Penjaga gerbang segera menyambut dengan penuh hormat saat ketua Guan Lao turun dari kereta kuda beserta tetua Nuwa, Guan Lin dan Tian Zhi.
"Salam Ketua, salam master, salam tuan muda!" para penjaga segera memberi salam dengan melipat tangan kanan di dada sambil menundukkan kepala sebagai tanda hormat.
Ketua Guan Lao dan tetua Nuwa pun mengangguk tanda hormat di terima, begitu pula dengan Guan Lin dan Tian Zhi melakukan hal yang sama.
"Ah.. Akhirnya sampai juga, ayo Tian Zhi ikut dengan ku!" begitu sampai di akademi Guan Lin langsung turun dan mengajak Tian Zhi untuk masuk, tak lupa Guan Lin menggandeng tangan Tian Zhi dengan begitu erat seolah takut terlepas, dan nantinya Tian Zhi akan tersesat mengingat akademi ini sangat luas.
"Akan ku perkenalkan kau dengan seseorang!" Guan Lin berucap dengan penuh semangat.
"Lin'er tunggu, biarkan Zhi 'er istirahat terlebih dahulu!" Nuwa berusaha menghentikan Guan Lin yang dengan semangat langsung mengajak Tian Zhi pergi entah kemana, namun Guan Lin tidak mendengarnya karena dua bocah itu memang sudah berjalan semakin menjauh.
"ck, anak itu!" keluh tetua Nuwa.
"Sudah biarkan saja, paling juga Guan Lin mengajak Tian Zhi ke tempat tetua Ming Hao untuk menemui Ming Shu," tutur ketua Guan Lao.
"Baiklah," tetua Nuwa pun akhirnya menyerah karena tetua Nuwa tau pasti seperti apa kelakuan anak lelaki semata wayangnya itu.
"Ini semua juga karena kau terlalu memanjakannya. Lihat, sikapnya semakin hari semakin seenaknya saja!" protes tetua Nuwa
"Guan Lin itu masih kecil, biarkan saja dia menikmati masa kecilnya dengan bahagia!"
bela ketua Guan Lao.
***
Sebelum pergi ketempat tetua Ming Hao, Guan Lin mengajak Tian Zhi ke beberapa tempat favoritnya terlebih dahulu seperti danau dan hutan kecil yang terdapat di paling ujung belakang akademi.
Setelah puas berkeliling tibalah Guan Lin dan Tian Zhi di kediaman tetua Ming Hao, sebenarnya Ming Shu juga sudah tidak tinggal bersama tetua Ming Hao sekarang Ming Shu tinggal di suatu tempat yang nanti akan di tempati oleh Tian Zhi juga Guan Lin tapi biasanya setelah selesai latihan Ming Shu akan pergi ke tempat ayahnya yaitu tetua Ming Hao.
"Ming Shu... Ming Shu..." Guan Lin memanggil teman baiknya yang selama ini selalu menjadi objek kejahilannya. Ups, bukan hanya Ming Shu saja sih tapi hampir semua orang karena Guan Lin memang tipe bocah aktif yang suka sedikit jahil.
"Shu'er, sepertinya Guan Lin mencari mu?" tetua Ming Hao yang sedang duduk di kursi sambil menikmati secangkir teh hangat memberitahukan kedatangan Guan Lin.
"Sutt, Ming Shu tau ayah," bisik Ming Shu sambil menempelkan telunjuk di bibirnya dan menggeleng sebagai tanda supaya sang ayah tidak memberitahukan keberadaannya.
"lalu, kenapa kau malah berdiam diri di bawah meja?" tetua Ming Hao mengernyit heran.
"Haish.. ayah payah," Ming Shu pun kesal karena sang ayah sangat tidak peka.
Sementara Guan Lin langsung masuk seperti biasanya dan menyapa tetua Ming Hao.
"Paman, mana Ming Shu, Guan Lin ingin memperkenalkan teman baru padanya!" Guan Lin berkata dengan penuh semangat.
"Ah. Lin'er rupanya, di mana teman barumu itu nak?" tanya tetua Ming Hao berusaha mengalihkan perhatian Guan Lin yang sibuk mencari Ming Shu ke sekeliling sudut ruangan.
"Ada diluar Paman, teman ku itu memang sedikit kaku, katanya dia tidak mau masuk ke dalam sebelum dia di persilahkan masuk oleh tuan rumah!" terang Guan Lin.
"Itu bukan kaku namanya! cih, dasar bocah payah," batin Ming Shu yang masih bertahan sembunyi di bawah meja.
"Oh, itu berarti teman mu itu beretika bagus!" tetua Ming Hao memberi pengertian.
"Iya Paman, ayo aku perkenalkan padanya, dia itu meski sedikit kaku tapi aslinya baik," Guan Lin menarik tangan tetua Ming Hao dan mengajaknya keluar menemui Tian Zhi.
Sementara Ming Shu akhirnya bisa bernafas lega, dia keluar dari persembunyiannya sambil mengendap-endap masuk ke dalam kamar.
***
Melihat kedatangan lelaki seusia ayahnya, Tian Zhi langsung menunduk memberi hormat.
"Salam master."
Sebelumnya Guan Lin telah bercerita banyak tentang tetua Ming Hao dan anaknya Ming Shu, ayah Tian Zhi pun pernah bercerita bahwa selain ketua Guan Lao, tetua Ming Hao juga salah satu teman baik ayahnya.
Tetua Ming Hao mengangguk dan langsung menyapa Tian Zhi.
"Panggil Paman saja biar sama seperti Lin'er, wah.. ternyata Zhi 'er sudah besar ya!" tetua Ming Hao menepuk punggung Guan Zhi dengan ringan. "Bagaimana kabar ayah mu? pasti dia sedang sibuk!" tanya tetua Ming Hao, sebelumnya tetua Ming Hao juga sudah tau akan kedatangan Tian Zhi hari ini.
"Ayah baik Paman, beliau memang sedang sibuk akhir-akhir ini."
"Mn, Paman mengerti."
"Yah... Sayang sekali Ming Shu tidak ada," keluh Guan Lin. "akhir-akhir ini kenapa dia sering menghilang ya?!" Guan Lin berucap sambil mengetuk-ngetuk kan jarinya di kening sudah seperti orang dewasa yang sedang banyak pikiran saja.
Tetua Ming Hao mengulum senyum melihat tingkah menggemaskan Guan Lin.
"Tidak apa, besok kalian bisa bertemu di kelas etika bukan?!" tetua Ming Hao berniat menghibur Guan Lin namun bukannya terhibur kini Guan Lin malah terlihat sedang salah tingkah.
"Kenapa, Lin'er masih juga sering bolos kelas?" tanya tetua Ming Hao penuh selidik.
Sementara Guan Lin hanya cengengesan sambil menarik-narik ujung pakaiannya. Dan pada akhirnya Guan Lin mengajak Tian Zhi untuk segera pamit pulang.
"Paman, hari sudah mau berganti malam, sebaiknya Paman segera beristirahat. Menjaga kesehatan itu sangat penting, iya kan?!" ucap Guan Lin sebelum melangkah.
"Lin'er benar, baiklah kalau begitu kalian juga beristirahatlah," ucap tetua Ming Hao sambil tersenyum, namun senyumannya langsung membeku saat mendengar kelanjutan dari perkataan Guan Lin.
"Tentu saja, apalagi Paman kan sudah lanjut usia!" Guan Lin berkata sambil berjalan tanpa dosa.
Sementara tetua Ming Hao hanya menggelengkan kepalanya sambil menyunggingkan senyum tipis melihat kearah perginya dua bocah anak dari kedua temannya.
***
Guan Lin dan Tian Zhi tiba di kediaman yang akan mereka tempati bersama, satu bangunan dengan tiga kamar khusus untuk Guan Lin, Tian Zhi dan Ming Shu sesuai permintaan sang ketua Guan Lao.
"Selamat beristirahat Tian Zhi, nanti malam kita makan bersama, setelah itu aku akan mengajak mu berkeliling kembali. Ok?!" Guan Lin mempersilahkan Tian Zhi masuk ke dalam kamarnya.
"Mn." Tian Zhi hanya mengangguk sebagai jawaban, sepeninggalan Guan Lin Tian Zhi memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum beristirahat karena Tian Zhi memang pencinta kebersihan. Tian Zhi merasa badannya sudah sangat lengket setelah seharian di ajak berkeliling ke beberapa tempat di akademi ini oleh Guan Lin.
Tian Zhi berjalan menuju sekat kayu di belakang kamar yang sudah tersedia bak dengan penuh air. Tian Zhi pun berendam sejenak sambil memejamkan matanya menikmati suasana yang berbeda dengan suasana ibu kota udara pun terasa lebih sejuk, mungkin karena akademi ini di bangun di atas bukit pegunungan, untuk sesaat Tian Zhi hanyut dalam suasana yang membuat Tian Zhi nyaman.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
🪷🍾⃝ʙᴀʙͩʏᷞ ɢᷰᴇᷠᴍᷧᴏʏ𝓐𝓷𝓷𝓪࿐
mampir kak
2023-12-12
1
Vernon
sopan dong ini namanya, bagus nih gini, ga main nyelonong masukk
2023-10-13
1
Ayano
Tsundere 😅
2023-10-13
0