δεκαέξι

Debby dan Eric baru saja selesai sarapan dan kini laki-laki itu malah mengajak nya menuju sebuah ruangan yang terlihat begitu indah. Di ruangan itu terdapat sebuah pintu besar yang menjulang tinggi dengan ornamen sebuah lambang Lucifer di begitu besar di pintu tersebut.

“Kemana kita akan pergi?” tanya Debby dengan tataan penasarannya pada pintu di depannya itu.

“Ke dunia ku,” ucap Eric yang setelahnya langsung menarik tangan Debby setelah pintu di depan mereka itu terbuka dengan lebar nya. Menampilkan sebuah tempat yang terlihat begitu indah. Berbeda dengan dunia lucifer sendiri yang biasanya hanya terdapat api dengan tanah yang tandus, dan tanpa tumbuhan. Maka dunia yang kini Eric datangi adalah kebalikannya. Tempat itu memang terdapat banyak api, namun juga ada tumbuhan yang berada di sana.

Jelas semua itu karena ayah Eric yang menikah dengan seorang Dewi hingga membuat nya menggabungkan dunia menjadi satu. Hingga ia menciptakan dunia nya sendiri. Walaupun sebelumnya mendapatkan pertentangan dari para dewa namun akhirnya tak ada yang dapat melarang nya. Karena pada akhirnya persilangan antara lucifer juga dewi itu menciptakan anak yang begitu kuat yang tak lain adalah Eric.

Di dunia immortal Klan Lucifer menjadi pimpinan tertinggi. Tak hanya itu di dunia yang di bangun dengan persilangan itu banyak dari makhluk yang bukan dari darah dewa ataupun Lucifer yang akhirnya memilih untuk tinggal disana karena keamaan juga toleransi yang begitu besar.

Eric kini sudah berubah penampilan saat ia baru memasuki dunia itu, Eric kini terlihat begitu tampan dengan jubah panjang nya juga kain di bagian belakang tubuhnya. Rambut nya kini berubah panjang dan terdapat mahkota yang kini menghiasi kepalanya. Matanya kini berubah warna menjadi dua warna berbeda. Manik sebelah kiri berwarna merah dan sebelah kanan berwarna biru laut yang begitu menenangkan.

“Wah Eric, kau berbeda. Kini kau sama persis seperti saat kau menolong ku,” ucap Debby yang kini mengungkapkan rasa kagum nya pada Eric yang kini tersenyum penuh bangga. Seolah Dia kini tengah membanggakan ketampanannya walau Eric kini memang terlihat begitu tampan.

Sayap berwarna hitam kini tumbuh di balik punggung laki-laki itu. Lalu melebarkan sayapnya. Meskipun sakit namun kini Debby seolah dibuat terpesona melihat apa yang kini di lihat nya itu. Eric menarik pinggang Debby untuk ia rangkul dan selanjutnya mereka terbamng bersama. Debby yang terkejut awalnya memekik takut namun setelahnya ia langsung mengeratkan pegangannya pada Eric.

Debby hanya memejamkan matanya, hingga tak lama mereka akhirnya sampai di sebuah istana yang terlihat begitu besar dan luas. Istana yang menjulang begitu tinggi nya. Eric mengajak Debby untuk masuk ke dalam sana membuat banyak pengawal ataupun pelayan langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Eric.

“Apa mereka semua Lucifer?” tanya Debby sambil berbisik pada Eric yang hanya menjawabnya dengan anggukan. Lalu setelahnya ia segera menarik Debby untuk semakin memasuki istana tersebut.

“Putra mahkota, kau datang,” ucap seorang wanita menyapa Eric hanya menatap datar pada wanita itu, mengatakan wanita itu yang kini tersenyum ke arah Eric.

Debby yang melihat nya jadi tak enak dan membalas senyuman wanita itu.

“Apa dia adalah manusia yang akan menjadi Putri mahkota?” tanya wanita itu dengan tatapan menilainya pada Debby. Baiklah kini Debby rasanya tak perlu untuk tersenyum dan menghargai wanita di depannya itu yang berbicara dengan begitu sombong padanya. Kini Debby jadi mengerti mengapa Eric terlihat tak menyukai wanita di depan mereka itu.

“Itu bukanlah urusanmu Selir pertama,” ucap Eric yang setelah nya langsung mengajak Debby untuk segera pergi dari sana dan berjalan untuk mencari keberadaan ayahnya yang saat ini pasti tengah berada di ruangannya.

“Apa wanita tadi selir mu?” tanya Debby dengan penasarannya pada Eric. Eric yang mendengar nya kini justru menatap Debby dengan tatapan datar nya. Entah bagaimana Debby bisa berpikir jika wanita yang begitu ia benci tadi adalah selirnya.

“Dia selir ayah ku, dan perlu kau ketahui setelah kita menikah aku tak akan mengangkat selir. Jadi cukup kau sana,” tegas Eric pada Debby yang kini memilih untuk mengalihkan pandangannya agar tidak melihat ke arah Debby.

Eric mengatakan hal itu seolah ia benar-benar akan menjadikan Debby satu-satunya dan seolah ia benar-benar akan menikahi Debby padahal mereka tahu dengan jelas jika mereka berasal dari dunia yang berbeda.

“Umumkan kedatangan ku,” perintah Eric saat ia sudah berada di depan ruangan ayahnya pada penjaga yang berada di depan pintu.

“Putra mahkota bersama calon putri mahkota memasuki ruangan,” ucap penjaga pintu yang setelah nya langsung membukakan pintu untuk Eric juga Debby.

Saat memasuki ruangan tersebut bisa Debby lihat seorang laki-laki dengan jubah kebesarannya dan mahkota di kepalanya yang menandakan jika dia adalah raja. Kini di depan laki-laki itu sudah ada wanita dengan pakaian serba putih yang tersenyum dengan begitu lembut pada Debby.

“Duduk lah,” perintah Fred pda anaknya itu yang langsung membuat Eric juga Debby duduk di hadapan kedua orang tua Eric.

“Aku sudah datang ke rumah orang tuamu untuk membawakan mahar, nona Debby,” ucap Fred yang kini tampak pembuat Debby terkejut mendengar ucapan laki-laki paruh baya di depannya itu.

“Aku sudah memenuhi janji ku, Putra mahkota. Maka sekarang giliranmu, apa keputusanmu sudah bulat?” tanya Fred dengan seringainya pada Eric. Eric menghembuskan nafasnya sebelum akhirnya ia menganggukkan kepalanya. Kini ia hanya berharap jika keputusan yang diambil nya sudah benar.

“Ulurkan tanganmu Debby,” ucap Fred yang membuat Debby kebingungan namun pada akhirnya tetap saja Debby mengulurkan tangannya tanpa bisa ia cegah. Tubuhnya kini seolah mendapatkan perintah yang tak bisa ia elak kan.

“Pejamkan matamu,” ucap Eric yang langsung Debby turuti, gadis itu memejamkan matanya dan akhirnya ia merasakan tangannya yang kini seperti digores dengan benda tajam.

Dengan takut Debby membuka matanya hingga ia memelototkan matanya melihat tangannya yang sudah berdarah kini saling bersalaman dengan Fred.

“Apa yang terjadi?” tanya Debby rasa takutnya setelah jabatan tangan mereka terlepas. Eric mengambil alih tangan Debby lalu dengan sekali tiupan tak ada lagi bekas luka di sana. Tak ada lagi rasa sakit yang Debby rasakn.

“Mulai saat ini kau akan terus terikat dengan ku. Dan akan menjadi putri mahkota kerajaan ku,” ucap Fred menjelaskan yang kali ini sontrak membuat Debby memelototkan matanya. Kini ia menatap Eric dengan tatapan tajamnya seolah meminta penjelasan pada Eric.

Namun laki-laki itu malah menatapnya dengan datar seolah tak ingin memberikan penjelasan apapun pada Debby. Debby merasa dia kini dalam bahaya dan harus bisa mencari cara untuk segera pergi dari tempat ini. Ia jelas tak ingin terjebak di dunia Ini selama nya. Persetan dengan putri mahkota dan ritual aneh yang tadi ia lakukan.

***

Episodes
1 ένας
2 Δύο
3 τρία
4 τέσσερις
5 πέντε
6 έξι
7 Επτά
8 Οκτώ
9 εννέα
10 δέκα
11 έντεκα
12 δώδεκα
13 δεκατρείς
14 δεκατέσσερα
15 δεκαπέντε
16 δεκαέξι
17 δεκαεπτά
18 δεκαοχτώ
19 Δεκαεννέα
20 Είκοσι
21 Είκοσι ένα
22 Είκοσι δύο
23 Είκοσι τρία
24 Είκοσι τέσσερα
25 είκοσι πέντε
26 εικοσι εξι
27 είκοσιεφτά
28 Είκοσι οχτώ
29 Εικοσι εξι
30 τριάντα
31 τριάντα ένα
32 τριάντα δύο
33 τριάντα τρία
34 Τριάντα
35 Τριάντα πέντε
36 τριανταέξι
37 είκοσιεφτά
38 είκοσι οχτώ
39 είκοσι εννέα
40 σαράντα
41 σαράντα ένα
42 Σαράντα δύο
43 Σαράντα τρία
44 Σαράντα τέσσερις
45 Σαράντα πέντε
46 Σαράντα έξι
47 Σαράντα επτά
48 Σαρανταοκτώ
49 Σαράντα εννέα
50 Πενήντα
51 Πενήντα ένα
52 Πενήντα δύο
53 Πενήντα τριών
54 Πενήντα τεσσάρων
55 Πενήντα πέντε
56 Πενήντα έξι
57 Πενήντα επτά
58 END
59 Aiken 1
60 Aiken 2
61 Aiken 3
62 Aiken 3
63 Aiken 4
64 Aiken 6
65 Aiken 7
66 Aiken 8
67 Aiken 9
68 Aiken 10
69 Aiken 11
70 Aiken 12
71 Aiken 13
72 Aiken 14
73 Aiken 15
74 Aiken 16
75 Aiken 17
76 Aiken 17
77 Aiken 18
78 Aiken 19
79 Aiken 20
80 Aiken 21
81 Aiken
82 Aiken 23
83 Aiken 24
84 Aiken 24
85 Aiken 25
86 Aiken 26
87 Aiken 26
88 Aiken 27
89 Aiken 28
90 Aiken 29
91 Aiken 30
92 Aiken 31
93 Aiken 31
94 Aiken 32
95 Aiken 33
Episodes

Updated 95 Episodes

1
ένας
2
Δύο
3
τρία
4
τέσσερις
5
πέντε
6
έξι
7
Επτά
8
Οκτώ
9
εννέα
10
δέκα
11
έντεκα
12
δώδεκα
13
δεκατρείς
14
δεκατέσσερα
15
δεκαπέντε
16
δεκαέξι
17
δεκαεπτά
18
δεκαοχτώ
19
Δεκαεννέα
20
Είκοσι
21
Είκοσι ένα
22
Είκοσι δύο
23
Είκοσι τρία
24
Είκοσι τέσσερα
25
είκοσι πέντε
26
εικοσι εξι
27
είκοσιεφτά
28
Είκοσι οχτώ
29
Εικοσι εξι
30
τριάντα
31
τριάντα ένα
32
τριάντα δύο
33
τριάντα τρία
34
Τριάντα
35
Τριάντα πέντε
36
τριανταέξι
37
είκοσιεφτά
38
είκοσι οχτώ
39
είκοσι εννέα
40
σαράντα
41
σαράντα ένα
42
Σαράντα δύο
43
Σαράντα τρία
44
Σαράντα τέσσερις
45
Σαράντα πέντε
46
Σαράντα έξι
47
Σαράντα επτά
48
Σαρανταοκτώ
49
Σαράντα εννέα
50
Πενήντα
51
Πενήντα ένα
52
Πενήντα δύο
53
Πενήντα τριών
54
Πενήντα τεσσάρων
55
Πενήντα πέντε
56
Πενήντα έξι
57
Πενήντα επτά
58
END
59
Aiken 1
60
Aiken 2
61
Aiken 3
62
Aiken 3
63
Aiken 4
64
Aiken 6
65
Aiken 7
66
Aiken 8
67
Aiken 9
68
Aiken 10
69
Aiken 11
70
Aiken 12
71
Aiken 13
72
Aiken 14
73
Aiken 15
74
Aiken 16
75
Aiken 17
76
Aiken 17
77
Aiken 18
78
Aiken 19
79
Aiken 20
80
Aiken 21
81
Aiken
82
Aiken 23
83
Aiken 24
84
Aiken 24
85
Aiken 25
86
Aiken 26
87
Aiken 26
88
Aiken 27
89
Aiken 28
90
Aiken 29
91
Aiken 30
92
Aiken 31
93
Aiken 31
94
Aiken 32
95
Aiken 33

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!