Pembantaian di Desa Terbuang

"Buka mata kalian dan kembali fokus pada apa yang kalian kendalikan, gerakan kesamping dengan memvisualisasikannya dalam pikiran, cobalah untuk mendorongnya dengan energi pikiran kalian."

"Ingat, tetaplah fokus!" tetua Nuwa kembali mengingatkan.

"Kembali konsentrasi dan visual kan di mata pikiran kalian untuk menghentikannya dengan energi."

"Kalian faham?" tanya tetua Nuwa.

"Faham, master," semua murid menjawab serempak.

Tetua Nuwa kembali memberi sebuah petuah. "Kunci dasar dalam sebuah kesuksesan adalah, percaya pada diri kalian sendiri bahwa kalian bisa melakukannya dan jangan berhenti berlatih sampai kalian bisa menguasainya."

Semua siswa mulai mempraktekan apa yang telah tetua Nuwa ajarkan, namun beberapa kali para siswa itu gagal dalam percobaannya. Bukan tanpa sebab karena pembelajaran pengendalian elemen mempunyai tingkat paling sulit di akademi pedang dan sihir. Bahkan tidak sedikit siswa yang mengalami kegagalan di kelas sihir, pada akhirnya mereka yang gagal dalam kelas sihir memilih kembali belajar untuk mendalami ilmu pedang.

Namun tidak terlalu sulit untuk seorang Guan Lin, seorang Guan Lin berhasil mempraktekan apa yang telah di ajarkan oleh sang tetua, tanpa ada kesulitan Guan Lin mampu mengendalikan angin sesuai arahan sang tetua.

Semua orang menatap takjub pada Guan Lin, bahkan tetua Nuwa sampai tidak berkedip memperhatikan sang anak. Pasalnya, ini kali pertama seorang Guan Lin menunjukan bakat jeniusnya di hadapan semua orang termasuk ibunya sendiri.

Semua orang mulai riuh mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya masing-masing. "Eh lihat itu, bukankah orang yang sedang mengendalikan angin itu adalah tuan muda Guan?!"

"Tentu saja, memangnya siapa lagi kalau bukan tuan muda Guan?!"

"Tidak di sangka ya, tuan muda Guan bisa sehebat itu!"

"Kalian masih ingatkan beberapa tahun yang lalu waktu kita masih berlatih kekuatan fisik. Saat itu kita diharuskan memutari lapangan sebanyak seratus kali putaran, tapi tuan muda Guan hanya melakukannya beberapa kali putaran saja dan lanjut istirahat sambil berteduh di bawah pohon."

'Ya, dan saat kita harus naik tebing sambil memikul batu besar, namun tuan muda Guan malah tertidur pulas di atas pohon, parahnya lagi tuan muda Guan hilang keseimbangan dan malah tercebur kedalam danau salah satu tempat favoritnya."

"Tapi kini tuan muda Guan berdiri di sana sedang mengendalikan elemen angin dengan begitu elegan, apa mungkin selama ini tuan muda Guan berlatih sihir tanpa sepengetahuan kita, apa mungkin tetua Nuwa mengajarinya secara pribadi?!"

"Itu tidak mungkin, lihatlah ekspresi tetua Nuwa, beliau juga nampak terkejut melihat anak satu-satunya yang biasanya malas belajar dan hampir setiap hari membuat onar, kini malah menjadi siswa pertama yang mampu mengikuti arahannya dengan sempurna."

"Ya, ini menakjubkan, tuan muda Guan ternyata seorang siswa jenius seperti tuan muda Tian dan juga tuan muda Ming."

***

Pada malam hari di sebuah desa yang bernama 'Desa Terbuang' muncul sebuah portal, begitu banyak orang yang keluar dari dalam portal itu. Mereka mengenakan pakaian serba hitam dengan jubah hitam berlambang laba-laba di bagian punggungnya, masing-masing dari mereka membawa senjata berupa pedang di pinggangnya.

Orang yang pertama keluar dari dalam portal itu langsung mengarahkan pasukannya untuk segera membantai seluruh warga desa terbuang tanpa terkecuali, anak kecil maupun orang tua semua tak luput dari kematian, seperti warga desa-desa sebelumnya yang menjadi korban pembantaian mereka.

Sementara sang pemimpin pasukan itu mengambil posisi duduk bersila di samping portal yang masih terbuka untuk berjaga-jaga, sedikit demi sedikit aura kegelapan mulai memasuki portal itu, aura disekitar pun kian mencekam.

Seorang gadis bernama Yue Yin membuka kedua matanya dan langsung bangun terduduk, dia bisa merasakan adanya pergerakan yang tidak biasa di sekitarnya.

Yue Yin segera bangkit dan langsung menerjang keluar, alangkah terkejutnya ia saat melihat sekumpulan manusia berpakaian hitam menerobos masuk kedalam rumah para warga, dan jeritan para warga pun mulai terdengar dari dalam rumah, namun hanya sepersekian detik kemudian kembali hening.

Yue Yin pun dengan berani melangkah masuk kedalam rumah warga yang pintunya sudah terbuka, ulah si manusia yang berpakaian serba hitam sebelumnya.

Dan Yue Yin kembali di kejutkan oleh penampakan yang ada di dalam, semua penghuni rumah yang berjumlah lima orang sudah tewas, mereka tergeletak dalam keadaan bersimbah darah, ada yang di penggal lehernya dan ada juga yang di tusuk tepat di bagian dadanya, darah segar terciprat di mana-mana, sungguh pembantaian yang tragis.

Setelah sadar dari keterkejutannya Yue Yin segera keluar melalui pintu belakang mengikuti jejak si pembantai.

Begitu melihat orang-orang itu akan kembali membantai warga lainnya, Yue yin langsung mengeluarkan jurus andalannya dan mengarahkannya pada sekumpulan manusia berpakaian serba hitam.

Seketika tanah yang mereka pijak berguncang hebat dan membuat mereka jatuh tersungkur, bahkan para warga yang sedang tertidur pun ikut merasakan efek dari guncangan yang Yue Yin ciptakan.

"Sialan, siapa yang telah berani mengganggu kesenangan kami?" salah satu dari mereka yang berperawakan tinggi besar berucap dengan nada tinggi.

"Aku!" jawab Yue Yin santai.

"Apa? heh, rupanya hanya seorang gadis kecil," yang berperawakan sedang berucap dengan nada mengejek.

"Kau bilang apa? Kecil, kau bilang aku kecil?!" Yue Yin sangat tidak terima jika ada yang mengatakan dia kecil, meski tubuhnya memang berukuran seperti seorang gadis kecil tapi sebenarnya Yue Yin sudah berumur tujuh belas tahun sudah menjadi seorang gadis remaja.

Yue Yin kembali mengeluarkan jurusnya.

Seketika sebuah batu berbentuk meteor berterbangan dan tepat mengenai orang-orang berjubah hitam, banyak diantara mereka mengalami luka yang cukup parah, namun si lelaki berbadan sedang hanya terluka ringan dan si lelaki tinggi besar mampu menghindari serangan dari Yue Yin.

Mendengar suara kegaduhan di luar rumah, para warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat apa yang sedang terjadi.

Dan betapa terkejutnya mereka saat menyaksikan Yue Yin seorang gadis dengan berani bertarung sendirian melawan sekumpulan orang berpakaian serba hitam dengan jubah berlambang laba-laba.

Lelaki yang berperawakan tinggi besar merasa tidak terima mendapat serangan mendadak dari seorang gadis kecil, walau tidak dapat di pungkiri bahwa kekuatan seorang Yue Yin memang sangat kuat untuk ukuran seorang gadis, terbukti dengan kondisi beberapa pasukannya itu mengalami luka yang cukup parah setelah menerima serangan dari Yue Yin.

Pria itupun langsung mengarahkan pedang nya berniat menyerang Yue Yin dari belakang, namun pedangnya di tangkis oleh seseorang, dan merekapun lanjut bertarung satu lawan satu.

Warga yang melihat pemimpin desa mereka ikut bertarung, pada akhirnya mereka pun ikut bertarung melawan orang-orang berjubah hitam yang sebelumnya sudah di lumpuhkan terlebih dahulu oleh Yue Yin.

Si pemimpin pasukan merasa ada yang janggal saat merasakan tidak ada lagi aura kegelapan yang memasuki portal, gegas ia berdiri dan langsung menyusul para pasukannya.

...Melihat pasukannya sedang bertempur dengan beberapa warga, dia teringan akan pesan sang ibu sebelumnya yang tidak memperbolehkannya untuk berurusan dengan kaum manusia yang mempunyai kekuatan, si pemimpin pasukan itu pun memberikan kode kepada para pasukannya untuk segera mundur...

...............

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe

Apa yang di katakan tetua betul, yakin pada diri sendiri yang utama. Kalau kalian ngga yakin dan percaya pada diri sendiri ya ngga akan bisa

2023-11-08

2

Alan Bumi

Alan Bumi

gegas ia = ia bergegas

2023-10-15

0

Alan Bumi

Alan Bumi

faham = paham

2023-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Ratusan tahun yang lalu.
2 Tiba di akademi pedang dan sihir
3 Mulai pembelajaran
4 Salah paham
5 Kelas sihir.
6 Pembantaian di Desa Terbuang
7 Guan Lin dan Ming Shu
8 Utusan Hong Li
9 Kedatangan utusan Jin Hui
10 Penculikan di Desa Makmur
11 Pertarungan di Desa Makmur
12 Lien Hua
13 Sekumpulan serigala
14 Jatuh ke dalam jurang
15 Pembagian tugas
16 Ingatan di masa lalu
17 Menuju Desa Sunyi
18 Penginapan Persinggahan
19 Cincin penyimpanan
20 Kebenaran di Desa Sunyi.
21 Misi penyelamatan
22 Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23 Kedatangan Guan Lin
24 Tongkat bambu kesayangan
25 Kemarahan Guan Lin
26 Keadaan di Desa Sunyi
27 Pergi dari Desa Sunyi
28 Tiba di akademi pedang dan sihir
29 Tiba di pusat kota
30 Penginapan seribu bunga
31 Misteri di penginapan Seribu Bunga
32 Identitas Tetua Yu
33 Membuat sebuah rencana
34 Giok teleportasi
35 Awal Dari kehancuran
36 Tian Zhao
37 Pertarungan di penginapan seribu bunga
38 Tian Zhi vs Tian Zhao
39 Serangan di akademi pedang dan sihir
40 Hancurnya penginapan seribu bunga
41 Hancurnya segel perbatasan
42 Masa penyembuhan
43 Keyakinan tetua Nuwa
44 Bertemu di tengah jalan
45 Suasana haru
46 Perang dimulai
47 Pang Xiongmao
48 Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49 isi hati author Mirles
50 Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51 kekalahan siluman rubah
52 Kematian sang penguasa siluman naga batu
53 Kemenangan dan awal kehancuran
54 Awal baru dimulai
55 Zhi Lin
56 Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57 Acara kompetisi
58 Babak kedua : Adu kekuatan
59 Adu kekuatan
60 Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61 Labirin
62 Energi kegelapan
63 Akhir cerita/tamat
Episodes

Updated 63 Episodes

1
Ratusan tahun yang lalu.
2
Tiba di akademi pedang dan sihir
3
Mulai pembelajaran
4
Salah paham
5
Kelas sihir.
6
Pembantaian di Desa Terbuang
7
Guan Lin dan Ming Shu
8
Utusan Hong Li
9
Kedatangan utusan Jin Hui
10
Penculikan di Desa Makmur
11
Pertarungan di Desa Makmur
12
Lien Hua
13
Sekumpulan serigala
14
Jatuh ke dalam jurang
15
Pembagian tugas
16
Ingatan di masa lalu
17
Menuju Desa Sunyi
18
Penginapan Persinggahan
19
Cincin penyimpanan
20
Kebenaran di Desa Sunyi.
21
Misi penyelamatan
22
Pertempuran di markas orang-orang berjubah hitam.
23
Kedatangan Guan Lin
24
Tongkat bambu kesayangan
25
Kemarahan Guan Lin
26
Keadaan di Desa Sunyi
27
Pergi dari Desa Sunyi
28
Tiba di akademi pedang dan sihir
29
Tiba di pusat kota
30
Penginapan seribu bunga
31
Misteri di penginapan Seribu Bunga
32
Identitas Tetua Yu
33
Membuat sebuah rencana
34
Giok teleportasi
35
Awal Dari kehancuran
36
Tian Zhao
37
Pertarungan di penginapan seribu bunga
38
Tian Zhi vs Tian Zhao
39
Serangan di akademi pedang dan sihir
40
Hancurnya penginapan seribu bunga
41
Hancurnya segel perbatasan
42
Masa penyembuhan
43
Keyakinan tetua Nuwa
44
Bertemu di tengah jalan
45
Suasana haru
46
Perang dimulai
47
Pang Xiongmao
48
Bangkitnya sang penguasa siluman naga batu
49
isi hati author Mirles
50
Perang antara umat manusia dan bangsa siluman
51
kekalahan siluman rubah
52
Kematian sang penguasa siluman naga batu
53
Kemenangan dan awal kehancuran
54
Awal baru dimulai
55
Zhi Lin
56
Empat sekte dibawah naungan sang penguasa kota timur
57
Acara kompetisi
58
Babak kedua : Adu kekuatan
59
Adu kekuatan
60
Kunjungan Yue Yin dan Lien Hua
61
Labirin
62
Energi kegelapan
63
Akhir cerita/tamat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!