Samar melihat

Naila sedang menemani pelanggan untuk memeriksa mobil yang akan dibeli, naila sangat bersemangat menawarkan mobil mobil yang bagus dengan harga terjangkau, namun seperti nya pelanggan tersebut justru melihat naila dengan tatapan nafsu karena memang tubuh naila yang bagus bak gitar Spanyol itu sangat membuat seseorang bernafsu.

Samar datang ke showroom nya dan melihat naila yang sedang menemani pelanggan untuk memilih milih mobil tapi Samar tidak suka dengan tatapan pria yang menatap naila dengan nafsu. Samar masuk kedalam dan menyuruh sales perempuan lain yang akan menggantikan naila, entah kenapa rasa nya Samar tidak suka naila ditatap oleh laki laki lain mungkin perasaan cinta sudah muncul.

"Kamu gantikan naila menemani pelanggan memilih mobil, dan suruh naila keruangan saya" titah Samar kepada sales perempuan itu.

"Baik tuan muda" ujar sales perempuan itu ramah.

Sales perempuan itu langsung menghampiri naila, dan Samar pergi keruangan nya dan akan menunggu naila disana.

"Nai kata tuan muda kamu segera ke ruangan beliau" ujar sales perempuan itu yang bernama rita.

"Aku sedang menemani pelanggan rita"ujar naila malas. Naila tau bos nya itu hanya menyuruhnya berdiam saja sama seperti sebelum nya.

"Aku yang menemani, kamu harus keruangan tuan muda, nanti tuan muda marah" desak rita karena takut bos mereka itu marah.

Naila menghela nafas malas"baiklah, aku kesana sekarang kamu layani pelanggan dengan baik"pamit naila.

Naila langsung melangkah masuk dan menuju ruangan Samar, naila mengetuk pintu dahulu sebelum masuk keruangan Samar.

Tok tok tok

"Masuk" ucap Samar, Samar sedang bersantai saja tidak ada memeriksa berkas apa apa karena memang sudah selesai kemarin. Samar ke showroom hanya untuk melihat naila, rasanya Samar selalu merindukan naila tapi dia tidak berani mendekati secara terang terangan.

Naila masuk dan langsung duduk tanpa izin.

"Kenapa memanggil saya tuan? " tanya naila.

"Temani saya"

"Saya padahal sedang sibuk kenapa saya harus menemani anda disini tanpa melakukan apa-apa, saya tidak mau memakan gajih buta tuan" kesal naila karena sering sekali bos nya itu menyuruhnya menemani bos nya tanpa melakukan apa-apa.

"Menemani saya termasuk pekerjaan naila, jadi tenang saja kamu tidak memakan gajih buta" ujar Samar.

"Hanya berdiam bukan pekerjaan tuan" protes naila.

"Itu perintah naila" tekan Samar.

Naila menghela nafas dia pasrah saja karena sudah mendengar tekanan itu mau diprotes pun tidak akan bisa merubah kehendak bos nya itu. Sangat keras kepala pikir naila.

"Apa kamu membawa susu lagi nai? " tanya Samar tiba-tiba.

"Emang kenapa" ketus naila.

"Saya mau minta lagi, susu nya enak saya suka" ucap Samar bersemangat.

Naila merona karena bos nya itu secara langsung memuji asi nya.

"Nanti saya kasih tuan" ujar naila karena dia belum memompa asi nya jadi dia belum bisa mengasih susu kepada Samar.

"Kenapa nanti? Kenapa tidak sekarang saja" heran Samar, kalau memang naila membawa susu diberikan sekarang juga tidak masalah kan?.

"A-ah itu... " bingung naila bagaimana dia akan menjelaskan, apa yang harus jadi alasan?.

Samar mengangkat sebelah alisnya"apa? "Tanya samar.

"Ishh pokoknya nanti tunggu jam makan siang" ketus naila dan dia berusaha tenang agar Samar tidak curiga.

"Saya haus, saya ingin sekarang" ujar Samar.

"Bagaimana saya buatkan jus dulu tuan? " pinta naila.

"Saya mau sekarang"

Naila menghela nafas lagi, bagaimana cara nya agar Samar mau menunggu sampai waktunya dia memompa asi?.

Samar yang melihat naila hanya diam bergerak menghampiri naila dan langsung mengambil tas naila. Samar yang melihat isi tas naila mengernyit heran, dia hanya melihat botol kosong saja, botol sama persis seperti botol susu kemarin.

Naila terkejut karena Samar mengambil tas nya dengan tiba-tiba, naila langsung merebut tasnya.

"Tuan apaan sih gak sopan deh main ambil tas orang aja" kesal naila.

"Kenapa botol susu itu kosong" tanya Samar.

"A-anu saya belum mengisinya" ucap naila keceplosan karena gugup.

"Mengisinya? Bagaimana kamu mengisinya kan di sini tidak ada susu dan kamu juga tidak pernah keluarkan" bingung Samar.

"Saya lupa mengisinya dirumah tuan" elak naila.

Samar mengangguk mungkin dia percaya dengan yang diucapkan naila.

"Terus bagaimana saya minum? Saya ingin susu seperti kemarin" ujar Samar.

"Bagaimana besok saja tuan" usul naila.

"Saya menginginkan nya sekarang, karena susu kamu itu rasanya enak sekali"

Naila tersenyum karena pujian Samar kepada dirinya.

"Besok tuan, susu nya ada di kontrakan" dusta naila.

"Kita ke kontrakan mu untuk mengambil nya ayoo" ajak Samar.

Naila bingung bagaimana dia kan mencari alasan lagi.

"Besok saja tuan, kontrakan saya kotor tidak sehat untuk anda" dusta naila lagi.

"Saya mau sekarang naila, kalau saya tidak dapat susu itu saya tidak mau minum" tekan Samar.

"Keras kepala" kesal naila. Kenapa bos nya ini sangat keras kepala sih.

"Saya tidak perduli kamu mau mengatakan saya apa pun, intinya saya mau susu seperti kemarin naila" kesal Samar, karena sedari tadi tidak kelar kelar membahas susu. Samar mendekat kearah naila dan menatap naila kesal semakin dekat hingga tak sengaja dada nya dan dada naila yang besar bersentuhan dan mengakibatkan dada naila ngilu tiba-tiba.

"Ssshhh" ringis naila dan mendorong dada Samar agar berjarak dengan nya. Samar terkejut mendengar suara naila yang meringis, Samar mengira ada yang membuat naila kesakitan.

"Kamu kenapa? Ada yang sakit? " tanya samar khawatir dan memegang bahu naila.

Naila berdebar karena Samar terlihat khawatir dengan nya, tapi naila berusaha acuh karena sekarang asi nya ingin keluar.

"Tuan saya permisi ke toilet dulu" tanpa persetujuan Samar naila langsung berlari membawa tas nya ke toilet.

Samar bingung melihat naila yang berlari ke toilet dan lebih bingung lagi setiap jam akan menunjukkan waktu makan siang naila selalu ke toilet dan membawa tas nya itu, Samar penasaran dan menghampiri naila, samar akan menguping tapi melihat pintu toilet sedikit terbuka karena naila lupa mengunci pintunya, samar pun mengintip detik berikut nya samar terkejut karena naila membuka kancing baju dan mengeluarkan gunung kembar yang besar itu, Samar dapat melihat jelas saat naila memompa asi nya dan memasukkan asi itu ke botol kosong tadi.

"Ssshhh ini akan lama, karena asi nya banyak sekali" ringis naila dan Samar mendengar itu semua. Samar bernafsu dan ingin meminum asi itu langsung dari sumbernya.

"Sshh ahh" desah naila. Samar yang mendengar ******* naila semakin bernafsu dan tanpa sadar membuka pintu lebar.

Naila menoleh dan dia terkejut karena Samar tiba-tiba masuk.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!