Debby berjalan semakin masuk ke arah jalanan di depannya. Bukan nya sebuah kota dunia manusia yang ia temukan kini ia malah semakin masuk kedalam hutan yang terlihat begitu menyeramkan. Tanpa sadar kini bahkan air matanya sudah menetes dengan begitu deras. Kini ia benar-benar takut. Takut jika ada hewan buas ataupun makhluk jahat.
“Tuhan. Apa yang harus aku lakukan?” tanya Debby sambil memeluk dirinya sendiri karena terlalu takut berada di hutan tersebut. Lag-lagi di saat kesusahan seperti ini Tuhan lah yang ia percaya.
“Mommy. Mengapa kau tidak memberitahuku soal agama? Lihat lah di saat seperti ini aku jadi tak tahu harus berdoa pada siapa,” rutik Debby yang masih sempat untuk menyalahkan ibunya yang sudah kembali pada sang pencipta.
“Gelap sekali di sini. Apa bulan bahkan enggan untuk ke tempat ini?” tanya Debby dengan tatapan sedih nya melihat ke sekeliling.
Hingga ia bisa melihat sebuah rumah kecil yang berada di dekat pohon besar. Namun ia malah takut untuk menghampirinya dan semakin takut di hutan tersebut karena ia berpikir di tempat itu hanya lah ada makhluk immortal yang tak diketahui baik atau jahat.
“Eric. Aku mohon bantu aku. Aku benar-benar mencoba peruntungan ku dengan menyebut namamu. Eric Lawfence aku membutuhkanmu, bantu lah aku,” ucap Debby dengan tangannya yang saling menaut satu sama lain. Tatapannya kini menunduk sambil terpejam. Rasanya kini ia begitu takut berada di tempat itu.
“Hey Nona! Bukankah kau manusia? Untuk apa kau datang ke tempat ini?” suara dari belakang Debby membuat Debby terperanjat kaget. Ia segera membalikkan badannya dan ia dapat melihat seorang wanita yang kini menatapnya dengan penuh tanda tanya.
Debby memundurkan langkahnya karena terlalu takut membuat wanita itu menaikkan sebelah alisnya bingung.
“Jangan mendekat aku mohon,” ucap Evelyn dengan air matanya yang sudah mengalir dengan begitu derasnya.
“Hey tenang lah! Aku juga seorang manusia. Sama sepertimu,” ucap wanita tersebut yang membuat Debby langsung menatapnya dengan tatapan tak percaya.
“Benarkah?” tanya Debby memastikan yang membuat wanita itu mengangguk sambil tersenyum menenangkan pada Debby.
“Ikutlah dengan ku ke rumah itu. Di sini berbahaya,” ucap wanita tersebut yang Debby balas dengan anggukan. Debby menghapus air matanya lalu segera mengikuti wanita tersebut. Berjalan bersama dengannya menuju rumah yang tadi sempat Debby lihat.
Saat sampai di rumah tersebut, Debby bisa melihat banyak nya senjata yang tergantung di rumah sederhana yang terbuat dari anyaman bambu dengan atap yang terbuat dari daun kelapa.
“Duduk dan minum lah. Aku tahu kau pasti ketakutan,” ucap wanita tersebut yang kini menuangkan air pada gelas dan memberikannya pada Debby. Debby segera mengambilnya dan mengucapkan terima kasih.
“Siapa namamu, bagaimana kau bisa berada di sini?” tanya Debby pada wanita tersebut dengan tatapan penasarannya. Ia tak tahu jika ada manusia lain yang masuk ke dalam dunia seperti ini.
“Aku Michele, aku seorang detektif yang tak sengaja masuk ke dunia ini. Dan sial nya aku malah ketahuan oleh raja Lucifer dan aku tak bisa keluar dari dunia ini. Lalu bagaimana dengan mu?” tanya Michele dengan menaikkan sebelah alisnya penasaran.
“Nama ku Debby. Aku hanya mahasiswa akhir yang terjebak di dunia ini. Dan saat aku mencari jalan untuk kembali, aku malah tersesat ke tempat ini,” ucap Debby dengan helaan nafasnya dan tatapan nanar nya pada Michele yang kini mengelus tangan Debby berusaha untuk memberikan gadis itu semangat.
“Jangan sedih, kita bisa mencari jalan keluar bersama nanti,.” ucap Michele berusaha memberikan semangat. Mendengar itu Debby seolah memiliki semangat dan menganggukkan kepalanya.
“Kau sudah lama terjebak di sini?” tanya Debby yang di jawab dengan anggukan oleh wanita itu.
“Empat tahun. Umur ku baru dua puluh dua tahun saat aku masuk ke dunia ini dan sekarang umurku sudah dua puluh tujuh tahun, aku hanya detektif baru yang dijebak oleh rekan ku menyelidiki kasus di hutan,” ucap Michel dengan senyuman masam nya melihat ke arah depan.
Debby yang mendengar ucapan Michele seolah kehilangan semangat. Bahkan Michele sudah terjebak selama empat tahun dan belum menemukan jalan keluar. Entah bagaimana dengan nya.
“Debby,” suara panggilan yang begitu keras dan semakin mendekat itu membuat mata Debby memelotot. Senyumannya juga mengambang dengan begitu cerahnya. Michele yang tak pernah melihat kedatangan seseorang bahkan juga dibuat terkejut.
***
Eric rasanya kini begitu frustasi mencari keberadaan Debby yang tidak juga kunjung ditemukan. Ia begitu khawatir jika sampai terjadi sesuatu pada gadis tersebut. Laki-laki itu terus saja merutuki para penjaga yang tidak bisa berjaga dengan benar.
“Kau sudah mencari ke segala penjuru istana?” tanya Eric pada Arthur yang kii berada tepat di depannya untuk melaporkan jika Debby tak ditemukan di seluruh istana.
Eric rasanya kini benar-benar gusar. Mencari gadisnya itu yang kini entah berada di mana. Ia takut jika sampai Debby bertemu makhluk lain atau Lucifer lain maka akan ada yang mencelakainya karena tidak mengetahui jika Debby adalah putri mahkota dan mengira Debby hanya manusia lemah. Entah kemana ia kini harus mencari Debby.
Hingga ayah nya kini berjalan dengan cepat ke arah Debby. Ia lupa ayah nya memiliki janji darah dengan Debby. Jadi ayah nya itu pasti bisa merasakan keberadaan Debby atau pun tahu saat gadis itu berada dalam bahaya atau saat Debby terluka.
“Yang Mulia!” Eric juga Arthur kini kompak berlutut di hadapan Fred untuk memberi salam pada raja mereka.
“Debby berada di ruang ilusi. Cepat bebaskan dia, di sana begitu berbahaya. Banyak makhluk jahat berada di sana,” ucap Fred yang membuat Eric juga Arthur kini saling berpandangan karena terlalu terkejut mendengar ucapan Fred. Ruang ilusi bukan tempat yang bagus. Terlalu banyak penjahat yang ditahan di tempat itu, tempat di mana para tahanan untuk saling mempertahankan hidup dengan kemampuan mereka. Yang lemah akan hancur, yang kuat yang bertahan.
“Kalau begitu aku pergi dulu. Terima kasih Ayah,” ucap Eric yang setelahnya langsung pergi menuju ruang ilusi. Tempat itu biasanya juga menunjukkan apa yang diinginkan dan diharapkan oleh seorang-seseorang untuk menarik mereka masuk ke dalam ruangan berbahaya itu.
Seperti Debby yang memikirkan dan menginginkan kembali ke dunianya maka ilusi yang ditampilkan tempat tersebut adalah kehidupan dunia. Oleh karena itu Debby mengira jika ia sudah kembali ke dunia. Nyatanya saat ia masuk yang ia temukan adalah hutan menyeramkan.
Saat melihat kedatangan Eric. Penjaga yang biasanya menjaga tempat itu begitu terkejut apalagi melihat wajah Eric yang begitu tak bersahabat.
“Urus mereka,” ucap Eric pada Arthur yang segera melakukan tugas nya meminta bawahannya untuk membawa dua penjaga itu menuju ruang bawah tanah.
Arthur kini menemani Eric masuk ke hutan tersebut bersama dua pengawal yang ia bawa bersama nya.
“Debby,” teriak Eric sambil mencari keberadaan gadis tersebut.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments