Ming Shu, Jia Li dan juga delapan siswa senior akademi lainnya saat ini sedang melakukan perjalanan menuju bukit yang ada di bawah gunung timur dimana Ming Shu menghabiskan waktu hukumannya selama dua tahun untuk berlatih.
Setelah sampai di bukit, kini mereka mulai memasuki hutan tempat sebelumnya Ming Shu melihat kawanan serigala memperebutkan mayat seorang gadis.
Karena mereka sampai di tempat tujuan pada tengah hari, jadi mereka tidak bertemu dengan kawanan serigala itu, namun mereka bisa melihat beberapa aksesoris dan juga potongan kain yang sudah hampir pudar warnanya.
Jia Li memerintahkan para siswa senior untuk mengumpulkan semua aksesoris sebagai barang bukti ataupun untuk petunjuk.
Saat para siswa senior sedang sibuk mengumpulkan barang-barang yang di temukan, Ming Shu mendengar suara seseorang meminta tolong meski dengan suara yang nyaris hampir tidak bisa terdengar.
Andaikan kekuatan Ming Shu belum mencapai tingkat menengah, sudah pasti Ming Shu juga tidak akan bisa mendengar suara itu sama seperti para senior lainnya, karena mereka baru mencapai tingkat rendah.
Kekuatan para petarung di dataran timur memiliki 9 tingkatan yang di bagi menjadi tiga tingkat yaitu.
Tingkatan satu, dua dan tiga. Berada di tingkat rendah.
Empat, lima dan enam. Berada di tingkat menengah.
Tujuh, delapan dan sembilan. Berada di tingkat tinggi.
Namun hanya para tetua terdahulu yang mampu mencapai tingkat tinggi dengan sembilan tingkatan.
Bahkan yang mampu mencapai tingkat tinggi saat ini hanya penguasa kota Tian Ma dan juga adiknya Tian Bao, itupun penguasa kota Tian Ma hanya bisa mencapai tujuh tahapan, sementara Tian Bao mencapai delapan tahapan.
Dan untuk ketua Guan Lao dan tetua Ming Hao mereka berdua berada di tingkat menengah sama-sama di enam tingkatan , sementara tetua Nuwa berada di tingkat menengah di lima tingkatan.
Dan kini muncul tiga jenius akademi pedang dan sihir yaitu, Tian Zhi, Ming Shu dan juga Guan lin.
Mereka bertiga mampu mencapai tingkat menengah di empat tingkatan, saat para senior lainnya hanya mampu mencapai tingkat rendah di beberapa tingkatan.
Jing Mi dan Jia Li sudah termasuk luar biasa karena bisa mencapai tingkat rendah di tiga tingkatan, saat teman lainnya hanya mencapai satu dan dua tingkatan.
Ming Shu berjalan kearah sumber suara. Jia Li yang menyadari kepergian Ming Shu juga melangkahkan kakinya mengikuti kemana langkah Ming Shu pergi.
Ming Shu terus melangkahkan kakinya yang juga di ikuti oleh Jia Li, tidak lama kemudian Ming Shu melihat seorang gadis sedang berjalan dengan langkah yang terseok-seok.
Ming Shu segera berlari dan menghampiri gadis itu, Jia Li juga ikut berlari bersama Ming Shu.
"To..long sa..ya.. a-anak sa..ya a..kan me..ma..kan sa..ya!" ucap gadis itu dengan suara lemah sambil memperlihatkan organ tubuh yang sudah berdarah-darah bekas dari gigitan anaknya.
"Sekarang anak kamu dimana?" tanya Ming Shu.
"De..sa su..nyi!" ucap gadis itu sambil menunjuk ke arah desa sunyi.
"kenapa bisa seorang anak memakan ibunya sendiri.!" ucap Jia Li merasa geram.
"A..nak..ku ba..ru la..hir," ucap gadis itu dan kemudian gadis itu pun pingsan.
Jia Li memeriksa kondisi gadis itu dengan seksama.
"Sepertinya, gadis ini memang baru saja menjalani proses melahirkan," terang Jia Li kepada Ming Shu.
Ming Shu kembali melihat luka gigitan di tangan gadis itu yang ternyata dagingnya sudah hilang beberapa gigitan dan kini bekas gigitan itu terus menerus mengeluarkan darah.
"Sebaiknya kita pergi ke desa sunyi untuk mengetahui apa sebenarnya yang terjadi, aku merasa ada sesuatu yang tidak beres di desa sunyi!" ucap Ming Shu.
"Tuan muda Ming benar, tapi sebaiknya kita meminta beberapa siswa senior kembali ke akademi untuk mengantar gadis ini, dan meminta mereka untuk menyusul kita ke desa sunyi dengan membawa tambahan siswa senior lainnya!" balas Jia Lin.
"Baiklah, aku setuju," ucap Ming Shu.
Jia Li terlebih dahulu menghentikan pendarahan gadis itu dengan energi spiritualnya, lalu membawa gadis yang pingsan itu ke tempat dimana para siswa senior yang kini telah selesai mengumpulkan barang-barang sesuai perintah Jia Li.
Para siswa senior sangat terkejut saat melihat ada seorang gadis pingsan dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya.
"Kita bagi kelompok menjadi dua, setengah dari kalian kembali ke akademi dan bawa gadis ini untuk segera diobati, juga kalian bawa barang-barang yang telah kalian kumpulkan dan serahkan pada ketua!" ucap Jia Li dengan tegas.
"Baik senior Jia Li," jawab mereka serempak.
"Dan setengahnya lagi dari kalian ikut bersamaku menemani tuan muda Ming pergi ke desa sunyi!" lanjut Jia Li memberi arahan pada teman-temannya.
"Baik senior Jia Li," kembali mereka menjawab serempak.
Para siswa senior kini telah terbagi menjadi dua, Jia Li berpesan pada teman-temannya yang akan kembali ke akademi untuk menjaga gadis yang sekarang masih tidak sadarkan diri, dan selalu berhati-hati dalam perjalanan.
Jia Li merasa khawatir jika teman-temannya nanti bertemu dengan kawanan serigala.
Beberapa siswa senior pun kini mulai melakukan perjalanan kembali ke akademi pedang dan sihir.
Sementara Ming Shu, Jia Li dan beberapa siswa senior lainnya melanjutkan perjalanan menuju desa sunyi.
Hari sudah semakin gelap Ming Shu memutuskan untuk mempercepat perjalanan dan mencari penginapan di desa sunyi.
Hutan yang di lalui lumayan luas, namun tidak ada tanda-tanda kehadiran binatang buas di hutan ini, ini memang agak aneh.
Hutan yang begitu sepi dan jauh dari rumah penduduk tidak ada penghuni binatang buasnya, hanya kawanan serigala dari gunung Utara yang berani memasuki hutan ini, itupun hanya di bagian ujungnya saja, tidak masuk kebagian terdalam hutan.
Namun itu semua membuat perjalanan Ming Shu dan yang lainnya menjadi lancar tidak mengalami masalah sedikitpun.
Sampai langit benar-benar gelap, barulah Ming Shu dan yang lainnya keluar dari hutan dan mulai memasuki gerbang desa sunyi.
"Identitas!" ucap salah satu penjaga gerbang desa sunyi.
"Sejak kapan memasuki desa sunyi harus menunjukan identitas?" batin Jia Li.
Ming Shu langsung menyerahkan lencana nya sebagai murid akademi pedang dan sihir.
Setelah penjaga itu melihat lencana yang di tunjukan Ming Shu, barulah penjaga itu mempersilahkan Ming Shu dan teman-temannya masuk.
"Bukankah ini aneh? sejak kapan masuk ke desa sunyi harus menunjukan identitas?!" protes Jia Li.
"kita akan mengetahuinya setelah kita berhasil menyelidikinya," balas Ming Shu.
"Sebaiknya sekarang kita mencari penginapan terlebih dahulu," ujar Ming Shu.
Mereka pun berjalan menyusuri jalan yang nampak mulai sepi, sepertinya penduduk desa sunyi sudah beristirahat di kediamannya masing-masing.
Satu hal yang Ming Shu, Jia Li dan para senior lainnya rasakan begitu mereka memasuki desa sunyi, yaitu desa ini benar-benar sunyi sesuai dengan namanya. Bahkan Ming Shu merasakan aura yang tidak biasa di desa sunyi ini, aura di desa sunyi sangat mencekam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Ney🐌🍒⃞⃟🦅
ihh seremmm
2023-09-16
1
🍒⃞⃟🦅🥑⃟uyulpuyosibocah
ky mau kmna ja hrus pke identitas
2023-09-11
1
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ𖤍ᴹᴿˢ᭄𝓐𝔂⃝❥AyJinda❀∂я
lah lah jadi penasaran apa yang sudah terjadi, nanti mah jangan desa sunyi lagi lah namanya ganti desa rame biar rame terus gitu hehe
2023-08-30
2