Naila saat ini sedang berada ditaksi untuk menitipkan lala di panti asuhan karena dia harus bekerja eh ralat bukan bekerja tapi lebih tepatnya menemani dan menyusui bayi gede nya bekerja. Sebenarnya naila mau bekerja saja karena tidak enak memakan gajih buta tapi samar tidak membiarkannya bekerja karena dia merasa cemburu dengan tatapan para pelanggan pria terhadap naila, naila hanya bisa pasrah karena samar yang possive itu.
Sesampainya di panti asuhan naila turun dan tidak lupa mengatakan kepada taksi agar menunggu nya sebentar seperti biasa.
"Bu ini naila titip lala lagi dan ini susu nya bu" ucap naila kepada bu tina yang sudah menunggu di depan pintu.
"Iya kak, ibu bisa bicara sebentar dulu? " tanya bu tina.
"Iya soal apa bu"
"Soal lala" ucap bu tina serius dan naila yang mendengar keseriusan itu menjadi was was.
"Kenapa lala bu, lala di ambil orang tua kandung nya? Atau diadopsi orang lain? " cerca naila, naila sungguh takut jika dia dipisahkan dengan anaknya, naila benar-benar sudah menyanyi lala sama seperti anak nya sendiri.
"Tidak, ibu senang karena lala diasuh orang baik seperti kamu, dulu waktu lala dititipkan kesini perempuan itu berkata jaga lala dan jangan sampai jatuh ke tangan orang jahat, ibu tidak mengerti maksud perempuan itu tapi sepertinya lala diincar orang karena lala berasal dari keluarga berada" jelas bu tina.
Naila diam sesaat, "bu selama naila bekerja jaga lala dengan baik, jangan tinggal kan dia sendiri ya" cemas naila, dia sangat takut jika lala akan diambil oleh orang tanpa sepengetahuan nya.
"Kamu tenang saja, tidak pernah orang masuk ke panti tanpa sepengetahuan ibu, selama ini lala selalu amankan dititipkan kesini" ujar bu tina menenangkan naila.
"Naila percaya ibu bisa jagain lala, naila pamit bekerja dulu bu" pamit naila lalu mencium punggung tangan bu tina, bu tina mengangguk saja.
****
Naila sekarang sudah berada diruangan samar, orang-orang showroom sudah tahu akan hubungan naila dan samar, sebagian sales perempuan ada yang iri dan dengki selalu ngomongin naila tapi naila acuh saja, mantan badgirl mah udah biasa dikatain jadi dia biasa saja.
Naila melamun memikirkan perkataan bu tina tadi, dia menjadi cemas akan keselamatan lala, lala sudah menjadi bagian dari hidupnya dia tidak akan membiarkan siapapun yang mengambil naila termasuk keluarga lala sendiri.
"Kenapa ngelamun hm? " tanya samar yang tiba-tiba ada di ruangan tersebut padahal sebelumnya naila hanya sendiri.
Naila tersentak"kapan datang"tanya naila.
"Tadi, aku liat kamu ngelamun makanya gak sadar aku masuk kan"
"E-eh iya maaf sayang aku sedang memikirkan lala"
"Lala? Kenapa dengan lala hm" samar juga ikut memikirkan lala karena dari wajah naila yang cemas samar jadi ikut memikirkan lala.
"Aku takut terjadi sesuatu kepada naila" lirih naila.
"Dia akan baik baik saja sayang, kan selama kamu bekerja lala selalu aman kan dititipin ke panti"
"Iya aku tau, tapi hari ini aku cemas"
"Tenang sayang, aku yakin kok lala akan baik-baik saja" samar berusaha menenangkan gadisnya itu.
Entah kenapa naila tetap tidak tenang, seakan mempunyai ikatan batin dengan lala jadi dia merasa kan akan ada bahaya yang datang. Padahal naila bukan ibu kandung nya tapi kenapa dia bisa merasakan bahaya yang akan datang itu apa karena lala menjadi anak nya dan naila memberikan asi nya itu membuat ikatan batin antara mereka? Entahlah tapi sebenarnya bisa sih.
"Kamu mau ikut aku kekantor pusat sayang" ajak samar.
"Kamu mau meeting ya? " tanya naila.
"Iya, kamu ikut ya"
"Gak disini aja aku mau kerja"
"Tidak, kamu tidak boleh menemani para pelanggan lagi, ikut aku saja" possive samar.
Naila menghela nafas, samar itu sangat possive dan keras kepala jadi dia hanya mengiyakan saja.
"Baiklah" ujar naila dan samar tersenyum senang.
"Ayoo berangkat" ajak samar dan naila menganggukkan kepala nya.
Naila dan samar bergandengan tangan keluar para pekerja menyapa kedua nya, naila tersenyum sebagai balasan dari sapaan mereka sedangkan samar memasang muka datar nya.
Naila dan samar sudah di dalam mobil.
"Muka kamu datar banget sih" ujar naila.
"Cuma ke orang-orang sayang, kalau sama kamu aku full senyum" ujar samar tersenyum manis kearah naila, naila ikut tersenyum.
*****
Naila dan samar sampai dikantor pusat, mereka langsung menaiki lift untuk keruangan presdir, para karyawan kantor yang melihat bos mereka bergandengan dengan seorang perempuan jadi bertanya-tanya karena setahu mereka bos kulkas mereka itu tidak pernah dekat dengan seorang perempuan.
"Eh itu pacar bos ya"
"Cantik, mereka cocok loh"
"Cantikan juga gue"
"Helehh paling juga dia ngasih sesuatu yang berharga ditubuhnya makanya pak bos mau"
Begitulah yang terdengar di telinga naila tapi naila acuh saja, karena ini baru pertama kali naila kekantor pusat, samar sering mengajaknya kekantor pusat sebelumnya tapi naila menolak.
Samar sebenarnya geram dengan perkataan karyawannya yang mengatakan naila itu seakan perempuan murahan dia ingin sekali berbicara kasar dengan karyawan perempuan itu tapi naila menahannya dia mengatakan bahwa tidak masalah dikatakan seperti itu dan samar berusaha meredam emosi nya.
Mereka sampai di ruangan presdir.
"Kamu mau disini saja atau mau kekamar yang ada di ruangan ini" tanya samar. Memang di ruangan presdir ada kamarnya agar samar bisa beristirahat dikantor jika dia tidak mau pulang ke mansion atau apartemen nya.
"Kamu meeting nya sekarang ya? " tanya naila.
"Beberapa menit lagi tapi aku harus segera kesana karena ingin mempersiapkan lebih dulu"
"Baiklah, aku kekamar saja aku mau rebahan bolehkan"
"Boleh dong sayang, ayoo kekamar"
Mereka memasuki kamar di ruangan itu, kamar itu sungguh menenangkan karena wangi mint yang segar.
"Kamu istirahat saja, aku mau meeting sebentar, kalau kamu butuh sesuatu panggil saja karyawan yang diluar" beritahu samar.
"Iya, kamu pergilah nanti malah ditunggu" ucap naila.
"Iya sayang" ujar samar lalu mengecup singkat kening naila.
Samar keluar dan naila merebahkan dirinya dikasur king size itu. Karena kamar itu menenangkan naila bisa sedikit lebih tenang dan tidak terlalu mencemaskan lala.
"Mama janji akan selalu menjaga mu sayang, mama tidak akan membiarkan orang lain membawamu, nama sayang sama kamu lala" gumam naila.naila memejamkan matanya untuk menetralkan kegelisahan di dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments