Mulai pembelajaran

Di pagi hari Tian Zhi sudah rapi dengan seragam putih akademi yang ia kenakan, ini adalah hari pertama Tian Zhi akan menuntut ilmu di akademi pedang dan sihir.

Tian Zhi sudah sangat siap untuk menjalani harinya, tapi sebelum berangkat terlebih dahulu Tian Zhi memastikan teman barunya apakah sudah siap atau belum, karena sebelumnya tetua Nuwa sempat memberitahunya beberapa kebiasaan dari teman barunya itu. Salah satu kebiasaannya adalah jika sudah tertidur maka akan sangat susah di bangunkan.

"Tok tok tok"

Tian Zhi mengetuk pintu kamar Guan Lin untuk yang kesekian kalinya namun tidak ada respon sama sekali, kemudian Tian Zhi pun berusaha memanggil Guan Lin dari balik pintu, namun sayangnya sama sekali tidak ada tanda-tanda pergerakan ataupun sahutan dari dalam.

Pada akhirnya Tian Zhi membuka pintu dan mendorongnya dengan perlahan, begitu pintu terbuka nampak lah sosok Guan Lin kecil yang masih menelungkup di atas kasur dengan mata terpejam.

Tian Zhi hanya bisa menghela nafas melihat teman barunya ini yang masih terlelap dari tidurnya padahal sebentar lagi kelas etika akan segera di mulai.

Dengan perlahan Tian Zhi membangunkan Guan Lin dengan sabar namun benar kata tetua Nuwa bahwa Guan Lin sangat susah di bangunkan, bahkan Tian Zhi sudang mengguncang-guncang kan badannya namun Guan Lin masih juga betah memejamkan mata dan hanya gumaman kecil yang tidak begitu jelas yang keluar dari mulut Guan Lin.

Kesabaran Tian Zhi kini benar-benar sedang diuji , Tian Zhi yang biasanya selalu tenang dalam segala hal pun kini ia mulai kesal pada temannya ini karena tidak kunjung bangun juga. Pada akhirnya Tian Zhi menyeret Guan Lin kecil ke arah sekat kayu, hal itu sukses membuat Guan Lin terperanjat kaget, Guan Lin langsung terbangun dan baru menyadari bahwa dirinya kini berada di bilik kamar mandi.

"Tian Zhi, kau!" pekik Guan Lin.

"Sedang apa kau disini?" tanya Guan Lin dengan heran.

"Memandikan mu," jawab Tian Zhi singkat.

Guan Lin pun menatap horor pada Tian Zhi sambil menyilang kan tangannya di depan dada. Persis seperti anak gadis, sementara Tian Zhi menahan senyum melihat respon berlebihan Guan Lin.

"A-aku bisa mandi sendiri, kau keluarlah!" pinta Guan Lin yang mendapatkan anggukan dari Tian Zhi.

***

Dengan sabar Tian Zhi menunggu Guan Lin hingga pada akhirnya Guan Lin keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah Tian Zhi dengan senyum yang selalu menghiasi wajah tampannya. Mereka berdua pun berjalan beriringan keluar dari kediaman namun saat di tengah perjalanan, Guan Lin berjalan ke arah belakang akademi dan bukannya ke arah kelas etika, dengan sigap Tian Zhi menarik kerah belakang seragam yang Guan Lin kenakan.

"Kau mau kemana?"

"Tian Zhi, kumohon lepaskan dulu tangan mu dari bajuku, ok."

Tian Zhi tidak menghiraukan permintaan Guan Lin dan langsung saja menariknya berjalan menuju kelas etika, sepanjang jalan Guan Lin terus memohon untuk dilepaskan dengan berbagai macam alasan namun Tian Zhi masih juga tidak menghiraukannya karena Tian Zhi tau kebiasaan buruk Guan Lin yang lainnya adalah tidak mengikuti kelas etika.

Semua orang menatap kagum pada Tian Zhi yang berhasil membawa Guan Lin untuk mengikuti kelas etika, kelas etika sangatlah penting untuk ilmu pengetahuan awal, semua siswa di haruskan mengikuti kelas etika sebagai tahap awal membentuk kepribadian.

Kelas etika di pimpin oleh tetua Yu, seorang sesepuh yang sudang menjalani kehidupan dengan berbagai macam peristiwa, baik dan buruk silih berganti telah ia lewati.

"Tidak ada yang namanya ilmu hitam ataupun ilmu putih semua ilmu itu pada dasarnya sama, yang menjadi perbedaan adalah diri kita sendiri. Jika ilmu yang kita miliki untuk kebaikan maka kebanyakan orang akan mengklaim bahwa yang kita gunakan adalah ilmu putih, dan jika ilmu yang kita gunakan untuk kejahatan maka ilmu yang di gunakan akan di klaim menjadi ilmu hitam!" terang tetua Yu menjelaskan segala tentang hal dasar.

Semua siswa menyimak dengan khidmat apa saja yang sedang di terangkan oleh tetua Yu, sementara Guan Lin sudah merasa sangat bosan harus duduk manis selama berjam-jam untuk mendengarkan siraman kalbu dari tetua Yu, pada dasarnya memang Guan Lin anak yang sangat aktif jadi wajar saja jika Guan Lin merasa mati rasa karena terlewat bosan.

Setelah kelas etika selesai semua siswa keluar ruangan dan mendapat waktu untuk istirahat sejenak sebelum mengikuti pelatihan.

Di akademi ini tidak mempermasalahkan umur, yang menjadi patokan adalah kemampuan, jika siswa yang kemampuannya tinggi maka akan cepat dalam proses pembelajarannya.

Seperti halnya Guan Lin, ia yang paling muda diantara para siswa lainnya, saat ini Guan Lin baru berusia lima tahun, sedangkan Tian Zhi tujuh tahun dan Ming Shu sembilan tahun, begitupun siswa lainnya yang berbeda umur.

***

Selain kelas Etika yang di pimpin oleh tetua Yu, juga ada kelas pedang yang di pimpin oleh tetua Ming Hao dan juga kelas sihir yang di pimpin oleh tetua Nuwa, tapi sebelum itu semua siswa harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu.

Yang pertama adalah pelatihan kekuatan pisik dan yang kedua pelatihan penyerapan energi alam, setelah itu barulah siswa mulai belajar di kelas pedang dan kelas sihir.

***

2 tahun kemudian.

Di sebuah lapangan kini para siswa sedang belajar ilmu pedang sesuai arahan yang tetua Ming Hao ajarkan melalui para guru pembimbing, untuk belajar ilmu pedang semua siswa menggunakan pedang yang terbuat dari kayu yang telah di sediakan di akademi.

Jika siswa yang sudah bisa mengikuti arahan maka akan berlanjut ke tahap selanjutnya. Seperti saat ini, Tian Zhi dan Ming Shu mendapat arahan langsung dari tetua Ming Hao, saat ini Tian Zhi dan Ming Shu sedang berdiri berhadap-hadapan sambil mendengarkan arahan dari tetua Ming Hao.

"Yang pertama. Perhatikan skenario pertarungan!" terdengar suara tetua Ming Hao memberi arahan.

"Yang kedua. Amati lingkungan pertarungan."

"Dan yang ketiga. Cabutlah pedang sebelum bertarung!" Tian Zhi dan Ming Shu mengangguk dan langsung mencabut pedang sesuai arahan tetua Ming Hao.

"Keempat. Bersikaplah santai."

"Kelima. Jagalah agar tubuh tetap seimbang sehingga bisa menyerang dan menangkis tanpa terpukul, kalian mengerti?" tanya tetua Ming Hao memastikan.

"Kami mengerti master," Tian Zhi dan Ming Shu menjawab serempak.

"Bagus, sekarang yang keenam. Mulailah pertarungan dengan hati-hati!" Tetua Ming Hao pun mundur memberi ruang untuk Tian Zhi dan Ming Shu memulai pertarungan.

Tetua Ming Hao masih terus memberikan arahannya. "Ketujuh. miliki pertahanan yang kuat, kedelapan jagalah agar senjata selalu siap," Tetua Ming Hao berbicara dengan menambahkan energi pada suaranya supaya Tian Zhi dan Ming Shu bisa mendengar suaranya dengan jelas meski keduanya sedang berlatih tanding.

Terpopuler

Comments

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

Semangat lah Tian Zhi n Ming shu flm latihan tanding💪💪💪
jangan seperti Guan Lin yg susah untuk bangun jika sudah tidur, berarti kebo bangettt Guan Lin 😅

2023-09-22

1

belajar dr ilmu para emak² tangguh luar biyasa.. para ibu rumah tangga
kalau mau bangunin anak yg sekelas mode putri tidur..
cara bangunin nya harus menggunakan jurus yg halus nan menggelegar.
tarik selimut nya
ambil mikrofon
dekat kan telinga nya
dan bersiap lahh melepaskan ke rock n roll an mu..
beteriak lahh Bangunnnnnnnnn..
selamat mencoba dannnnn good luck.. ngekkkkkkk 🙏🙏🙏

2023-09-19

1

༅⃟⚜️🅺🅴🅸ʷᵃʳᵃˢ✅

༅⃟⚜️🅺🅴🅸ʷᵃʳᵃˢ✅

Ke delapan, mari berlomba untuk menggendong author yang sangat pintar dalam membuat sebuah karya yg begitu bagus dan menarik ini😁😁

2023-09-19

2

lihat semua
Episodes
1 Ratusan tahun yang lalu.
2 Tiba di akademi pedang dan sihir
3 Mulai pembelajaran
4 Salah paham
5 Kelas sihir.
6 Pembantaian di Desa Terbuang
7 Guan Lin dan Ming Shu
8 Utusan Hong Li
9 Kedatangan utusan Jin Hui
10 Penculikan di Desa Makmur
11 Pertarungan di Desa Makmur
12 Lien Hua
13 Sekumpulan serigala
14 Jatuh ke dalam jurang
15 Pembagian tugas
16 Ingatan di masa lalu
17 Menuju Desa Sunyi
18 Penginapan Persinggahan
19 Cincin penyimpanan
20 Kebenaran di Desa Sunyi.
21 Misi penyelamatan
22 Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23 Kedatangan Guan Lin
24 Tongkat bambu kesayangan
25 Kemarahan Guan Lin
26 Keadaan di Desa Sunyi
27 Pergi dari Desa Sunyi
28 Tiba di akademi pedang dan sihir
29 Tiba di pusat kota
30 Penginapan seribu bunga
31 Misteri di penginapan Seribu Bunga
32 Identitas Tetua Yu
33 Membuat sebuah rencana
34 Giok teleportasi
35 Awal Dari kehancuran
36 Tian Zhao
37 Pertarungan di penginapan seribu bunga
38 Tian Zhi vs Tian Zhao
39 Serangan di akademi pedang dan sihir
40 Hancurnya penginapan seribu bunga
41 Hancurnya segel perbatasan
42 Masa penyembuhan
43 Keyakinan tetua Nuwa
44 Bertemu di tengah jalan
45 Suasana haru
46 Perang dimulai
47 Pang Xiongmao
48 Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49 isi hati author Mirles
50 Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51 kekalahan siluman rubah
52 Kematian sang penguasa siluman naga batu
53 Kemenangan dan awal kehancuran
54 Awal baru dimulai
55 Zhi Lin
56 Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57 Acara kompetisi
58 Babak kedua : Adu kekuatan
59 Adu kekuatan
60 Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61 Labirin
62 Energi kegelapan
63 Akhir cerita/tamat
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Ratusan tahun yang lalu.
2
Tiba di akademi pedang dan sihir
3
Mulai pembelajaran
4
Salah paham
5
Kelas sihir.
6
Pembantaian di Desa Terbuang
7
Guan Lin dan Ming Shu
8
Utusan Hong Li
9
Kedatangan utusan Jin Hui
10
Penculikan di Desa Makmur
11
Pertarungan di Desa Makmur
12
Lien Hua
13
Sekumpulan serigala
14
Jatuh ke dalam jurang
15
Pembagian tugas
16
Ingatan di masa lalu
17
Menuju Desa Sunyi
18
Penginapan Persinggahan
19
Cincin penyimpanan
20
Kebenaran di Desa Sunyi.
21
Misi penyelamatan
22
Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23
Kedatangan Guan Lin
24
Tongkat bambu kesayangan
25
Kemarahan Guan Lin
26
Keadaan di Desa Sunyi
27
Pergi dari Desa Sunyi
28
Tiba di akademi pedang dan sihir
29
Tiba di pusat kota
30
Penginapan seribu bunga
31
Misteri di penginapan Seribu Bunga
32
Identitas Tetua Yu
33
Membuat sebuah rencana
34
Giok teleportasi
35
Awal Dari kehancuran
36
Tian Zhao
37
Pertarungan di penginapan seribu bunga
38
Tian Zhi vs Tian Zhao
39
Serangan di akademi pedang dan sihir
40
Hancurnya penginapan seribu bunga
41
Hancurnya segel perbatasan
42
Masa penyembuhan
43
Keyakinan tetua Nuwa
44
Bertemu di tengah jalan
45
Suasana haru
46
Perang dimulai
47
Pang Xiongmao
48
Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49
isi hati author Mirles
50
Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51
kekalahan siluman rubah
52
Kematian sang penguasa siluman naga batu
53
Kemenangan dan awal kehancuran
54
Awal baru dimulai
55
Zhi Lin
56
Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57
Acara kompetisi
58
Babak kedua : Adu kekuatan
59
Adu kekuatan
60
Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61
Labirin
62
Energi kegelapan
63
Akhir cerita/tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!