BAB 6. PENYESALAN

Isakan Jani membuat mata dengan satu kelopak menyipit itu menatap dalam retina coklat tua wanita yang dia kungkung.

"Janji patuh ya," kata Sheraz membelai wajah sang istri, menyingkirkan anak surai yang lepek menempel di dahi hingga menutupi pipinya yang tirus nan mulus.

Sajani yang memejamkan mata, perlahan membuka kelopak monolid-eyes cantik itu. Antara takut dan malu dia berhenti terisak mendengar bisikan seksi suara Sheraz. Kedua retina itu saling menyelami, sejenak seakan waktu berhenti di antara mereka.

"Sakit? jawab aku," bisik Sheraz kian lembut.

Jani yang setengah waras, mengerjapkan kelopak matanya. Bulu mata penuh nan basah akibat sisa bulir bening yang masih menggantung di sudut netra luruh. Anggukan samar menjadi isyarat wanita Sheraz bahwa dia seakan berkata nyeri mulai mendera.

"Jangan lagi membantah aku. Kesakitan para asisten mu itu akan meninggalkan luka pedih di hati sebab kau tak dapat melindungi mereka yang bersedia berkorban untukmu padahal tiada hubungan darah," ucap Sheraz.

Lelaki itu lalu memberikan kecupan kecil di dahi sang istri sebelum tangannya meraih selimut untuk menutupi tubuh setengah polos Sajani.

Sheraz beringsut menjauh dari himpitan raga yang membuatnya terbakar. Dia menginginkan istri kecil itu sesaat namun entah rasa hati tak tega menyergap kalbu, terlebih melihat tatapan tajam nan sendu yang Sajani perlihatkan.

Lelaki dalam balutan jas itu duduk di sisi ranjang sementara Sajani meringkuk memeluk selimut, isakan halus mulai terdengar kembali saat Sheraz melenggang pergi meninggalkan dirinya.

Sang pemilik puluhan Club bergegas masuk ke dalam kamar yang letaknya berseberangan dengan bilik Sajani. Tanpa melepas setelan mahal yang dikenakan, Sheraz menuju bathroom dan menyalakan shower berharap gairah yang memuncak dapat teredam.

"F-uck, seksi!" racaunya meninju dinding bathroom dengan tangan mengepal kuat.

Umpatan di layangkan sang pemuda yang tengah dilanda gairah. Dirinya sangat terbiasa melihat para wanita menjajakan kemolekan tubuh namun mengapa baru melihat kulit mulus Sajani saja, adik kecil yang terbiasa pendiam mendadak liar.

Senyum mantan pria rupawan tersungging, fantasi panasnya dengan Sajani melintas begitu saja.

Malam hari.

Sajani duduk di ujung kepala ranjang, masih setia memeluk lutut yang tertekuk. Kala Tini datang dengan dua orang maid baru dan membawakan makanan baginya, gadis itu sontak menjulurkan kaki menyentuh lantai lalu berlari menabrakkan diri ke tubuh senja asisten itu.

"Ibu, maafkan aku." Sajani memeluk erat Tini.

Wanita yang menjadi pengasuh Sheraz sejak belia tak mengira akan respon yang dia dapatkan.

"Aku tidak terluka, Nona. Mengapa Anda seperti ini?" belainya lembut.

Sajani kian terisak, dia tak melepaskan cekalan kedua lengan yang melingkar di pinggang sang asisten paruh baya. Tini mencoba meraba keinginan hati sang Nona kecilnya.

"Nona ingin melihat kedua asisten tadi siang?" tawar Tini.

Sajani mengangguk cepat tanpa suara sehingga membuat wanita itu melerai dekapan erat gadis ayu itu. "Makan dulu," pinta Tini.

Asisten kepercayaan Tuan muda menarik lengan Jani ke sofa. Dia meminta maid menyiapkan menu dalam pinggan dan dengan tangan senjanya, perlahan Tini menyodorkan sendok yang berisi lauk pauk agar istri kecil majikannya itu mau menyantap makan malam.

"Habiskan ini lalu aku akan meminta izin pada Den Sheraz untuk membawa Nona ke kamar maid. Dengan catatan, bantuan yang ku berikan ini tidak disalah gunakan kembali seperti siang tadi," tegasnya menatap tajam manik mata Jani.

Glek.

Lagi, dia diingatkan oleh Tini tentang kesalahannya sehingga melukai orang yang tidak bersalah.

"Maafkan aku," lirih putri Surawijaya. Air mata kembali luruh membasahi pipi tirusnya.

Beberapa menit berlalu.

Hidangan yang tersaji di meja sebagian telah berpindah ke lambung gadis ayu. Kini Tini pamit membereskan semuanya seraya akan meminta izin pada sang majikan agar Sajani dapat menjenguk ke kamar maid dilantai dasar.

Wanita ayu dalam balutan homy dress warna abu tua duduk setia menunggu Tini datang kembali ke kamarnya. Dalam hati tak henti mengucapkan istighfar memohon pada ilahi bahwa dirinya telah berlaku dzolim tanpa sengaja.

Tak lama kemudian.

Tini masuk ke dalam kamarnya dan menyampaikan pada sang Nona bahwa keinginannya terpenuhi. "Nona, mari," ajak Tini menyilakan Sajani.

Tatapan syukur Jani layangkan pada Tini, gurat wajahnya ceria membayangkan dia dapat meminta maaf secara langsung pada kedua gadis yang terluka.

Saat mencapai kamar para maid. Nareswari Sajani terpana akan kondisi kedua gadis itu. Lututnya lemas, tanpa sengaja bersimpuh. Tangis pilu kembali menguar, dia sangat menyesal. "A-aku janji, gak akan membuat kalian terluka lagi. A-aku janji. Maafkan aku ya," ucapnya terbata.

Para gadis yang melihat majikannya bersimpuh merasa tak enak hati hingga membuat mereka ikut terduduk di lantai.

Tini menarik tubuh Sajani agar bangkit atau dirinya terkena amukan Sheraz. "Nona, bangun. Nanti Tuan Muda marah," tariknya paksa pada lengan sang gadis.

Beberapa menit meminta maaf, istri Sheraz kembali ke kamar, lampu telah temaram hingga kondisi kamar kian teduh. Gadis itu terpukul, ingatannya teringat pada Neera.

...***...

Kediaman sementara Neera.

Setelah kepergian sang anak tiri, wanita cantik itu mencoba bekerja menjadi pelayan di warung makan atas bantuan ustadz Arifin. Namun baru beberapa pekan, dirinya membuat ulah dengan menggoda sang majikan pria agar mulus mendapatkan uang dan pinjaman untuk membeli barang haram yang menjadi cemilan pokoknya.

"Dasar wanita tak tahu diuntung, ditolong malah mentung," cibir para warga sekitar saat skandal Neera terkuak.

Nalini membujuk sang Bunda kembali ke kediaman yang di berikan Jabir atas pertukaran rumah mewah Surawijaya dulu. Sadar kebutuhan kian mendesak, Neera lalu nekad menemui Mimo lagi untuk meminta pekerjaan.

Saat ini keduanya bekerja sebagai pelayan club di salah satu usaha malam milik Sheraz tanpa Sajani ketahui.

"Dengan masuk ke wilayah kekuasaan Sheraz Qadri, siapa tahu kamu akan jadi istri simpanannya, Nalini," bisik Neera seraya terkekeh saat permintaannya di loloskan Mimo.

Sementara sang anak enggan mengikuti kemauan ibunya, Nalini hanya berniat mencari pria kaya agar dirinya bisa keluar dari hidup susah. Tak lupa, semua ini dia lakukan agar pasokan zat adiktif itu mulus tersaji tanpa menjaja diri.

"Aku gak mau, pokoknya ingin hidup happy. Bosan kali susah payah cuma buat nafas doang," racau Nalini. Tubuh semampai tak molek itu mencoba membaur dengan para pengunjung di lantai dansa.

"Nalini, Nalini. Bagaimana dengan Ibumu?" seru Neera menahan lengan sang anak agar bersedia ikut dengannya berganti seragam pelayan.

"Enggak mau. Lepasin, aku mau tetap di sini. Ibu saja yang kerja, kewajiban orang tua memberi nafkah pada anaknya bukan?" kilah Nalini, seraya menghempas kasar cekalan tangan ibunya.

"Nalini, ka--"

"Heh, ayo lekas ke belakang ganti baju!" seru Mimo lagi.

"Dia, dia...." tunjuk Neera saat lengannya ditarik asisten Mimo.

.

.

...______________________...

Terpopuler

Comments

Arra

Arra

kenapa cita-citamu tetep itu saja ngga berubah 😓

2023-07-11

0

@Ani Nur Meilan

@Ani Nur Meilan

Neera ngga ada kapok nya..

2023-02-10

1

Fia Maziyya

Fia Maziyya

menunggu sheraz dan jani duduk berdua, berbicara dari hati kehati agar perlahan hati mereka bisa berpaut,😊

2023-02-10

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. AMANAH
2 BAB 2. GEJOLAK BATIN
3 BAB 3. NYONYA RAZ
4 BAB 4. UPAYA KABUR
5 BAB 5. HUKUMAN
6 BAB 6. PENYESALAN
7 BAB 7. ANTARA IKHLAS DAN TIDAK
8 BAB 8. LIHAT AKU
9 BAB 9. MEMBUJUK
10 BAB 10. JABIR
11 BAB 11. KENANGAN
12 BAB 12. MENYUSUP
13 BAB 13. PAGI YANG BERBEDA
14 BAB 14. MANISNYA SIANG
15 BAB 15. UPAYA SEHAT
16 BAB 16. KEPEDULIAN
17 BAB 17. KENCAN
18 BAB 18. SURPRISE
19 BAB 19. PERMINTAAN NEERA
20 BAB 20. MISTERI
21 BAB 21. OCEHAN
22 BAB 22. OVER PROTEKTIF
23 BAB 23. KECEWA
24 BAB 24. APATIS
25 BAB 25. BENCI
26 BAB 26. PERLAHAN SAJA
27 BAB 27. ASAL MUASAL KLAN QADRI
28 BAB 28. PETUNJUK MASA LALU
29 BAB 29. POSESIF
30 BAB 30. BUJUKAN MANIS SHERAZ
31 BAB 31. DIA YANG MISTERIUS
32 BAB 32. LULUH
33 BAB 33. ANCAMAN SHERAZ
34 BAB 34. KISAH MASA LALU
35 BAB 35. TERUNGKAP
36 BAB 36. RAHASIA LAIN
37 BAB 37. MELAWAN JABIR
38 BAB 38. GAMANG
39 BAB 39. BATTLE
40 BAB 40. DI UJUNG RASA
41 BAB 41. TERANCAM MATI
42 BAB 42. BAR-BAR
43 BAB 43. KEJUJURAN
44 BAB 44. SORRRY
45 BAB 45. MUSUH BESAR
46 BAB 46. NEW LIFE
47 BAB 47. STATUS NALINI
48 BAB 48. MY KING
49 BAB 49. SISA KEMELUT
50 BAB 50. PERMINTAAN TERPENDAM NEERA
51 BAB 51. RAJ BUN'S
52 BAB 52. BABY KING
53 BAB 53. ABSURD
54 BAB 54. DIBALIK HISTERISNYA NEERA
55 BAB 55. FAKTA
56 BAB 56. ALASAN TAK OPLAS
57 BAB 57. TUAN TAKUR
58 BAB 58. TERKUAK
59 BAB 59. TERBEBAS
60 BAB 60. GABUT
61 BAB 61. MICHELLE ZOEY
62 BAB 62. RICO KECEWA
63 BAB 63. THE ONLY ONE, NARES
64 BAB 64. KEBIMBANGAN SHERAZ
65 BAB 65. SETIMPAL
66 BAB 66. FREEZE
67 BAB 67. GOAL
68 BAB 68. KANDIDAT
69 BAB 69. AKRAB
70 BAB 70. BATTLE AKHIR
71 BAB 71. GENTING
72 BAB 72. PEMBALASAN
73 BAB 73. SUMBER DAYA JABIR
74 BAB 74. KETOK PALU
75 BAB 75. KEJUTAN
76 BAB 76. JUMPA
77 BAB 77. PENCARIAN
78 BAB 78. PULANG
79 BAB 79. TERLAKSANA
80 BAB 80. END OF STORY
81 FAREWELL
Episodes

Updated 81 Episodes

1
BAB 1. AMANAH
2
BAB 2. GEJOLAK BATIN
3
BAB 3. NYONYA RAZ
4
BAB 4. UPAYA KABUR
5
BAB 5. HUKUMAN
6
BAB 6. PENYESALAN
7
BAB 7. ANTARA IKHLAS DAN TIDAK
8
BAB 8. LIHAT AKU
9
BAB 9. MEMBUJUK
10
BAB 10. JABIR
11
BAB 11. KENANGAN
12
BAB 12. MENYUSUP
13
BAB 13. PAGI YANG BERBEDA
14
BAB 14. MANISNYA SIANG
15
BAB 15. UPAYA SEHAT
16
BAB 16. KEPEDULIAN
17
BAB 17. KENCAN
18
BAB 18. SURPRISE
19
BAB 19. PERMINTAAN NEERA
20
BAB 20. MISTERI
21
BAB 21. OCEHAN
22
BAB 22. OVER PROTEKTIF
23
BAB 23. KECEWA
24
BAB 24. APATIS
25
BAB 25. BENCI
26
BAB 26. PERLAHAN SAJA
27
BAB 27. ASAL MUASAL KLAN QADRI
28
BAB 28. PETUNJUK MASA LALU
29
BAB 29. POSESIF
30
BAB 30. BUJUKAN MANIS SHERAZ
31
BAB 31. DIA YANG MISTERIUS
32
BAB 32. LULUH
33
BAB 33. ANCAMAN SHERAZ
34
BAB 34. KISAH MASA LALU
35
BAB 35. TERUNGKAP
36
BAB 36. RAHASIA LAIN
37
BAB 37. MELAWAN JABIR
38
BAB 38. GAMANG
39
BAB 39. BATTLE
40
BAB 40. DI UJUNG RASA
41
BAB 41. TERANCAM MATI
42
BAB 42. BAR-BAR
43
BAB 43. KEJUJURAN
44
BAB 44. SORRRY
45
BAB 45. MUSUH BESAR
46
BAB 46. NEW LIFE
47
BAB 47. STATUS NALINI
48
BAB 48. MY KING
49
BAB 49. SISA KEMELUT
50
BAB 50. PERMINTAAN TERPENDAM NEERA
51
BAB 51. RAJ BUN'S
52
BAB 52. BABY KING
53
BAB 53. ABSURD
54
BAB 54. DIBALIK HISTERISNYA NEERA
55
BAB 55. FAKTA
56
BAB 56. ALASAN TAK OPLAS
57
BAB 57. TUAN TAKUR
58
BAB 58. TERKUAK
59
BAB 59. TERBEBAS
60
BAB 60. GABUT
61
BAB 61. MICHELLE ZOEY
62
BAB 62. RICO KECEWA
63
BAB 63. THE ONLY ONE, NARES
64
BAB 64. KEBIMBANGAN SHERAZ
65
BAB 65. SETIMPAL
66
BAB 66. FREEZE
67
BAB 67. GOAL
68
BAB 68. KANDIDAT
69
BAB 69. AKRAB
70
BAB 70. BATTLE AKHIR
71
BAB 71. GENTING
72
BAB 72. PEMBALASAN
73
BAB 73. SUMBER DAYA JABIR
74
BAB 74. KETOK PALU
75
BAB 75. KEJUTAN
76
BAB 76. JUMPA
77
BAB 77. PENCARIAN
78
BAB 78. PULANG
79
BAB 79. TERLAKSANA
80
BAB 80. END OF STORY
81
FAREWELL

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!