Johan Cyrus

... Sang ahli komputer memenuhi permintaan Rocky di ruang kerja Rocky dan tidak lama kemudian dugaan Naga terbukti benar. Keempat pria sebelumnya pernah bertemu dengan Richard Rais beberapa hari sebelum mereka bertemu dengan Nara. Namun fokus Naga teralihkan kepada pantulan seseorang yang muncul di tempat sampah stainless silver yang berada di kedua rekaman CCTV tersebut....

“Bisakah bagian tempat sampah ini di perbesar!” pinta Naga ramah yang membuat sang ahli komputer langsung mengikuti permintaan Naga.

“Tolong perjelas gambarnya!” lanjut Naga yang membuat mereka semua terkejut melihat pantulan dari seseorang yang memperhatikan pembicaraan antara Richard Rais serta keempat pria yang pernah mengganggu Nara.

“Tolong cetak hasil rekaman ini dalam beberapa foto dan jangan bicarakan hal ini kepada siapapun!” pinta Rocky tegas sambil melihat ke arah Naga dan sang ahli komputer silih bergantian.

“Baik Pak!” jawab sang ahli komputer yang langsung pergi untuk menyelesaikan permintaan dari Rocky.

“Dengan ini semuanya sudah jelas Pak Rocky, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Naga sambil melihat ke arah Rocky yang sedang berjalan untuk kembali duduk di kursi meja pribadinya.

“Aku masih tidak percaya tentang apa yang baru kita lihat Naga, karena tuan Johan sangat menyayangi Nara. Apakah tuan Johan juga dalang di balik kasus sabotase ini?” tanya Rocky yang masih tidak percaya sambil melihat ke arah Naga.

“Sepertinya itu dua kasus yang berbeda Pak.” jawab Naga penuh percaya diri.

“Tolong jangan beritahu dulu nona Nara, kita tunggu waktu yang tepat terlebih nona Nara baru melihat kekasihnya berselingkuh.” pinta Rocky tegas.

“Saya mengerti Pak.” jawab Naga sigap.

... Keesokan harinya Nara kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa dengan kondisi yang jauh lebih baik terutama setelah Naga berusaha menghiburnya baik ketika kemarin malam ataupun saat dalam perjalan menuju kampus. Di kampus Nara menceritakan kepada kedua sahabatnya bahwa dirinya sudah putus dengan Rais dan wanita yang bersama Rais dalam foto yang mereka tunjukan adalah selingkuhan yang merebut Rais dari dirinya. Nara dan Rais berkuliah di jurusan yang sama dan angkatan yang sama, tapi Nara bisa bersikap seolah - olah mereka tidak pernah menjalin hubungan sebelumnya....

“Naga apakah kamu bisa membantuku mencari seseorang?” tanya Nara penuh harap ketika sedang dalam perjalanan pulang.

“Nara ingin mencari siapa?” tanya Naga balik yang melihat Nara dari kaca spion tengah sambil tetap fokus menyetir.

“Kamu ingat tiga orang laki - laki yang menggangguku di kafe tempo hari?” tanya Nara memastikan.

“Tentu Nara.” jawab Naga penuh hormat.

“Mereka mengatakan yang seharusnya tidak mungkin dikatakan oleh orang lain selain keluargaku sendiri. Pada awalnya aku berpikir itu hanyalah tebakan kebetulan, tapi setelah mendengar Rais berkata hal yang sama ketika aku memergoki dia selingkuh sepertinya ada sesuatu yang terjadi.” jelas Nara yang membuat Naga terkejut sambil melihat Nara dari kaca spion tengah.

“Kenapa kamu terkejut Naga?” tanya Nara menyadari keterkejutan Naga.

“Saya juga memikirkan hal yang sama setelah melihat ekspresi Nara tempo hari dan saya melaporkan hal tersebut kepada Pak Rocky.” jawab Naga penuh hormat.

“Terus?” tanya Nara penasaran.

“Kami sudah mencari tahu tentang orang - orang tersebut, tapi sebaiknya nona Nara meminta ke Pak Rocky langsung terkait hasilnya karena aku diminta Pak Rocky untuk tidak memberitahu nona Nara dulu.” jawab Naga penuh hormat.

... Setibanya di rumah tanpa basa basi Nara langsung pergi untuk menemui Rocky ditemani oleh Naga. Nara merupakan satu - satunya anggota keluarga Raymond yang tidak suka dikawal sehingga dia hampir tidak pernah berada ataupun mendatangi markas SS yang ada di rumahnya. Namun semua tim keamanan SS yang melihat Nara tetap menyapa Nara dengan penuh hormat yang dijawab Nara dengan senyuman sambil fokus berjalan menuju ruangan Rocky....

“Permisi Pak Rocky aku ingin melihat hasil penyelidikan Pak Rocky dan tim SS tentang empat pria yang berusaha menggangguku beberapa hari terakhir ini!” pinta Nara ramah sambil melihat ke arah Rocky yang membuat Rocky langsung melihat ke arah Naga yang berdiri di belakang Nara.

“Ini bukan salah Naga, sepulang kuliah aku hendak meminta Naga mencari tahu tentang keempat pria yang menggangguku beberapa hari terakhir ini. Namun Naga menjawab bahwa tim SS sudah menyelidikinya dan menyarankan aku untuk memintanya langsung ke Pak Rocky karena Naga diminta untuk tidak memberitahuku. Jadi Naga tetap menjalankan perintah Pak Rocky tanpa sedikitpun melanggarnya, kedatanganku karena permintaanku sudah terlebih dahulu diselesaikan oleh tim SS.” lanjut Nara yang mengerti situasi agar tidak salah paham.

“Saya mengerti nona Nara.” jawab Rocky sambil tersenyum ramah dan tidak lama kemudian Rocky memberikan beberapa lembar foto hasil penyelidikan tim SS.

“Hah ternyata mereka semua disuruh oleh Rais!” kata Nara sambil tersenyum kesal melihat beberapa foto hasil penyelidikan tim SS.

... Ketika Nara sedang memperhatikan foto - foto hasil penyelidikan tim SS satu persatu tiba - tiba Nara menemukan foto pantulan kakaknya di salah satu foto yang membuat dirinya terkejut termasuk Naga yang berdiri di belakangnya dan langsung menatap Rocky. Tatapan Naga seketika membuat Rocky sadar bahwa foto pantulan Johan belum dia pisahkan dari foto - foto keempat pria yang berusaha mengganggu Nara. Nara langsung mengambil foto tersebut memisahkannya dengan foto yang lain sambil meneteskan air mata tidak percaya yang dilihatnya....

“Inikah alasan Pak Rocky meminta Naga untuk tidak memberitahuku?” tanya Nara memastikan sambil meneteskan air mata.

“Betul nona Nara karena kami perlu memastikan kebenarannya terlebih dahulu.” jawab Rocky merasa bersalah.

“Biar aku sendiri yang memastikannya!” kata Nara yang langsung pergi menuju kamarnya sambil membawa foto pantulan kakaknya dengan penuh air mata.

... Malam itu Nara benar - benar sakit hati dan kecewa melihat pantulan foto kakak yang sangat dia sayangi dan sangat dia percaya berada di lokasi yang sama dengan Rais dan keempat pria yang berusaha mengganggunya. Malam itu Nara menangis tersendu - sendu hingga tertidur pulas sambil terus memegangi foto pantulan kakaknya. Paginya Nara sarapan dengan mata sembab dan lesu serta tidak banyak bicara terutama kepada kakaknya....

“Nara kamu kenapa? Kamu sakit?” tanya Anna cemas melihat putrinya begitu lesu.

“Tidak Bunda, aku hanya baru putus dari Rais.” jawab Nara yang lebih banyak memainkan sarapannya daripada memakannya.

“Kalau begitu kamu bisa istirahat di rumah dan izin sakit untuk beberapa hari dek!” pinta Johan lemah lembut sambil menatap Nara cemas yang seketika membuat Nara mulai meneteskan air matanya.

“Aku berangkat dulu Bunda, Ayah!” kata Nara sambil menghapus air matanya tanpa menghabiskan sarapannya.

“Nara!” panggil Raymond khawatir.

“Aku baik - baik saja Ayah.” jawab Nara lesu.

... Naga yang sudah siap langsung membawa mobil ke depan pintu utama rumah tuan Raymond agar Nara bisa langsung masuk ke dalam mobil. Sejak masuk ke dalam mobil Nara terus menangis sepanjang perjalanan bahkan setibanya di kampus Nara masih menangis untuk beberapa saat. Naga yang penuh pengertian memberikan waktu untuk Nara terus menangis tanpa berbicara sepatah katapun meskipun dalam hatinya dia sedih melihat Nara yang terus menangis....

“Naga ayo kita pergi ke bandara!” pinta Nara sambil menghapus air matanya.

“Baik Nara!” jawab Naga sigap penuh perhatian.

“Ayah, aku mau ke Bali ya sampai hari Senin selagi libur panjang!” kata Nara yang menelpon Raymond ketika dalam perjalanan menuju ke bandara.

“Kamu mau pergi ke Bali sama siapa sayang?” tanya Raymond penuh kelembutan.

“Aku akan pergi ke Bali bersama Naga, Ayah!” jawab Nara yang membuat Naga terkejut tapi berhasil menutupi keterkejutannya.

“Baiklah, hati - hati ya!” jawab Raymond yang membuat Nara langsung mengakhiri panggilan dengan ayahnya.

“Kita benar - benar akan terbang ke Bali Nara?” tanya Naga memastikan sambil melihat ke arah Nara dari spion tengah.

“Iya Naga, tolong ya aku tidak ingin menceritakan hal ini kepada Ayah dan Bunda hanya kamu yang bisa aku percaya untuk menjaga rahasia ini. Kita beli pakaian ganti setibanya di Bali saja Naga, kamu tidak perlu khawatir.” jawab Nara yang masih larut dalam kesedihannya.

“Baik Nara, aku akan melakukan apapun yang bisa aku lakukan selama itu bisa membantu kamu melalui semua ini Nara.” jawab Naga penuh percaya diri.

“Terima kasih Naga!” kata Nara sambil melihat ke arah langit biru yang cerah.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!