Debby bersama dengan Shirley kini tengah berjalan-jalan di sekitar istana, sambil Shirley mengajarkan Debby tentang aturan yang ada di istana tersebut. Begitu banyak aturan dan juga acara yang akan digelar. Hal itu rasanya membuat Debby pusing. Ia tak bisa untuk menghafalnya begitu saja.
“Kau pasti bingung? Tak masalah besok Mom akan meminta pelayan mengantar kan semua buku nya ke kamar mu,” ucap Shirley dengan senyuman lembut nya. Mengerti pasti Debby akan sulit unruk mengingat semua nya dengan mudah.
“Terima kasih Mom,” ucap Debby yang di bala dengan anggukan oleh Shirley.
Hingga tak lama merka sampai di sebuah pavilium yang kini sudah ada lima irang perempuan yang kini duduk di sebuah kursi dengan meja panjang di depannya. Saat melihat kedatangan Shirley semua perempuan yang berada di sana segera berdiri dan menunduk hrmat pada Shirley yang kini tersenyum ke arah mereka.
“Perkenalkan dia adalah Debby, calon putri mahkota,” ucap Shirley memperkanlakna Debby pada semua orang yang berada di sana. Debby tersenyum sambil menudnuk hormat menyapa perempaun yang berada di sana.
Tatapan kini langsung tertuju padaya dan menatapnya dengan berbagai tatapan. Entah tatapan tak suka ataupun tatapan lembutnya. Namun semua orang yang berada di sana tetap tersenyum pada Debby walau Debby tahu senyuman tersebut adalah senyuman palsu.
“Debby duduk lah,” ucap Shirley menunjuk kursi di samping nya.
Debbu segera duduk setelah Osmic yang ikut dengannya menarik kan kursi untk Debby. Debby dapat melihat jiaka semua perempuan yang berada di sana memiliki pelayan nya masing-masing.
“Ini adalah jamuan malam yang biasa kami lakukan untk menjadi keharmonisan,” jelas Shirley pada Debby berusaha mengajari gadius itu sedikit demi sedikit tentang kerajaan karena bagaimana pun suatu saat nanti ia lah yang akan menjadi ratu di kerahjaan Lucifer.
Setelahnya Shirley mulai memperkenalkan satu persatu para selir yang berada di sana. Tak semua yang berada di sana adalah selir karena ada satu gadus yang seumuran dengannya merupakan istri dari adik tiri Eric.
Setelah acara jamuan tersebut kini Debby langsung kembali ke kamar nya. Namun yang terus ia pikirkan sekarang adalah mencari jalan keluar dari tempat tersebut. Debby kini terlihat begitu gelisah. Ia terus saja berjalan kedepan dan kebelakang untuk mencari ide agar ia bisa pergi dari kamar itu tanpa pelayan.
“Apa jendela itu tinggi?” tanya Debby yang kini berjalan ke arah tangga untuk melihat ketinggianb tangga tersebut. Hingga ia memelototkan matanya saat melihat ke bawah. Bahkan ia bisa melihat para pelayan seperti begitu sangat kecil di bawah sana saking tinggi nya tempat nya sekarang.
Gadis itu menggigit jarinya. Hingga ia memikirkan satu cara agar ia bisa pergi dari sana. Debby keluar dari kamar nya dan memanggil salah satu pelayan yang berada di sana. Setelah pelayan itu masuk Debby malah memintanya mencarikan barang nya yang terjatuh di bawah meja rias. Hingga gadis itu mengerahkan kekuatannya untuk memukulnya. Dan berhasil pelayan itu kini tak sadarkan dirinya.
Setelah nya Debby kini malah mengganti pakiannya dengan pakaian elayan tersebut dan ia juga mengganti pakaian pelayan tersebut dengan pakaiannya. Setelahnya Dabby segera kluar dari sana denfan menundukkan kepalanya. Berharap tak akan ada yang mencuriganya.
“Tuhan, bantu aku kali ini,” ucap Debby sambil mengepalkan tangannya meminta pada tuhan mana pun agar membantunya karena ia sendiri adalah seoarang atheis yang tidak memiliki agama dan untuk kali ini percya pada tuhan. Berharap ada tuhan yang tengah berbaik hati padanya.
Setelah keluar dari istana besar itu, Debby kini berjalan ke arah gerbang. Namun di sana ada begitu banyak pengawal yang berjaga. Debby mengelilingi istana tersebut namun yang ada hanya lah pagar yang menjulang begitu tinggi depannya.
“Kemana aku harus pergi?” tanya Debby pada dirinya sendiri. Hingga ia melihat sebuah pintu yang tak di jaga. Atau penjaga nya tengah patroli ke tempat lain karna tiba-tiba saja pengawal yang biasa berjaga pergi begitu saja.
Kesempatan itu jelas tidak Debby sia-siakan. Ia segera pergi ke pintu tersebut. Saat ia membukanya ternuata di sana terlihat perkotaan yang menjulang begitu tinggi. Debb tersenyum dengan begitu cerah, ia seolah mendapatkan sebuah jalan untuk kembali.
Debby segera memasuki tempat tersebut namun saat ia sudah memasukinya. Bukanlah perkotaan yang ia dapatkan.
***
Eric baru saja datang dari memeriksa pekerjaan bersama dengan ayahnya. Dengan begitu lelah ia segera memasuki kamarnya. Namun ia langsung di buat terkejit mendapati seoarang perempuan yang kini tergeletak di lantai.
“Debby,” perkik Eric yang berpikir jika gadis itu adalah Debby kareba dari pakaian yang Debby gunakan terakhir kali, pakaian tersebut seperti milik Debby.
Namun saat Eric menghampirinya dan membalik tubuh perempuan tersebut. Eric di buat terkejut melihat jika perempuan itu bukanlah Debby.
“Pelayan, pengawal,” teriak Eric memanggil siapapun yang berada di luar kmar nya. Hingga semua pengawal dan pelayan yang berjaga langsung menghampiri Eric dngan wajah takut nya saat melihat dengan jelas kemarahan laki-;aki itu.
“Apa kalian semua tak bisa melihat hingga tak mengetahui jika putri mahkota pergi?” tanya Eric denhgan begitu tajamnya pada semua yang berada di depannya yang kini menundukan kepalabya. Mereka begitu kaget melihat wanita yang berpakaian seperti putri mahkota adalah eorang pelayan.
Osmic yang bahkan tak mengetahui semua ini kini hanya menudnukkan kepalanya karena merasa bersalah. Tugas nya adalah menjaga Debby namun kini ia malah kehilangan fadis itu dengan begitu mudah. Debby mengelabui mereka begit pintu.
“Cari Putri mahkota sampai dapat. Jika terjadi sesuatu pada putri mahkota atau putri mahkota tak di temukan sampai besok. Maka bersiapka, kepala kalian juga akamn ikut menghilang,” marah Eric yang kni langsung pergi daro kamar tersebut untuk mencri keberadaan Debby.
Rahang nya kini sudah menferas dengan tangannya yang mengepal dengan begitu erat. tatapannya kini begit tajam membuat siapapun yang melijat nya kini merasa takut. Hingga Eric memerintahkan semua pengawal untuk berpatroli dan mencari Debby namun juga memperketat ke amanan wilayah berbahaya.
“Putra Mahkota, apa yang terjadi?” Tanya Arthur yang baru kembali dari dunia manusia dan saat kembali ke kerajaannya kini ia sudah melihat kehebohan.
“Debby kabur. Peruntahkan semua pengawal untuk mencari dengan teliti, aku mau Debby sudah ketemu sebelum pagi,” tegas Eric dengan begot tajam. Perintajnya tentu saja tak bisa di langgar begitu saja.
Arthue yang mendengarnya dengan segera menjalan kan perintah Eric untuk mncari Debby. Arthur menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Debby. Bahkan bahkan baru saja tiba namun kini gadis itu sudah membuyat kehebohan bdan dengan kabur. Bahkan ia tak tahu wilayah ini dan seberapa berbahaya termpat oitu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Rosna Ros
Perbaiki kosa kata dan kalimat yang salah!!
2023-04-21
0