"Pagi tuan muda" sapa pak radit.
Tuan muda tersebut hanya berdeham dan melirik kearah naila sebentar. Tuan muda itu duduk di kursi nya dan naila diam saja memperhatikan bos muda itu.
'Ganteng'naila membatin kala melihat wajah tampan bos nya itu.
"Tuan muda perkenalkan ini naila dia melamar pekerjaan disini sebagai sales kita" ucap pak radit kepada tuan muda tersebut.
Tuan muda itu melihat kearah Aurel yang menunduk hormat. Tuan muda tersebut menatap naila seakan kenal.
'Sepertinya dia gadis yang ditaman tempo hari'batin tuan muda.
"Pak radit bisa keluar saya akan bicara dengannya" ujar tuan muda.
"Saya permisi tuan muda" pamit pak radit, pak radit pun keluar meninggal kan naila dan tuan muda itu.
"Duduklah" titah tuan muda. Naila pun duduk dengan hati-hati agar roknya tidak terangkat.
"Nama" tanya tuan muda singkat.
"Hah, nama saya pak? " ujar naila.
"Jangan panggil pak, saya belum tua" ucap tuan muda datar.
"Saya naila callista albirru tuan" ujar naila.
Tuan muda tersebut diam, 'albirru? Apakah dia putri dari panraj albirru? Kenapa dia bekerja bukankah ayahnya seorang konglomerat'batin tuan muda bertanya tanya.
Siapa yang tidak kenal dengan ranraj albirru seorang pria paruh baya yang sukses dalam berbisnis.
"Nama saya samar prince adelard" beritahu samar.
Naila mengernyitkan dahi nya, siapa juga yang bertanya nama tuan muda nya? Tapi naila hanya mengangguk saja karena tidak ingin berlaku tidak sopan terhadap bos nya itu.
"Jadi apakah saya diterima bekerja disini tuan? " tanya naila.
Samar hanya berdeham dan membuat naila kesal, dingin sekali bosnya ini pikir naila.
"Kalo ditanya jawab tuan jangan hem hem saja, tuan mau cosplay jadi nissa sabyan? " ujar naila tanpa sadar berucap seperti itu kepada bos nya karena merasa jengkel akan sikap dingin tuan muda tersebut.
"Ups maaf tuan saya tidak sopan" maaf naila dan menundukkan kepalanya.
"Hem" deham Samar lagi.
"Ishh itu mulut kenapa sih susah emang buat ngomong? " gerutu naila.
Samar yang mendengar gerutuan naila tanpa sadar sudut bibirnya terangkat dan membentuk senyuman tipis.
"Kamu boleh mulai bekerja" ucap Samar.
Naila berdiri dari duduknya"saya permisi tuan "pamit naila dan dibalas deheman oleh bos kulkasnya itu.
Naila berjalan sambil menggerutu" dasar bos kulkas, dingin banget sih sama cewek bohay seperti gue"ujar naila kesal.
Samar masih bisa mendengar gerutuan naila itu dan dia tersenyum.
"Menarik" gumam Samar.
Samar mengecek semua berkas yang berisi tentang penjualan bulan ini, lumayan banyak yang membeli mobil di showroom nya karena showroom nya emang sudah terkenal, banyak para konglomerat dan artis artis membeli mobil di showroom nya termasuk panraj albirru yang setiap membeli mobil pasti di showroom Samar.
Hampir satu jam Samar memeriksa berkas tersebut dan terlihat baik baik ajaa tanpa ada kecurangan, Samar emang teliti dalam memilih pegawai jadi dia tidak pernah menemui orang-orang yang curang atau korupsi dikantor nya. Samar keluar dan berniat kekantor pusat untuk melakukan meeting dengan panraj albirru ayah dari naila.
Saat akan memasuki mobilnya Samar melihat kearah naila yang sedang menawarkan mobil terbaru kepada pelanggan nya, tapi Samar merasa jengkel karena pelanggan tersebut bukannya melihat lihat mobil tapi malah melihat tubuh naila yang benar benar bohay itu.
"Tubuhnya terlalu menarik" monolog Samar. Tapi dia berusaha mengabaikan karena dia bukan siapa-siapa nya naila kan? Samar pergi meninggalkan showroom dan melajukan mobilnya kekantor pusat.
*****
Sesampainya dikantor pusat Samar langsung keruangan meeting karena katanya panraj albirru sudah datang lebih dulu.
"Maaf saya terlambat" ujar Samar saat sudah masuk keruangan meeting, Samar berjalan ketempat duduknya.
"Tidak masalah tuan muda" sahut mereka yang ada diruang meeting.
Mereka meeting dengan serius dan memekan waktu hampir 2 jam. Setelah selesai semua orang keluar kecuali tuan panraj dan tuan muda adelard. Tuan panraj sengaja tidak keluar karena ingin berbicara dengan Samar, Samar yang melihat tuan panraj memerhatikan nya jadi bertanya.
"Ada yang ingin anda sampai kan tuan? " tanya Samar.
"Bisakah kita bicara serius" ujar panraj.
Samar yang penasaran dengan naila itu apa benar anak dari panraj mengangguk setuju.
"Baiklah, mari keruangan saya aja" ujar Samar. Mereka pun keluar dari ruangan meeting dan berjalan menuju ruangan khusus ceo atau ruangan Samar.
Ceklek.
"Silakan masuk tuan" ujar Samar ramah. Panraj masuk dan duduk disofa bersebelahan dengan Samar.
"Bagaimana keadaan orang tua mu? " tanya panraj yang sudah mengenal lama orang tua Samar.
Samar mengernyit bingung. "Tuan kenal dengan orang tua saya? " tanya Samar.
"Mendiang istri saya bersahabat dengan mama mu, oh ya panggil saya paman aja" ucap panraj.
Samar mengangguk "ah iya paman, terus? " tanya Samar.
"Jadi begini sebelum orang tua mu tinggal diluar negeri kami sempat bertemu dengan orang tua mu dan berencana ingin menjodohkan anak kami" jelas panraj.
Samar menatap panraj dengan seksama, dijodohkan? Apakah gadis yang bekerja di showroom nya itu yang dijodohkan dengan nya?.
"Terus? " bingung Samar.
Panraj menghela nafas"apakah kamu punya kekasih sebelum nya? "Tanya panraj.
"Saya tidak mempunyai kekasih paman" ujar Samar, Samar memang tidak mempunyai kekasih karena sikapnya yang dingin itu membuat para wanita mundur sebelum mencoba mendekati.
"Apakah kamu tertarik dengan putri saya? "Ujar panraj.
" maaf sebelumnya paman, saya tidak pernah melihat putri paman"ujar Samar ragu, padahal iya merasa yakin bahwa naila anak dari pria paruh baya yang ada disamping nya itu.
"Kamu punya karyawan baru kan di showroom mobil mu" ujar panraj, Samar mengangguk Samar sekarang semakin yakin bahwa naila putri panraj, tapi yang iya pertanyaan kenapa naila bekerja padahal dia anak seorang pengusaha.
"Dia naila Callista albirru putri semata wayang saya, saya terpaksa mengusir nya dari rumah karena ingin merubah sifat nakalnya, tapi saya selalu memantaunya dari kejauhan, dan sekarang dia penumpang tinggal dipanti asuhan" jelas panraj.
Tepat sekali, sesuai dugaannya naila adalah anak dari seorang panraj albirru, tapi kenapa harus tinggal dipanti asuhan pikir Samar.
"Kenapa tinggal dipanti asuhan? " tanya Samar.
"Saya mengusir nya dengan tidak boleh membawa apapun selain pakaian, mungkin dia tidak membawa uang sepeser pun untuk mengontrak" lirih panraj, dapat Samar lihat bahwa panraj sedih dengan keadaan putrinya itu.
"Jika kamu tertarik dekati lah dia, tapi jika kamu tidak tertarik dengannya biasakah kamu jagakan dia, paman belum siap untuk bertemu dengan nya, paman takut dia marah karena mengusir nya" lanjut panraj dengan raut sedihnya.
"Saya akan mencoba paman" ujar Samar lalu tersenyum kearah panraj, panraj membalas senyuman panraj, setidaknya dia bisa tenang jika melepaskan puterinya ke Samar.
***
Terimakasih yang sudah mau baca cerita author jangan lupa tinggalin komentar nya di setiap bab :)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
pembaca 🤟
typo ya Thor
2023-02-25
1