Alana Kurana

"Kenapa" tanya naila ketika melihat raut terkejut dari wajah Samar.

Samar memberikan ponsel nya kepada naila, naila heran tapi mengambil ponsel itu, naila membaca dengan seksama apa yang tertulis di sebuah file tersebut dan detik berikut nya dia terkejut.

"J-jadi lala anak dari seorang konglomerat tapi kedua orang tua nya sudah dibunuh? " ucap naila terbata saat mengetahui lala anak angkatnya itu anak seorang konglomerat sama sepertinya tapi kenapa orang tua nya dibunuh?naila bertanya tanya.

"Iya sayang, nama aslinya Alana kurana, keluarga kurana termasuk pengusaha sukses sama seperti papa kamu, tapi beberapa bulan lalu dikabarkan tuan kurana dan istrinya dibunuh di kediaman kurana sendiri" beritahu samar yang tahu akan berita itu, siapa yang tidak tahu akan berita konglomerat? Media pasti menyorot berita itu, mungkin cuma anak nakal seperti naila yang tidak tahu keluarga kurana karena mereka asik dengan dunia mereka sendiri.

"Kalau orang tua lala sudah meninggal lalu siapa yang menitipkan lala ke panti" tanya naila.

"Nanti akan dijelaskan orang kepercayaan ku yah, kita tunggu dia sedang menuju kesini"ucap Samar.

Naila mengangguk,pikiran nya saat ini penuh dengan pertanyaan, keluarga kurana? Naila tidak pernah mendengar keluarga itu sebelum nya.

"Kalau lala dari keluarga konglomerat kenapa dia sampai dititipkan ke panti dan kemana para keluarga yang lainnya? " naila bertanya-tanya. Naila sungguh tidak habis pikir dengan keluarga kurana itu.

"Mungkin keluarga nya jahat maka dari itu lala dititipkan, kan katamu perempuan yang menitipkan lala sempat berpesan jaga lala jangan sampai dia jatuh ke tangan orang yang jahat" Samar menyimpulkan seperti itu dan naila setuju dengan ucapan Samar.

"Apa yang orang jahat itu mau dari keluarga kurana" naila makin bertanya-tanya padahal dia tahu Samar belum mengetahui informasi lengkap akan keluarga kurana itu.

"Hanya 2,dendam atau kekuasaan" ujar Samar, hal seperti ini sudah biasa didunia pengusaha.

"Lala akan baik-baik saja kan" khawatir naila.

"Lala akan baik sayang"

"Lala gak akan pergi dari aku kan"

"Lala akan terus bersamu sayang, jikapun keluarga lala ingin mengasuhnya kita bisa membuat lala yang terlahir dari rahimmu sendiri" Samar berusaha bercanda.

Naila memicing kan matanya kearah Samar"jangan bercanda, aku sedang khawatir "sinis naila.

Samar terkekeh" aku mau anak dari rahimmu sayang"bisik Samar.

Naila merona mendengar suara Samar yang berat itu. "jangan memikirkan itu dulu kita saja belum menikah"ketus naila berusaha tenang padahal hatinya sedang berdisco riya.

Bukannya menyahut perkataan naila,Samar malah menggoda naila karena melihat wajah naila yang memerah. "Cieee blusshing" Samar menoel noel pipi merona naila.

"Samar ehhh jangan" rengek naila saat Samar masih menoel noel pipi nya.

"Ha ha ha, jika kamu mau anak secepatnya beritahu aku, aku akan siap untuk menanam benih ku disini" tawa Samar dan menunjuk perut rata naila.

"Nanti saja, aku hanya mau menikah jika urusan lala selesai dan juga urusan ku dengan papa selesai"

"Urusan papa kamu gampang, kita akan memikirkan masalah lala agar dia tetap bersamamu"

Naila menatap Samar, laki-laki dingin, manja, possisive, itu dengan lekat, naila bersyukur mempunyai pacar seperti Samar yang mau melakukan apapun demi nya. Naila memeluk Samar erat dia membenamkan wajahnya pada dada bidang Samar.

"Terimakasih sudah mau membantuku sayang" ucap naila disela pelukannya.

Samar membalas pelukan naila. "Apapun akan ku lakukan demi kebahagiaan mu sayang" ucap Samar tulus.

"Aku mencintaimu" lirih naila.

"Aku lebih mencintaimu" sahut Samar lalu mencium puncak kepala naila berkali-kali.

Cup

Cup

Cup

Saat mereka masih berpelukan terdengar suara pintu yang diketuk, naila dan Samar keluar dari kamar dan duduk disofa ruangan Samar.

"Masuk" ucap Samar dan masuklah orang kepercayaan Samar yang terlihat seusia Samar.

"Jelaskan" singkat Samar.

"Alana kurana anak tunggal dari arman kurana dan salsabila kurana. Tuan kurana mendirikan perusahaan nya sendiri tanpa bantuan orang tua atau saudaranya,beberapa tahun perusahaan tuan kurana berkembang dan termasuk pengusaha sukses diindonesia dan itu mambuat kakak dari tuan kurana merasa iri dan berniat akan membunuh adik dan adik iparnya lalu akan merawat Alana sampai besar karena Alana pewaris kekayaan tuan kurana maka Alana diincar dan akan dirawat hingga umur 17 tahun dan kaka dari tuan kurana bisa mengambil harta itu. Saat merencanakan itu tanpa sengaja istri tuan kurana mendengar dan langsung mempercayakan putrinya kepada pembantu keluarga kurana. Saat malam hari keluarga kurana sedang berbahagia menyambut putri pertama kurana tapi putri mereka sudah dibawa pergi oleh pembantu tersebut. Kakak tuan kurana terkejut karena mereka kira alana diculik dan beliau langsung melakukan penyerangan terhadap tuan kurana dan istrinya" jelas orang kepercayaan Samar itu.

"J-jadi lala dalam pencarian? "Ujar naila terbata.

"Benar nona, dan pembantu yang sudah membawa Alana pergi itu sudah berada ditangan kaka dari tuan kurana, beliau sudah tahu bahwa Alana dibawa pergi bukan diculik"

"Hanya demi uang mereka seperti itu? Dasar bajingan, aku tidak akan membiarkan orang itu membawa anakku, kalau mau kekuasaan ambil, aku yang akan merawat lala" desis naila. Dia sangat marah mendengar kebenaran tentang keluarga anak angkatnya itu, naila berjanji akan menjaga lala dan tidak membiarkan lala dirawat oleh pamannya itu.

"Sayang jangan berkata kasar" peringat Samar, dia tidak suka naila berkata kasar.

"Aku tidak bisa mengendalikan ucapan ku ketika marah" ujar naila yang masih emosi.

Samar menghela nafas. "Apakah ada informasi lain Jack" ucap Samar kepada orang kepercayaan nya yang bernama Jack itu.

"Untuk saat ini hanya itu tuan" ujar Jack.

"Baiklah, kau boleh pergi Jack dan bawa beberapa orang bodyguard untuk mengawasi Alana di panti" ujar Samar.

"Baik tuan, saya permisi" pamit Jack lalu keluar dari ruangan samar.

"Aku mau bertemu lala"ujar naila.

" baiklah tapi kita makan siang dulu ya"ajak Samar.

"Hem" deham naila.

Samar berdiri dan mengajak naila keluar kantor, mereka bergandengan tangan dan mulai terdengar bisik bisik para karyawan lagi.

Naila hanya acuh karena pikiran nya tak lepas dari anak angkat nya. Samar mengerti dengan pemikiran naila.

"Jangan terlalu khawatir, lala akan aman dalam penjagaan bodyguard ku" ucap Samar berusaha menenangkan naila.

Naila tersenyum. "Aku percaya dengan orang-orang mu" ucap naila berusaha tenang walau masih ada sedikit khawatir pada anaknya itu.

Mereka memasuki mobil dan pergi menuju restoran, didalam mobil mereka hanya diam saja, naila tidak banyak bicara saat pikiran nya penuh dan Samar mengerti maka dari itu Samar juga ikut diam.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!