Seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam menatap gadis yang kini tengah terbaring lemah di sebuah brankar rumah sakit dengan berbagai alat yang terpasang di tubuh gadis tersebut dengan wajah datar nya.
Laki-laki itu menatap sendu pada gadis tersebut, gadis yang sudah ia jaga dan awasi selama tujuh tahun belakangan ini.
“Putra Mahkota tidakkah Anda bisa membantunya sembuh lebih cepat?” tanya seorang laki-laki dengan pakaian formal yang berada di belakang laki-laki berpakaian serba hitam itu.
“Tidak, aku tak ingin ia cepat pergi dariku,” ucap laki-laki berpakaian hitam tersebut yang tak lain bernama Eric.
Tak dapat membantah akhirnya laki-laki yang berada di belakang Eric hanya bisa mengangguk tak ingin mengganggu King nya yang tengah menikmati waktu nya bersama gadis yang sudah lama ia puja.
“Kalau begitu saya pergi dulu Yang mulia,” pamit laki-laki yang tadi bersama Eric, yang tak lain adalah orang kepercayaan sekaligus penasehatnya, Arthur.
Eric berjalan mendekati gadis yang tengah tertidur tersebut sambil menggenggam tangan gadis itu dengan erat. Senyuman yang begitu indah terpatri di wajah laki-laki tersebut.
“Cepat atau lambat, kau akan menjadi milikku sayang. Tak akan pernah aku melepaskanu dan membiarkanmu mengalami penderitaan lagi,” ucap Eric dengan wajah nya yang mengeras kala mengingat penderitaan yang selama ini dialami oleh gadisnya itu.
“Dan tak akan aku biarkan kau dimiliki laki-laki lain selain aku,” lanjutnya yang mengingat jika Debby memiliki kekasih, namun dengan cara apapun Eric akan mengambil gadisnya itu hanya untuknya.
Sebut saja ia egois apa lagi dengan cara menahan gadis itu tetap di sisinya walau ia bisa menyembuhkan gadis itu dengan sesegera mungkin.
***
Lucifer apakah kalian percaya dengan berbagai makhluk mitologi yang tersebar di berbagai negara? Apa lagi Lucifer, makhluk mitologi yang dikenal membawa keburukan serta kehancuran. Dalam tradisi Kristen, Lucifer adalah malaikat yang memberontak terhadap Sang Pencipta. Kemudian terjadi peperangan di surga. Sepertiga penghuni surga pengikut Lucifer akhirnya dikalahkan dan dibuang dari surga. Malaikat itu kemudian disebut setan. Makhluk yang penuh dengan keangkuhan itu juga disebut sebagai king nya para makhluk immortal seperti werewolf, vampir, dll.
Lucifer juga merupakan iblis yang begitu terkenal akan keburukan sikapnya, lalu bagaimana jika seorang Lucifer terkuat puluhan tahun lalu menikah dengan seorang dewi yang begitu disegani? Hingga akhirnya mereka memiliki anak yang begitu kuat. Ya dia adalah Eric Lawfence, Lucifer dengan darah dewi. Menjadi Lucifer terkuat yang disegani seluruh makhluk mitologi.
Mengawasi dan menjaga ketentraman dunia imortal adalah tugasnya, namun menjaga gadis yang ia cintai juga menjadi alasannya tinggal di dunia mortar dengan menyamar sebagai manusia.
Saat usia ke 21 tahun gadis tersebut, Eric baru bisa menemuinya dan mengklaimnya sebagai miliknya. Semua itu karena perjanjian yang ia buat dengan ayahnya. Sial sekali rasanya harus menunggu selama tujuh tahun untuk mendapatkan gadis pujaannya, di tambah ia harus sering merasakan sakit hati saat melihat gadisnya memiliki kekasih, merasa sedih karena tak bisa membantunya saat gadis itu menghadapi masalah.
Dan tiga hari lagi adalah ulang tahun gadis itu yang ke 21 tahun namun kini gadis itu masih terbaring di brankar rumah sakit dengan mata yang masih setia terpejam. Ini sudah hari ke dua puluh gadis itu masih tak sadarkan dirinya. Seolah ia enggan untuk membuka matanya dan menghadapi kerasnya dunia yang akan menghampirinya.
“Hey wake up Honey,” bisik Iblis tersebut pada gadis yang kini dengan perlahan membuka matanya menyesuaikan sinar mentari yang terasa begitu asing baginya.
***
Deby menatap ke sekeliling dengan tatapan kagum. Hamparan tanaman bunga yang begitu indah tersaji di depannya. Senyuman gadis itu mengembang dengan sesekali ia menyentuh bunga yang berada di sana.
“Debby,” suara lembut itu mengalun menyapa indra pendengaran Debby, membuat gadis itu menoleh dan mendapati wanita cantik dengan dress putih yang begitu cantik.
Melihat wanita yang berdiri di depannya itu air mata Debby mengalir membentuk sungai di pipinya, wanita tersebut adalah wanita yang begitu ia rindukan.
“Mommy,” gumamnya, dan langsung berlari ke arah wanita yang tak lain adalah Ibunya.
“Mom aku merindukanmu,” ucap Debby sambil memeluk Ibunya dengan erat, seolah enggan melepaskannya. Deby hanya takut saat ia melepaskan pelukan itu Ibunya akan pergi meninggalkannya sendiri lagi.
Kehidupannya sudah sangat keras saat ibunya tak berada di sampingnya.
“Mom juga sangat merindukanmu Sayang,” ucap Kimberly, Ibu Deby dengan senyumannya.
“Mom bawa aku bersamamu, dunia ini terlalu keras untukku Mom,” ucap Deby dengan tangisannya yang terisak membuat wanita yang dipanggil Mom itu merasa kasihan dengan anaknya itu.
“Bersabarlah sayang, di depan sana akan ada kebahagiaan yang menantimu,” ucap Kimberly sambil mengelus punggung anaknya sayang.
“Tapi kapan Mom?” tanya Deby sambil melepaskan pelukannya dan menatap Ibunya dengan tatapan sedih.
“Setelah semua penderitaan ini akan ada kebahagian yang menyapa mu Sayang, bertahanlah sebentar lagi,” ucap Ibunya sambil mengelus wajah Deby sayang memberikan senyuman termanisnya untuk anaknya itu.
Putri yang begitu ia cintai dan sayangi kini telah tumbuh menjadi wanita yang begitu hebat dan kuat. Sayang sekali ia hanya bisa sebentar menemui anaknya itu jika bisa meminta ia akan meminta untuk kembali dan menemani anaknya itu.
“Mom mencintaimu Sayang, kuatlah dan bertahanlah demi kebahagiaanmu,” ucap Kimberly sebelum perlahan wanita itu berganti hanya sebuah bayangan yang tidak bisa Debby gapai.
“Mom, Mom jangan pergi jangan tinggalkan Debby sendiri Mom,” suara nya kini bagai tak bisa keluar bagai tertahan di tenggorokannya walau ia sudah berteriak untuk memanggil ibunya itu.
“Hey! Wake up Honey,” suara bisikan tersebut adalah hal selanjutnya yang Deby dengar.
Hingga dengan perlahan gadis itu membuka matanya menyesuaikan sinar mentari yang masuk dari celah jendela kamar nya yang tampak begitu asing, setelah lama berada kegelapan kini akhirnya ia dapat melihat sinar mentari.
“Mom,” gumaman itu adalah hal pertama yang Deby keluarkan sebelum ia kembali menutup matanya.
Saat perlahan dokter mulai datang dan memeriksa Debby barulah gadis itu kembali membuka matanya dan melihat ruangan yang serba putih tersebut. Bisa ia tebak jika saat ini ia tengah berada di rumah sakit.
“Keadaannya sudah membaik Tuan, jika besok semakin membaik ia bisa pulang dua hari lagi,” ucap seorang dokter pada laki-laki yang terasa begitu familiar bagi Debby namun saat mengingat kembali ia tak mengenal laki-laki itu.
Setelah dokter tersebut keluar laki-laki dengan setelan jas formal tersebut menghampiri Deby dengan wajah datarnya.
“Kau sudah baik-baik saja?” tanya laki-laki itu tanpa ekspresi.
“Siapa kau?” tanya Deby dengan kerutan di dahiya.
“Orang yang membantumu,” ucap laki-laki tersebut dan segera berlalu dari sana menuju sofa yang berada di ruangan tersebut.
“Aku ingin pulang,” ucap Debby sambil berusaha turun dari tempat tidurnya.
“Kau bisa pulang setelah keadaanmu baik-baik saja, sekarang beristirahatlah,” ucap laki-laki itu tegas. Tanpa mau di bantah. Mendengar kalimat yang begitu tegas dan menghipnotis tersebut Deby hanya bisa menurut dan kembali ke brankarnya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Hana Nisa Nisa
😊😊😊😚
2024-03-08
0