Utusan Jin Hui menempuh perjalanan ke akademi pedang dan sihir dengan menunggang kuda, setelah memakan waktu satu hari satu malam akhirnya utusan jin Hui sampai di depan gerbang akademi pedang dan sihir.
Penjaga gerbang yang menyadari kedatangan utusan Jin Hui segera menyuruh temannya untuk segera melapor pada sang ketua akademi, sementara ia menyambut kedatangan utusan Jin Hui dan langsung mempersilahkannya masuk.
Dengan di antar salah satu penjaga, utusan Jin Hui memasuki pekarangan akademi dan berjalan menuju aula ketua akademi yaitu ketua Guan Lao.
Ketua Guan Lao yang sebelumnya sudah tau kedatangan utusan Jin Hui dari penjaga yang melaporkan, sengaja menyambut utusan Jin Hui di depan aula.
"Salam Ketua agung"Jin Hui memberi hormat pada ketua Guan Lao.
Ketua Guan Lao mengangguk tanda menerima hormat.
"Selamat datang tuan Jin Hui, silahkan masuk," ketua Guan Lao menyambut kedatangan utusan Jin Hui dengan ramah.
Di dalam aula utusan Jin Hui memberikan sebuah kotak yang berisikan surat dari sang penguasa Tian Ma.
"Ketua Guan, saya di utus oleh yang mulia Tian Ma untuk memberikan surat ini langsung kepada ketua Guan!" Ucap Jin Hui sambil menyerahkan sebuah kotak berisi surat dari penguasa Tian Ma.
"Mn, terima kasih tuan Jin Hui!" ucap ketua Guan Lao sambil menerima kotak surat itu.
Ketua Guan Lao langsung membuka surat itu di hadapan utusan Jin Hui dan membacanya, seketika kening ketua Guan Lao mengkerut saat membaca kata demi kata yang di tulis oleh sahabatnya penguasa Tian Ma.
Setelah selesai membaca deretan kata yang tertulis dalam isi surat itu, ketua Guan Lao terdiam sesaat untuk berpikir.
"Baiklah saya mengerti! Untuk malam ini sebaiknya tuan jin Hui beristirahat terlebih dahulu di akademi, tuan jin Hui pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh tanpa beristirahat dengan cukup."
"Terima kasih Ketua," ucap Jin Hui.
Ketua Guan Lao pun memanggil salah satu penjaga untuk mengantarkan utusan Jin Hui ke tempat yang di sediakan untuk istirahat para tamu.
Setelah kepergian utusan Jin Hui, ketua Guan Lao kembali memanggil penjaga untuk segera memanggil tetua Ming Hao.
***
Udara terasa sejuk dengan berhembus kan angin pegunungan yang membuat suasana menjadi kian bertambah sunyi, sama seperti suasana hati yang dirasakan oleh Guan Lin saat ini.
"Aiya.. Disini benar-benar membosankan, aku bagaikan hidup di jaman purba, hidup seorang diri tanpa ada yang menemani, sungguh betapa menyedihkannya hidup seorang Guan Lin ini!" keluh Guan Lin.
Untuk hari pertama Guan Lin merasa sangat kesepian harus tinggal di atas gunung sendirian, Guan Lin yang biasanya selalu hidup dengan ceria kini nampak sedang melamun seorang diri sambil menyandarkan punggungnya pada sebatang pohon.
Baru satu hari tinggal sendirian Guan Lin sudah sangat merindukan orang-orang disekitarnya. Guan Lin rindu pada sang ayah yang selalu memanjakannya, rindu pada sang ibu yang selalu menceramahi nya dan rindu pada sahabatnya Tian Zhi yang selalu memberikan perhatian padanya. Dan juga Guan Lin mulai merindukan sosok Ming Shu yang selalu setia menemaninya di setiap Guan Lin berbuat ulah.
Teringat itu semua Guan Lin merasakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan hadir dalam hatinya, pada akhirnya Guan Lin pun bertekad untuk segera kembali ke akademi dan berkumpul bersama orang-orang yang Guan Lin sayangi.
"Baiklah, kalau begitu mari kita mulai belajar dengan serius, seperti kata ayah, aku pasti bisa karena aku anak yang cerdas."
Kemudian Guan Lin mengedarkan pandangannya ke sekitar dan menemukan sebuah ranting pohon yang tergeletak tidak jauh dari tempat ia berdiri.
Guan Lin pun mengambilnya dan mulai memutar-mutar ranting itu dengan tangan kanannya, setelah merasa yakin Guan Lin pun menggunakannya untuk mulai berlatih gerakan pedang sesuai yang di ajarkan tetua Ming Hao.
"Karena aku tidak suka dengan benda tajam maka mulai sekarang aku akan menggunakan tongkat sebagai pengganti pedang," gumam Guan Lin.
Pada dasarnya Guan Lin memang anak yang cerdas, Guan Lin bukannya tidak bisa mengikuti arahan ataupun tidak memahami apa yang di ajarkan, hanya saja Guan Lin memang tidak berniat untuk melakukannya. Dan sekarang Guan Lin akan mencoba berlatih dengan arahan yang masih Guan Lin ingat karena selain cerdas Gua Lin juga mempunyai ingatan yang kuat.
*
Berbeda dengan Ming Shu yang memang sudah lebih dewasa dari Guan Lin, ia memanfaatkan waktu sendirinya untuk terus berlatih sihir elemen api.
Saat ini Ming Shu sedang berusaha mempelajari jurus sihir elemen api, Ming Shu membuka sebuah buku yang di berikan oleh sang ayah sebelumnya untuk di pelajari.
Di dalam buku itu tertulis lima jurus sihir elemen api, pada halaman pertama tertulis 'FIRE BLAS' yang berarti menghempaskan api, juga ada penjelasan tentang bagaimana cara mempelajarinya.
Di halaman selanjutnya tertulis 'FLAMES' Yang berarti menimbulkan kebakaran, di bawahnya juga ada penjelasan tentang cara pembelajarannya.
Dan di halaman berikutnya tertulis 'SUPERNOVA' yang berarti ledakan api.
Halaman berikutnya tertulis 'FLAMETHROWER' yang berarti semburan api, namun jurus ini memerlukan pemahaman yang tinggi.
Dan yang terakhir 'FIRE BLADS" yang berarti memadatkan api dan membentuknya menjadi sebuah pedang, namun selain memerlukan pemahaman tinggi jurus ini juga memiliki tingkat kesulitan yang paling tinggi.
Pada akhirnya Ming Shu memutuskan untuk mempelajari jurus yang pertama terlebih dahulu yaitu 'FIRE BLAS' yang berarti hempasan api.
Ming Shu pun kini mulai berkonsentrasi untuk memusatkan pikirannya dan mengeluarkan sihir api dari telapak tangannya sesuai arahan dari buku yang dia baca.
Sebelum itu Ming Shu menyemangati dirinya sendiri bahwa dia pasti bisa, Ming Shu selalu ingat nasehat yang tetua Nuwa berikan bahwa kunci awal dari keberhasilan adalah percaya pada kemampuan diri kita sendiri dan berlatih terus sampai bisa.
***
Setelah tetua Ming Hao memasuki aula, tanpa basa basi ketua Guan Lao langsung mengutarakan tujuannya pada tetua Ming Hao, sambil menyerahkan surat pemberian dari penguasa Tian Ma setelah tetua Ming Hao duduk di kursi yang ada di seberangnya.
"Kita harus mengirimkan beberapa siswa senior untuk membatu memecahkan masalah yang sedang menimpa warga desa makmur!" ucap ketua Guan Lao.
"Masalah apa yang sedang terjadi?" tanya tetua Ming Hao sambil membuka lipatan surat yang ia terima.
"Terjadi kasus hilangnya beberapa anak gadis warga di desa makmur" jawab ketua Guan Lao.
"Apa ini semacam penculikan?" kembali tetua Ming Hao bertanya.
"Entahlah, belum di ketahui pasti, maka dari itu kita harus menyelidiki situasinya terlebih dahulu." ketua Guan Lao juga belum tahu kepastian kasus hilangnya para gadis itu.
"Baiklah, aku akan mengatur beberapa siswa senior untuk menyelidikinya," ucap tetua Ming Hao sambil melipat kembali surat yang telah ia baca.
"Dan untuk masalah kelompok pembantai itu..... Beritahukan kepada semua siswa untuk selalu berhati-hati, jika mereka bertemu dengan sekelompok orang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan jubah berlambang laba-laba!" perintah ketua Guan Lao.
"Kalau begitu sebaiknya kita membuat sebuah pengumuman, supaya siswa kita tahu dan bisa lebih berhati-hati saat keluar dari akademi!" usul tetua Ming Hao dan di setujui oleh ketua Guan Lao.
.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐
siapa yg sekelompok orang yg mengenakan pakaian hitam dengan jubah berlambang laba2🤔
mengapa siswa akademi hrs berhati2, jk bertemu mereka
Guan Lin & Ming Shu semangatlah 💪💪💪
2023-10-10
0
🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•
isi nya apa emang?
2023-09-19
0
☠ᵏᵋᶜᶟ🥀⃟ʙʟͤᴀͬᴄᷠᴋͥʀᴏsᴇ
cara hormatnya gmn yaa 🤔🤔🤔
2023-09-18
0