Schweitzer Security

... Keesokan paginya Naga sudah menunggu di depan hotel Raymond menginal sesuai dengan intruksi yang diberikan kepadanya. Tidak lama kemudian Raymond keluar bersama beberapa pengawalnya dan langsung mengajak Naga pulang bersamanya ke rumah Raymond di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Setibanya di rumah Raymond, Naga langsung di ajak Raymond bertemu Rocky kepala keamanan sekaligus pimpinan dari Schweitzer Security (SS) yang merupakan tim keamanan milik keluarga Raymond....

“Rocky tolong ajarkan Naga semua hal yang kita terapkan di Schweitzer Security!” pinta Raymond sambil tersenyum ramah.

“Baik tuan Ray!” jawab Rocky sigap.

“Naga silahkan ikuti arah Rocky untuk pelatihan sebagai anggota Schweizer Security setelah pelatihannya selesai maka kamu akan di tempat dan bekerja sebagai bagian dari Schweitzer Security.” jelas Raymond ramah sambil melihat ke arah Naga.

“Terima kasih tuan Raymond.” jawab Naga sambil mengangguk penuh hormat.

“Saya permisi!” pamit Raymond yang langsung pergi.

“Kurang lebih selama satu Minggu ke depan kamu akan menjalani latihan untuk menjadi bagian dari SS. Meskipun setelah pelatihan selesai dan kamu di tempatkan sesuai dengan hasil pelatihanmu nanti, kamu tetap bisa ikut beberapa pelatihan yang konsisten diadakan seperti latihan bela diri ataupun beberapa olah raga lain.” jelas Rocky lugas.

“Siap, Pak!” jawab Naga tegas.

... Pada saat itu juga Naga langsung memulai pelatihannya sebagai anggota SS diawali dengan sekolah kepribadian. Hari itu Naga juga belajar mengemudi, mekanik tentang kendaraan bermotor dan kembali belajar seni bela diri. Sejak hari itu rutinitas Naga terus diisi dengan pelatihan untuk menjadi SS sambil beradaptasi dengan lingkungan yang baru....

“Dia putri bungsu tuang Raymond!” kata Rocky yang secara tiba - tiba muncul di samping Naga ketika Naga sedang melihat ke arah seorang gadis.

“Maaf Pak!” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat.

“Tidak apa, berbicara nona Yura Nara kamu juga perlu mengetahui tentang nyonya Anna Levana istri dari tuan Raymond dan putra sulung mereka tuan Johan Cyrus.” kata Rocky sambil menatap Naga.

... Naga langsung diberi tahu tentang informasi yang perlu dia ketahui tentang seluruh keluarga tuan Raymond. Setelah diberitahu tentang keluarga tuan Raymond, Naga juga diberitahu secara garis besar tentang bisnis tuan Raymond dan orang - orang yang berhubungan tentang hal tersebut. Naga mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan sangat baik dan terus berusaha memberikan yang terbaik....

... Sebelum masa pelatihan selesai Naga diberikan sebuah SIM dirinya sendiri untuk selalu bersiap jika harus mengemudikan kendaraan bermotor. Naga juga mulai terbiasa berolah raga ataupun berlatih bela diri bersama anggota SS lainnya dan berniat akan terus melakukannya ketika ada waktu luang saat bertugas sebagai SS. Ketika Naga sedang menunggu penempatan dirinya sebagai SS di perusahaan milik tuan Raymond, tuan Raymond datang sendiri untuk memberitahu Naga....

“Selamat Naga kamu sudah menyelesaikan masa pelatihanmu dan aku membaca laporan tentang pelatihan yang kamu jalani.” kata Raymond sambil tersenyum bangga menatap Naga.

“Terima kasih tuan Raymond.” jawab Naga sambil sedikit menunduk penuh hormat.

“Tuan Ramond!” panggil salah satu anggota SS begitu tiba di dekat tuan Raymond dengan terburu - buru.

“Ada apa?” tanya Raymond ramah.

“Nona Nara tuan, nona Nara mengalami kecelakaan tunggal saat pulang kuliah dan saat ini dia sedang di rawat di Schweitzer Hospital!” kata anggota SS tersebut.

“Rocky tolong ajak Naga dan ikut bersamaku ke rumah sakit!” pinta Raymond yang khawatir tapi berusaha tetap tenang.

“Baik tuan!” jawab Rocky sigap yang langsung bergegas menyiapkan mobil diikuti Naga.

... Naga langsung menjadi supir untuk mengantarkan tuan Raymond ke rumah sakit di dampingi oleh Rocky. Setibanya di rumah sakit Nara sudah terbaring di ruang VIP dan Raymond langsung menghampirinya sementara Naga dan Rocky berjaga diluar. Tidak lama kemudian Anna dan Johan juga datang bersama dua orang pengawal serta supir pribadi mereka masing - masing....

... Rocky langsung berkoordinasi dengan SS yang bertugas di Schweitzer Hospital untuk mengamankan lorong menuju kamar Nara serta menyiapkan dua orang pengawal serta supir cadangan. Rocky yang mendapat izin dari tuan Raymond langsung pergi untuk membawa mobil yang dikendarai Nara ditemani oleh Naga. Ketika mobil yang dikendarai Nara dibawa ke bengkel kepercayaan tuan Raymond mereka memeriksa seluruh bagian mobil....

“Pak Rocky!” panggil Naga yang menemukan kejanggalan.

“Ada apa Naga?” tanya Rocky yang langsung menghampiri Naga.

“Sejauh yang aku ingat seharusnya tidak ada benda seperti ini di area mesin mobil ataupun motor. Terlebih ketika pak Rocky mengajakku melihat dan mempelajari semua kendaraan milik keluarga tuan Raymond aku tidak melihat ada benda seperti ini.” jawab Naga sambil menunjuk benda yang mencurigakan.

“Mungkinkah mobil nona Nara di sabotase?” tanya Rocky sambil menatap Naga penuh tanya.

“Satu - satunya alasan dengan memeriksa benda ini pak.” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap Rocky.

... Rocky langsung melepaskan benda mencurigakan tersebut lalu membawanya untuk diperiksa lebih lanjut. Keesokan harinya Naga mendapat giliran untuk menjaga Nara yang masih belum siuman pada shift malam. Ketika jam 8 malam ada seorang dokter yang datang untuk memeriksa Nara dan diizinkan oleh tim keamanan yang ada tapi Naga tampak penuh curiga melihat dokter tersebut....

... Ketika sang dokter masuk ke dalam kamar rawat inap Nara, Naga berjalan untuk memeriksa keadaan Nara dari luar karena curiga. Pengawal lainnya meminta Naga kembali ke posisinya dan tidak perlu mengawasi sang dokter, tapi Naga tetap bersikeras mengawasi sang dokter. Kecurigaan Naga memuncuk ketika sang dokter menunjukan kedua tangannya untuk memberikan sebuah cairan dalam suntikan kepada infus Nara....

“Cairan apa yang akan anda berikan Dok?” tanya Naga ramah sambil berjalan masuk mendekati sang dokter.

“Cairan infus biasa.” jawab sang dokter santai.

“Hanya seorang dokter yang boleh memberikan sesuatu kepada pasiennya.” kata Naga yang membuat sang dokter terkejut dan langsung melihat ke arah Naga.

“Saya seorang dokter.” jawab sang dokter berusaha tenang.

“Kenapa seorang dokter harus membawa senjata untuk memberikan infus kepada salah satu pasiennya?” jawab Naga yang menatap sang dokter dengan tatapan tajam.

... Sang dokter yang merasa penyamarannya sudah terbongkar langsung berusaha membunuh Nara tapi dengan cepat Naga menariknya dan melemparnya ke salah satu dinding ruangan tersebut. Setelah itu Naga langsung menghajar kepala sang dokter hingga pingsan dan membuat para pengawal lainnya langsung masuk ke kamar rawat inap Nara. Naga langsung meminta rekan - rekannya untuk memeriksa keaslian identitas sang dokter dari para petugas medis di rumah sakit sambil mengamankan beberapa senjata yang dibawa oleh sang dokter gadungan....

“Dokter Joseph Murray memang salah satu dokter di rumah sakit ini tapi bukan dia orangnya.” jawab kepala perawat yang bertugas di lantai tempat Nara dirawat setelah melihat sang dokter yang masih pingsan dan diikat.

... Mendengar jawaban tersebut dokter gadungan langsung di bawa ke kantor polisi untuk di amankan dan Naga meminta seluruh anggota tim medis yang bertugas malam itu lengkap dengan foto dari masing - masing mereka. Tidak lama kemudian dokter Joseph Murray yang asli di temukan dalam keadaan pingsan dan langsung diberikan pertolongan. Tim SS yang bertugas malam itu semakin ketat dalam mengawasi dan menjaga keamanan dari putri bungsu majikan mereka....

... Berita tersebut langsung di dengar oleh Raymond dan Anna di pagi harinya dan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu sebelum melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Setibanya Raymond di ruang rawat inap Nara, direktur langsung menemuinya dan meminta maaf penuh penyesalan karena nyawa Nara sempat terancam kemarin malam. Naga juga menjelaskan semua kejadian yang terjadi kemarin malam secara rinci kepada Raymond, Anna dan direktur rumah sakit....

“Permisi!” sapa Rocky yang baru tiba di ruang rawat inap Nara setelah diminta Raymond untuk datang kesana.

“Maaf aku langsung memintamu datang ke ruang rawat inap putriku Rocky.” kata Raymond penuh hormat sambil menatap Rocky.

“Tidak apa tuan, kebetulan ada hal yang harus segera saya sampaikan juga kepada tuan Raymond dan nyonya Anna.” jawab Rocky sigap.

“Baiklah, terima kasih Naga. Silahkan berganti shift!” pinta Raymond ramah sambil tersenyum puas atas kinerja Naga.

“Izinkan Naga mendengar hal ini juga tuan!” pinta Rocky penuh hormat yang membuat semua orang keheranan.

“Tentu, tolong tetap disini beberapa saat Naga!” pinta Raymond ramah.

“Saat memeriksa kendaraan nona Nara, Naga menemukan benda mencurigakan di mobil nona Nara. Setelah saya periksa ternyata benda tersebut adalah sebuah perangkat keras yang dapat mensabotase kendaraan dari jarak jauh.” kata Rocky lugas yang membuat semua orang terkejut.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!