Di sebuah desa yang bernama 'Desa Makmur' yang terletak di pinggiran kota juga bersebelahan dengan desa terbuang yang sebelumnya telah terjadi peristiwa pembantaian, kini nampak begitu sepi tidak seramai biasanya.
Desa makmur terkenal dengan penduduknya yang ramah dan terbiasa saling tolong menolong, warga desa makmur selalu kompak di bawah kepemimpinan Duan Ming sang pemimpin di desa makmur.
Sesuai dengan namanya, desa ini begitu makmur dan seluruh warganya pun hidup dengan sejahtera. Maka dari itu rumah warga di desa makmur jauh lebih padat daripada di desa terbuang.
Namun kini semua warga desa makmur sedang diliputi oleh rasa takut di setiap hati para orang tua yang mempunyai anak gadis, Duan Ming sang pemimpin desa makmur telah membuat laporan dan meminta bantuan pada sang penguasa kota untuk menangani masalah hilangnya anak gadis dari beberapa warga yang ia pimpin.
Dan pada hari ini datanglah beberapa petarung yang telah dikirim oleh sang penguasa kota, para petarung itu di pimpin oleh Feng Ying untuk membantu menyelesaikan masalah tentang anak gadis di desa makmur yang hilang.
Juga telah datang beberapa siswa senior akademi pedang dan sihir yang di pimpin oleh Jia Li dan Jing Mi, kini mereka semua sedang berkumpul di tempat pemimpin desa Duan Ming untuk menyusun rencana.
"Bagaimana kalau nanti malam semua anak gadis warga desa kita kumpulkan menjadi satu dan bentuk penjagaan untuk melindungi mereka," usul Jia Li.
"Itu bukan solusi yang tepat, mereka akan curiga dan akan dengan mudah bisa membaca rencana kita," balas Jing Mi.
"Sebenarnya rencana untuk mengumpulkan para gadis itu tidaklah buruk, akan tetapi kita harus menyisakan beberapa gadis untuk tetap tinggal di rumah mereka masing-masing!" timpal Feng Ying.
"Jadi maksud tuan Feng Ying kita menjadikan beberapa gadis itu untuk umpan?" tanya Jia Li memastikan.
"Tepat sekali, kita ikuti kemana si penculik itu membawa para gadis itu pergi." terang Feng Ying.
"Tapi itu terlalu beresiko untuk para anak gadis itu." pemimpin Duan Ming mengutarakan keraguannya.
"Tuan Duan Ming tidak perlu khawatir, karena gadis yang akan menjadi umpan bukanlah anak gadis dari para warga," ucap Jing Mi sambil mengarahkan pandangannya pada Jia Li dengan penuh arti.
Seketika tengkuk Jia Li mendadak menjadi dingin, saat melihat semua mata kini tertuju padanya, dan tatapan itu seolah-olah menyatakan 'kau lah umpan yang tepat'.
"Haahh..." Jia Li menghela nafas sejenak sebelum ia berucap. "Baiklah, karena aku seorang gadis yang pemberani, maka aku bersedia untuk menjadi umpan." akhirnya Jia Li pun dengan pasrah menyetujui untuk di jadikan umpan.
"Tenanglah, aku akan selalu melindungi mu!" ucap Jing Mi meyakinkan.
Merekapun lanjut berdiskusi untuk menyusun rencana selanjutnya, dengan saling bertukar pendapat sampai sebuah rencana pun akhirnya telah tersusun dengan rapi.
Pemimpin Duan Ming kini merasa lebih tenang setelah kedatangan para petarung dan senior dari akademi pedang dan sihir, karena sejauh ini apapun masalahnya mereka bisa mengatasi permasalahan dengan baik.
Dan kini pemimpin Duan Ming mulai disibukan untuk mengumpulkan semua anak gadis warga desa makmur dan menempatkan mereka semua di kediamannya, dan hanya menyisakan Jia Li beserta empat temannya untuk menggantikan beberapa gadis tinggal di rumah warga.
***
Sang mentari telah kembali ke peraduannya dan kini telah di gantikan oleh sang rembulan yang di temani para bintang, sungguh indah pemandangan langit di malam ini, namun suasana di desa makmur begitu sunyi , tidak ada seorang pun yang berniat untuk menikmati indahnya pemandangan langit malam ini.
Feng Ying dan Jing Mi nampak sedang memperhatikan keadaan di sekeliling dengan seksama, semua para petarung dan para siswa senior pun kini sudah siap di posisinya masing-masing.
Dari kejauhan nampak lah sekumpulan orang yang mengenakan pakaian serba hitam dengan jubah berlambang laba-laba, mereka yang berjumlah lima belas orang kini mulai berjalan memasuki desa makmur dari arah gerbang belakang desa makmur.
Feng Ying dan Jing Mi memberi kode pada kawan-kawannya untuk bersiap, melihat ciri-ciri mereka sama persis seperti yang di umumkan sebelumnya mereka yakin bahwa orang-orang itu sama dengan orang-orang yang telah membantai di desa terbuang.
Kini orang-orang berjubah hitam itu mulai berjalan dengan perlahan dan memasuki satu persatu rumah warga secara berpasangan, dan hanya menyisakan satu orang di luar rumah yang di duga adalah bos dari sekumpulan orang berjubah hitam itu.
Mereka semua terus saja berjalan keluar masuk dari rumah ke rumah beberapa warga untuk mencari target penculikan.
Sampai tibalah mereka di rumah warga yang di tempati oleh Jia Li dan juga yang di tempati oleh ke empat temannya, mereka membawa keluar Jia Li dan ke empat temannya dengan cara di panggul.
Ya, sebelumnya Jia Li dan teman-temannya sudah di peringatkan terlebih dahulu atas kemungkinan-kemungkinan yang akan di lakukan oleh si penculik saat akan membawa mereka.
Jia Li yang sedang berbaring di atas ranjang sambil memejamkan matanya kini ia merasakan adanya pergerakan, tidak lama kemudian dua orang masuk kedalam kamar yang Jia Li tempati.
Jia Li pun segera menahan nafas saat seseorang tiba-tiba membekapnya dengan kain, Jia Li pun memutuskan berpura-pura pingsan untuk mengelabui si penculik.
"Oh pantas saja aksi mereka begitu apik, ternyata mereka memberikan obat penghilang kesadaran terlebih dahulu. Sialan, untung saja aku selalu waspada sehingga aku belum sempat menghirup obat itu!" batin Jia Li.
Jia Li berhasil mengelabui si penculik, kini Jia Li di bawa keluar dari rumah dengan cara di panggul di pundak salah satu si penculik.
"Aiss, sudah seperti karung beras saja," gumam Jia Li, "Awas saja kalian, akan ku buat kalian menyesal karena telah memperlakukan seorang Jia Li seperti ini!" umpat Jia Li.
Jia Li sungguh kesal, dia terus saja mengeluarkan umpatannya dalam hati, ia sangat tidak bisa menerima di perlakukan seperti ini oleh para penculik itu.
Saat melihat anak buahnya sudah mendapatkan lima gadis, orang yang di duga bos dari sekumpulan orang-orang berjubah hitam itupun memberi tanda pada anak buahnya untuk segera kembali.
Orang-orang berjubah hitam itu berjalan kembali ke arah gerbang belakang desa makmur, Sementara Feng Ying dan Jing Mi beserta para petarung dan para senior lainnya segera mengikuti mereka dari belakang dengan sangat berhati-hati.
Namun begitu sampai di depan gerbang belakang desa makmur, semua orang bisa melihat dengan jelas bahwa adanya sebuah cahaya yang berukuran seukuran pintu.
Jia Li yang di panggul oleh salah satu orang-orang berjubah hitam itu membuka matanya karena merasa silau, Jia Li begitu terkejut saat melihat sebuah cahaya yang ada di depan matanya. Dengan sekuat tenaga Lia Li melepaskan diri dari si penculik dengan cara bersalto di udara sambil menendang si penculik itu sebelum Jian Li kembali menapakkan kedua kakinya dengan sempurna di atas tanah.
.........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐
wah Jia Lin semoga km bs masuk k pintu yg ada cahaya
supaya bs menyelamatkan para wanita yg di tangkap
2023-10-12
1
🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐
cerdik juga Jia Lin pura2 pingsan🤭di bekap mulut y dengan kain
2023-10-12
1
Akari
agak beresiko, tapi gw setuju dngn rencananya
2023-09-26
0