria Beda Generasi
5 Menyampaikan Amanah
6 Korban Broken Home
7 Bakso ala Zulaikha
8 Dia yang Tidak Sempurna
9 Kakak Ipar
10 Gadis dengan Abayha
11 Dia Calon Istriku
12 Aku Pamit
13 Pengakuan Sang Mantan
14 Hubungan Tanpa Cinta
15 Jangan Berharap Lebih
16 Boleh Aku Menggandeng Tanganmu?
17 Ancaman Bibi Afra
18 Bekerja dalam Senyap
19 Kebiasaan Makan
20 Membuatnya Terbiasa
21 Kamu Sangat Tampan Saat Tersenyum
22 Nameera Drop
23 Memiliki Dua Istri?
24 Mulai Terbiasa
25 Rindu yang Tak Sampai
26 Ternyata Kamu Cantik juga.
27 Kemarahan Tareeq
28 Di mana Dia?
29 Merindukannya
30 Memperlakukanmu Sebagai Istriku
31 Gombalan Pria Qatar
32 Angin Segar Untuk Nameera
33 Saat Harus Memilih
34 Misi Zulaikha dan Tareeq
35 Pertemuan dengan Billy
36 Liciknya Qifty
37 Saat Ujian Kembali Menghampiri
38 Kamu Licik Aku Lebih Licik
39 Hikmah dari Allah
40 Memafkan itu Menenangkan
41 SPA dan Setrika
42 Pertemuan Karena Ngidam
43 Rencana Buruk
44 Kadatangan Tiga Pria
45 Keberanian Zulaikha
46 Misi Penyelamatan
47 Curi Pandang
48 Cerita Tiga Pria
49 Permintaan Nameera
50 Jawaban Khalid dan Ali
51 Keputusan Nameera
52 Uhibbuka Fillah
53 Rasa Gelisah
54 Kembali Hancur
55 Terpuruk Lagi
56 Kembalilah ke Qatar
57 Menuju Pernikahan Nameera
58 Pesta Pernikahan di Qatar
59 Melepas Kerinduan
60 Hamidun?
61 Ujian Kesabaran
62 Pria Baik
63 Dijodohkan Lagi
64 Balapan Unta
65 Welcome Baby F
66 Kebahagiaan Zulaikha
67 Permintaan Maaf Qifty
68 Saran Untuk Khalid
69 Kejutan Untuk Zulaikha
70 Tasbih Cinta (TAMAT)
71 He's Not A Bad Boy
72 PROMO NOVEL BARU
73 MOZAIK KENANGAN
Episodes

Updated 73 Episodes

1
Surya yang Meredup
2
Welcome to Qatar
3
Nameera si Gadis Qatar
4
Dua Pria Beda Generasi
5
Menyampaikan Amanah
6
Korban Broken Home
7
Bakso ala Zulaikha
8
Dia yang Tidak Sempurna
9
Kakak Ipar
10
Gadis dengan Abayha
11
Dia Calon Istriku
12
Aku Pamit
13
Pengakuan Sang Mantan
14
Hubungan Tanpa Cinta
15
Jangan Berharap Lebih
16
Boleh Aku Menggandeng Tanganmu?
17
Ancaman Bibi Afra
18
Bekerja dalam Senyap
19
Kebiasaan Makan
20
Membuatnya Terbiasa
21
Kamu Sangat Tampan Saat Tersenyum
22
Nameera Drop
23
Memiliki Dua Istri?
24
Mulai Terbiasa
25
Rindu yang Tak Sampai
26
Ternyata Kamu Cantik juga.
27
Kemarahan Tareeq
28
Di mana Dia?
29
Merindukannya
30
Memperlakukanmu Sebagai Istriku
31
Gombalan Pria Qatar
32
Angin Segar Untuk Nameera
33
Saat Harus Memilih
34
Misi Zulaikha dan Tareeq
35
Pertemuan dengan Billy
36
Liciknya Qifty
37
Saat Ujian Kembali Menghampiri
38
Kamu Licik Aku Lebih Licik
39
Hikmah dari Allah
40
Memafkan itu Menenangkan
41
SPA dan Setrika
42
Pertemuan Karena Ngidam
43
Rencana Buruk
44
Kadatangan Tiga Pria
45
Keberanian Zulaikha
46
Misi Penyelamatan
47
Curi Pandang
48
Cerita Tiga Pria
49
Permintaan Nameera
50
Jawaban Khalid dan Ali
51
Keputusan Nameera
52
Uhibbuka Fillah
53
Rasa Gelisah
54
Kembali Hancur
55
Terpuruk Lagi
56
Kembalilah ke Qatar
57
Menuju Pernikahan Nameera
58
Pesta Pernikahan di Qatar
59
Melepas Kerinduan
60
Hamidun?
61
Ujian Kesabaran
62
Pria Baik
63
Dijodohkan Lagi
64
Balapan Unta
65
Welcome Baby F
66
Kebahagiaan Zulaikha
67
Permintaan Maaf Qifty
68
Saran Untuk Khalid
69
Kejutan Untuk Zulaikha
70
Tasbih Cinta (TAMAT)
71
He's Not A Bad Boy
72
PROMO NOVEL BARU
73
MOZAIK KENANGAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!