tinggal dipanti

Naila mampir di taman karena dia mau istirahat dulu setelah hampir 2 jam berkendara, dia bingung mau tinggal dimana, dia harus mencari tempat tinggal dulu baru mencari pekerjaan kan. Naila melamun di taman sambil berpikir mencari tempat tinggal.

"Gue tinggal dimana yah, gue sengaja lagi gak bawa dompet, gue gak punya uang sama sekali, terus bagaimana cari kontrakan ya" gumam naila.

"Ssshh" ringis naila karena gunung kembarnya sesak dan ingin minta dikeluarkan ASI nya.

"Kenapa sih gue harus punya ASI sebelum waktunya, pemompa ASI gue tertinggal lagi bagaimana mau ngeluarin nya, masa gue cari orang asing buat ***** ke gue sih" keluh naila dan memegang dadanya yang sesak itu.

"Apa gue tinggal dipanti asuhan yang bnyak anak anak ya, gue bisa memberikan ASI gue dan minta imbalan dengan membiarkan gue tinggal dipanti dengan gratis" pikir naila.

Naila berjalan menuju motor sport nya dan meninggalkan taman, tanpa naila ketahui ada seorang pria yang melihat naila sedang memegang gunung kembarnya tadi.

"Kenapa dadanya tadi seperti basah basah yah? Apa karena keringat? Tapi dia seperti meringis kesakitan? Ahh sudah lah kenapa juga aku memikirkan orang lain" gumam pria itu sambil mengedikkan bahunya acuh.

****

Naila sampai dipanti asuhan kasih ibu, dia memarkirkan motornya dan turun. Naila mengetuk pintu panti.

Tok tok tok

Ceklek

Tak lama naila mengetuk pintu langsung terbuka dan terlihat lah ibu panti tersebut.

"Permisi bu, boleh saya masuk dan berbicara dengan ibu" ucap naila.

"Ah iya silakan masuk nak, mari ikuti ibu keruangan ibu" ujar sang ibu panti dan menyuruh naila untuk mengikuti keruangan nya.

Naila dan ibu panti berada diruangan ibu panti tersebut.

"Silakan duduk nak" titah ibu panti.

"Terimakasih bu"ujar naila dan dia duduk berhadapan dengan ibu panti.

" ada yang bisa saya bantu nak"tanya ibu itu.

"Begini bu, saya abis diusir dari rumah dan saya tidak membawa uang sepeser pun, bolehkah saya tinggal disini untuk sementara sebelum saya cari pekerjaan" to the point naila.

Ibu panti diam dan berpikir, naila yang melihat ibu itu hanya diam jadi berpikiran bahwa ibu panti tidak akan memberikan tempat tinggal.

"Saya akan bayar dengan ASI saya bu jika ibu keberatan, disini ada bayikan?" ujar naila lagi.

"ASI? Kamu sudah menikah nak? " tanya sang ibu panti.

"Saya belum pernah menikah tapi saya mempunyai kelebihan hormon sehingga membuat saya mengeluarkan asi sebelum waktunya" jelas naila.

Ibu panti terdiam dan mengingat ada 2 bayi yang masih berumur beberapa hari dan perlu asi.

"Disini ada 2 bayi yang baru dititipkan dan butuh asi, kamu bisa tinggal disini"ujar ibu panti.

Naila tersenyum senang akhirnya dia bisa memberikan asi kepada bayi yang membutuhkan dan ada tempat tinggal.

" terimakasih banyak bu"ujar naila.

"Sama-sama, kamu bisa panggil saya bu tina, dan kamar kamu bersama 2 bayi itu" ujar ibu tina.

"Baiklah bu tina, bisa antarkan saya kesana bu? " pinta naila.

"Mari ikuti saya, dan semoga betah tinggal disini ya" ujar bu tina ramah. Mereka keluar dari ruangan itu dan berjalan memasuki salah satu kamar yang ada dipanti tersebut.

Ceklek

Pintu kamar dibuka oleh bu tina, disana ada beberapa ranjang kecil.

"Silakan masuk nak" ujar ibu tina dan naila pun masuk, didalam sana naila melihat 4 anak anak, 2 balita yang berumur 3 tahun dan 2 bayi yang baru berumur beberapa hari.

Naila mendekat kearah balita yang sedang bermain dengan pengasuh yang ada di panti tersebut.

"Eee gemes banget sih adek adek ini, siapa namanya mba? " tanya naila kepada pengasuh tersebut.

"Siapa namanya sayang" tanya pengasuh itu kepada 2 balita yang sedang bermain itu.

"Adel" ujar balita perempuan.

"Azhal" ujar balita laki-laki.

"Adel dan azhar mba" ujar pengasuh itu, naila terkekeh gemes karena balita balita itu berbicara cadel.

"Hai nama kakak naila" ujar naila lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman, tangan mungil menyambut telapak tangan naila.

"Hai Ka iya" ujar adel dengan suara cadel.

"Kaka mulai hari ini tinggal disini, kalian suka gak" tanya naila. Azhar mendongak menatap naila.

"Ka iya idul sini? " tanya azhar.

"Iya ka naila akan tidur sini bareng kalian dan adek bayi" ujar ibu tina.

"Yee" senang adel dan azhar, naila terkekeh dan mencubit pipi gembul adel dan azhar.

Hueee huee huee

Tiba-tiba terdengar suara tangis bayi. Naila berdiri dan menghampiri tempat tidur bayi tersebut dan naila meresa gemes karena bayi itu sangat imut.

"Seperti nya dia lapar" ujar naila melihat bayi yang menangis tersebut.

"Benar, kamu susui lah dia, kami akan keluar" ujar bu tina, bu tina mengajak adel, azhar serta pengasuh itu keluar.

Naila mengangkat bayi perempuan tersebut dan berjalan menuju ranjang kecil yang hanya muat untuk satu orang tidur. Naila duduk diranjang itu dan mulai membuka baju lalu mengeluarkan asi nya yang sudah sesak sedari di taman tadi.

"Nen yang banyak ya sayang" ujar naila dan mulai memasukkan ****** susunya kemulut bayi perempuan itu. Bayi tersebut langsung meminum dengan lahap sehingga naila merasakan geli, walau bagaimana pun ini pertama kalinya naila menyusui.

"Sshh pelan sayang, kaka geli" ringis naila.

Hampir setengah jam naila menyusui bayi perempuan tersebut akhirnya si bayi kembali tertidur, naila meletakkan bayi itu dangan hati-hati. Naila keluar kamar dan berniat untuk menemui adel dan azhar.

Naila melihat banyak anak anak dipanti itu yang sibuk belajar dan bermain, naila berjalan keluar dan melihat adel dan azhar sedang di taman naila menghampiri mereka.

"Mba boleh istirahat biar naila yang menemani adel dan azhar disini" ujar naila kepada pengasuh tersebut.

"Baiklah, saya istirahat dulu dan terimakasih ya" ujar pengasuh itu yang terlihat sudah lelah.

"Iya mba" ujar naila.

Naila duduk ditengah tengah adel dan azhar. "Kalian ngapain? " tanya naila.

"Gambal" jawab mereka, naila terkekeh.

"Kalian pandai menggambar ya" puji naila. Mereka terlihat senang karena naila memuji mereka.

"Dek ayi idul? " tanya adel dengan suara cadel nya.

"Iya setelah nen adek bayinya tidur" ujar naila.

"Nen? " tunjuk azhar ke dada besar naila.

Naila terkekeh"iya Nen"sahut naila.

Azhar berdiri dan duduk dipangkuan naila sambil menepuk nepuk dada naila.

"Nen" ujar azhar menepuk-nepuk dada naila.

"Lohh azhar udah gak Nen lagi sayang, Nen ini punya adek bayi" beritahu naila.

Sedangkan adel hanya diam dan melanjutkan coret coret kertas nya. Azhar menatap naila dan naila tersenyum kearah balita laki-laki tersebut.

Terpopuler

Comments

Felhyi Manggabaranih

Felhyi Manggabaranih

baru mampir Thor

2024-04-09

0

pembaca 🤟

pembaca 🤟

baru mampir,, semoga banyak pembacanya ya Thor..

2023-02-25

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!