Ming Shu dan Jia Li beserta empat siswa senior akademi hendak memasuki sebuah penginapan dua lantai di desa sunyi, lantai bawah adalah sebuah kedai yang menyajikan berbagai macam makanan dan juga minuman, sedangkan lantai atas tersedia banyak kamar untuk peristirahatan para tamu yang hendak menyewa kamar untuk beristirahat.
Namun belum sempat Ming Shu, Jia Li dan empat siswa senior masuk kedalam penginapan, langkah mereka terhenti karena mendengar suara seseorang.
"Jika aku menjadi kalian, aku tidak akan memilih untuk masuk kedalam penginapan itu, masih ada beberapa penginapan lain di desa ini!" ucap seorang gadis.
Ming Shu dan yang lainnya sontak menoleh ke asal suara, mereka melihat seorang gadis imut dengan bertubuh mungil berdiri tidak jauh dari bangunan penginapan yang bernama 'Penginapan persinggahan' Jia Li menatap gadis itu dengan penuh tanya.
"Terutama, untuk kalian para gadis!" ucap gadis itu sambil melirik pada Jia Li dan dua siswa senior di sebelah Jia Li.
Kemudian gadis bertubuh mungil itu menambahkan. "Aku hanya tidak mau kalian menjadi korban selanjutnya," ucap gadis bertubuh mungil itu.
"Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Ming Shu pada gadis bertubuh mungil yang telah berbalik dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan mereka.
"Mn, ikuti aku!" ucap gadis bertubuh mungil itu.
Gadis bertubuh mungil itu kini mulai berjalan dan di ikuti oleh Ming Shu, Jia Li dan keempat siswa senior akademi.
"Senior Jia Li, apa kita akan mengikuti gadis kecil itu?" tanya salah satu siswa senior sambil berbisik pada Jia Li.
"Bukankah kita tidak tau siapa gadis kecil itu? Bagai mana kalau ini sebuah jebakan?!" ucap siswa senior yang lainnya.
"Kalian tidak usah khawatir, kita harus percaya dengan keputusan tuan muda Ming!" jawab Jia Li.
Kini para siswa senior pun berjalan dengan patuh. Mereka semua berjalan dengan diam, sampai tibalah mereka di depan sebuah bangunan yang terlihat sudah tua dan seperti tidak berpenghuni.
Gadis bertubuh kecil itu masuk kedalam bangunan kemudian mempersilahkan Ming Shu, Jia Li dan yang lainnya untuk masuk kedalam bangunan juga.
Gadis itu menyusun beberapa kayu dan membakarnya untuk menjadi penerang, karena didalam bangunan itu begitu gelap.
"Sekarang bisakah kau mulai menjelaskan apa yang kau ketahui," ucap Ming Shu.
"Kau begitu tidak sabaran rupanya, baiklah, akan aku ceritakan hasil pengamatan ku selama aku mengawasi desa sunyi," ucap gadis bertubuh mungil.
"Tapi sebelum itu, kau harus memanggilku senior Yue Yin!" ucap Yue Yin.
"Apa itu penting?!" ucap Ming Shu dengan nada ketus.
"Tentu saja, dan berhenti memanggilku gadis kecil karena usiaku sudah 19 tahun," ucap Yue Yin dengan tegas sambil mengedarkan pandangannya pada keempat siswa senior yang sedari tadi berbisik-bisik dengan menyebut Yue Yin gadis kecil.
Sontak pengakuan dari Yue Yin sukses membuat semua orang yang mendengarnya membulatkan mata, termasuk Ming Shu.
Untuk sejenak semua orang memperhatikan Yue Yin dari ujung kaki ke ujung kepala, kemudian mereka menghela nafas secara bersamaan kecuali Ming Shu.
"Haish.. Entah kejahatan apa yang ku perbuat dimasa lalu sehingga aku selalu dipertemukan dengan orang-orang yang aneh!" batin Ming Shu.
"Jadi, kau ingin mendengar apa yang aku ketahui atau tidak?!" kembali Yue Yin mengingatkan Ming Shu sambil menaikan sebelah alisnya.
"Baiklah, senior Yue Yin," ucap Ming Shu.
"Apa kau mengatakan sesuatu? Yah, sepertinya memang begitu! tapi aku kurang jelas mendengarnya, bisakah kau ulangi kembali apa yang kau ucapkan barusan dengan suara yang lebih keras?!" ujar Yue Yin.
"SENIOR Yue Yin, bisakah anda menceritakan apa saja yang anda ketahui sekarang juga?!" Ucap Ming Shu dengan menekan kan kata 'senior' pada Yue Yin.
Beruntung kini Ming Shu sudah bisa mengontrol emosinya jauh lebih baik setelah perpisahannya selama dua tahun dengan orang yang biasa memancing emosinya.
Senyum pun terbit disudut bibir Yue Yin, membuat wajah imutnya terlihat lebih manis dan enak di pandang.
"Karena suasana hatiku sedang bagus, maka aku akan mulai menceritakannya." Yue Yin menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan sebelum ia memulai ceritanya.
"Jadi saat aku sedang bersantai di atas bukit perbatasan desa terbuang dan desa sunyi, tidak sengaja aku melihat dua orang berjubah hitam dengan lambang laba-laba memasuki desa sunyi secara diam-diam,"
"Berarti senior Yue Yin adalah sang pejuang yang telah menjadi penyelamat di desa terbuang?!" ucap salah satu siswa senior dengan pandangan penuh rasa kagum pada Yue Yin.
Siapa yang tidak tau dengan sosok Yue Yin. Seorang gadis yang bertubuh mungil, telah menjadi pahlawan di desa terbuang. Dengan penuh keberanian, Yue Yin melawan sekumpulan orang-orang berjubah hitam dengan sihir tanahnya.
"Tentu saja itu aku, tapi bisakah kalian membiarkan aku menyelesaikan ceritaku terlebih dahulu?!" ucap Yue Yin.
"Maaf senior Yue Yin," ucap keempat siswa senior serempak.
Yue Yin pun melanjutkan kembali ceritanya.
"Kemudian aku mengikuti mereka masuk kedalam desa ini, namun sayang sekali, aku kehilangan jejak mereka. Dan pada akhirnya aku memutuskan untuk mampir di sebuah kedai, dan disitu aku mendapat informasi bahwa sudah beberapa gadis yang menginap di penginapan persinggahan akan di nyatakan hilang saat di pagi harinya. Awalnya aku tidak percaya dengan kabar itu, namun rasa penasaran pun muncul seketika saat aku melewati penginapan persinggahan. Aku memutuskan untuk mencaritahu sendiri kebenarannya," Yue Yin berhenti bercerita sejenak dan mulai melanjutkan.
"Aku memasuki penginapan persinggahan seorang diri dan menginap sampai tiga malam berturut-turut di penginapan persinggahan, namun yang terjadi adalah, aku masih tetap berada di penginapan persinggahan tanpa mengalami kejadian apapun," Yue Yin bercerita dengan lemah.
"Tapi saat aku turun dari lantai atas, aku mendengar suara keributan di lantai bawah. Terdengar suara seorang lelaki paruh baya berteriak-teriak pada beberapa pelayan karena mendapati anak gadisnya hilang saat lelaki paruh baya itu hendak mengajak anak gadisnya untuk sarapan bersama, pasangan ayah dan anak itu memesan kamar yang terpisah sebelumnya," terang Yue Yin.
"Mulai saat itu, aku memutuskan untuk terus mengawasi penginapan persinggahan. Dan kejadian itu terus terulang jika ada gadis yang menginap di hotel persinggahan maka gadis itu akan dinyatakan hilang di pagi harinya!" ucap Yue Yin mengakhiri ceritanya.
"Bukankah ini aneh, terdengar seperti kejadian di desa makmur dua tahun yang lalu," ucap Jia Li.
"Yah, pelakunya memang orang-orang berjubah hitam dengan lambang laba-laba di punggungnya. Sama seperti sekumpulan orang yang telah membantai warga desa terbuang," ucap Yue Yin.
"Senior Yue Yin juga mengetahui peristiwa hilangnya para gadis di desa makmur?!" tanya Jia Li.
"Tentu saja, saat itu aku menyaksikan aksi kalian saat bertarung di desa makmur," jawab Yue Yin santai.
"Tapi kami tidak melihat senior Yue Yin saat di desa makmur," ucap salah satu siswa senior.
"Tentu saja kalian tidak melihatku, karena aku hanya menonton jalan pertarungan dari atas bukit perbatasan antara desa terbuang dan desa makmur," kembali Yue Yin menjawab dengan santai.
Kini bukan hanya Ming Shu yang berpendapat bahwa Yue Yin adalah gadis yang aneh, akan tetapi semua siswa senior bahkan Jia Li pun merasa bahwa senior Yue Yin ini sedikit.... Aneh.
Saat semua orang melakukan pertarungan di desa makmur, seorang gadis bertubuh mungil yang ingin di panggil senior Yue Yin ini malah asyik menonton dari atas bukit. "Ternyata sosok senior Yue Yin ini benar-benar menakjubkan," gumam mereka dalam hati.
Berbeda dengan Ming Shu, yang ada dalam pikirannya saat ini adalah misi yang sebelumnya ia jalani. "Mungkinkah ini ada hubungannya dengan mayat beberapa gadis yang kutemukan di dalam hutan perbatasan?!" gumam Ming Shu dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Ney Maniez🍒⃞⃟🦅
senior🤭🤭💪
2023-09-18
0
Ney 🐌
ap di kasih hewan itu y🤔🤔
2023-09-17
2
🍒⃞⃟🦅🥑⃟puyobocahucul
hny mnonton doang 🙄
2023-09-12
3