έντεκα

Eric memijat kepalanya beberapa kali, ia masih saja memikirkan perjanjian yang ia buat dengan ayahnya. Benarkan keputusannya untuk menerima tawaran ayahnya itu? Janji darah bukanlah hal yang sepele. Namun ia merasa tak memiliki cara lain untuk melakukannya. Karena bagaimanapun ayahnya adalah seorang raja, jika ia memaksa membawa Debby masuk ke istana tanpa persetujuan ayahnya sama saja ia tengah melakukan pemberontakan pada raja.

“Aku harap semua akan baik-baik saja,” harap Eric yang kini hanya bisa berdoa agar keputusan yang diambilnya tidak membawa penyesalan padanya.

Kini ia berada di jalan buntu jadi mau tak mau ia harus menerima nya. Dari pada ia terus membiarkan Debby tanpa status dan tidak bisa membawa Debby ke istananya jadi menurutnya keputusan terbaik adalah jalan yang dia ambil sekarang.

Lambat laun ia juga harus memilih ratu. Dan ia tak ingin jika harus menikah dengan orang lain jika ia terus menyembunyikan Debby.

“Yang Mulia Putra Mahkota,” suara panggilan tersebut membuat Eric menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Arthur yang tengah menunduk hormat memberinya salam.

“Ada apa?” tanya Eric dengan tatapan datarnya.

“Nona Debby mencari Anda, Yang mulia,” ucap Arthur menyampaikan pesan yang sudah Debby berikan padanya.

Mendengar ucapan Arthur, Eric menaikkan sebelah alisnya bingung. Karena tak bisanya Debby mencarinya.

“Aku akan menemuinya nanti. Tentang keluarga Debby. Apa tak ada yang mencarinya?” tanya Eric penasaran.

Pasalnya ini sudah beberapa hari sejak ia menculik Debby sepertinya keluarganya tak tertarik untuk mencari gadis itu. Jadi ia berpikir untuk meminta Arthur untuk menyelidikinya secara diam-diam. Ia ingin melihat bagaimana reaksi dari keluarga Debby.

“Ayah Nona Debby beberapa kali mencarinya secara sembunyi-sembunyi meminta orang mencari keberadaan Nona Debby, Yang mulia,” ucap Arthur menjelaskan.

Eric yang mendengar jawaban itu menganggukkan kepala nya mengerti. Seperti tak ada yang peduli dengan gadis itu. Eric jadi semakin merasa kasihan padanya. Oleh karena itu ia lah yang akan memperdulikannya dan terus menjaga juga melindunginya.

“Baiklah kau boleh pergi,” ucap Eric sambil mengibaskan tangannya.

Arthur menunduk hormat lalu segera pergi dari sana pergi dari ruangan Eric. Sedangkan Eric kini masih berada di ruangannya yang berada di ruangan immortal. Merasa cukup merung akhirnya laki-laki itu memilih untuk segera pergi dari sana dan menemui Debby sesuai permintaan gadis tersebut. Juga mereka akan pergi ke pesta malam ini. Jadi ia tak ingin terlambat untuk itu.

***

Debby kini sudah terlihat begitu cantik dengan dress berwarna biru laut yang digunakannya. Make up tipis yang mampu mengubahnya menjadi begitu cantik dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai.

Kini jam sudah menunjukkan pukul 6.30 PM tapi Eric belum saja menampakkan batang hidungnya dan hal itu membuat Debby kesal. Padahal ia sudah berpesan pada Arthur agar menyampaikannya pada Eric namun sampai sekarang laki-laki itu malah belum datang.

“Kau tengah menungguku?” pertanyaan yang terdengar begitu santai memasuki indra pendengaran Debby itu dengan segera membuat Debby menoleh ke arah sumber suara.

Hingga kini dapat ia lihat Eric yang tengah menatapnya dengan menaikkan sebelah alisnya. Melihat kedatangan Eric dengan segera ia berdiri dan berjalan ke arah laki-laki yang tengah bersandar di pinggiran pintu.

“Kau mencariku?” tanya Eric dengan begitu santai tanpa rasa bersalahnya.

Mendengar pertanyaan Eric, Debby memelototkan matanya. Karena setelah ia menunggu dalam waktu yang begitu lama, kini Eric malah bertanya seolah Debby tidak menunggunya lama.

“Kau masih bertanya Tuan?” kesal Debby mengabaikan rasa takutnya saat berbicara dengan Eric.

Eric menghembuskan nafasnya kasar. “Baiklah, katakan! Apa yang ingin kau bicarakan apa duku?” tanya Eric yang sudah mengetahui jika ada yang ingin Debby sampaikan padanya. Karena jika tidak penting gadis itu tak akan repot untuk mencarinya.

“Aku ingin kuliah. Aku….” belum sempat Debby menyatakan tujuannya itu lebih lanjut. Eric malah lebih dulu memotong ucapannya.

“Baiklah, aku pikirkan nanti. Sekarang lebih baik kita segera berangkat atau kita akan terlambat,” pungkas Eric yang langsung menarik tangan Debby untuk segera keluar dari rumah besar yang lebih tepat disebut istana itu.

***

Kediaman Pater kini tengah begitu heboh karena banyak nya peti berisi emas juga uang yang datang ke rumah mereka dengan mobil mewah yang membawanya. Seorang laki-laki paruh baya namun masih terlihat begitu tampan kini keluar dari limosin mewah yang membawanya.

“Jadi ini rumah gadis itu?” ucapan pertama yang keluar dari mulut pria paruh baya itu saat keluar dari limosin mewah miliknya.

“Benar King,” jawab ajudan yang dibawanya yang tak lain adalah ajudan dari anaknya yang kali ini ikut mengantarnya.

“Siapa nama gadis itu, Arthur?” tanya laki-laki yang tak lain adalah Fred.

“Nona Debby, King,” ucap Arthur yang berada di belakang Fred.

Fred menjawabnya dengan anggukan. Malam ini ia sengaja datang ke rumah Debby untuk melamar gadis tersebut untuk putranya. Dan tentu semua ini karena permintaan dari Eric. Padahal ia sendiri juga tak mengetahui apakan Debby akan setuju atau tidak. Jelas Eric tak akan peduli tentang itu. Jika Debby menolak pun ia tetap akan memaksanya.

Fred berjalan memasuki rumah berlantai tiga di depannya itu bersama dengan Fred yang mengikutinya. Di depan rumah tersebut sudah ada Pater juga keluarga nya yang terlihat begitu rapi. Sepertinya mereka akan keluar.

“Ada apa ini? Dan siapa Anda?” tanya Pater yang lebih dulu membuka suara dengan kerutan di keningnya menatap laki-laki yang belum pernah di lihatnya itu.

Karena memang yang salam ini berada di depan publik hanyalah Eric. Fred belum pernah muncul di depan publik.

“Perkenalkan, saya Fred Lawfence. Ayah dari Eric Lawfence,” ucap Fred memperkenalkan dirinya. mendengar nama pengusaha terkenal itu disebut sontak membuat mereka menunduk hormat dan Pater yang menjawab uluran tangan tersebut.

“Tuan, kita bisa bicara di dalam. Mari,” ajak Pater dengan begitu ramah dengan senyumannya.

“Tidak perlu. Saya lihat kalian sudah begitu rapi pasti akan datang ke pesta yang diadakan oleh Mr. Batrix,” ucap Fred dengan senyumannya.

“Tak masalah Tuan. Bukankah Anda sudah berada di sini sekarang, tak mungkin kami mengabaikan tamu kami. Lagi pula pesta nya masih setengah jam lagi baru dimulai,” ucap Linda dengan begitu sopannya sambil melihat ke arah jam yang masih menunjukkan pukul 6.20

Walau mereka tak ada yang tahu apa maksud dan tujuan dari Tuan besar itu datang ke rumah mereka. Namun karena yang datang adalah orang yang begitu berpengaruh tentu mereka harus memperlakukannya dengan baik, penjelit.

“Baiklah jika Anda memaksa,” ucap Fred akhirnya.

***

Terpopuler

Comments

Bagas

Bagas

Erik belum juga

2024-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 ένας
2 Δύο
3 τρία
4 τέσσερις
5 πέντε
6 έξι
7 Επτά
8 Οκτώ
9 εννέα
10 δέκα
11 έντεκα
12 δώδεκα
13 δεκατρείς
14 δεκατέσσερα
15 δεκαπέντε
16 δεκαέξι
17 δεκαεπτά
18 δεκαοχτώ
19 Δεκαεννέα
20 Είκοσι
21 Είκοσι ένα
22 Είκοσι δύο
23 Είκοσι τρία
24 Είκοσι τέσσερα
25 είκοσι πέντε
26 εικοσι εξι
27 είκοσιεφτά
28 Είκοσι οχτώ
29 Εικοσι εξι
30 τριάντα
31 τριάντα ένα
32 τριάντα δύο
33 τριάντα τρία
34 Τριάντα
35 Τριάντα πέντε
36 τριανταέξι
37 είκοσιεφτά
38 είκοσι οχτώ
39 είκοσι εννέα
40 σαράντα
41 σαράντα ένα
42 Σαράντα δύο
43 Σαράντα τρία
44 Σαράντα τέσσερις
45 Σαράντα πέντε
46 Σαράντα έξι
47 Σαράντα επτά
48 Σαρανταοκτώ
49 Σαράντα εννέα
50 Πενήντα
51 Πενήντα ένα
52 Πενήντα δύο
53 Πενήντα τριών
54 Πενήντα τεσσάρων
55 Πενήντα πέντε
56 Πενήντα έξι
57 Πενήντα επτά
58 END
59 Aiken 1
60 Aiken 2
61 Aiken 3
62 Aiken 3
63 Aiken 4
64 Aiken 6
65 Aiken 7
66 Aiken 8
67 Aiken 9
68 Aiken 10
69 Aiken 11
70 Aiken 12
71 Aiken 13
72 Aiken 14
73 Aiken 15
74 Aiken 16
75 Aiken 17
76 Aiken 17
77 Aiken 18
78 Aiken 19
79 Aiken 20
80 Aiken 21
81 Aiken
82 Aiken 23
83 Aiken 24
84 Aiken 24
85 Aiken 25
86 Aiken 26
87 Aiken 26
88 Aiken 27
89 Aiken 28
90 Aiken 29
91 Aiken 30
92 Aiken 31
93 Aiken 31
94 Aiken 32
95 Aiken 33
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ένας
2
Δύο
3
τρία
4
τέσσερις
5
πέντε
6
έξι
7
Επτά
8
Οκτώ
9
εννέα
10
δέκα
11
έντεκα
12
δώδεκα
13
δεκατρείς
14
δεκατέσσερα
15
δεκαπέντε
16
δεκαέξι
17
δεκαεπτά
18
δεκαοχτώ
19
Δεκαεννέα
20
Είκοσι
21
Είκοσι ένα
22
Είκοσι δύο
23
Είκοσι τρία
24
Είκοσι τέσσερα
25
είκοσι πέντε
26
εικοσι εξι
27
είκοσιεφτά
28
Είκοσι οχτώ
29
Εικοσι εξι
30
τριάντα
31
τριάντα ένα
32
τριάντα δύο
33
τριάντα τρία
34
Τριάντα
35
Τριάντα πέντε
36
τριανταέξι
37
είκοσιεφτά
38
είκοσι οχτώ
39
είκοσι εννέα
40
σαράντα
41
σαράντα ένα
42
Σαράντα δύο
43
Σαράντα τρία
44
Σαράντα τέσσερις
45
Σαράντα πέντε
46
Σαράντα έξι
47
Σαράντα επτά
48
Σαρανταοκτώ
49
Σαράντα εννέα
50
Πενήντα
51
Πενήντα ένα
52
Πενήντα δύο
53
Πενήντα τριών
54
Πενήντα τεσσάρων
55
Πενήντα πέντε
56
Πενήντα έξι
57
Πενήντα επτά
58
END
59
Aiken 1
60
Aiken 2
61
Aiken 3
62
Aiken 3
63
Aiken 4
64
Aiken 6
65
Aiken 7
66
Aiken 8
67
Aiken 9
68
Aiken 10
69
Aiken 11
70
Aiken 12
71
Aiken 13
72
Aiken 14
73
Aiken 15
74
Aiken 16
75
Aiken 17
76
Aiken 17
77
Aiken 18
78
Aiken 19
79
Aiken 20
80
Aiken 21
81
Aiken
82
Aiken 23
83
Aiken 24
84
Aiken 24
85
Aiken 25
86
Aiken 26
87
Aiken 26
88
Aiken 27
89
Aiken 28
90
Aiken 29
91
Aiken 30
92
Aiken 31
93
Aiken 31
94
Aiken 32
95
Aiken 33

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!