Kelompok Sabotase

... Ketika Nara sarapan bersama seluruh keluarganya Nara bersikap seolah - olah tidak ada masalah dengan kakaknya. Johan mengerti yang membuat Nara tempo hari tampak lesu bukan karena baru putus dari Rais melainkan karena perbuatan dirinya yang telah diketahui Nara. Merasa bersalah Johan mengikuti cara Nara bersikap, baik ketika di depan orang lain ataupun ketika mereka saling berpas - pasan agar mereka tampak baik - baik saja....

”Nara tampaknya ini pertama kalinya kamu liburan untuk melepas penat tapi pulang dengan penuh semangat dan kecerian seolah - olah tidak ada yang terjadi. Apa yang terjadi antara kamu dan Naga selama di Bali?” tanya Raymond penasaran sambil tersenyum menatap Nara.

“Bisa dibilang Naga berhasil menghiburku dengan baik Yah.” jawab Nara sambil tersenyum menatap Ayahnya.

“Apa yang Naga lakukan sampai kamu bisa seceria ini sejak kamu pulang dari Bali?” tanya Anna semakin penasaran sambil tersenyum menatap putrinya.

“Banyak Bunda, ngomong - ngomong cara Naga menghiburku, Naga punya cara unik untuk bisa menghiburku. Contohnya ketika kami sudah tiba di bandara Soeta (Sokarno Hatta) dan aku sudah memasang sabuk pengaman tiba - tiba Naga bilang ‘Nara ... Nara majikan aku datang cepet sembunyi!’ sambil panik gitu.” jawab Nara penuh semangat.

“Terus aku juga langsung panik dan tanya aku harus sembunyi dimana? Naga bilang ‘pindah ke kursi depan Nara, terus tunduk biar gak keliatan!’” lanjut Nara yang membuat Raymond dan Anna tertawa tipis.

“Tanpa basa basi aku langsung lepas sabuk pengaman pindah ke kursi depan lewat tengah terus tunduk sambil duduk di kursi depan.” tambah Nara yang mulai tertawa tipis diikuti tawa Raymon, Anna, dan Johan.

“Terus bagaimana respon Naga?” tanya Raymond penasaran yang baru selesai tertawa.

“Ya ketawa lah Yah dan beberapa saat kemudian aku baru sadar kan majikan Naga aku dia malah semakin ketawa. Waktu kejadian itu aku memang sedikit kesal sama Naga tapi gak lama setelah itu aku juga ikut tertawa dan merasa ini cara Naga untuk menghiburku.” jawab Nara sambil tersenyum bahagia.

“Ayah ingin melihat langsung kamu saat itu!” kata Raymond setelah puas tertawa mendengar cerita Nara.

“Aku berangkat kuliah dulu!” pamit Nara yang langsung pergi setelah menyelesaikan sarapannya dengan penuh semangat.

... Nara menjalani perkuliahan dengan penuh semangat ditemani oleh Naga yang sesekali membuat Nara melihat keluar kelasnya. Selesai kuliah Nara langsung pulang karena sedang tidak ada agenda lain dan setibanya di rumah Nara baru terpikir ingin mengajak makan malam Naga berdua yang membuatnya langsung melihat isi lemari pakaian untuk memilih pakaian apa yang ingin dia gunakan. Di waktu yang sama Naga di panggil oleh Rocky karena pihak kepolisian datang dan menjelaskan situasi terkait kelompok pelaku sabotase pada mobil Nara....

... Setelah mendengar penjelasan detektif yang bertangung jawab dalam kasus ini mereka bertiga langsung menemui Rocky karena pihak kepolisian ingin meminta bantuan tim SS. Raymond menugaskan Rocky, Naga, dan tiga orang lainnya dari tim SS untuk membantu pihak kepolisian menangkap kelompok kriminal ini. Setelah mendapatkan izin mereka langsung bersiap - siap dan pergi menuju lokasi kelompok kriminal sabotase mobil Nara dengan menggunakan 4 mobil MPV yang masing - masing di isi oleh 4 orang termasuk supir....

... Nara yang sedang mencari - cari Naga tidak kunjung menemukan Naga termasuk di markas tim SS yang berada di rumahnya. Ketika Nara coba menghubungi Naga juga tidak diangkat, chat dari Nara juga belum dibaca oleh Naga yang membuat dirinya terus mencari Naga. Akhirnya Nara memutuskan untuk bertanya kepada Ayahnya tentang keberadaan Naga karena mungkin Naga sedang diminta Ayahnya untuk melakukan sesuatu....

“Ada apa sayang?” tanya Raymond lemah lembut.

“Apakah Ayah tahu dimana Naga?” tanya Nara penasaran.

“Ayah meminta Naga untuk ikut pihak kepolisian menangkap kelompok kriminal yang mensabotase mobil kamu, kamu mau keluar?” tanya balik Raymond memastikan.

“Bukankah itu berbahaya Ayah?” tanya Nara cemas.

“Tidak perlu khawatir Naga ditemani Rocky, tiga orang tim SS serta pihak kepolisian. Kenapa kamu tampak begitu khawatir sayang?” tanya Raymond sambil tersenyum jahil menatap Nara.

“Ah tidak apa - apa Ayah.” jawab Nara sambil tersenyum penuh hormat.

“Kalau kamu perlu keluar, kamu bisa minta anggota tim SS lainnya Nara!” pinta Raymond ramah.

“Tidak perlu Ayah, lain kali saja. Aku akan kembali ke kamar!” jawab Nara penuh hormat yang langsung kembali ke kamarnya.

... Nara tidak bisa menutupi kecemasannya ketika sudah tiba dikamarnya sendiri, tapi Nara percaya dan berharap agar Naga tidak terluka sama sekali. Di sisi lain Naga dan tim gabungan yang sudah tiba di lokasi kelompok kriminal pelaku sabotase mobil Nara langsung memeriksa keadaan sekitar. Ketika pihak kepolisian memberitahu bahwa bangunan di depan adalah lokasi yang terindikasi markas mereka, Naga merasa ada yang janggal dan langsung memanjat salah satu dinding untuk melihat sekitar....

“Ada apa Naga?” tanya Rocky penasaran.

“Itu mereka!” teriak sang detektif sambil menunjuk ke seseorang yang sedang berjalan di lorong bangunan di depan mereka.

“Berhenti!” teriak salah satu polisi ketika pelaku melarikan diri yang membuat para polisi dan tim SS langsung mengejarnya kecuali Naga.

... Naga melihat bangunan lain yang lebih mencurigakan dan membuat dirinya langsung pergi ke arah bangunan tersebut. Naga mengendap - endap masuk ke dalam bangunan tersebut hingga berhasil menemukan seorang yang sedang mengawasi kamera CCTV yang ada di bangunan tempat para polisi dan tim SS mengejar yang di duga pelaku. Tanpa basa basi, Naga langsung menghajar orang tersebut hingga pingsan dan langsung mengikatnya agar tidak melarikan diri ketika sadar....

... Naga lanjut mencari anggota yang lain dari kelompok tersebut hingga bertemu dengan 3 orang yang membuat mereka saling menyerang satau sama lain. Naga menunjukan hasil dari percobaan Creator Genetic kepada dirinya, tapi berhasil Naga kontrol agar hanya membuat mereka pingsan lalu mengikatnya. Setelah melumpuhkan lebih dari lima orang kelompok pelaku sabotase Naga melihat sebuah bom rakitan yang langsung membuatnya sadar bahwa bangunan tempat para polisi dan tim SS mengejar terduga pelaku merupakan sebuah perangkap....

“Pak Rocky masuk ... pak Rocky masuk!” kata Naga melalui walkie talkie.

“Ada apa Naga?” tanya Rocky sambil mengatur napasnya sendiri.

“Keluar dari bangunan tersebut! Disana sudah disiapkan banyak peledak untuk menjebak kita, markas sebenarnya mereka ada di bangunan arah jam 5 dari bangunan yang ditunjukan pihak kepolisian. Cepat keluarlah!” jawab Naga cemas.

... Seketika Rocky mendengar suara hitung mundu dari sebuah bom dan langsung mengajak semua orang untuk segera keluar. Tidak lama kemudian bom pada bangunan tersebut meledak tapi semua anggota tim SS dan pihak kepolisian berhasil keluar terlebih dahulu. Naga ingin memeriksa keadaan rekan - rekannya tapi menangkap semua anggota kelompok kriminal sabotase yang hampir membunuh Nara jauh lebih penting sehingga Naga kembali melanjutkan pencariannya untuk menangkap semua anggota kelompok tersebut....

... Ketika Naga sedang melumpuhkan mereka satu persatu seseorang memperhatikan Naga dari sebuah layar monitor tidak percaya yang sedang dia lihat. Dengan kekuatan dalam dirinya Naga bisa dengan mudah melumpuhkan mereka satu persatu dan mengikat mereka semua. Bahkan ketika ada salah satu dari mereka yang menembak ke arah Naga, Naga berhasil menghindarinya dengan mudah dan melumpuhkannya....

“Naga!” panggil Laxus yang masih tidak percaya melihat Naga berdiri di depan matanya sambil berjalan perlahan menghampiri Naga.

“Laxus!” jawab Naga sambil menatap Laxus dengan tatapan tajam.

“Apakah kamu dalang dari upaya sabotase mobil Nara?” tanya Naga memastikan sambil menatap Laxus dengan tatapan tajam.

“Siapa Nara?” tanya Laxus penasaran.

“Dia adalah seorang wanita yang harus kulindungi dan akan aku lindungi sampai kapanpun.” jawab Naga tegas yang membuat Laxus mengangguk paham.

“Aku tidak tahu tentang hal itu, jika aku tahu aku pasti akan menolak tawaran ini Naga.” jawab Laxus ramah sambil menatap Naga.

“Siapa yang memintamu melakukan ini semua?” tanya Naga penasaran.

“Kami hanya berkomunikasi melalui telepon dan suaranya disamarkan jadi aku tidak tahu siapa dia.” jawab Laxus santai.

“Tolong berikan aku sesuatu!” pinta Naga tegas.

“Ah aku ingat kami hanya berkomunikasi melalui telepon tapi setiap panggilannya dia selalu berkata sesuatu tentang ‘mulia’. Dia berkata jika seseorang melakukan hal yang benar itu bisa membuatnya terbunuh karena tidak ada namanya tindakan mulia.” jawab Laxus ramah yang membuat Naga langsung berbalik badan untuk pergi.

“Tunggu Naga, apakah kita bisa bertemu kembali?” tanya Laxus penuh harap.

“Tergantung pilihanmu ketika aku memberikanmu kesempatan!” jawab Naga tegas tanpa membalik badannya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!