Pion

... Nara dan Bela kagum melihat bagaimana Naga menyelesaikan masalah dengan cara elegan nan tegas. Namun Nara masih keheranan bagaimana mungkin ada seseorang yang tahu bahwa dirinya diminta oleh ayahnya untuk menjadi direktur dari Schweitzer Healthy & Beauty setelah lulus kuliah nanti. Apakah itu hanya tebakan kebetulan semata atau ketiga laki - laki tadi benar benar mengetahui fakta tersebut karena yang tahu hal itu hanya keluarga inti?...

... Nara menikmati waktu kebersamaannya bersama teman - temannya dan juga kekasihnya Richard. Namun Nara juga mulai membuka diri menerima kehadiran Naga sebagai pengawal pribadinya karena cara Naga mengawasi dan menjaganya membuat Nara tetap nyaman. Tepat jam 10 malam Nara pulang seperti biasanya dan teman - temannya menghargai hal tersebut, tapi kali ini dia pulang bersama Naga. Sepanjang perjalanan Nara masih memikirkan perkataan dari tiga orang laki - laki yang menghadangnya ketika keluar dari toilet....

“Terima kasih Naga!” kata Nara yang langsung masuk dan pergi ke kamarnya setibanya mereka di rumah.

“Dengan senang hati nona!” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat.

... Ternyata yang merasa ganjil atas ucapan ketiga laki - laki yang menghadang Nara bukan hanya dirasakan oleh Nara saja, melainkan oleh Naga juga. Hal itu membuat Naga meminta rekaman CCTV dari ketika laki - laki tersebut kepada sang pemilik cafe setelah laki - laki tersebut pergi dan Nara kembali ke meja teman - temannya bersama Bela. Setelah tiba di rumah Naga menceritakan hal tersebut kepada Rocky sambil menunjukan rekaman yang dia dapatkan....

“Aku belum mendengar berita tentang nona Nara yang akan langsung jadi direktur setelah lulus kuliah nanti. Namun aku akan memeriksa ketiga laki - laki tersebut untuk memastikan apakah itu hanya sebuah tebakan kebetulan atau memang ada informasi yanng bocor.” kata Rocky yang menatap Naga dengan bangga.

“Kerja bagus Naga!” puji Rocky ramah.

“Sudah seharusnya Pak!” jawab Naga sigap.

... Keesokan paginya Naga kembali pergi ke kampus untuk mengawal Nara menjalani aktivitas hariannya. Ketika sedang berjalan dari parkiran mobil menuju ruang kelasnya secara tidak sengaja ada seorang pria menabrak Nara hingga buku yang dipegang Nara berjatuhan. Laki - laki tersebut langsung membantu Nara merapihkan bukunya sambil meminta maaf karena dia sedang melamun....

“Tolong izinkan saya membawa buku - buku anda nona Nara!” pinta Naga ramah sambil sedikit menunduk penuh hormat.

“Terima kasih Naga.” kata Nara yang tersenyum lega sambil memberikan buku yang dia bawa kepada Naga.

“Maaf Mas!” panggil Naga yang membuat laki - laki tersebut berhenti dan langsung berbalik badan melihat ke arah Naga.

“Bisakah Mas ambil kembali barang yang Mas selipkan diantara buku nonan Nara!” pinta Naga ramah yang membuat Nara dan laki - laki tersebut terkejut.

“Maksudnya apa ya? Saya gak menyelipkan apapun di buku Mba nya!” jawab laki - laki tersebut berpura - pura tidak tahu.

“Jika Mas bersikeras menolak maka saya akan menangkap Mas sekaligus menyerahkan Mas ke pihak kepolisian. Akan saya pastikan hanya ada sidik jari Mas dan pengedar lain yang memberikan narkoba kepada Mas untuk menyelipkannya ke buku nona Nara!” jelas Naga ramah yang membuat Nara dan laki - laki tersebut semakin terkejut.

“Apa kamu yakin Naga?” tanya Nara memastikan yang membuat Naga menunjukan bungkusan narkoba diantara buku miliknya.

“Saya tidak akan meminta untuk yang kedua kalinya.” kata Naga sambil menatap laki - laki tersebut dengan tatapan tajam.

“Silahkan ambil kembali barang milik Mas dan saya akan lupakan kejadian ini. Namun jika tidak ingin diambil saya akan meminta pengawal saya melakukan apa yang baru saja dia katakan.” tambah Nara tegas yang membuat laki - laki tersebut langsung mengambil narkoba miliknya dan berlari pergi.

“Terima kasih Naga.” kata Nara setelah laki - laki tadi pergi sambil berjalan menuju kelasnya ditemani oleh Naga.

“Sudah kewajiban saya untuk melindungi anda nona Nara.” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat.

“Naga kita sedang di kampus.” kata Nara mengingatkan sambil tersenyum ramah.

“Maaf Nara.” jawab Naga yang sadar akan maksud Nara.

... Naga kembali mengawasi Nara seperti hari sebelumnya dan membuat Nara mulai terbiasa dengan cara Naga melindungi dirinya terlebih setelah kejadian pagi tadi. Tanpa Nara ketahui Naga mengambil foto laki - laki yang berusaha menyelipkan narkoba diantara buku milik Nara dan menceritakan hal tersebut kepada Rocky sambil mengirimkan beberapa foto. Naga menduga ada seseorang dibalik semua kejadian ini yang sudah di rencanakan meskipun Naga belum mengetahui motif yang mungkin jadi dasar atas dua kejadian terakhir ini....

... Rocky mengerti maksud Naga, tapi jika mengaitkan dua kejadi baru - baru ini dengan kasus sabotase mobil milik Nara tampaknya itu merupakan teori yang terlalu berlebihan. Namun Rocky tetap mencari tahu kebenaran dari kedua kasus ini sekaligus mencari laki - laki berdasarkan foto yang Naga kirim dari dua kejadi sebelumnya. Setelah selesai kuliah Nara ada agenda kampus lainnya hingga dia harus makan malam bersama teman - temannya dan baru pulang jam 8 malam bersama Naga....

“Naga bagaimana kamu tahu bahwa laki - laki tadi pagi menyelipkan sebungkus narkoba diantara buku yang kubawa? Apakah kamu memperhatikan laki - laki tersebut secara terus menerus ketika dia tidak sengaja menabrakku?” tanya Nara penasaran ketika dalam perjalanan pulang.

“Kurang lebih begitu Nara, terutama ketika dia tiba - tiba memasukan tangannya ke saku jaket sebelah kanan sebelum membantu Nara membereskan buku yang berserakan.” jawab Naga sambil tetap fokus menyetir.

“Wow tampaknya kamu sangat teliti ya Naga!” puji Nara sambil tersenyum kagum melihat ke arah Naga.

“Saya hanya melakukan yang seharusnya Nara!” jawab Naga sambil tetap fokus menyetir.

“Lalu bagaimana kamu mengetahui seorang dokter gadungan yang mencoba membunuhku di rumah sakit?” tanya Nara semakin penasaran.

“Beberapa centimeter diatas mata kaki kanan orang tersebut celananya tampak mengembung membentuk sesuatu seolah - olah ada sesuatu yang dia simpan. Cara berjalan orang tersebut juga tidak lazim ketika masuk ke ruang rawat inap Nara karena di pinggangnya ada senjata yang dia bawa.” jawab Naga sambil melihat Nara dari kaca spion tengah.

“Tampaknya kamu sangat berpengalaman Naga?” tanya Nara memastikan.

“Ah tidak Nara, itu semua berkat pelatihan yang diberikan oleh SS.” jawab Naga berbohong sambil kembali fokus menyetir.

... Setibanya di rumah Nara langsung berterima kasih kepada Naga dengan penuh senyuman lalu pergi ke kamarnya. Raymond yang tidak sengaja melihat hal itu tersenyum lebar karena dia tahu bahwa Naga merupakan pengawal yang cocok untuk Nara hingga Nara mau menerima Naga sebagai pengawal pribadinya yang tampak dari senyuman Nara. Setelah memarkirkan mobil Naga langsung mencari Rocky untuk mengetahui perkembangan dari laki - laki yang fotonya dia kirimkan....

“Kita sudah menemukan identitas dari keempat laki - laki yang kamu kirimkan fotonya, tapi tidak ada catatan yang mencurigakan dari mereka berempat.” kata Rocky sambil memberikan berkas tentang keempat laki - laki tersebut.

“Namun kita masih berusaha mengumpulkan rekaman aktivitas mereka selama dua minggu hingga satu bulan terakhir Naga.” lanjut Rocky ketika Naga sedang membaca beberapa hal dari berkas keempat laki - laki yang membuatnya curiga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!