... Setelah Nara selesai mencurahkan isi hatinya dalam pelukan Naga mereka kembali ke aula vila dan melihat beberapa teman Nara hendak tidur disana. Kepolisian dan tim medis sudah membawa jasad korban kembali ke Jakarta untuk dipersiapkan dan diberikan kepada keluarganya sementara jasad pelaku dibawa ke Jakarta untuk di otopsi lebih lanjut. Cuaca dan kondisi laut yang tidak bersahabat ditambah sedikitnya perahu yang ada di Pulau H membuat mereka harus bertahan hingga esok hari baru bisa kembali ke Jakarta....
“Nara, Adrian dan Katty meninggal gara - gara kamu kan!” kata salah satu teman wanita Nara sambil melihat Nara dengan tatapan penuh duka.
“Maaf izinkan aku berbicara, terlepas aku sebagai pengawal pribadi Nara melihat fakta yang terjadi sepertinya hal ini bukan terjadi karena Nara.” kata Naga sambil melihat ke semua teman Nara.
“Tapi makhluk itu langsung berlari mengejar Nara setelah membunuh Katty!” sanggah teman wanita Nara lainnya.
“Izinkan aku menyelesaikan perkataannku terlebih dahulu!” pinta Naga ramah sambil melihat ke arah wanita tersebut.
“Kita semua disini melihat teman wanita kalian yang meninggal apakah dia menyerang makhluk itu? Tidak, dia hanya berteriak ketakutan lalu makhluk itu membunuhnya dan kita semua disini juga melihat bahwa mata makhluk itu dijahit. Menurutku dia bisa melihat kita semua dengan detektor panas dan terprovokasi oleh suara. Ketika aku berteriak meminta kalian semua berlari ke kamar kalian masing - masing dia tampak kebingungan memilih target, tapi ketika aku meminta Nara untuk lari dia langsung berlari ke arah Nara ketika Nara berlari ke arah yang lain.” jelas Naga sambil melihat semua teman - teman Nara.
“Bukankah kalau begitu sudah jelas Naga dia datang untuk memburu Nara?” tanya Bela cemas sambil terus mengusap pundak kanan Nara.
“Itu belum bisa dipastikan karena ketika aku memprovokasinya untuk mengejarku dia langsung mengejarku. Asumsiku dia dikirim untuk membunuh semua orang yang ada disini atau beberapa orang yang ada disini dan salah satunya harus Nara.” jawab Naga sambil melihat ke arah teman - teman Nara yang membuat mereka kebingungan karena perkataan Bela jauh lebih masuk akal.
“Aku mengerti jika kalian menganggap Nara adalah akar dari semua masalah ini karena itu juga yang diinginkan oleh pelaku. Semua orang disini tahu bahwa Nara adalah putri dari tuan Raymond salah satu orang ternama karena semua dedikasi beliau kepada negara ini dan masyarakat negara ini. Jika aku seorang pelaku memiliki kekuatan dan kekuasaan untuk mengirimkan makhluk seperti tadi sekalipun target utamaku bukan Nara aku pasti akan tetap memburu Nara.” lanjut Naga yang membuat semua orang memikirkan perkataan Naga sambil melihat ke arah Naga penuh tanya.
“Karena Nara adalah kamuflase kasus paling sempurna yang ada disini dimana semua orang akan berpikir Nara adalah target utamanya dengan latar belakang yang dia miliki. Target sebenarnya akan tertutupi oleh jasad Nara dan sedikit kemungkinan kepolisian akan mencari terduga pelaku yang berhubungan dengan orang lain selain Nara.” jawab Bela yang mengerti maksud dari perkataan Naga.
“Betul, karena jika memang target utamanya Nara makhluk tadi akan langsung menghampiri Nara karena kita semua berada di ruang terbuka tanpa membunuh dua teman kalian. Kecuali jika teman kalian berusaha menyerang makhluk tersebut tapi kita semua tahu bahwa teman kalian tidak ada yang berusaha menyerang makhluk tersebut termasuk laki - laki yang dihempaskan ke pohon sampai meninggal.” jawab Naga yang membuat semua orang mengerti maksud Naga.
“Kalau begitu ada baiknya kita semua tidur di aula bersama untuk jaga - jaga ada orang di luar sana yang ingin membunuh salah satu dari kita.” usul Berlian yang membuat semua orang melihat ke arahnya.
“Apa kalian tidak ingat saat kita berkeliling pulau tidak ada hal yang mencurigakan sama sekali tapi malam ini tiba - tiba makhluk tadi muncul dan membunuh dua teman kita?” tanya Berlian sambil melihat arah teman - temannya.
“Aku mengerti Berli, tidak ada paksaan untuk tidu di aula ini. Jika teman - teman ingin tidur di aula malam ini aku menyarankan utamakan teman - teman yang kamarnya paling jauh dari aula. Sementara yang kamarnya paling dekat dengan aula sebaiknya tetap tidur di kamarnya masing - masing karena jika semua tidur di aula sepertinya tidak akan cukup!” kata ketua angkatan kuliah Nara ramah sambil melihat ke arah semua teman - temannya.
... Naga tidak tahu apakah yang dikatakannya adalah sebuah kebenaran atau sebuah kebohongan yang pasti Naga mengatakannya untuk mengurangi beban Nara terlebih dia belum bisa memastikannya. Satu kebenaran yang pasti dalam ucapan Naga tadi adalah Creator Genetic pasti akan membunuh mereka semua siapapun target mereka untuk menutupi jejak mereka. Tidak lama kemudian beberapa teman Nara yang kamarnya paling jauh dari aula pergi ke kamarnya untuk mengambil bantal dan selimut lalu kembali ke aula....
“Aku akan membawa selimut untukmu Nara!” kata Naga yang langsung berdiri.
“Ada apa Nara?” tanya Naga ketika lengan baju kanannya ditahan oleh Nara.
“Hanya aku yang boleh melihat kamu bersikap manis!” pinta Nara sambil tersenyum manis menatap Naga dan membuat Naga tersenyum menatap balik.
... Nara dan Naga sama - sama pergi ke kamarnya masing - masing untuk membawa selimut. Meskipun Naga sudah berhasil membuat teman - teman Nara berhenti menyalahkan Nara tapi di dalam hatinya Nara masih merasa bersalah karena dirinya dua orang temannya harus meninggal dan disisi lain Nara juga khawatir jika ucapan Naga benar adanya dimana Naga sedang diburu oleh Creator Genetic. Tidak lama kemudia Naga dan Nara kembali ke aula dimana Naga duduk bersandar di sebuah dindin sedangkan Nara duduk disebelah kiri Naga sambil menyandarkan kepalanya di pundak kiri Naga....
“Sebaiknya kamu berbaring Nara! Kamu bisa menjadikan pahaku sebagai bantal!” pinta Naga lemah lembut.
“Baiklah!” jawab Nara yang langsung berbaring dan menjadikan paha kiri Naga sebagai bantalnya sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
... Nara, Naga, dan sebagian besar teman - teman kuliah Nara tidur di aula bersama - sama. Paginya mereka langsung berkemas barang mereka masing - masing lalu sarapan bersama. Setelah perahu yang bisa mengantarkan mereka semua kembali ke Jakarta sudah siap, mereka langsung naik dan segera kembali ke Jakarta....
... Salah satu anggota tim SS sudah menunggu kedatangan Naga dan Nara di pelabuhan Jakarta Utara. Atas permintaan kedua orang tua Nara, Naga dan satu orang tim SS membawa Nara ke Schweitzer Hospitla untuk dilakukan pemeriksaan dimana om Nara yang bernama Bodkin Mengele sudah menunggu mereka. Setibanya di rumah sakit hanya Naga yang mendampingi Nara untuk bertemu dengan omnya dan untuk melakukan pemeriksaan....
“Apa kamu baik - baik saja Nara?” tanya Bodkin Mengele cemas.
“Iya om berkat Naga!” jawab Nara sambil tersenyum melihat ke arah Naga.
“Hoo ini pengawal pribadi kamu?” tanya Bodkin memastikan.
“Iya om.” jawab Nara penuh hormat.
“Salam kenal saya Bodkin Mengele omnya Nara dan adik dari Raymond.” kata Bodkin memperkenalkan diri sambil menjabat tangan Naga.
“Sebuah kehormatan bisa bertemu anda tuan Bodkin.” jawab Naga penuh hormat sambil sedikit menunduk dan menjabat tangan Bodkin.
“Om tahu pasti kamu takut sekali ya Nara? Setelah ada yang berusaha membunuh kamu dengan mensabotase kamu sekarang ada orang yang mengirim pembunuh untuk membunuh kamu. Terkadang bagi sebagian orang tidak ada yang namanya perbuatan mulia yang ada hanya berusaha untuk bertahan hidup atau bahkan demi uang.” kata Bodkin berusaha menenangkan Nara sambil berjalan disamping Nara menuju ruang pemeriksaaan.
... Mendengar hal itu seketika Naga langsung teringat perkataan Laxus tentang seseorang yang meminta Laxus untuk mensabotase mobil Nara yang hampir sama dengan perkataan Bodkin tadi. Naga langsung mengawasi sekitar dengan seksama dan memberikan pengawalan yang ketat kepada Nara hingga pemeriksaannya selesai. Setelah pemeriksaannya selesai mereka berdua langsung kembali ke dalam mobil lalu pulang ke rumah....
“Laxus!” panggil Naga melalui telepon ketika Laxus mengangkat telepon dari Naga.
“Senang akhirnya kamu meneleponku Naga!” sapa Laxus sambil tersenyum lega.
“Ada apa Naga?” tanya Laxus memastikan.
“Apakah kamu bisa membantuku mencari informasi?” tanya Naga memastikan.
“Bukankah Schweitzer Security bisa melakukannya?” tanya Laxus balik memastikan.
“Aku ingin mencari tahu hubungan Bodkin Mengele adik dari tuan Raymond dengan Creator Genetic.” jawab Naga tegas yang membuat Laxus terkejut paham.
“Aku mengerti Naga, akan aku kabari setelah aku mendapatkan informasinya!” jawab Laxus sigap.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Rzxrr
lanjut👍👍
2023-02-14
0