"Jadi apakah senior tau kira-kira kemana para gadis itu sehingga mereka bisa dinyatakan hilang?" tanya Ming Shu.
Namun bukannya menjawab, Yue Yin malah balik bertanya. "Sebelum aku menjawab pertanyaan mu, bisakah kalian ceritakan terlebih dahulu apa maksud kedatangan kalian ke desa sunyi ini, bukankah kalian para siswa akademi pedang dan sihir?" tanya Yue Yin dengan penuh selidik.
"Sebenarnya senior Yue Yin, maksud tujuan kami datang kesini karena kami sedang menyelidiki sesuatu. Sebelumnya kami bertemu dengan seorang wanita yang sepertinya wanita itu baru saja menjalani proses persalinan di desa ini. Namun anehnya wanita itu mengatakan bahwa dia akan dimakan oleh anak yang baru saja dia lahir kan," terang Jia Li.
"Apa?" tanya Yue Yin setengah kaget. "Tidak mungkin, yang benar saja?!" seru Yue Yin.
"Tapi ini benar adanya, kami melihat sendiri luka bekas gigitan di beberapa bagian tubuh wanita itu. Maka dari itu kami harus mencari kebenarannya di desa sunyi ini!" terang Jia Li.
"Ini sangat mengejutkan, jika benar apa yang dikatakan wanita itu, berarti ini bukan masalah biasa, kita harus segera mencari tahu kebenarannya," ucap Yue Yin.
"Benar, tapi sebaiknya kita mulai mencari tau dari penginapan persinggahan, mungkin saja kita bisa mendapatkan petunjuk dari sana," seru Ming Shu.
"Sebenarnya, aku tau bahwa gadis yang menginap di penginapan persinggahan telah di bawa oleh orang-orang berjubah hitam," aku Yue Yin.
"Apa senior Yue Yin tau mereka dibawa kemana?" tanya Jia Li.
"Aku tidak tau," jawab Yue Yin santai.
"Kenapa senior tidak mengikuti mereka, jangan bilang, senior Yue Yin hanya menonton saja saat orang-orang berjubah hitam itu membawa gadis dari penginapan persinggahan?!" tanya Ming Shu sambil memicingkan matanya pada Yue Yin.
"Kau pikir aku bodoh, aku tidak sebaik itu. Hanya karena ingin menolong seorang gadis, lalu aku harus mempertaruhkan nyawaku sendiri!" bela Yue Yin.
"Bukankah senior Yue Yin sangat hebat, kenapa bisa sampai harus bertaruh nyawa jika senior mengikuti mereka?" tanya salah satu siswa senior, ia merasa gemas dengan sikap Yue Yin.
"Tidak sesederhana itu Ferguzzo. Kalian tau, orang-orang berjubah hitam yang membawa gadis dari penginapan persinggahan mempunyai kekuatan yang tidak biasa. Dan satu hal yang perlu kalian ketahui, orang-orang penginapan persinggahan pasti juga terlibat dalam hal ini!" ucap Yue Yin dengan serius.
"Itu masuk akal, tidak mungkin selama ini aksi mereka selalu berjalan dengan lancar jika tidak ada kaitannya dengan orang dalam penginapan persinggahan itu sendiri," ucap Jia Li.
"Maka dari itu kita harus bekerja sama!" ucap Yue Yin.
"Kami setuju," ucap Ming Shu.
"Maaf senior Yue Yin, bukankah sebelumnya senior Yue Yin sudah pernah menginap di penginapan persinggahan, tapi kenapa pas senior Yue Yin menginap di sana orang-orang berjubah hitam itu tidak membawa senior?" tanya salah satu siswa senior.
"Aku juga tidak tau, padahal aku sudah tidur selama tiga malam berturut-turut dan menunggu mereka datang membawaku dari penginapan itu, tapi mereka tak kunjung juga membawaku pergi!" keluh Yue Yin.
"Apa mungkin mereka mengira kalau senior Yue Yin belum cukup umur, sehingga orang-orang berjubah hitam itu tidak membawa senior?!" ucap salah satu siswa senior mengutarakan pendapatnya.
"Apa hubungannya dengan itu, aku juga tetap seorang gadis meski tubuhku kecil!" ucap Yue Yin berapi-api.
"Tenang senior, mungkin orang-orang berjubah hitam itu tidak membawa senior karena mereka tahu bahwa senior bukanlah gadis biasa, senior mempunyai kekuatan yang tidak biasa. Yah, pasti seperti itu. Iya kan?!" ucap siswa senior lainnya sambil menyenggol lengan teman yang duduk di sampingnya.
"Ah, ya. Pasti seperti itu," ucap keempat siswa senior kompak.
"Yah, mungkin saja," ucap Yue Yin kembali dengan nada santai setelah suasana hatinya kembali tenang.
***
Salah seorang penjaga gerbang melihat dua siswa senior kembali dan membawa seorang wanita dengan pakaian yang berlumuran darah, ia sangat terkejut dan langsung membantu membawa wanita yang sampai saat ini masih juga tidak sadarkan diri ke dalam aula pengobatan.
"Kita harus segera menemui ketua," ucap siswa senior pada temannya, merekapun berbalik arah dan berjalan dengan tergesa-gesa menuju aula ketua.
"Salam Ketua." kedua siswa senior itu memberi hormat pada ketua Guan Lao setelah sampai di aula ketua.
"Ketua, dalam perjalanan kami di serang sekumpulan serigala, dan dua teman kami masih bertarung dengan kawanan serigala itu, mohon ketua selamatkan teman kami," ucap salah satu siswa senior.
"Baiklah, perintahkan siswa senior yang lain untuk segera pergi membantu menaklukan Para serigala itu!" ucap ketua Guan Lao.
"Baik ketua." ucap salah satu siswa senior dan segera pergi menjalankan perintah.
"Ceritakan apa yang terjadi!" ucap ketua Guan Lao sambil memperhatikan siswa senior dihadapannya, pasalnya pakaian yang siswanya kenakan saat ini penuh dengan noda darah.
"Ketua, sebenarnya, kami kembali atas perintah senior Jia Li, kami juga membawa korban seorang wanita yang kini sudah diantar ke aula pengobatan." Kemudian siswa senior itu menyerahkan barang-barang yang di temukan di dalam hutan perbatasan dan kembali menceritakan apa saja yang telah di perintahkan oleh seniornya Jia Li.
"Ketua, senior Jia Li mengatakan bahwa wanita yang terluka itu baru menjalani proses
persalinan, tapi kemudian bayi yang dilahirkan oleh wanita itu malah berusaha untuk memakan wanita itu yang tidak lain adalah ibunya sendiri," ucap siswa senior.
"Lalu, kemana Jia Li dan Ming Shu sekarang?" tanya tetua Ming Hao yang baru saja datang dan mendengar apa yang siswa senior itu ucapkan.
"Salam master." siswa senior itu memberi hormat terlebih dahulu lalu kemudian menjawab. "Senior Jia Li, pergi menemani tuan muda Ming bersama empat siswa senior lainnya ke desa sunyi."
"Apa? Bukankah ini terlalu berbahaya?!" seru tetua Ming Hao.
"Senior Jia Li meminta kami menyusul ke desa sunyi dengan membawa tambahan siswa senior lainnya," terang siswa senior itu.
"Ketua, sepertinya kita harus mengirimkan salah satu guru pembimbing untuk memimpin beberapa siswa senior pergi ke desa sunyi," ucap tetua Ming Hao.
"Aku setuju dengan pendapat mu. Ini sangat mencurigakan, jika yang wanita itu katakan benar, maka sudah pasti anak yang di lahir kan wanita itu bukanlah manusia biasa!" ucap ketua Guan Lao.
"Kalau begitu, sekarang kau tugaskan salah satu guru pembimbing dan sepuluh siswa senior. Perintahkan mereka untuk segera berangkat ke desa sunyi!" ucap ketua Guan Lao pada tetua Ming Hao.
***
Seekor panda menyerahkan cincin yang selama ini ia jaga kepada Guan Lin, panda itu mengulurkan tangannya dan memindahkan cincin yang ia pegang ke tangan Guan Lin.
Guan Lin yang sedang termenung sempat kaget saat tangannya bersentuhan dengan panda yang sudah beberapa malam ini menemaninya di dasar jurang.
Guan Lin berkedip saat panda dihadapannya ini, tiba-tiba memberikan sebuah aksesoris berupa cincin kepadanya.
"Apa ini sebuah tanda cinta? Apa baru saja kau mengutarakan perasaanmu padaku?" tanya Guan Lin pada panda yang saat ini berada sangat dekat di hadapannya.
"Haish, kau tau, meski kita terjebak untuk selamanya di jurang ini, tapi aku tidak akan pernah menerima cintamu!" seru Guan Lin.
Namun panda itu hanya memberikan tatapan aneh pada Guan Lin.
Guan Lin pun kini mulai memperhatikan cincin yang panda itu berikan kepadanya dengan seksama.
"Kau dapat cincin ini dari mana? Sepertinya ini bukan cincin biasa, aku tidak pernah melihat cincin yang seperti ini sebelumnya," ucap Guan Lin.
Kemudian Guan Lin mencoba memakai cincin itu, dan ternyata pas di pakai di jarinya.
"Terima kasih," ucap Guan Lin pada panda itu.
Panda itu hanya menganggukkan kepalanya dan kembali duduk di tempatnya semula sambil memainkan batang bambu kesukaannya.
Namun tidak sengaja ujung batang bambu itu menggores tangan Guan Lin, dan seketika darah merembes keluar lalu menetes pada cincin yang baru saja Guan Lin pakai.
Seketika batu yang ada pada cincin itu bersinar terang, dan membuat perhatian Guan Lin teralihkan, kini perhatian Guan Lin hanya terfokus pada batu cincin itu.
Tanpa Guan Lin sadari Guan Lin bisa melihat apa isi dari dalam batu cincin itu, batu cincin yang terlihat kecil ternyata mempunyai ruang yang cukup luas di dalamnya.
Juga Guan Lin bisa melihat ada beberapa benda di dalam batu cincin itu seperti pakaian, pedang, makanan dan juga benda-benda lainnya.
Guan Lin menatap takjub pada batu cincin yang sedang ia kenakan saat ini, sampai mulutnya terbuka dan hendak meneteskan air liur saat ia melihat beberapa makanan yang menurutnya sangat menggugah selera, tanpa menunggu lama Guan Lin langsung mengarahkan pikirannya dan mengeluarkan makanan itu.
Dan tanpa diduga, ternyata Guan Lin benar-benar berhasil mengeluarkan makanan itu, kini dihadapan Guan Lin terdapat makanan yang sangat menggugah selera.
Namun saat Guan Lin hendak meraihnya, ia kalah cepat oleh si panda gendut di hadapannya.
Guan Lin berdecak kesal saat menyaksikan panda itu melahap makanan yang baru saja Guan Lin dapatkan.
"Haish.. Panda nakal!" kesal Guan Lin, kini fokus Guan Lin kembali pada batu cincin yang masih setia melingkar di jarinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
lucuuu kalah sama c panda,,,
wahh enk bener itu punya cincin kyk harta karun
2023-09-19
0
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
cincin ny harus dksih minum dlu,, nnt menyatu am raga kita🤭
2023-09-19
0
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
😂😂😂meski udah gk ad cwe maupun panda,, ya tinggl ke thailand ajj🤭🤭
2023-09-19
0