Tatapan yang penuh ketakutan namun juga menyimpan sejuta tanya itu kini terus terarah pada Eric. Debby masih saja tak percaya dengan apa yang baru saja Eric katakan. Bagaimana bisa laki-laki itu berkata jika ia bukan manusia, sedangkan selama ini semua orang jelas mengetahui siapa Eric.
Bahkan saat di acara pesta saja banyak orang yang bisa melihat Eric dengan jelas. Namun fakta jika laki-laki itu tak mengalami perubahan yang besar selama tujuh tahun ini membuat Debby merasa aneh.
“Kau bercanda? Bahkan seluruh manusia didunia ini mengenalmu,” ucap Debby dengan senyuman gusar nya.
Eric menghembuskan nafasnya kasar, memejamkan matanya sebentar sebelum akhirnya kini ia menatap Debby dengan tatapan seriusnya.
“Aku adalah Lucifer. Putra mahkota klan Lucifer,” ucap Eric dengan tatapan seriusnya pada Debby yang kali ini menatap Eric dengan menaikkan sebelah alisnya sebelum gadis itu tertawa meledek.
Melihat Eric yang hanya diam saja menatap nya dengan datar membuat Debby menghentikan tawanya. Debby sebenarnya hanya sedang mengabaikan kepercayaan nya yang percaya dengan ucapan Eric. Ia hanya sedang berusaha untuk tidak mempercayainya.
Namun melihat wajah serius Eric. Debby tahu jika semua ini bukanlah candaan. Ini bukanlah kebohongan. Eric mengatakan yang sejujurnya. Namun Debby ingin sekali menganggap ini hanya sebuah candaan yang Eric lontorkan karena Debby yang merasa aneh dengan wajah Eric yang tak menua.
“Aku mengatakan yang sesungguh nya,” ucap Eric serius.
Debby kini masih membekas di tempat nya. Ingatannya kembali pada saat kejadian tujuh tahun lalu. Saat Debby terjatuh ke jurang. Saat itu ia mengingat. Pakaian Eric memang begitu aneh. Laki-laki itu tidak menggunakan pakaian manusia pada umum nya pada masa itu. Eric menggunakan jubah panjang khas kerajaan, dengan bagian belakang seperti kain tambahan yang begitu panjang seperti milik superman, namun bedanya milik Eric begitu panjang hingga menyapu tanah dan berwarna hitam.
“Tapi mengapa semua orang bisa melihatmu dengan jelas?” tanya Debby dengan tatapan penuh tanya pada Eric.
Sebenarnya kini ia berusaha untuk menekan rasa takut nya. Siapa yang tak akan takut jika kini ia dihadapkan dengan makhluk yang bukan manusia.
“Karena aku menginginkannya,” ucap Eric santai.
Laki-laki itu mengatakannya solah tak ada beban, namun berbeda dengan Debby yang saat ini sudah menatap takut pada Eric.
“Sekarang kau tidur lah lagi, besok aku akan membawamu pergi,” ucap Eric yang kini sudah merebahkan tubuhnya lagi. Lalu menarik Debby agar ikut tidur di samping nya. Kini Eric kembali memeluk Debby. Mengabaikan ketakutan gadis itu yang bisa Eric rasakan dengan jelas.
Tak hanya takut, namun Debby juga terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui ini. Debby tak pernah mengira jika makhluk seperti Eric benar adanya dan mereka saling berbaur dengan manusia pada umumnya untuk menunjukkan dirinya dan bahkan membuat bisnis di dunia manusia. Begitu aneh, pikir Debby.
Dan malam itu Debby sama sekali tidak bisa untuk tidur. Pikirannya begitu kacau dan kalut. Ada ketakutan dalam pikirannya. Hingga Eric harus menggunakan sedikit sihir untuk membuat gadis itu tertidur.
Pagi nya Eric bangun lebih dulu dari Debby. Laki-laki itu menatap Debby dengan tatapan penuh kagum. Senyumannya mengembang saat melihat wajah cantik di depannya itu. Wajah yang tak pernah bosan untuk ia pandangi.
“Bagaimana mungkin aku akan melepaskanmu, jika wajahmu saja sudah membuatku candu untuk terus aku pandangi,” ucap Eric dengan senyumannya sambil membenar kan rambut Debby yang mengganggu Eric untuk memandangi wajah cantik di depannya itu.
Debby menggeliat dalam tidur nya lalu membuka matanya dengan perlahan. Dan hal yang pertama ia lihat adalah wajah datar Eric yang terlihat begitu sempurna di lihat dari dekat begini.
“Tidurmu nyenyak?” pertanyaan itu adalah suara pertama yang dapat Debby dengar. Debby menganggukkan kepalanya. Sebelum ia teringan jika kini ia tidak tertidur sendiri melainkan ada Eric di depannya. Dan lagi fakta yang baru ia ketahui tadi malam membuat Debby langsung bangun dari posisinya dengan wajah terkejut nya.
Eric yang melihat hal itu memutar matanya malas. Ia pikir Debby sudah tidak lagi memikirkan tentang fakta yang baru ia ketahui. Namun ternyata ia salah, Debby bahkan kini terlihat begitu terkejut dengan keberadaan Eric.
“Ada apa? Mengapa kau terlihat begitu terkejut?” tanya Eric dengan tatapan bingung nya pada Debby.
“Hm, tidak. Hanya tak terbiasa dengan keberadaan mu saja,” ucap Debby yang tak sepenuh nya berbohong. Sebelumnya ia selalu tidur sendiri lalu kini saat bangun dari tidurnya ia mendapati laki-laki berada di ranjang nya. Dan lebih mencengangkan lagi, laki-laki itu bukanlah manusia.
“Maka kau akan terbiasa mulai sekarang, karena kita akan segera menikah,” ucap Eric dengan begitu santainya.
Laki-laki itu kini bangun dari tidur nya lalu melakukan olahraga ringan seperti push up dan gerakan lainnya.
“Bagaimana kita akan menikah, jika kau saja berbeda jenis dengan ku,” gumam Debby berharap Eric tak mendengar ucapannya itu.
Debby hanya tak tahu saja jika pendengaran Lucifer begitu tajam, hingga Eric bisa mendengar nya dengan jelas meskipun Debby mengatakannya sambil bergumam.
“Mengapa tidak? Bahkan banyak yang melakukannya. Banyak immortal yang mulai berbaur di dunia manusia. Siapa yang peduli dengan semua itu, manusia juga tak akan ada yang tahu dengan jenis kami,” sarkas Eric dengan begitu santainya yang membuat Debby menoleh ke arah Eric dengan tatapan terkejut nya. Karena Eric bisa mendengar ucapannya. Dan penjelasan Eric tadi juga tak kalah membuat Debby terkejit. Sebelumnya ia tak pernah tahu jika makhluk seperti itu ada di dunia ini.
Debby kini berjalan mendekat ke arah Eric, berusaha untuk mengabaikan rasa takut nya pada lucifer satu itu.
“Apa setan dan iblis juga ada di dunia ini?” tanya Debby dengan pertanyaan aneh nya. Jujur saja sebenarnya Debby tak tahu, apa saja makhluk dari dunia Immortal itu.
“Bukankah sikap ibu tiri dan kakak tiri mu itu sudah menggambarkan iblis juga setan?” jawab Eric dengan begitu santainya yang membuat Debby kini melongo mendengarnya. Namun apa yang Eric katakan memang ada benarnya juga.
“Apa manusia serigala dan vampir juga ada?” tanya Debby lagi yang kini sudah duduk di samping Eric. Rasa penasarannya kini sudah mengalahkan rasa takut nya hingga ia tak lagi takut pada Eric. Selagi Eric tidak menyakitinya.
Lagi pula selama ini ia sudah tinggal bersama dengan iblis seperti yang Eric katakan. Dan di kamar Eric ini juga ada setan nya jadi ia merasa terbiasa dengan mereka semua. Debby hanya tak tahu saja Setan yang ia katakan itu adalah Eric.
“Ada. Sekarang bersihkan tubuh mu, setelah ini aku akan mengajakmu untuk pergi,” ucap Eric yang membuat Debby kini menaikkan sebelah alisnya.
“Kemana?” tanya Debby bingung.
“Rahasia, sekarang cepat bersihkan tubuhmu. Sebelum aku yang melakukannya, membersihkan tubuhmu,” ucap Eric dengan seringainya yang membuat Debby memelototkan matanya lalu segera berjalan ke arah kamar mandi sebelum Eric melakukan apa yang ia katakan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments