Di pagi hari yang cerah, sinar matahari memancarkan cahayanya ke setiap celah yang ada di muka bumi ini, seorang pemuda menyipitkan matanya karena merasa terusik dengan remang-remang cahaya yang masuk dari sela-sela dedaunan beberapa pohon yang rimbun.
"Wah... di mana ini?" Guan Lin mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dan hanya mendapati pohon-pohon dan juga rumput liar.
Guan Lin pun bangkit dari tidurnya, dan kini Guan Lin diam terduduk sambil mengingat kejadian sebelumnya yang telah Guan Lin alami.
Saat Guan Lin hanyut dalam pikirannya, seekor panda berukuran besar datang menghampiri Guan Lin, Guan Lin sangat terkejut melihat panda itu berdiri tepat di hadapannya sambil menyodorkan air jernih dalam potongan bambu.
Kemudian panda itu mengarahkan potongan bambu itu ke depan mulut Guan Lin, dan memberi isyarat agar Guan Lin meminum air yang ada di dalam potongan bambu itu.
Guan Lin pun meminum sampai habis air yang panda itu berikan padanya.
"Terima kasih," ucap Guan Lin.
"Oh yah, apa kau yang telah menolongku?" tanya Guan Lin.
Panda itu menganggukkan kepalanya berulang kali, seolah-olah panda itu mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Guan Lin.
"yang benar saja, biasanya nih yah. Seorang pahlawan menolong seekor binatang yang sedang terluka ataupun sedang kesusahan, tapi yang saat ini terjadi malah..... Aku yang di selamatkan oleh seekor panda?! bukankah ini terbalik, menakjubkan bukan?!" gumam Guan Lin dalam hati.
Namun Guan Lin masih tetap bersyukur dan mengucapkan terima kasih pada panda yang telah menolongnya itu.
"Kalau begitu, aku sangat berterima kasih padamu, apa kau mengerti dengan ucapan ku?" kembali Guan Lin bertanya pada panda yang ada di hadapannya itu.
Panda itu menganggukkan kembali kepalanya dengan penuh semangat.
"Panda pintar," puji Guan Lin.
"Kalau begitu, apa kau tau bagaimana caranya untuk kembali ke atas? kau tau kan, semalam itu aku terjatuh ke tempat ini dari ketinggian!" ucap Guan Lin.
Namun kini panda itu menggeleng-geleng kan kepalanya dengan kepala tertunduk.
Guan Lin pun hanya bisa menghela nafas, tidak tau bagaimana caranya agar ia bisa kembali ke atas.
Guan Lin kembali hanyut dalam lamunannya, Guan Lin teringat pada sang ayah dan juga ibunya yang kini pasti sangat mengkhawatirkannya.
Seketika rasa bersalah pun kini menyelimuti hati Guan Lin, Guan Lin merasa bersalah karena sempat meragukan keputusannya untuk kembali ke akademi pedang dan sihir.
Guan Lin melihat panda yang ada di sampingnya, yang juga nampak bersedih, entah sudah berapa lama panda ini sudah terjebak di dasar jurang ini.
"Baiklah, karena aku sudah ada disini, maka mari kita bekerja sama untuk mencari jalan keluar. Kau juga pasti ingin kembali keatas dan berkumpul bersama keluargamu bukan?!" ucap Guan Lin.
Panda itu kini mengangkat kepalanya dan memandang Guan Lin sambil mengangguk kan kepalanya dengan penuh semangat.
***
Saat ini penguasa Tian Ma duduk berhadapan dengan sang putra kebanggaannya, anak satu-satunya yang kelak akan menggantikannya menjadi penguasa kota timur.
Tian Zhi memang sudah kembali ke kota timur beberapa hari yang lalu.
"Ayah tidak mengeri, kenapa pamanmu kini menjadi sangat berambisi," ucap penguasa Tian Ma.
"Apa Paman Tian Bao kembali mengirimkan pesan?" tanya Tian Zhi.
Penguasa Tian Ma menyerahkan sepucuk surat yang dikirimkan oleh sang adik yang bernama Tian Bao.
Dengan seksama Tian Zhi melihat tulisan di dalam surat itu yang berisikan. 'Serahkan tahta penguasa kota timur kepadaku, jika tidak maka kau akan menyesal' Tian Zhi melipat surat itu dan menyerahkannya kembali pada sang ayah.
"Apa yang membuat Paman seberani itu? bukankah ayah sudah berbaik hati untuk memberikan wilayah Utara pada Paman?" tanya Tian Zhi.
"Ayah juga tidak tau pasti. Tapi ayah mulai khawatir, bagaimana kalau dalang di balik pembantaian di beberapa desa terpencil itu adalah ulah dari Paman mu!" penguasa Tian Ma berucap dengan pandangan menerawang.
Penguasa Tian Ma kini tenggelam ke dalam lamunan, saat ini muncul ingatan masa lalu saat ia diangkat menjadi putra mahkota, saat itu masih baik-baik saja. Namun saat Tian Ma akan di resmikan menjadi pemimpin kota timur, barulah Tian Bao mulai mengutarakan pendapanya bahwa ia keberatan.
Dikarenakan Tian Bao merasa lebih kuat dari pada sang kakak yaitu Tian Ma. Namun sang pemimpin terdahulu yaitu ayah dari Tian Ma dan Tian Bao tetap menobatkan Tian Ma sebagai pemimpin kota timur, dikarenakan beliau merasa sosok Tian Ma lebih pantas menjadi penerusnya.
Selain kekuatan, seorang pemimpin juga harus mempunyai sikap adil dan bijaksana, dan semua itu ada pada Tian Ma dan bukan Tian Bao.
Mau tidak mau Tian Bao pun akhirnya hanya bisa menyetujui apa yang sudah menjadi keputusan sang ayah, namun tidak lama setelah sang ayah menghembuskan nafas terakhirnya, Tian Bao mulai berulah.
Tian Bao merasa tidak terima dengan posisinya yang berada dibawah Tian Ma, sedangkan kekuatan Tian Ma berada di bawah Tian Bao Maka dari itu Tian Bao meminta wilayah Utara pada Tian Ma untuk ia kuasai sepenuhnya.
Dan pada akhirnya, Tian Ma pun memberikan wilayah Utara kepada Tian Bao sepenuhnya.
Namun kini Tian Bao kembali berulah, dan dengan beraninya Tian Bao mengutarakan keinginannya untuk menjadi penguasa kota timur.
*
Penguasa Tian Ma tersadar dari lamunannya saat pundaknya di sentuh oleh seseorang, seorang pemuda yang kini telah berusia lima belas tahun.
"Ayah izinkan Tian Zhi pergi ke desa sunyi untuk menyelidiki hal ini," ucap Tian Zhi
"Tidak Zhi'er ini terlalu berbahaya, ayah sudah mengirimkan utusan Xing Jun untuk menyelidikinya!" ucap penguasa Tian Ma dengan suara tegas.
"Tapi ayah, Tian Zhi ingin membantu ayah. Tian Zhi berjanji akan selalu berhati-hati," bujuk Tian Zhi pada sang ayah.
Setelah memikirkannya beberapa saat, akhirnya penguasa Tian Ma pun mengijinkan Tian Zhi pergi ke desa sunyi dengan di temani beberapa petarung yang di pimpin oleh Feng Ying.
***
Seekor kera sedang menceritakan kejadian semalam pada seorang gadis bermata hijau, kera itu memberitahukan bahwa Guan Lin telah terjatuh kedalam jurang.
Lien Hua sangat terkejut setelah mendengar apa yang telah kera itu sampaikan, tanpa menunggu lama Kera dan gadis itu pun kini melompati pepohonan agar segera sampai di tempat tujuan.
Saat sudah sampai tujuan, kera itu menunjukan jurang yang sangat dalam tempat Guan Lin terjatuh.
Lien Hua memfokuskan pikirannya berusaha merasakan aura kehidupan di dasar jurang, seketika Lien Hua menarik nafasnya merasa lega karena Lien Hua yakin bahwa saat ini Guan Lin baik-baik saja di dasar jurang itu.
Tidak lama kemudian, Indra pendengaran Lien Hua menangkap suara langkah kaki dari beberapa orang. Lien Hua pun memutuskan untuk kembali karena ia merasa tidak nyaman jika harus bertemu dengan orang lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
Alan Bumi
mengerti cuy
2023-10-19
0
🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•
bila diatas ada monyet usil nah dibawah ada panda yang baik ya..
2023-10-13
0
Ney 🐌
wahh pandany pinter
2023-09-15
1