δεκαεπτά

Debby kini melihat ke sekeliling kamar yang saat ini menjadi kamar nya. Sebuah kamar yang lebih besar dari kama nya yang berada di Mansion Eric. Kamar nya saat ini bahkan dilengkapi dengan ruang baca juga begitu banyak buku yang berada di sana.

“Wah kamar ini begitu luas dan mewah,” ucap Debby yang kini tengah melihat-lihat isi kamar tersebut.

Banyak patung burung elang di kamar tersebut tak hanya patuh ornamen pun begitu banyak burung elang dan burung phoenix. Kamar tersebut memang begitu indah, Debby begitu menyukainya. Namun mengingat di dunia mana kini ia tinggal Debby segera menggelengkan kepalanya.

“Tidak, kau tidak boleh terbuai dengan semua keindahan ini Debby,” ucap Debby sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk mengenyahkan pikirannya yang terus mengagumi kemewahan kamar tersebut.

“Aku harus segera mencari jalan keluar,” ucap Debby yang kini akhirnya berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar itu. Namun baru saja Debby akan keluar, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan menampilkan banyak pelayan yang kini berada di depan Debby.

“Nona, Putra mahkota meminta kami untuk membantu Anda bersiap karena sebentar lagi sudah waktunya jam makan malam,” ucap kepala pelayan yang akan mengurus Debby yang tak lain bersama Osmic.

Sebelumnya Debby memang sudah diperkenalkan dengan beberapa pelayan yang akan di bantunya. Bahkan ia juga sudah berkeliling istana itu. Namun ia belum juga mendapatkan jalan keluar menuju dunianya.

Debby kini digiring menuju kamar mandi yang berada di kamar tersebut. Bisa Debby lihat bak mandi yang super besar yang kini sudah ada begitu banyak bunga di dalam bak mandi tersebut. Seorang pelayan menuangkan aroma terapi. Dan Debby benar-benar dibuat kagum karena nya.

“Nona, ini pakaian mandi Anda,” ucap seorang pelayan sambil menyerahkan sebuah gaun tipis pada Debby yang segera mengambilnya dan ia kini kebingungan di mana ia harus mengganti pakaiannya itu.

“Anda bisa menggantinya di kamar mandi sebelah sana jika Anda tak terbiasa dengan kehadiran kita, Nona,” ucap Osmic sambil menunjuk ke arah ruangan lain yang juga tak kalah besar.

Debby segera berjalan ke arah ruangan tersebut lalu ia cukup terkejut melihat kamar mandi tersebut yang berukuran begitu luas hanya untuk sebuah toilet.

Setelah selesai Debby segera berjalan ke arah bak mandi tersebut dan dibantu oleh Osmic saat ia menuruni tangga dari bak mandi tersebut. Debby setelah nya langsung duduk di tangga tersebut dan membiarkan para pelayan untuk memandikannya. Meskipun rasanya ia sedikit canggung dan tak terbiasa. Namun Debby terlalu takut pada mereka, mengingat mereka bukanlah manusia.

Setelah selesai dengan acara membersihkan tubuhnya. Debby juga bantu untuk bersiap. Kini gadis itu menggunakan sebuah dress panjang yang terlihat begitu elegan yang khas dengan pakaian kuno orang yunani. Dengan rambut nya yang di tata rapi dengan hiasan bunga di atasnya.

“Wah, cantik sekali,” ungkap Debby yang merasa tak percaya jika kini orang yang ia lihat melalui pantulan kaca itu adalah dirinya.

Para pelayan itu memoles nya dengan begitu baik. Hingga kini ia saja tak dapat mengenali dirinya sendiri.

“Benar Nona, Anda memang begitu cantik,” ucap Osmic dengan senyumannya yang membuat Debby ikut tersenyum karena nya.

“Mari Nona, yang lain pasti sudah menunggu,”  ucap Osmic yang dijawab dengan anggukan oleh Debby.

Setelahnya mereka segera berjalan menuju ruang makan. Osmic kini berjalan bersama dengan Debby mengiringi langkah gadis itu untuk berjalan menuju ruang makan mengingat Debby memang belum mengetahui di mana letak ruang makan.

Saat sampai di ruang makan, dapat Debby lihat kini ibu dan ayah Eric juga seorang gadis cantik yang sepertinya seumuran dengannya, dan laki-laki yang lebih tua darinya.

“Kemarilah,” ucap Eric memerintahkan sambil mengode Debby untuk segera menuju ke arah nya dan duduk di samping nya.

Setelahnya pada pelayan langsung menyiapkan piring untuk Debby dan mengambilkan gadis itu makanan yang tersaji di sana. Makanan yang tersaji begitu banyak membuat Debby bahkan begitu kebingungan harus memakan yang mana.

“Makan lah yang banyak Debby,” ucap Shirley dengan senyumannya sambil mengambil makanan untuk Debby yang membuat Debby tersenyum melihatnya.

Debby rasanya begitu senang mendapatkan perhatian dari ibu Eric. Setelah sekian lama ia tak mendapatkan perhatian seorang ibu kini ia mendapatkannya dari ibu Eric.

“Terima kasih Dewi,” ucap Debby dengan senyuman tulusnya yang membuat Shirley tersenyum mendengarnya.

Debby memang sudah mengetahui jika Shirley adalah seorang Dewi dan ia cukup kaget mengetahui fakta tersebut. Aneh saja rasanya seorang Dewi bisa menikah dengan Lucifer. Jenis mereka saja begitu bertentangan. Debby yakin jika hubungan mereka dulunya mendapatkan banyak pertentangan.

“Kau bisa memanggil ku Mommy seperti Eric,” ucap Shirley yang membuat Debby tersenyum dengan canggung.

“Eric, dimana para selir ayahmu? Apa kita juga akan makan dengan mereka?” tanya Debby sambil berbisik pada Eric karena ia tak ingin menyinggung ibu Eric. Pasti begitu sulit menjadi Shirel yang harus merelakan suaminya memiliki wanita lain di sisinya.

“Mereka tak makan dengan kita Debby. Di kerajaan ini memiliki aturannya sendiri. Seorang selir tidak memiliki hak untuk makan bersama dengan ratu dan anak sah,” ucap Anna yang kini menjelaskan.

Mendengar ucapan Anna, Debby memelototkan matanya karena Anna bisa mendengar apa yang ia katakan pada Eric. Bahkan ia sudah berbisik pada Eric. Debby melihat keempat orang di depannya lalu tersenyum dengan canggung.

“Maaf menanyakan hal tersebut Mom. Tapi aku gak memiliki maksud apa-apa,” ucap Debby dengan wajah takutnya sambil menggelengkan kepalanya. Shirley yang mendengar hal tersebut langsung tersenyum dengan menenangkan.

“Tak apa. Kau juga akan menjadi bagian dari kami. Jadi kau harus mengetahui lebih banyak. Nanti Mom akan mengajak mu untun berkeliling istana dan memperkenalkan mu pada mereka,” ucap Shirley dengan senyuman tulusnya yang membuat Debby tersenyum dengan canggung. Meskipun Shirley mengatakan jika ia tidak masalah namun tetap saja Debby merasa tak enak hati.

“Sekarang habiskan lah makan mu,” ucap Shirley yang lagu-lagi di jawab dengan anggukan Dabby.

Setelah nya Debby melanjutkan makannya dalam diam begitupun dengan anggukan keluarga Debby yang lainnya. Sepertinya kerajaan ini memang begitu ketat dengan banyak aturan di dalamnya. Jika Debby melanggar nya mungkin saja ia akan mati disini. Jadi lebih baik Debby harus segera mencari jalan keluar dari kediaman ini.

Eric sedari tadi terus menatap ke arah Debby seolah tak ingin melepaskan pandangannya sedikitpun dari gadis nya itu. Ayah nya yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia tak pernah menentang kemauan anaknya jika ingin menikah dengan manusia karena ia tahu cinta yang begitu besar yang anaknya itu rasakan. Sama sepertinya yang menjalin hubungan terlarang antara dunia atas dan dunia bawah.

***

Episodes
1 ένας
2 Δύο
3 τρία
4 τέσσερις
5 πέντε
6 έξι
7 Επτά
8 Οκτώ
9 εννέα
10 δέκα
11 έντεκα
12 δώδεκα
13 δεκατρείς
14 δεκατέσσερα
15 δεκαπέντε
16 δεκαέξι
17 δεκαεπτά
18 δεκαοχτώ
19 Δεκαεννέα
20 Είκοσι
21 Είκοσι ένα
22 Είκοσι δύο
23 Είκοσι τρία
24 Είκοσι τέσσερα
25 είκοσι πέντε
26 εικοσι εξι
27 είκοσιεφτά
28 Είκοσι οχτώ
29 Εικοσι εξι
30 τριάντα
31 τριάντα ένα
32 τριάντα δύο
33 τριάντα τρία
34 Τριάντα
35 Τριάντα πέντε
36 τριανταέξι
37 είκοσιεφτά
38 είκοσι οχτώ
39 είκοσι εννέα
40 σαράντα
41 σαράντα ένα
42 Σαράντα δύο
43 Σαράντα τρία
44 Σαράντα τέσσερις
45 Σαράντα πέντε
46 Σαράντα έξι
47 Σαράντα επτά
48 Σαρανταοκτώ
49 Σαράντα εννέα
50 Πενήντα
51 Πενήντα ένα
52 Πενήντα δύο
53 Πενήντα τριών
54 Πενήντα τεσσάρων
55 Πενήντα πέντε
56 Πενήντα έξι
57 Πενήντα επτά
58 END
59 Aiken 1
60 Aiken 2
61 Aiken 3
62 Aiken 3
63 Aiken 4
64 Aiken 6
65 Aiken 7
66 Aiken 8
67 Aiken 9
68 Aiken 10
69 Aiken 11
70 Aiken 12
71 Aiken 13
72 Aiken 14
73 Aiken 15
74 Aiken 16
75 Aiken 17
76 Aiken 17
77 Aiken 18
78 Aiken 19
79 Aiken 20
80 Aiken 21
81 Aiken
82 Aiken 23
83 Aiken 24
84 Aiken 24
85 Aiken 25
86 Aiken 26
87 Aiken 26
88 Aiken 27
89 Aiken 28
90 Aiken 29
91 Aiken 30
92 Aiken 31
93 Aiken 31
94 Aiken 32
95 Aiken 33
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ένας
2
Δύο
3
τρία
4
τέσσερις
5
πέντε
6
έξι
7
Επτά
8
Οκτώ
9
εννέα
10
δέκα
11
έντεκα
12
δώδεκα
13
δεκατρείς
14
δεκατέσσερα
15
δεκαπέντε
16
δεκαέξι
17
δεκαεπτά
18
δεκαοχτώ
19
Δεκαεννέα
20
Είκοσι
21
Είκοσι ένα
22
Είκοσι δύο
23
Είκοσι τρία
24
Είκοσι τέσσερα
25
είκοσι πέντε
26
εικοσι εξι
27
είκοσιεφτά
28
Είκοσι οχτώ
29
Εικοσι εξι
30
τριάντα
31
τριάντα ένα
32
τριάντα δύο
33
τριάντα τρία
34
Τριάντα
35
Τριάντα πέντε
36
τριανταέξι
37
είκοσιεφτά
38
είκοσι οχτώ
39
είκοσι εννέα
40
σαράντα
41
σαράντα ένα
42
Σαράντα δύο
43
Σαράντα τρία
44
Σαράντα τέσσερις
45
Σαράντα πέντε
46
Σαράντα έξι
47
Σαράντα επτά
48
Σαρανταοκτώ
49
Σαράντα εννέα
50
Πενήντα
51
Πενήντα ένα
52
Πενήντα δύο
53
Πενήντα τριών
54
Πενήντα τεσσάρων
55
Πενήντα πέντε
56
Πενήντα έξι
57
Πενήντα επτά
58
END
59
Aiken 1
60
Aiken 2
61
Aiken 3
62
Aiken 3
63
Aiken 4
64
Aiken 6
65
Aiken 7
66
Aiken 8
67
Aiken 9
68
Aiken 10
69
Aiken 11
70
Aiken 12
71
Aiken 13
72
Aiken 14
73
Aiken 15
74
Aiken 16
75
Aiken 17
76
Aiken 17
77
Aiken 18
78
Aiken 19
79
Aiken 20
80
Aiken 21
81
Aiken
82
Aiken 23
83
Aiken 24
84
Aiken 24
85
Aiken 25
86
Aiken 26
87
Aiken 26
88
Aiken 27
89
Aiken 28
90
Aiken 29
91
Aiken 30
92
Aiken 31
93
Aiken 31
94
Aiken 32
95
Aiken 33

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!