menjelaskan

"T-tuan" ujar naila terkejut otomatis dia melepaskan pompa asi itu dan menutupi gunung kembarnya dengan telapak tangan, tapi karena telapak tangan naila yang kecil dan gunung kembar nya yang besar gunung itu tetap terlihat.

Samar berjalan mendekati naila dan menjauhkan tangan naila itu. Samar langsung melahap salah satu gunung kembar naila dan menghisap kuat.

"T-tuan pelan ahhh" desah naila. Naila membiarkan samar meminum asi nya karena asi nya emang banyak dan harus dikeluarkan sebelum naila kesakitan karena merasa ngilu dan nyeri.

Cukup lama Samar menyusu pada naila dan akhirnya naila melepaskan paksa putingnya itu dari mulut Samar karena naila merasa sudah tidak ngilu lagi. Samar terlihat kecewa dia ingin menyusu lagi karena susu naila sangat enak menurutnya.

"Kenapa dilepas" lesu Samar.

"Sudah tidak sakit tuan dan terimakasih sudah membantu saya" ucap naila.

Naila berjalan keluar toilet dan diiringi oleh Samar. Naila duduk disofa dan Samar disamping naila. Samar akan minta penjelasan kenapa naila mempunyai asi padahal dia belum menikah.

"Kenapa kamu punya asi padahal kamu belum menikah kan" to the point Samar.

"Saya kan menjelaskan tapi tuan jangan memotong nya, biarkan saya menjelaskan hingga akhir" ujar naila dan Samar mengangguk.

"Jadi 2 tahun lalu saya memeriksa diri ke rumah sakit karena saya menstruasi sangat tidak teratur, saya takut kalau saya mempunyai penyakit atau apalah tapi kata dokter tidak papa dan memberikan saya obat yang akan melancarkan siklus menstruasi saya,dan saat itu menstruasi saya sudah teratur tapi saya bisa mengeluarkan asi, saya heran dan saya memeriksa nya lagi dan dokter bilang saya kelebihan hormon karena pengaruh obat itu dan saya bisa mengeluarkan asi selamanya" jelas naila panjang lebar.

Samar mengangguk "terus selama 2 tahun asi nya kamu kemanain? " tanya Samar.

"Saya sumbangin"

"Sampai sekarang? "

"Tidak, sekarang saya sudah ada anak"

"Kamu sudah punya anak? Kamu belum menikah kan? " tanya Samar beruntun.

"Anak angkat"

Samar bernafas lega"kalau siang hari kamu kan kerja terus susunya kamu kemanain"

"Saya bawa pulang lah, cuma kemarin doang saya kasih ke tuan" ketus naila.

"Mulai sekarang kalau siang hari berikan kesaya"

"Oke"

"Tapi saya mau langsung meminum dari sini" tunjuk Samar kearah dada naila.

Naila melotot"tidak, saya akan pompa kan saja"kesal naila, apa apaan meminum langsung dari gunung kembar nya itu tidak akan terjadi.

"Saya mau langsung dari sini naila"

"Tidak mau tuan"

"Harus mau"

"Dih tuan siapa? Terserah saya dong"

"You're mine naila"

Naila tertegun mendengar kalimat Samar barusan, bos nya mengakui bahwa dirinya milik bos nya?.

"Apaan sih tuan, saya gak mau" ketus naila berusaha tenang, saat ini naila sedang berdebar.

"Tidak ada penolakan naila"

"Dih maksa, saya gak mau, lagian tuan gak cinta sama saya, palingan tuan ingin susu saya ajaa"

"Saya mencintai mu dari awal bertemu naila"

Naila kembali tertegun mendengar penuturan tersebut tapi dia tetap tidak akan mudah percaya.

"Jangan bercanda tuan"

"Saya serius, saya mencintaimu naila"

"Saya miskin pa, gak cocok buat bapa"

"Saya tidak pernah mempermasalahkan ekonomi naila"

"Jangan gini deh pa, saya merasa aneh"

"You'e mine, dan tidak ada penolakan" tekan Samar.

Naila diam dan berusaha acuh, padahal jantung nya saat ini berdetak kencang dan gugup, naila menyendar kan kepala nya disofa dan memejamkan matanya. Dia berusaha menetralkan jantungnya kembali.

'Apa yang gue rasain ini?'naila membatin.

Samar melihat wajah naila yang berpejam, Samar tersenyum karena sudah bisa mengungkapkan isi hatinya walaupun tidak sesuai rencana, Samar berencana ingin mendekati naila dulu dan akan menembaknya di restoran mewah dan tempat nya dihias agar terkesan indah dan romantis tapi karena kejadian tidak sengaja ditoilet tadi samar langsung mengungkapkan perasaan nya.

'Seperti nya aku setiap hari akn meminum susu dari sumber nya langsung'samar membatin dan senyum senyum sendiri.

"Nai" panggil Samar.

Naila membuka matanya dan menatap Samar. "Ada apa tuan" tanya naila.

"Kamu sudah menjadi pacarku dan berhenti memanggil tuan"

"Dih, saya belum mengiyakan ya" ketus naila.

"Saya tidak menerima penolakan naila" tegas Samar.

Naila memutar bola matanya malas dan memilih mengiyakan saja.

"Hem" deham naila dan Samar tersenyum simringah.

"Bolehkah meminta ini" tunjuk Samar pada dada naila.

Naila mendelik, "dihh apaan, tidak. Tadi sudah ya" ketus naila.

"Tapi haus lagi" cemberut Samar.

Naila bergidik karena tidak pernah melihat Samar seperti itu seperti anak kecil saja biasanya kan naila melihat samar itu cool seperti kulkas.

"Gak yahh" tolak naila.

"Aku mau sayang" rengek Samar seperti anak kecil.

"Jangan seperti anak kecil deh"

"Ishh kamu ini masa sama aku gitu sih" cemberut samar. Naila menatap samar jengah dan memilih memejamkan matanya kembali.

Samar menggoyang goyang kan tubuh naila karena naila mengabaikan nya.

"Apasih" kesal naila.

"Mau nen" rengek samar.

'Astaga dia tidak pantas merengek seperti ini'batin naila.

"Gak" tolak naila lagi.

"Sekali aja yahh" ujar samar menampilkan poppy eyes nya,

Naila menghela nafas dan mengangguk karena merasa kasian dengan bayi gede tersebut. Samar yang melihat naila mengangguk tersenyum sumringah dan langsung membuka kancing baju naila dan mengeluarkan satu gunung naila dari bra. Tanpa aba aba samar langsung melahap dan menghisap ****** itu dengan kuat.

'Astaga ini sangat enak, mulai sekarang susu ini akan jadi canduku'batin samar.

"Sshh pelan samar, kalau tidak pelan aku lepasin nih" ujar naila yang memanggil samar dengan sebutan nama bukan tuan lagi karena tidak ingin mendengar protesan samar lagi.

Samar menggeleng pertanda tidak ingin dilepaskan ****** itu dari mulut nya.

"Kalau tidak mau pelan pelan dong" ucap naila dan samar mengangguk.

Cukup lama samar menyusu dia melepaskan ****** itu dari mulut nya dan memperbaiki pakaian naila.

"Mulai sekarang ini punya ku dan akn menjadi canduku" tunjuk samar pada gunung kembar naila. Naila sendiri tidak menjawab karena tenaganya seakan habis dihisap samar, dia memejamkan matanya dan mengatur nafas dan memulih kan tenaga nya kembali.

"Susu mu enak sayang" bisik samar tepat ditelinga naila dan mengecup singkat daun telinga naila.

Wajah naila merona karena mendengar ucapan samar dimemunggungi samar agar samar dia melihat wajah nya yg merah merona karena malu.

Samar sendiri tersenyum karena melihat naila malu malu.

'Menggemaskan banget sih bila malu malu gini "batin samar gemes melihat naila malu malu.

****

Terpopuler

Comments

Rahmawaty❣️

Rahmawaty❣️

Wihh pak bos hauuss sekalii😂😂

2023-10-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!