Debby kini melihat ke sekeliling kamar yang saat ini menjadi kamar nya. Sebuah kamar yang lebih besar dari kama nya yang berada di Mansion Eric. Kamar nya saat ini bahkan dilengkapi dengan ruang baca juga begitu banyak buku yang berada di sana.
“Wah kamar ini begitu luas dan mewah,” ucap Debby yang kini tengah melihat-lihat isi kamar tersebut.
Banyak patung burung elang di kamar tersebut tak hanya patuh ornamen pun begitu banyak burung elang dan burung phoenix. Kamar tersebut memang begitu indah, Debby begitu menyukainya. Namun mengingat di dunia mana kini ia tinggal Debby segera menggelengkan kepalanya.
“Tidak, kau tidak boleh terbuai dengan semua keindahan ini Debby,” ucap Debby sambil menggelengkan kepalanya berusaha untuk mengenyahkan pikirannya yang terus mengagumi kemewahan kamar tersebut.
“Aku harus segera mencari jalan keluar,” ucap Debby yang kini akhirnya berjalan ke arah pintu untuk keluar dari kamar itu. Namun baru saja Debby akan keluar, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dan menampilkan banyak pelayan yang kini berada di depan Debby.
“Nona, Putra mahkota meminta kami untuk membantu Anda bersiap karena sebentar lagi sudah waktunya jam makan malam,” ucap kepala pelayan yang akan mengurus Debby yang tak lain bersama Osmic.
Sebelumnya Debby memang sudah diperkenalkan dengan beberapa pelayan yang akan di bantunya. Bahkan ia juga sudah berkeliling istana itu. Namun ia belum juga mendapatkan jalan keluar menuju dunianya.
Debby kini digiring menuju kamar mandi yang berada di kamar tersebut. Bisa Debby lihat bak mandi yang super besar yang kini sudah ada begitu banyak bunga di dalam bak mandi tersebut. Seorang pelayan menuangkan aroma terapi. Dan Debby benar-benar dibuat kagum karena nya.
“Nona, ini pakaian mandi Anda,” ucap seorang pelayan sambil menyerahkan sebuah gaun tipis pada Debby yang segera mengambilnya dan ia kini kebingungan di mana ia harus mengganti pakaiannya itu.
“Anda bisa menggantinya di kamar mandi sebelah sana jika Anda tak terbiasa dengan kehadiran kita, Nona,” ucap Osmic sambil menunjuk ke arah ruangan lain yang juga tak kalah besar.
Debby segera berjalan ke arah ruangan tersebut lalu ia cukup terkejut melihat kamar mandi tersebut yang berukuran begitu luas hanya untuk sebuah toilet.
Setelah selesai Debby segera berjalan ke arah bak mandi tersebut dan dibantu oleh Osmic saat ia menuruni tangga dari bak mandi tersebut. Debby setelah nya langsung duduk di tangga tersebut dan membiarkan para pelayan untuk memandikannya. Meskipun rasanya ia sedikit canggung dan tak terbiasa. Namun Debby terlalu takut pada mereka, mengingat mereka bukanlah manusia.
Setelah selesai dengan acara membersihkan tubuhnya. Debby juga bantu untuk bersiap. Kini gadis itu menggunakan sebuah dress panjang yang terlihat begitu elegan yang khas dengan pakaian kuno orang yunani. Dengan rambut nya yang di tata rapi dengan hiasan bunga di atasnya.
“Wah, cantik sekali,” ungkap Debby yang merasa tak percaya jika kini orang yang ia lihat melalui pantulan kaca itu adalah dirinya.
Para pelayan itu memoles nya dengan begitu baik. Hingga kini ia saja tak dapat mengenali dirinya sendiri.
“Benar Nona, Anda memang begitu cantik,” ucap Osmic dengan senyumannya yang membuat Debby ikut tersenyum karena nya.
“Mari Nona, yang lain pasti sudah menunggu,” ucap Osmic yang dijawab dengan anggukan oleh Debby.
Setelahnya mereka segera berjalan menuju ruang makan. Osmic kini berjalan bersama dengan Debby mengiringi langkah gadis itu untuk berjalan menuju ruang makan mengingat Debby memang belum mengetahui di mana letak ruang makan.
Saat sampai di ruang makan, dapat Debby lihat kini ibu dan ayah Eric juga seorang gadis cantik yang sepertinya seumuran dengannya, dan laki-laki yang lebih tua darinya.
“Kemarilah,” ucap Eric memerintahkan sambil mengode Debby untuk segera menuju ke arah nya dan duduk di samping nya.
Setelahnya pada pelayan langsung menyiapkan piring untuk Debby dan mengambilkan gadis itu makanan yang tersaji di sana. Makanan yang tersaji begitu banyak membuat Debby bahkan begitu kebingungan harus memakan yang mana.
“Makan lah yang banyak Debby,” ucap Shirley dengan senyumannya sambil mengambil makanan untuk Debby yang membuat Debby tersenyum melihatnya.
Debby rasanya begitu senang mendapatkan perhatian dari ibu Eric. Setelah sekian lama ia tak mendapatkan perhatian seorang ibu kini ia mendapatkannya dari ibu Eric.
“Terima kasih Dewi,” ucap Debby dengan senyuman tulusnya yang membuat Shirley tersenyum mendengarnya.
Debby memang sudah mengetahui jika Shirley adalah seorang Dewi dan ia cukup kaget mengetahui fakta tersebut. Aneh saja rasanya seorang Dewi bisa menikah dengan Lucifer. Jenis mereka saja begitu bertentangan. Debby yakin jika hubungan mereka dulunya mendapatkan banyak pertentangan.
“Kau bisa memanggil ku Mommy seperti Eric,” ucap Shirley yang membuat Debby tersenyum dengan canggung.
“Eric, dimana para selir ayahmu? Apa kita juga akan makan dengan mereka?” tanya Debby sambil berbisik pada Eric karena ia tak ingin menyinggung ibu Eric. Pasti begitu sulit menjadi Shirel yang harus merelakan suaminya memiliki wanita lain di sisinya.
“Mereka tak makan dengan kita Debby. Di kerajaan ini memiliki aturannya sendiri. Seorang selir tidak memiliki hak untuk makan bersama dengan ratu dan anak sah,” ucap Anna yang kini menjelaskan.
Mendengar ucapan Anna, Debby memelototkan matanya karena Anna bisa mendengar apa yang ia katakan pada Eric. Bahkan ia sudah berbisik pada Eric. Debby melihat keempat orang di depannya lalu tersenyum dengan canggung.
“Maaf menanyakan hal tersebut Mom. Tapi aku gak memiliki maksud apa-apa,” ucap Debby dengan wajah takutnya sambil menggelengkan kepalanya. Shirley yang mendengar hal tersebut langsung tersenyum dengan menenangkan.
“Tak apa. Kau juga akan menjadi bagian dari kami. Jadi kau harus mengetahui lebih banyak. Nanti Mom akan mengajak mu untun berkeliling istana dan memperkenalkan mu pada mereka,” ucap Shirley dengan senyuman tulusnya yang membuat Debby tersenyum dengan canggung. Meskipun Shirley mengatakan jika ia tidak masalah namun tetap saja Debby merasa tak enak hati.
“Sekarang habiskan lah makan mu,” ucap Shirley yang lagu-lagi di jawab dengan anggukan Dabby.
Setelah nya Debby melanjutkan makannya dalam diam begitupun dengan anggukan keluarga Debby yang lainnya. Sepertinya kerajaan ini memang begitu ketat dengan banyak aturan di dalamnya. Jika Debby melanggar nya mungkin saja ia akan mati disini. Jadi lebih baik Debby harus segera mencari jalan keluar dari kediaman ini.
Eric sedari tadi terus menatap ke arah Debby seolah tak ingin melepaskan pandangannya sedikitpun dari gadis nya itu. Ayah nya yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya. Ia tak pernah menentang kemauan anaknya jika ingin menikah dengan manusia karena ia tahu cinta yang begitu besar yang anaknya itu rasakan. Sama sepertinya yang menjalin hubungan terlarang antara dunia atas dan dunia bawah.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments