pindah kontrakan

Naila sekarang sudah beberes dan menunggu taksi datang untuk dia pindahan. Naila sedang berada di taman panti sambil menggendong lala. Ditaman ada bu tina, adel, azhar dan pengasuh mereka.

"Ka iya mau pelgi?" tanya azhar.

"Iya ka naila pindah bersama adek bayi lala" jawab naila.

"del au kut" ujar adel suara cadel nya

"Azhal juga ikut" timpal azhar.

Naila terkekeh "kalian disini aja ya, kaka tiap hari kesini kok nanti nitipin lala, jadi kalian bisa bermain dengan dedek lala" jelas naila, naila tau adel dan azhar suka bermain dengan lala, mereka selalu mengajak lala berbicara padahal lala belum bisa berbicara.

"Ka iya idak idul sini agi? " tanya adel mengerjab lucu, membuat naila gemes.

"Iya sayang, kaka akan tinggal dirumah kaka sendiri" ujar naila gemes.

Adel dan azhar nampak sedih, mereka sudah terbiasa dengan naila yang selalu menemani mereka tidur, naila sebenarnya kasian tapi kalau dia mengajak adel dan azhar akan susah nanti.

"Kalian masih bisa bertemu kok" ujar bu tina agar adel dan azhar tidak bersedih lagi.

"Iya nanti kaka akan mampir setiap hari kesini oke" naila mencoba membujuk agar adel dan azhar tidak sedih lagi.Adel dan azhar mengangguk saja.

Tak lama taksi datang dan naila segera memasukkan kopernya ke taksi. Naila berpamitan pada bu tina, adel dan azhar, awalnya adel dan azhar ngambek tapi bu tina berusaha buat nenangin cukup lama nenangin adel dan azhar akhirnya mereka membiarkan naila pergi.

***

Naila sampai dikrontrakannya dan langsung masuk kekamar untuk meletakkan lala, setelah itu dia mengambil barang barang nya didalam taksi dan akan membereskan nya di kontrakan. Sebelum ke kontrakan naila sempat kepusat pembelanjaan untuk membeli kebutuhan nya selama sebulan. Naila mulai menata bahan makanan didapur dan dikulkas,kontrakan yang naila tempati sudah tersedia kulkas jadi dia bisa menyimpan bahan makanan didalam sana. setelah membereskan dapur itu naila masuk kekamar dan menata pakaiannya di lemari kamar nya.

"Huh lumayan capek" keluh naila setelah selesai membereskan dapur dan pakaiannya.

Naila masuk kamar mandi dan akan mandi sebelum lala bangun dia harus sudah segar.

Selesai mandi naila berpakaian setelah berpakaian naila berjalan kearah ranjang untuk merebahkan dirinya disebelah anak angkatnya itu.

"Mulai sekarang kita tinggal berdua sayang, maaf mama hanya bisa mengontrak rumah sederhana ini, suatu saat nanti mama akan membawamu di istana besar" ucap naila dan memeluk sang anak, karena naila kelelahan dia ikut tertidur dan tangan masih memeluk lala.

****

Paginya naila bangun cepat cepat agar sempat memasak untuk dia sarapan, naila tak pernah berpikir bahwa hidup sendiri itu akan sulit, waktu tinggal dipanti dia hanya membantu memasak sesekali karena tugasnya hanya fukos untuk bekerja dan menyusui bayi. Sebenarnya naila tidak enak jika seperti itu terus jadilah dia memutuskan untuk mengontrak saja.

Setelah selesai dengan urusan dapur naila kekamar untuk melihat anaknya itu.

"Eh anak mama udah bangun? Pinter yaa gak nangis" ucap naila yang melihat mata anaknya itu terbuka, lala tersenyum saat naila membawa kedalam gendongan naila.

"Manis baget sih anak mama kalau senyum" gemes naila mencium hidung lala dan itu membuat lala tertawa.

"Anak mama ketawa? Wahh udah bisa ketawa aja"

"Mau nen dulu sayang? Mama masih ada waktu buat kasih kamu nen sebelum mama menitipkan mu kepanti"ujar naila, naila membuka bajunya dan mengeluarkan gunung kembar nya itu. Naila mulai menyusui lala.

Setelah menyusui tak lupa naila memompa asinya untuk persediaan lala saat naila sedang bekerja, karena gunung naila yang besar itu bisa mengeluarkan asi yang sangat banyak.

***

Naila sekarang sudah berada di showroom, setelah menitipkan lala naila langsung pergi menggunakan taksi, untuk saat ini naila selalu naik taksi karena membawa lala.

"Pagi pak" sapa naila ke pak satpam.

"Pagi neng" ujar pak satpam.

"Naila masuk dulu pa" pamit naila masuk dan satpam itu mengangguk saja.

Ditoilet naila memperbaiki penampilan dulu sebelum berjaga didepan.

***

Disisi lain panraj selalu memantau anaknya itu, panraj tau naila mengontrak dengan membawa anak kecil bersama nya, panraj pikir anak itu mungkin kesepian tinggal sendiri lalu naila membawa anak itu buat jadi teman, tapi kenapa harus bayi pikir panraj.

Panraj memang tidak tahu bahwa naila bisa mengeluarkan asi, karena memeng naila tidak dekat dengan ayahnya semenjak ibu nya meninggal.

"Kamu sudah benar-benar berubah sayang, papa mau kamu kembali tapi papa malu untuk menemui mu" gumam panraj.

"Apakah kamu marah sama papa atau kamu benci sama papa karena sudah mengusirmu? Papa takut hal itu terjadi" lirih panraj.

Panraj memang sering memikirkan naila sebenarnya panraj tidak mau pisah rumah dari putrinya itu, tapi demi perubahan naila, panraj terpaksa mengusir nya, dan terbukti baru sebulan naila keluar rumah dia sudah mandiri dan tidak pernah mengikuti balapan. Bahkan motor sport kesayangan saja naila rela menjualnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi.

"Semoga kamu dan samar berjodoh sayang agar papa bisa jauh lebih tenang jika meninggalkan mu nanti, papa yakin samar orang yang baik dan bisa membuatmu benar-benar berubah dan kamu bisa merasakan kasih sayang yang selama ini papa abaikan" panraj menangis karena dia mengingat saat dia sibuk bekerja dari pada bersama putrinya, karena tidak ingin berlarut dalam kesedihan waktu istri meninggal panraj lebih baik bekerja dari pada bersama naila, naila benar-benar cantik mirip seperti ibunya dan panraj belum sanggup untuk melihat naila waktu itu karena dia akan selalu mengingat sang istri.

Panraj menghapus air mata nya dan menatap foto mendiang istrinya.

"Sayang anak kita berubah secepat ini, apakah kamu mau perjodohan anak kita dilanjutkan? Jika iya mohon kamu minta kepada Allah untuk membuka kan pintu hati pada kedua nya, soalnya aku tidak akan mau menikahkan jika salah satu dari mereka tidak ada rasa cinta, naila harus menikah dengan laki-laki yang dia cintai dan mencintai naila sama seperti kita sayang" ujar panraj lalu tersenyum kearah foto sang istri.

Panraj benar-benar tipe pria setia, lihat sudah 5 tahun istrinya meninggal tapi dia tetap menyayangi istrinya, apapun masalah yang dia hadapi dia akan curhat dengan foto sang istri. Padahal panraj masih terlihat tampan dan gagah jika dia ingin menikah pasti banyak wanita yang mau dengannya, siapa juga yang tidak mau dengan seorang duda kaya raya kan?. Panraj meletakkan foto mendiang istri nya itu dan berjalan keluar kamar, panraj akan sarapan setelah itu berangkat ke kantor.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!