Eric dengan jubah kebesarannya kini tengah menatap nyalang pada orang yang tengah berlutut di bawah singgah sananya. Laki-laki yang berlutut di depan singgasana Eric tersebut sudah penuh dengan luka dengan rantai yang mengikatnya dan tentu saja rantai tersebut bukan rantai biasa melainkan rantai dari neraka terdalam.
“Berani sekali kau mengkhianatiku,” ucap Eric dengan wajahnya yang mengeras.
Karena laki-laki yang kini berada di depannya itu lah ia menjadi tidak bisa menemui pujaan hatinya seharian ini, karena terlalu sibuk mengurusi pengkhianatan yang terjadi di istananya.
“Maaf Putra Mahkota, tolong ampuni saya,” ucap laki-laki tersebut yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang luka di sekujur tubuhnya.
Saat Eric akan berdiri dan memberikan hukuman pada pengkhianat tersebut tiba-tiba saja Arthur orang yang ia perintahkan untuk mengawasi gadisnya itu menghampiri Eric membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya.
“Ada apa?” tanya Eric dengan wajah datarnya yang terlihat begitu jelas.
“Queen sudah kembali ke rumahnya hanya saja sebuah kejadian terjadi, kini ia berada di gudang,” bisik Arthur agar tak terdengar oleh para tetua lucifer lainnya yang berada di sana.
Mendengar ucapan Arthur sontak membuat Eric mengeraskan rahangnya marah dengan tangannya yang mengepal.
“Urus semua ini,” ucap Eric yang setelahnya langsung menghilang membuat orang yang berada di sana kebingungan urusan apa yang membuat Putra Mahkota nya itu pergi dengan terburu-buru.
Saat sampai di rumah klasik besar yang kini tengah ramai laki-laki berpakaian serba hitam yang tak lain adalah Eric, menyelinap di memasuki rumah dari rooftop rumah tersebut.
Dapat ia lihat kekasih gadisnya yang tengah bertunangan dengan kakak gadis itu sendiri, senyuman licik laki-laki itu terlihat namun ia begitu senang karena ia tak perlu repot membuat gadisnya itu susah melepaskan kekasihnya.
Lampu yang menggantung di tengah tempat acara tersebut tiba-tiba saja terjatuh dan tentu saja semua itu adalah ulah laki-laki tersebut yang sudah berada di lantai tiga tempat gadisnya di kurung. Meskipun pintu telah di kunci tapi laki-laki itu dapat membukanya dengan mudah.
Eric mengepalkan tangannya melihat keadaan gadis yang begitu kacau, Eric segera berjalan ke arah gadis nya itu dan memeluknya dengan erat membuat gadis yang sedari tadi ketakutan tersebut mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang memeluknya.
****
Deby memeluk lututnya dengan erat ia begitu takut berada di gudang yang begitu gelap ini, belum lagi suara tikus yang tak ada hentinya bahkan terkadang dapat ia rasakan tikus tersebut yang berjalan di sekitarnya.
“Mom apa ini kebahagian yang kau sebut menungguku?” lirih Deby dengan air matanya yang sudah meluruh rasanya lebih baik ia menyusul Momnya saja daripada harus merasakan hidup seperti ini.
“Kau harusnya membawaku Mom, lihatlah apa yang sekarang terjadi padaku. Kekasihku bahkan melupakanku dan bertunangan dengan wanita iblis itu,” gumam Deby yang semakin menangis dengan kencang.
Merasa ketakutan Deby semakin mengeratkan pelukannya hingga tak lama dapat ia rasakan seseorang memeluknya dengan erat. Membawa kenyamanan untuknya. Deby berusaha melihat orang tersebut namun karena terlalu gadis itu tak bisa melihat apapun.
Dan tak lama ia benar-benar tak bisa melihat apapun karena kesadarannya yang mulai menghilang.
****
Deby mengerjapkan matanya berkali-kali menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya hingga saat ia membuka matanya dapat gadis itu lihat kamar ini terasa begitu asing baginya.
Gadis itu melihat ke sekeliling meneliti setiap sudut kamar yang begitu besar tersebut.
Hingga tak lama pintu dibuka menampilkan para pelayan yang memasuki kamar dengan pakaian juga makanan yang mereka bawa.
“Dimana aku? Dan siapa kalian” Tanya Deby dengan wajah kebingungannya yang hanya di balas dengan senyuman oleh salah satu pelayan yang berdiri paling depan.
“Selamat pagi Nona, anda berada di kediaman Lawfence,” ucap salah satu pelayan tersebut dengan senyumannya. Mendengar marga yang terasa tak asing itu kamu mengerutkan kening masih mengingat-ingat marga yang tak asing itu.
“Nona perkenalkan saya adalah Mici, kepala pelayan di sini. Jika Anda membutuhkan sesuatu silahkan mengatakannya pada saya,” ucap kepala pelayan yang bernama Mici tersebut.
“Ini adalah pakaian untuk Nona serta makanan untuk Anda,” ucap Mici sambil memerintahkan pelayan yang membawa pakaian serta makanan untuk meletakkan di tempatnya.
“Terima kasih,” ucap Deby dengan gugup.
“Sudah tugas saya Nona, apa ada yang Anda perlukan lagi?” Tanya Mici yang melihat Deby hanya terdiam dengan raut kebingungannya.
“Siapa yang membawaku kemari?” tanya Deby untuk menjawab kebingungannya. Ia jadi begitu penasaran orang baik mana yang membawanya pergi dari rumah setan itu.
“Tuan Eric yang membawa Anda ke sini Nona,” ucap Mici yang membuat Deby mengangguk.
“Bisakah aku bertemu dengannya untuk mengucapkan terima kasih?” tanya Deby dengan wajah penuh harap. Ia hanya akan mengucapkan terima kasih pada orang yang telah membebaskannya serta meminta izin untuk segera pergi.
Namun apa Deby bisa keluarga dari rumah ini? Deby hanya tak tahu jika ia memang terbebas dari rumah setan itu tapi dia malah harus masuk ke rumah iblis. Entah ia akan bisa keluar atau malah akan terus terjebak di sini.
“Tuan sedang ada urusan Nona, sepertinya akan datang sebentar lagi,” mendengar ucapan Mici kamu akhirnya mengangguk.
“Jika tak ada yang anda inginkan lagi saya pergi dulu Nona,” ucap Mici yang dibalas dengan anggukan oleh Deby. Mici serta pelayan lain menunduk hormat sebelum pergi dari kamar besar yang ditempati Deby.
Gadis itu memilih untuk membersihkan tubuhnya sebelum memakan makanannya.
Tak membutuhkan waktu lama bagi Deby untuk membersihkan tubuhnya setelah tiga puluh menit Deby keluar dengan dress selutut yang diberikan pelayan tadi serta rambut yang dililit handuk karena basah.
Bertepatan dengan Deby yang membuka pintu, seseorang dari luar juga membuka pintu. Wajah tampan yang terlukis begitu sempurna itu menatap Deby dengan wajah datarnya, berbeda dengan Deby yang menatapnya penuh kekaguman hingga ia merasa tak asing dengan laki-laki tersebut.
“Anda, bukankah yang membantu saya saat kecelakaan?” tanya Deby dengan kerutan di keningnya mengingat laki-laki tersebut adalah laki-laki di rumah sakit saat itu.
“Ya dan kau kabur dari rumah sakit,” ucap Laki-laki itu datar membuat Deby menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
“Aku hanya ingin kembali ke rumah ku,” ucap Deby jujur, bukan untuk bertemu orang di rumah tetapi untuk kekasihnya.
“Untuk melihat pertunangan kakak dan kekasihmu?” tanya laki-laki itu dengan sinis membuat Deby terkejut karena laki-laki itu mengetahui masalahnya.
“Dari mana kau tahu?” tanya Deby dengan kerutan di keningnya.
“Itu tidaklah penting, yang terpenting saat ini kau tak akan bisa kabur lagi,” ucap nya dengan senyuman misteriusnya yang membuat Deby bergidik mendengarnya.
“Tuan sepertinya Anda salah paham, saya mengucapkan terima kasih telah membantu saya keluar dari rumah itu tapi saya harus pergi,” ucap Deby yang setelahnya hendak pergi tapi tiba-tiba saja pintu tertutup dengan sendirinya dan saat ia berusaha untuk membukanya ternyata pintu itu sudah di kunci.
“Kau tak akan bisa keluar dari sini,”
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Molive(virgo girl)♍
seorang king relah menyelinap masuk ke rumah orang
percayalah cinta nya sangat berbahaya😂
2023-12-08
0