Sudah dua bulan samar dan naila menjalin hubungan karena sudah sering bersama dan samar begitu manja mampu membuat naila jatuh cinta, naila meresa gemes saat samar merengek meminta nen terhadap naila. Naila dan samar hanya bersentuhan dada saja alias samar menyusu pada naila. Samar belum pernah mencium dan melecehkan naila dia hanya menyusu. Samar sangat menyukai susu naila itu setiap ada kesempatan samar selalu merengek seperti bayi untuk meminta nen. Naila hanya pasrah agar bayi gedenya itu mau bekerja, yaa samar tidak mau bekerja jika dia tidak menyusu lebih dulu.
Hari ini minggu naila tidak bekerja dia akan menghabiskan waktu dengan anaknya itu, biasanya jika hari minggu naila berada dirumah saja tanpa keluar dan fukos mengurus anak angkatnya.
Selesai mandi dan sarapan naila kekamar untuk melihat anaknya itu, anak nya masih tidur saja padahal jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.
"Anak mama tumben lama bangunnya, mungkin dia tau bahwa hari ini aku tidak bekerja makanya dia belum bangun hingga saat ini" gemes naila yang melihat anaknya tidur tanpa terganggu saat naila menciuminya.
Naila merebahkan badannya disamping lala sambil melihat wajah imut anaknya itu. Saat naila ingin memejamkan matanya tiba tiba terdengar suara ketukan pintu. Naila beranjak dari rebahan nya dan berjalan keluar untuk membukakan pintu.
Ceklek
Pintu terbuka dan naila tersenyum melihat siapa yang datang Kekontrakan nya itu.
"Selamat pagi sayang" sapa samar.
"Pagi, masuk ayo" ajak naila dan samar masuk.
Mereka duduk disofa ruang tamu.
"Sayang aku kangen" ujar samar lalu memeluk manja naila.
"Tiap hari juga ketemu" gemes naila.
"Aku gak bisa jauh dari kamu, aku mau setiap saat bersamamu" manja samar dan naila terkekeh bayi besarnya ini sungguh sangat manja.
"Iya sayang, kan sudah bertemu ini" ujar naila. Samar memeluk manja naila dan naila membalas pelukan samar.
'Gila sih gue, gak nyangka gue yang dulunya nakal sekarang harus merangkak jadi ibu oleh 2 bayi yang berbeda usia'batin naila.
Naila merasa akan perubahannya yang dulunya sangat galak dengan para pria dan tidak terlalu menyukai anak kecil, tapi semenjak dia diusir dan mencoba kehidupan barunya dia menjadi penyuka anak kecil dan sekarang dia juga punya pacar walaupun awalnya karena paksaan tapi lama kelamaan dia menjadi suka dan sayang.
Saat masih berpelukan terdengar suara tangis bayi dan naila langsung melepaskan pelukan nya lalu berjalan cepat kearah kamarnya dan diikuti oleh samar. Samar sebelum nya tidak pernah melihat anak angkat naila itu karena setiap hari minggu samar tidak pernah Kekontrakan naila tapi hari ini samar Kekontrakan naila karena dia sangat merindukan gadisnya itu.
Mereka masuk kekamar naila, naila langsung menggendong lala, lala yang berada digendong ibunya menggeliat lalu menghadap kan wajahnya kedada naila, naila terkekeh karena tahu anaknya itu haus dan meminta nen, lala setiap bangun pasti langsung meminta nen ke pada naila.
Naila membuka kancing baju nya dan mengeluarkan gunung kembar itu tanpa perduli ada samar disana, toh samar jua udah sering menyusu padanya jadi dia tidak malu lagi mengeluarkan gunung kembar nya itu.
'Kan jadi pengin nen juga'batin samar yang melihat naila menyusui anaknya itu.
Samar duduk disamping naila dan memperhatikan wajah imut lala.
"Anak kita gemesin banget yah" ucap samar.
"Anak aku ya bukan anak kita" ralat naila.
"Kan kamu pacar aku, jadi anak ini adalah anak kita" ujar samar.
"Iyain aja deh"
Lala tersenyum disela nen nya karena merasa dia sedang dibicarakan. Naila yang melihat senyum anaknya itu ikut tersenyum.
"Semoga anak mama selalu bahagia dan mama akan berusaha selalu membuat mu bahagia sayang" ucap naila dengan penuh kasih sayang. Samar yang mendengar ucapan naila jadi terharu.
"Anak papa akan bahagia selalu" timpal samar dan naila menatap samar. Naila tersenyum senang karena samar menyebutkan diri samar dengan sebutan 'papa' berarti samar tulus kepada nya karena samar juga menganggap lala sebagai anaknya.
"Terimakasih papa" ucap naila menirukan suara bayi dan membuat samar terkekeh.
"Ma" panggil samar.
"Dihh panggil mama" ujar naila cekikikan karena merasa geli dengan panggilan 'mama' itu.
"Harus panggil gitu dong kan kita orang tua lala"
"Kita belum menikah jadi jangan penggil seperti itu"
"Maka kita akan segara menikah dan membangun keluarga kecil kita"
"Apakah tidak terlalu cepat? "
"Tidak, aku sudah yakin dengan kamu"
"Terserah kamu saja"
Samar tersenyum karena naila tidak menolak nya jika ingin menikah.
"Sayang mau juga" rengek samar yang sudah tidak tahan melihat gunung kembar naila itu.
"Mau apasih" ketus naila, naila sebenarnya tau apa yang diinginkan samar tapi dia pura-pura tidak tahu saja.
"Mau nen" ucap samar dengan poppy eyes nya agar naila tidak tega.
"Aku sedang menyusui lala loh"
"Aku disebelah nya ya, itu yang sebelah nganggur" tunjuk samar ke gunung naila yang sebelah kiri.
"Susah"
"Mau nen sayang" rengek samar semakin menjadi dan naila menghela nafas.
"Hem" deham naila, samar sangat senang dia memposisikan dirinya agar tidak mengganggu lala dan langsung melahap ****** naila yang nganggur itu.
"Papa juga nen" ujar samar kepada lala, lala menatap samar yang wajahnya sangat dekat dengannya.
Naila terkekeh saat samar berbicara pada lala, dia hanya bisa menahan penat pada gunung kembar nya itu karena menyusui dua bayi.
Lala yang merasa sesak bergerak karena wajah samar itu menindih kakinya, walaupun tidak menindih kuat tetap saja lala merasa susah. Lala menggerakkan kakinya hingga tidak sengaja menendang wajah samar.
"Ssshh awww" ringis samar karena mendapat tendangan dari lala, samar langsung berhenti mengemut ****** naila itu.
Naila tertawa karena samar ditendang oleh anaknya.
"Dia marah karena kamu sudah meminum susunya" ujar naila tertawa samar mendelik dan menatap lala yang masih menyusu itu.
"Lala kenapa tendang papa, papa kan juga mau nen" ucap samar seakan bayi itu mengerti apa yang samar bicarakan.
"Itu punya lala papa" ujar naila berbicara seperti anak kecil.
Samar tersenyum karena naila menyebutkan kata 'papa'.
"Papa juga mau, emang kamu aja yang boleh heh" ujar samar pura-pura marah.
"Nen ini punya lala dua dua nya wleee" ledek naila yang masih menirukan suara bayi itu.
"Punya papa juga lah"
"Untuk hari ini, nen ini punya lala"
"Gak bisa gitu dong, papa mau juga"
Naila tertawa karena samar seakan serius berdebat dengan lala.
"Kenapa ketawa hm" tanya samar lembut.
"Gak papa, lucu aja jika kita seperti ini, persis seperti keluarga kecil yang bahagia" ujar naila tersenyum, dia bisa membayangkan bagaimana bahagia nya jika dia punya keluarga kecil yang sungguhan.
"Keinginan mu akan terwujud sayang" ucap samar lalu mengecup singkat kening naila.
Naila tersenyum dan tiba-tiba dia mengingat bagaimana dulu keluarga nya bahagia saat nyokap naila belum meninggal, dia menjadi sedih karena mengingat itu.samar menyadari perubahan wajah naila yang awalnya senang sekarang terlihat sedih.
"Kamu kenapa hm" tanya samar.
"Aku keingat mama dan papa, aku merindukan mereka" lirih naila dan samar mengusap punggung naila memberikan rasa nyaman.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments