...Lebih dari satu tahun Naga sudah menikmati kehidupannya sebagai manusia normal pada umumnya meskipun hanya bekerja sebagai kuli panggul di salah satu toko bahan bangunan. Orang - orang di sekitar tempat Naga bekerja ataupun di sekitar rumah kostnya menyukai Naga karena keramah tamahannya, berjiwa pekerja keras dan tidak pernah mengeluh. Suatu hari ketika sepulang bekerja Naga di ganggu oleh 3 orang anak muda, mereka meminta sejumlah uang kepada Naga sambil menghina dan sesekali memukul Naga....
...Pada awalnya Naga tidak melawan hanya menerima pukulan dari mereka karena Naga tidak mau memberikan sepeserpun uang kepada mereka. Namun akhirnya Naga membalas salah satu dari mereka dengan memukulnya menggunakan tangan kosong tepat di telinga kanannya. Naga yang belum bisa mengontrol kekuatannya hasil dari penelitian Creator Genetic membuat dia secara tidak sengaja membunuh pemuda tersebut. Melihat hal itu kedua temannya berusaha menyerang Naga balik, tapi dengan cepat Naga menghajar mereka berdua hingga tewas hanya dengan satu pukulan ke arah kepala mereka masing - masing....
...Naga baru menyadari bahwa ketiga orang tersebut telah tewas akibat pukulan darinya setelah memeriksa keadaan mereka karena mereka tampak tidak bernapas. Naga langsung memikirkan cara untuk menutupi kekuatannya yang lepas kendali dengan mengambil sebuah balok kayu dan memukul bagian kepala mereka yang terkena serangan Naga. Merasa bersalah Naga langsung pergi ke kantor polisi terdekat untuk mengakui semua perbuatannya dan menceritakan semua kejadiannya secara rinci. Setelah mendengar cerita Naga polisi langsung menahan Naga, melakukan penyelidikan dan menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga....
...Naga siap mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum, tapi Naga tidak tahu bahwa orang tua dari ketiga pemuda yang tewas merupakan keluarga yang berkecukupan sehingga mereka meminta polisi untuk merekayasa kejadian agar Naga bisa dihukum seberat - beratnya. Di persidangan Naga terkejut bahwa jaksa penuntut umum memberikan keterangan yang berlawanan dengan cerita Naga kepada penyidik polisi sehingga Naga terkesan sebagai seorang preman yang menghajar secara sengaja ketiga pemuda tersebut. Beruntung pengacara Naga berhasil membuktikan bahwa keterangan jaksa penuntut di rekayasa sehingga Naga dinyatakan korban sekaligus pelaku dari pembunuhan secara tidak di sengaja....
...Setelah persidangan tersebut Naga akan menjalani hukumannya dengan di penjara selama 2 tahun karena hakim tidak bisa mengabaikan emosi Naga yang membela diri hingga menghilangkan nyawa ketiga pemuda tersebut. Jaksa penuntut yang memberikan keterangan palsu di hukum sesuai dengan hukuman yang berlaku dan para korban dari ketiga pemuda tersebut akhirnya berani bersuara untuk menunjukan betapa buruknya ketiga pemuda tersebut. Ketiga pemuda tersebut sudah beberapa bulan meresahkan dan merugikan beberapa pihak yang akhirnya membuat orang tua dari ketiga pemuda tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatan anak - anak mereka....
...Naga yang pada saat itu sudah berusia 18 tahun masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan untuk orang dewasa. Disana Naga hidup menyendiri dan menutup diri dari orang - orang sekitar yang merupakan para narapidana, tapi tidak sedikit narapidana disana yang berusaha mengganggu Naga. Pada awalnya Naga mengabaikan perlakuan kasar dari mereka hingga akhirnya setelah beberapa kali di hajar, Naga memutuskan untuk melawan balik....
...Naga menghajar satu geng narapidana sendirian tapi kali ini dia bisa mengontrol kekuatannya agar tidak ada satupun dari mereka yang tewas. Akibat kejadian itu semakin sering Naga diganggu oleh kelompok narapidana lain, tapi Naga selalu berhasil menghajar mereka hingga akhirnya tidak ada lagi yang berusaha mengganggu Naga. Dua tahun berlalu akhirnya Naga keluar dari lembaga pemasyarakatan dan mulai mencari kehidupan baru dengan mencari pekerjaan baru....
...Naga memutuskan untuk tidak kembali ke toko bahan bangunan yang lama karena Naga ingin melupakan sosok monster yang sempat muncul dalam dirinya ketika berada di sekitar sana. Naga kembali berjalan mencari pekerjaan dari satu toko ke toko yang lain, tapi kali ini Naga mengatakan bahwa dirinya merupakan mantan narapidana kasus pembunuhan secara tidak sengaja. Naga tidak ingin menyembunyikan hal tersebut meskipun Naga tahu akan kesulitan mendapatkan pekerjaan atas kasus tersebut karena Naga tidak ingin membohongi orang yang memberinya pekerjaan....
...Hingga larut malam Naga tidak kunjung mendapat pekerjaan karena dia selalu ditolak ketika memberitahu bahwa dirinya merupakan mantan narapidana kasus pembunuhan secara tidak sengaja. Ketika Naga sedang melamun di pinggir jalan Naga melihat sosok pelayan yang mencurigakan di restoran mewah sebrang jalan. Cara berjalan dan tangan sang pelayan tersebut tidak lazim dimiliki oleh pekerjaan seorang pelayan melainkan lebih seperti seseorang yang terlatih untuk membunuh....
“Permisi kalau boleh tahu ada keperluan apa?” tanya seorang pengawal dari pemiliki perusahan Schweitzer Medical yang meliputi Schweitzer Pharmatic, Schweitzer Hospital, dan Schweitzer Healthy & Beauty sambil mencegah Naga dengan tangannya untuk berhenti.
“Ada apa?” tanya Raymond Firman sang pemilik perusahaan Schweitzer Medical yang langsung melihat ke arah Naga dan membuat sang pengawal menurunkan tangan yang dia gunakan untuk menghalangi Naga.
“Permisi tuan, jika tuan tidak keberatan mungkin tuan perlu memeriksa mba pelayan tersebut!” pinta Naga sambil menunjuk seorang pelayan wanita yang membuat pelayan tersebut terkejut.
“Eh? Apa salah saya?” tanya sang pelayan wanita berpura - pura.
“Maaf tuan Raymond, mas silahkan keluar anda tidak sepatutnya berkata demikian kepada salah satu pelayan restoran kami!” pinta sang manager restoran ketika tahu Naga masuk secara tiba - tiba dan langsung menghampiri meja Raymond Firman.
“Tidak apa pak manager!” pinta Raymond sambil tersenyum ramah menatap sang manager restoran sambil memberikan kode agar Naga tidak diusir.
“Izinkan saya bertanya kenapa kamu meminta saya untuk memeriksa pelayan wanita tersebut?” tanya Raymond ramah sambil melihat ke arah Naga.
“Tangan dan cara berjalannya bukan tangan dan cara berjalannya seorang pelayan tuan.” jawab Naga ramah.
“Maaf tuan, saya memang baru satu minggu kerja disini.” bela sang pelayan wanita sambil tertunduk penuh hormat.
“Tangan dan cara berjalan apa yang pelayan wanita itu miliki?” tanya Raymond ramah yang semakin penasaran.
“Dia memiliki tangan dan cara berjalan seorang pembunuh terlatih.” jawab Naga yang langsung membuat semua orang terkejut.
...Merasa penyamarannya sudah terbongkar sang pelayan wanita langsung mengambil garpu yang ada di meja dan Naga dengan cepat langsung menarik kursi Raymond Firman agar keluar dari jangkauan serangan sang pelayan wanita. Naga yang sudah mampu mengontrol kekuatannya selama di penjara langsung menangkis dan melumpuhkan sang pelayan wanita dengan cepat lalu kedua pengawal Raymond Firman langsung mengamankannya. Salah satu pengawal Raymond juga langsung menghubungi pihak kepolisian untuk membawa sang pelayan wanita yang masih pingsan setelah Naga banting dan pukul beberapa kali....
“Maafkan pelayanan kami tuan Raymond!” kata sang manager yang langsung membungkuk penuh hormat merasa bersalah.
“Permisi tuan!” kata Naga pamit sambil sedikit membungkuk penuh hormat.
“Tunggu!” pinta Raymond yang langsung menghentikan langkah Naga.
“Siapa namamu? Apa kamu sudah makan malam?” tanya Raymond ramah sambil menatap Naga.
“Saya Naga, belum tuan.” jawab Naga sambil tertunduk malu.
“Manager jika kamu merasa bersalah bisakah tolong siapkan makan malam untuk Naga?” tanya Raymond sambil tersenyum ramah.
“Baik tuan Raymond.” jawab sang manager sigap.
“Silahkan mas!” lanjut sang manager mempersilahkan Naga untuk duduk di sebuah meja terpisah dari Raymond.
“Saya permisi sebentar ya!” pamit Raymond kepada koleganya yang hendak melanjutkan makan malam bersama mereka lalu pergi ke meja Naga.
“Naga ketika aku sedang berada di dalam mobil, aku melihatmu keluar masuk ke beberapa toko apa yang sedang kamu cari?” tanya Raymond ramah sambil melihat ke arah Naga.
“Saya sedang mencari pekerjaan tuan.” jawab Naga penuh hormat.
“Apakah mereka semua menolakmu?” tanya Raymond memastikan.
“Iya tuan karena saya seorang mantan narapidana kasus pembunuhan secara tidak sengaja.” jawab Naga sambil tertunduk malu.
“Apakah pengalamanmu di penjara yang membuatmu mengetahui identitas pelayan wanita tadi?” tanya Raymond memastikan.
“Benar tuan, maaf kalau saya lancang dan bersikap tidak sopan. Namun saya tidak bisa membiarkan pembunuhan terjadi begitu saja di depan mata saya ketika saya bisa mengetahui hal tersebut.” jawab Naga dengan penuh hormat.
“Aku mengerti, bagaimana kalau kamu bekerja untukku?” tanya Raymond sambil memberikan kartu namanya.
“Apa tuan yakin mau mempekerjakan seorang manta narapidana seperti saya?” tanya Naga memastikan.
“Jika kamu tidak berbicara seperti itu pasti kamu sudah mendapatkan pekerjaan, tapi kamu tetap mengatakan fakta sebenarnya tentang dirimu karena kamu tidak ingin mengecewakan orang yang mempekerjakan mu bukan?” tanya Raymond penuh percaya diri sambil menatap Naga dengan bangga.
“Jadi bagaimana kalau kamu menutup masa lalu kamu dan memulai lembaran baru dengan bekerja di perusahaan ku?” tanya Raymond sambil tersenyum ramah.
“Terima kasih tuan Raymond!” jawab Naga sambil tersenyum senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments