Utusan Hong Li

Karena Guan Lin dan Ming Shu telah mengakibatkan terjadinya kebakaran di hutan, maka mereka berdua pun mendapat hukuman dari sang ketua akademi.

Demi menjaga kedisiplinan maka peraturan akademi harus tetap di patuhi oleh semua siswa tanpa terkecuali Guan Lin maupun Ming Shu, tentu saja termasuk Tian Zhi.

Guan Lin dan Ming Shu mendapat hukuman yaitu tinggal di atas gunung sampai mereka bisa menguasai satu jurus sihir elemen, Guan Lin dan Ming Shu tinggal di gunung yang berbeda namun di bawah pengawasan guru pembimbing. Hukuman ini juga bertujuan untuk melatih kemandirian dan juga supaya mereka berdua dapat terfokus pada latihannya masing-masing.

Sementara Tian Zhi tetap tinggal di akademi meski hari-harinya kini terasa sepi, tidak seramai saat ada Guan Lin dan juga Ming Shu.

Kini Tian Zhi lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan untuk memperluas ilmu pengetahuan, atau menghabiskan waktu di danau untuk mempelajari sebuah jurus sihir pengendalian air.

Jika siswa akademi sudah bisa menguasai satu jurus sihir maka ia akan dinyatakan lulus dari akademi, setelah lulus ia di perbolehkan kembali kepada keluarganya atau tetap bergabung di akademi dan menjadi siswa senior, namun menjadi siswa senior tugasnya bukan hanya belajar melainkan juga menjalankan sebuah misi.

Karena di bangunnya akademi ini bertujuan untuk mendidik setiap orang menjadi seorang petarung, untuk membantu melindungi tanah air yang menjadi tempat umat manusia untuk berlindung.

Selain sang penguasa Tian Ma, juga ada ketua Guan Lao dan tetua Ming Hao sebagai pelindung di daratan timur, maka dari itu terjadilah kerja sama antara penguasa Tian Ma, ketua Guan Lao dan juga terua Ming Hao.

Suasana akademi pun kini nampak sunyi. Bukan hanya Tian Zhi yang merasa kehilangan Guan Lin dan Ming Shu, tetapi semua siswa termasuk para guru pembimbing dan juga para tetua, semua merasakan kesunyian karena tidak adanya dua insan yang selalu terlibat dalam pertempuran.

***

Sang penguasa Tian Ma kini sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memijat pelan keningnya berusaha mengurangi sakit kepala akibat mendapat laporan yang tak kunjung ada penyelesaiannya.

Balum sempat menyelesaikan laporan dari beberapa desa yang katanya semua warganya tewas hanya dalam waktu satu malam, kini datang lagi laporan baru yang sama seriusnya.

Tentang hilangnya beberapa anak gadis para warga di desa makmur, dikatakan bahwa mereka hilang di saat malam hari dan belum juga diketahui siapa pelakunya. si pelaku membawa anak gadis para warga entah kemana, sampai sekarang masih di cari siapa dalang dari penculikan.

***

Setelah hidup aman damai selama beberapa ratus tahun membuat sebagian umat manusia terlena dalam kenyamanan, sehingga mereka menyepelekan tentang apa yang seharusnya masih mereka pertahankan.

Seperti misalnya kekuatan, jika seseorang masih mempunyai sedikit saja kekuatan setidaknya orang itu bisa melindungi dirinya sendiri dari situasi yang berbahaya.

***

Saat ini Tian Ma masih bergelut dengan berkas-berkas laporan yang ada ditangannya, namun aktifitasnya terhenti saat salah satu penjaga datang dan langsung mengetuk pintu.

"Tok tok tok"

"Masuk."

Penjaga itu pun masuk dan segera melapor.

"Maaf yang mulia, di luar ada tuan Hong Li ingin bertemu dengan yang mulia," ucap sang penjaga melaporkan kedatangan salah satu utusan yang bernama Hong Li.

"Persilahkan dia masuk," perintah Tian Ma.

"Baik yang mulia."

Penjaga itu pun pamit undur diri dan segera kembali menemui utusan Hong Li yang masih menunggu di halaman, kemudian petugas itupun langsung mempersilahkan utusan Hong Li masuk.

Tak lama kemudian utusan Hong Li pun memasuki ruangan tempat dimana penguasa Tian Ma sibuk dengan berkas-berkas laporan dari beberapa utusannya.

"Silahkan duduk tuan Hong Li!" penguasa Tian Ma pun mempersilahkan utusan Hong Li untuk duduk.

"Terima kasih yang mulia," utusan Hong Li pun duduk di kursi bersebrangan dengan penguasa Tian Ma.

"Apa ada petunjuk tentang pembantaian di beberapa desa terpencil?" tanya penguasa Tian Ma.

"Ada yang mulia, saya mendapat kabar bahwa di desa terbuang juga terjadi peristiwa pembantaian, namun sebagian penduduk dapat terselamatkan karena di desa itu ada seorang gadis kecil yang menguasai sihir elemen tanah, gadis itu berhasil menghentikan peristiwa berdarah itu."

Utusan Hong Li berhenti sejenak, kemudian mulai kembali menerangkan apa yang ia ketahui.

"Gadis itu berhasil menaklukan beberapa dari mereka, namun sebagian lainnya berhasil melarikan diri," tutur utusan Hong Li.

"Bagus, lalu apa sudah di ketahui apa motif dari pembantaian tersebut?" penguasa Tian Ma bertanya dengan mata berbinar.

"Belum yang mulia, karena saat orang-orang itu sedang di tanyai apa maksud tujuan mereka membantai warga desa, tiba-tiba mereka tewas begitu saja secara mendadak."

Penguasa Tian Ma mengerutkan keningnya dan memberi isyarat agar utusan Hong Li melanjutkan ucapannya.

"Yang mulia, sepertinya pemimpin mereka sudah menyimpan racun di mulut mereka supaya tidak bisa membocorkan informasi tentang mereka!"

"Apa ada ciri-ciri dari para pembantai itu?" penguasa Tian ma bertanya dengan mata yang kembali redup.

"Mereka berpakaian serba hitam dan mengenakan jubah hitam berlambang laba-laba, dengan senjata pedang yang terselip di pinggang," terang utusan Hong Li.

"Baiklah, mulai sekarang kita buat pengumuman untuk selalu berhati-hati jika bertemu dengan kelompok berlambang laba-laba itu!"

"Baik yang mulia."

"Oh ya, siapa nama gadis itu? dan dari keluarga mana dia berasal?" seketika penguasa Tian Ma teringat akan gadis yang telah menjadi pahlawan di desa terbuang.

"Gadis itu bernama Yue Yin, maaf yang mulia tapi saya tidak tau dia berasal dari keluarga mana, saya sudah bertanya pada beberapa warga desa terbuang ,namun tidak ada seorang pun yang mengetahui asal usul gadis itu!" jawab utusan Hong Li.

"Jadi dia hidup sendirian di desa terbuang?" tanya penguasa Tian Ma memastikan.

"Begitulah yang mulia, sebenarnya desa itu dinamai desa terbuang karena sebenarnya para penduduknya kebanyakan berasal dari beberapa desa lain, begitupun dengan gadis yang bernama Yue Yin!" Terang utusan Hong Li.

"Dan yang mulia, saya dengar sebelumnya warga desa itu menjalani kehidupannya secara masing-masing, namun setelah melihat Yue Yin bertarung melawan sekumpulan orang-orang berjubah hitam sendirian, barulah mereka ikut bekerja sama untuk melawan orang-orang berjubah hitam itu!" utusan Hong Li memberi tahukan tentang warga desa terbuang.

"Baiklah, kirimkan beberapa penjaga untuk bertugas berjaga di desa terbuang!"

"Baik yang mulia."

"Dan kirimkan juga beberapa penjaga di setiap desa pinggir kota termasuk desa makmur."

"Baik yang mulia"

"Sekarang istirahatlah sejenak sebelum kembali menjalankan tugas!"

"Terima kasih yang mulia."

Setelah selesai dengan laporannya, utusan Hong Li pun pamit undur diri.

Sepeninggalan utusan Hong Li kini penguasa Tian Ma membuat sebuah surat untuk dikirimkan pada sabatnya ketua Guan Lao, lalu menyuruh salah satu utusannya yang bernama Jin Hui untuk segera mengirimkannya ke akademi pedang dan sihir.

Terpopuler

Comments

Alan Bumi

Alan Bumi

sabatnya = sahabatnya

2023-10-16

0

Alan Bumi

Alan Bumi

aktivitasnya

2023-10-16

0

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

🔴ᴳᴿ🐅⍣⃝ꉣꉣ𝕬ⁿᶦᵗᵃ🤎𓄂ˢᵐᴾ࿐

tahubajavtuh sih penculik yg mana gadis mana yg bukan
kaya y tuh penculik dah pengalaman 🤭

2023-10-07

0

lihat semua
Episodes
1 Ratusan tahun yang lalu.
2 Tiba di akademi pedang dan sihir
3 Mulai pembelajaran
4 Salah paham
5 Kelas sihir.
6 Pembantaian di Desa Terbuang
7 Guan Lin dan Ming Shu
8 Utusan Hong Li
9 Kedatangan utusan Jin Hui
10 Penculikan di Desa Makmur
11 Pertarungan di Desa Makmur
12 Lien Hua
13 Sekumpulan serigala
14 Jatuh ke dalam jurang
15 Pembagian tugas
16 Ingatan di masa lalu
17 Menuju Desa Sunyi
18 Penginapan Persinggahan
19 Cincin penyimpanan
20 Kebenaran di Desa Sunyi.
21 Misi penyelamatan
22 Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23 Kedatangan Guan Lin
24 Tongkat bambu kesayangan
25 Kemarahan Guan Lin
26 Keadaan di Desa Sunyi
27 Pergi dari Desa Sunyi
28 Tiba di akademi pedang dan sihir
29 Tiba di pusat kota
30 Penginapan seribu bunga
31 Misteri di penginapan Seribu Bunga
32 Identitas Tetua Yu
33 Membuat sebuah rencana
34 Giok teleportasi
35 Awal Dari kehancuran
36 Tian Zhao
37 Pertarungan di penginapan seribu bunga
38 Tian Zhi vs Tian Zhao
39 Serangan di akademi pedang dan sihir
40 Hancurnya penginapan seribu bunga
41 Hancurnya segel perbatasan
42 Masa penyembuhan
43 Keyakinan tetua Nuwa
44 Bertemu di tengah jalan
45 Suasana haru
46 Perang dimulai
47 Pang Xiongmao
48 Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49 isi hati author Mirles
50 Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51 kekalahan siluman rubah
52 Kematian sang penguasa siluman naga batu
53 Kemenangan dan awal kehancuran
54 Awal baru dimulai
55 Zhi Lin
56 Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57 Acara kompetisi
58 Babak kedua : Adu kekuatan
59 Adu kekuatan
60 Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61 Labirin
62 Energi kegelapan
63 Akhir cerita/tamat
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Ratusan tahun yang lalu.
2
Tiba di akademi pedang dan sihir
3
Mulai pembelajaran
4
Salah paham
5
Kelas sihir.
6
Pembantaian di Desa Terbuang
7
Guan Lin dan Ming Shu
8
Utusan Hong Li
9
Kedatangan utusan Jin Hui
10
Penculikan di Desa Makmur
11
Pertarungan di Desa Makmur
12
Lien Hua
13
Sekumpulan serigala
14
Jatuh ke dalam jurang
15
Pembagian tugas
16
Ingatan di masa lalu
17
Menuju Desa Sunyi
18
Penginapan Persinggahan
19
Cincin penyimpanan
20
Kebenaran di Desa Sunyi.
21
Misi penyelamatan
22
Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23
Kedatangan Guan Lin
24
Tongkat bambu kesayangan
25
Kemarahan Guan Lin
26
Keadaan di Desa Sunyi
27
Pergi dari Desa Sunyi
28
Tiba di akademi pedang dan sihir
29
Tiba di pusat kota
30
Penginapan seribu bunga
31
Misteri di penginapan Seribu Bunga
32
Identitas Tetua Yu
33
Membuat sebuah rencana
34
Giok teleportasi
35
Awal Dari kehancuran
36
Tian Zhao
37
Pertarungan di penginapan seribu bunga
38
Tian Zhi vs Tian Zhao
39
Serangan di akademi pedang dan sihir
40
Hancurnya penginapan seribu bunga
41
Hancurnya segel perbatasan
42
Masa penyembuhan
43
Keyakinan tetua Nuwa
44
Bertemu di tengah jalan
45
Suasana haru
46
Perang dimulai
47
Pang Xiongmao
48
Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49
isi hati author Mirles
50
Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51
kekalahan siluman rubah
52
Kematian sang penguasa siluman naga batu
53
Kemenangan dan awal kehancuran
54
Awal baru dimulai
55
Zhi Lin
56
Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57
Acara kompetisi
58
Babak kedua : Adu kekuatan
59
Adu kekuatan
60
Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61
Labirin
62
Energi kegelapan
63
Akhir cerita/tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!