Pertarungan di Desa Makmur

Langkah semua orang berjubah hitam, kini terhenti setelah melihat salah satu dari mereka jatuh tersungkur karena ulah Jia Li yang berhasil memberikan tendangan pada si penculik.

"Heh, rasakan itu Ferguso, itu baru hal kecil untuk permulaan sebagai balasan atas apa yang telah kau lakukan terhadap ku!" hardik Jia Li.

Ke empat teman Jia Li juga melakukan hal yang sama seperti Jia Li, mereka segera melepaskan diri dan langsung bergabung bersama Jia Li.

Setelah melihat Jia Li sudah mulai beraksi, Jing Mi langsung melemparkan pedang ke arah Jia Li dan Jia Li segera menangkap pedang yang Jing Mi lemparkan ke arahnya.

"Dan sekarang rasakan balasan dariku yang sesungguhnya." tanpa menunda waktu, Jia Li mencabut pedang dari sarungnya dan langsung mengarahkannya pada si penculik yang kini masih diam terduduk di hadapannya.

Para petarung dan senior akademi langsung ikut bergabung dalam pertarungan, mereka yang berjumlah empat belas orang bertarung satu lawan satu.

Sementara orang berjubah hitam satunya yang di duga bos dari orang-orang berjubah hitam itu terus berlari ke arah cahaya di luar gerbang.

Feng Ying dan Jing Mi yang melihat si bos berjubah hitam hendak melarikan diri segera mengejarnya. Semakin mendekat ke arah cahaya itu, Feng Ying dan Jing Mi melihat ada seseorang yang juga mengenakan pakaian serba hitam sedang memperhatikan ke arah mereka.

Sambil terus berlari si bos berjubah hitam mengangkat sebelah tangan dan mengibaskan nya seolah memberi isyarat pada orang yang sedang menunggunya itu untuk segera pergi.

Kini perhatian Feng Ying dan Jing Mi terfokus pada orang berjubah hitam dan cahaya yang ada di depannya, seketika Feng Ying dan Jing Mi begitu terkejut saat melihat orang berjubah hitam itu masuk kedalam cahaya dan menghilang begitu saja dari pandangan mereka.

"Kemana orang berjubah hitam dan cahaya itu pergi?!"batin Jing Mi.

Melihat Feng Ying dan Jing Mi sedang terfokus dengan apa yang mereka lihat, si bos berjubah hitam tidak tinggal diam, ia memanfaatkan kelengahan Jing Mi dan Feng Ying untuk segera melarikan diri.

Namun begitu si bos berjubah hitam membalikan badan dan hendak melangkahkan kakinya, niat si bos berjubah hitam terpaksa harus ia urungkan karena Feng Ying menyadari niat si bos berjubah hitam yang akan melarikan diri.

Feng ying melompati si bos berjubah hitam, kini si bos berjubah hitam dan Feng Ying saling berhadap-hadapan.

"Hendak melarikan diri?" Feng Ying menatap orang di hadapannya dengan sangat tajam.

Sementara si bos berjubah hitam itu hanya bisa meneguk ludahnya dengan kasar.

"Heh, tak ku sangka, orang-orang berjubah hitam yang telah dengan tega membantai warga desa, ternyata tidak lebih dari sekumpulan orang-orang pengecut!" hardik Jing Mi.

"Siapa kau bilang pengecut, hah!" teriak si bos sambil menarik pedangnya dan berbalik menyerang Jing Mi.

Jing Mi menahan serangan si bos berjubah hitam dengan pedangnya sambil terus berkata.

"Kalau bukan pengecut, lalu apa, selalu berusaha melarikan diri saat bertemu lawan," ledek Jing Mi.

Feng Ying juga tidak tinggal diam, ia membantu Jing Mi untuk menaklukkan si bos dari orang-orang berjubah hitam itu.

Si bos berjubah hitam mengarahkan pedangnya ke arah Jing Mi hendak menusuk bagian perut Jing Mi, namun pedangnya di tangkis oleh Feng Ying dan Jing Mi memanfaatkan situasi itu untuk menebaskan pedangnya ke kaki si bos berjubah hitam.

Namun si bos berjubah hitam menyadarinya dan ia langsung menahan pedang Jing Mi dengan pedang nya, kini Feng Ying memutar tubuhnya dan bertukar posisi dengan Jing Mi untuk melancarkan serangan.

Namun lagi dan lagi si bos berjubah hitam itu selalu bisa menangkis serangan yang dilancarkan Jing Mi maupun Feng Ying, pertarungan pun semakin sengit antara Jing Mi dan Feng Ying melawan si bos berjubah hitam.

***

Saat ini pertarungan Jia Li dan semua rekannya juga tidak kalah sengit, mereka saling bertukar serangan.

Yang paling bersemangat dalam pertarungannya tentu saja Jia Li, ia tidak memberikan kesempatan pada lawannya untuk membalas serangannya.

Berulang kali Jia Li mendaratkan pukulan dan tendangan pada lawannya, Jia Li juga tidak segan-segan menggoreskan pedangnya pada kaki ataupun lengan orang berjubah hitam yang kini menjadi Samsak untuk Jia Li.

Melihat cara bertarung Jia Li dan ke empat teman perempuannya, membuat kaum lelaki merasa ngeri sendiri.

"Perempuan jika sudah marah sangat mengerikan," bisik salah satu petarung.

"Lebih mengerikan dari singa yang sedang mengaum," bisik salah satu senior lelaki ikut menimpali, yang mendapat anggukan dari semua teman lelaki lainnya.

"Nona Jia Li, apakah anda tidak terlalu berlebihan?" salah seorang petarung yang usianya paling muda berusaha menegur Jia Li yang kini masih saja melampiaskan kekesalannya pada orang yang telah dengan berani memperlakukan Jia Li layaknya karung beras.

"Ah, maaf. Aku terlalu terbawa suasana,' jawab Jia Li sambil tersenyum kikuk.

Jia Li mengedarkan pandangannya dan melihat semua rekannya telah berhenti bertarung dan hanya Jia Li yang masih berlanjut dalam melakukan serangan pada lawannya.

Pada akhirnya Jia Li melepaskan orang yang telah menjadi Samsak nya, dengan terpaksa Jia Li harus membiarkan orang itu hidup karena salah satu peraturan di akademi pedang dan sihir adalah, tidak di perbolehkan saling membunuh sesama umat manusia.

Kini semua orang berjubah hitam itu telah di ikat dan dikumpulkan menjadi satu.

"Tidak di sangka, ternyata mereka semua hanyalah sekumpulan orang lemah," ucap Jia Li yang mendapatkan anggukan dari semua temannya.

***

Sesaat Jing Mi mengarahkan pandangannya ke arah Jia Li, dan saat Jing Mi lengah, si bos berjubah hitam langsung mengangkat pedangnya hendak menusuk dada Jing Mi.

Namun Jing Mi segera mundur untuk sesaat kemudian Feng Ying menebaskan pedangnya ke tangan si bos berjubah hitam, Jing Mi maju kembali kemudian memberikan tendangan tepat di dada si bos berjubah hitam dengan menggunakan energi.

Pada akhirnya si bos berjubah hitam itu terlempar ke belakang dan menubruk batang pohon, pedang yang si bos berjubah hitam pegang pun terlepas dan jatuh kebawah.

Si bos berjubah hitam memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, ia pun merintih kesakitan sambil menahan sakit di dada dan juga luka sayatan di tangannya.

"Kalian bilang kami pengecut, lalu yang kalian lakukan apa, beraninya bertarung main keroyokan, dasar pecundang! Cuih." si bos berjubah hitam membuang ludah bercampur darah dengan kasar.

"Kalau berani lawan aku satu-lawan satu!" ucap si bos berjubah hitam.

"Kau tidak punya hak untuk tawar menawar, karena kau sudah kalah, sekarang katakan kemana kalian membawa para gadis itu?" bentak Feng Ying.

"Ha... ha.... ha....kalian tidak akan pernah bisa menemukan gadis-gadis itu, karena mereka sudah di bawa ketempat yang jauh!" ucap si bos dengan suara yang mulai melemah.

"Apa tujuan kalian membawa para gadis dari desa ini?" Tanya Jing Mi.

"Saya tidak tau, saya hanya menjalankan perintah untuk membawa beberapa gadis," elak si bos berjubah hitam.

"Mana mungkin kau tidak tau, bukankah kau bos nya?" Jing Mi kembali bertanya.

"Aku, ha ha ha........." kembali si bos berjubah hitam itu tertawa.

"kalian salah besar, mana mungkin aku bosnya," ucap si bos berjubah hitam.

"Asal kalian tau, bos kami itu sangatlah hebat, aku ini yang paling lemah di antara para saudaraku." si bos berjubah hitam menarik nafas dan kemudian melanjutkan ucapannya.

"Jadi kalian bersiap-siap lah untuk menerima kehancuran kalian semu di masa depan. Ha ha ha....... ha ha ha....."

Orang yang mengaku paling lemah di antara saudaranya itu tertawa sampai lepas lalu menyemburkan darah kembali dari mulutnya dan kemudian ia pun menghembuskan nafas terakhirnya.

Dan hal sama pun terjadi pada orang-orang berjubah hitam yang lainnya, mereka semua memuntahkan darah kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.

Jia Li dan teman-teman lainnya menyaksikan orang-orang berjubah hitam mati begitu saja di hadapan mereka, membuat semua orang menjadi terdiam.

"Kenapa bisa begitu?" batin semua orang.

Dalam hati mereka semu kini bertanya-tanya, apa yang membuat orang-orang itu bisa mati secara mendadak seperti itu.

Terpopuler

Comments

༄⍟Mᷤbᷡah³_Atta࿐

༄⍟Mᷤbᷡah³_Atta࿐

Ceritanya makin mantap 👍👍

2023-10-23

0

Alan Bumi

Alan Bumi

semu = semua

2023-10-17

1

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

mati berjamaah orang2 berjubah hitam mungkin mereka telah meminum racun🤔sebelum bertarung

2023-10-13

1

lihat semua
Episodes
1 Ratusan tahun yang lalu.
2 Tiba di akademi pedang dan sihir
3 Mulai pembelajaran
4 Salah paham
5 Kelas sihir.
6 Pembantaian di Desa Terbuang
7 Guan Lin dan Ming Shu
8 Utusan Hong Li
9 Kedatangan utusan Jin Hui
10 Penculikan di Desa Makmur
11 Pertarungan di Desa Makmur
12 Lien Hua
13 Sekumpulan serigala
14 Jatuh ke dalam jurang
15 Pembagian tugas
16 Ingatan di masa lalu
17 Menuju Desa Sunyi
18 Penginapan Persinggahan
19 Cincin penyimpanan
20 Kebenaran di Desa Sunyi.
21 Misi penyelamatan
22 Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23 Kedatangan Guan Lin
24 Tongkat bambu kesayangan
25 Kemarahan Guan Lin
26 Keadaan di Desa Sunyi
27 Pergi dari Desa Sunyi
28 Tiba di akademi pedang dan sihir
29 Tiba di pusat kota
30 Penginapan seribu bunga
31 Misteri di penginapan Seribu Bunga
32 Identitas Tetua Yu
33 Membuat sebuah rencana
34 Giok teleportasi
35 Awal Dari kehancuran
36 Tian Zhao
37 Pertarungan di penginapan seribu bunga
38 Tian Zhi vs Tian Zhao
39 Serangan di akademi pedang dan sihir
40 Hancurnya penginapan seribu bunga
41 Hancurnya segel perbatasan
42 Masa penyembuhan
43 Keyakinan tetua Nuwa
44 Bertemu di tengah jalan
45 Suasana haru
46 Perang dimulai
47 Pang Xiongmao
48 Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49 isi hati author Mirles
50 Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51 kekalahan siluman rubah
52 Kematian sang penguasa siluman naga batu
53 Kemenangan dan awal kehancuran
54 Awal baru dimulai
55 Zhi Lin
56 Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57 Acara kompetisi
58 Babak kedua : Adu kekuatan
59 Adu kekuatan
60 Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61 Labirin
62 Energi kegelapan
63 Akhir cerita/tamat
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Ratusan tahun yang lalu.
2
Tiba di akademi pedang dan sihir
3
Mulai pembelajaran
4
Salah paham
5
Kelas sihir.
6
Pembantaian di Desa Terbuang
7
Guan Lin dan Ming Shu
8
Utusan Hong Li
9
Kedatangan utusan Jin Hui
10
Penculikan di Desa Makmur
11
Pertarungan di Desa Makmur
12
Lien Hua
13
Sekumpulan serigala
14
Jatuh ke dalam jurang
15
Pembagian tugas
16
Ingatan di masa lalu
17
Menuju Desa Sunyi
18
Penginapan Persinggahan
19
Cincin penyimpanan
20
Kebenaran di Desa Sunyi.
21
Misi penyelamatan
22
Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23
Kedatangan Guan Lin
24
Tongkat bambu kesayangan
25
Kemarahan Guan Lin
26
Keadaan di Desa Sunyi
27
Pergi dari Desa Sunyi
28
Tiba di akademi pedang dan sihir
29
Tiba di pusat kota
30
Penginapan seribu bunga
31
Misteri di penginapan Seribu Bunga
32
Identitas Tetua Yu
33
Membuat sebuah rencana
34
Giok teleportasi
35
Awal Dari kehancuran
36
Tian Zhao
37
Pertarungan di penginapan seribu bunga
38
Tian Zhi vs Tian Zhao
39
Serangan di akademi pedang dan sihir
40
Hancurnya penginapan seribu bunga
41
Hancurnya segel perbatasan
42
Masa penyembuhan
43
Keyakinan tetua Nuwa
44
Bertemu di tengah jalan
45
Suasana haru
46
Perang dimulai
47
Pang Xiongmao
48
Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49
isi hati author Mirles
50
Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51
kekalahan siluman rubah
52
Kematian sang penguasa siluman naga batu
53
Kemenangan dan awal kehancuran
54
Awal baru dimulai
55
Zhi Lin
56
Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57
Acara kompetisi
58
Babak kedua : Adu kekuatan
59
Adu kekuatan
60
Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61
Labirin
62
Energi kegelapan
63
Akhir cerita/tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!