... Pihak kepolisian telah mengintrogasi dan mendalami penyelidikan tentang kelompok kriminal yang mensabotase mobil Nara. Perkembangan dan hasil dari proses tersebut juga telah disampaikan kepada Rocky dan Raymond. Namun mereka tidak bisa melanjutkan penyelidikan kepada dalang dari upaya mensabotase mobil Nara karena tidak adanya informasi serta petunjuk yang mengarah kepada seseorang yang mendalangi semua ini....
... Meskipun Raymond tidak puas akan hasilnya tapi dia hanya bisa menerima hasil tersebut dengan berlapang dada karena pihak kepolisian telah bertugas sesuai prosedur. Kasus ini di tutup dengan kelompok kriminal yang mensabotase mobil Nara sebagai pelaku dan akan menjalani hukuman sesuai dengan keputusan hakim saat persidangan. Raymond masih khawatir dengan kondisi Nara walaupun para pelaku sudah di hukum tapi dia sudah berjanji kepada Nara bahwa Naga hanya akan jadi pengawal pribadinya sampai kasus ini selesai....
“Mba tolong panggilkan Rocky ya!” pinta Raymond kepada salah satu pelayan yang bersiap siaga ketika Raymond dan keluarganya sedang sarapan.
“Baik tuan Raymond!” jawab sang pelayan sigap yang langsung pergi memanggil Rocky dan tidak lama kemudian kembali bersama Rocky.
“Ada yang bisa saya bantu tuan Raymond?” tanya Rocky sigap dengan penuh hormat sambil menghadap ke arah Raymond.
“Tolong beritahu Naga mulai hari ini dia akan di tugaskan di Schweitzer Pharmatical!” pinta Raymond yang membuat Nara terkejut.
“Tidak boleh!” teriak Nara yang langsung membuat semua orang terkejut.
“Ada apa Nara?” tanya Raymond memastikan.
“Aku ingin Naga tetap jadi pengawal pribadiku Yah!” pinta Nara sambil menatap Raymond penuh harap.
“Apa kamu yakin Nara?” tanya Anna memastikan.
“Iya Bunda, aku yakin.” jawab Nara sambil mengangguk.
“Benarkan Bunda bilang Ayah, Nara pasti mau Naga tetap jadi pengawal pribadinya meskipun Ayah sudah berjanji.” kata Anna sambil tersenyum penuh kemenangan sambil menatap Raymond.
“Baiklah kalau itu keinginanmu Nara, Naga akan tetap jadi pengawal pribadi kamu.” kata Raymond sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Dengan begini Ayah dan Bunda bisa lebih tenang ketika kamu sedang di luar rumah.” lanjut Raymond sambil tersenyum lega.
“Rocky, kalau begitu tolong batalkan pesanku kepada Naga sebelumnya ya!” pinta Raymond sambil menatap Rocky.
“Tidak masalah tuan Raymond!” jawab Rocky sambil tersenyum ramah.
“Aku berangkat kuliah dulu!” pamit Nara yang telah menyelesaikan sarapannya dan langsung pergi.
“Hati - hati sayang!” kata Anna dan Raymond kompak.
“Iya Ayah, Bunda!” jawab Nara tanpa membalikan badannya.
... Kandasnya hubungan asmara antara Nara dan Rais sudah diketahui banyak teman kuliah mereka sejak lama termasuk Damian anak dari salah satu kerabat keluarga Raymond yang juga menjadi rekan bisnis di Schweitzer Grup. Damian menyukai Nara sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama) tapi bagi Nara Damian hanya salah satu temannya saja tidak lebih. Meskipun demikian kedua orang tua Damian ataupun Raymond dan Anna tidak meminta agar putra serta putri mereka menjalin hubungan asmara....
... Mereka tidak mempermasalahkan jika putra putri mereka hanya menjalin hubungan sebatas pertemanan saja. Menurut mereka cinta itu harus tumbuh sendirinya bukan karena paksaan orang lain apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya. Kedua orang tua Damian terkadang membujuk Damian untuk membuka hati kepada wanita lain karena Nara menganggap Damian sebagai teman saja. Namun Damian bersikukuh untuk tetap mencintai satu wanita yakni Nara kecuali jika Nara sudah menikah dengan seorang laki - laki yang dicintainya....
“Sore Nara, kamu mau pulang?” tanya Damian yang sudah menunggu Nara di parkiran mobil berharap bisa mengantarkan Nara pulang.
“Iya Damian, ada apa?” tanya Nara ramah.
“Dia pengawal pribadi kamu?” tanya Damian memastikan ketika melihat Naga yang berdiri tidak jauh di belakang Nara.
“Iya dia pengawal pribadi aku.” jawab Nara ramah sambil tersenyum melihat ke arah Naga.
“Hoo iya, Naga ini Damian salah satu anak dari kolega Ayah.” kata Nara memperkenalkan Damian kepada Naga.
“Senang bertemu anda tuan Damian.” kata Naga ramah sambil sedikit menunduk penuh hormat.
“Apakah aku boleh mengantarkan kamu pulang?” tanya Damian penuh harap.
“Maaf Damian aku tidak bisa karena aku akan selalu pulang bersama Naga.” jawab Nara ramah.
“Hoo begitu, kamu sudah berubah ya dulu aku sangat tidak ingin memiliki pengawal pribadi tapi sekarang kamu justru tampak bahagia memiliki seorang pengawal pribadi.” jawab Damian sambil tertunduk putus asa.
“Aku beruntung karena Naga bisa menempatkan dirinya dengan baik dalam hidupku.” jawab Nara sambil tersenyum menatap Naga.
“Aku pulang duluan ya Damian!” pamit Nara yang langsung berjalan masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Naga.
... Kedekatan Naga dan Nara membuat Damian camburu sekaligus curiga terutama kepada Naga yang membuat dirinya langsung mencari tahu tentang Naga. Tidak butuh waktu lama Damian mendapatkan beberapa informasi tentang Naga termasuk fakta bahwa Naga merupakan mantan narapidana kasus pembunuhan. Membaca informasi tersebut Damian terkejut sambil tersenyum penuh kemenangan untuk merusak nama baik Naga karena dirinya berpikir bahwa Naga menyembunyikan hal tersebut dari keluarga Nara....
... Malam keesokan harinya keluarga Damian diundang untuk makan malam bersama dengan keluarga Nara untuk merayakan keberhasilan Raymond dan Ayah Damian pada bisnis quarter ke dua tahun ini. Damian memanfaatkan momen tersebut untuk memberitahu informasi yang dia dapatkan tentang Naga kepada keluarga Nara. Makan malam mereka berjalan lancar sambil mengobrol santai satu sama lain karena kedua keluarga tersebut memang cukup dekat satu sama lain....
“Om Ray, apa om Ray tahu bahwa Naga merupakan mantan narapidana kasus pembunuhan?” tanya Damian memastikan sambil menatap Raymond dengan penuh hormat yang seketika membuat semua orang terkejut.
“Damian jaga bicara kamu!” tegus Ayah Damian.
“Tidak apa Pak, terima kasih atas informasinya Damian, mungkin om perlu memeriksa kembali latar belakang karyawan om.” jawab Raymond ramah sambil tersenyum menatap Damian.
“Iya om, sebaiknya memang seperti itu soalnya aku khawatir sama Nara jika pengawal pribadinya mantan pembunuh.” kata Damian sambil melihat ke arah Nara yang masih terkejut mendengar hal tersebut.
“Terima kasih ya atas perhatiannya Damian!” puji Anna berusaha menutupi ke khawatirannya mendengar hal tersebut.
... Nara tidak langsung mempercayai ucapan Damian, tapi hal tersebut membuat Nara ingin segera mengkonfirmasinya kepada Naga. Jam 9 malam setelah mengobrol santai keluarga Damian pamit pulang dan ketika Nara hendak pergi menemui Naga, Anna mencegahnya dan meminta mereka berkumpul memastikan hal tersebut. Raymond yang mengerti kekhawatiran Anna dan Nara yang ingin mengkonfirmasinya membuat mereka semua berkumpul di ruang keluarga sambil memanggil Rocky beserta Naga ke dalam ruangan tersebut....
“Sebenarnya Ayah sudah tahu bahwa Naga adalah mantan narapidana kasus pembunuhan secara tidak sengaja sejak awal dan Naga juga memberitahu Ayah ketika pertama kali Ayah menawarkan bekerja untuk SS. Saat itu Naga datang menolong Ayah mencegah upaya pembunuhan kepada Ayah oleh seorang pembunuh bayaran wanita yang menyamar menjadi pelayan wanita.” kata Raymond ketika Rocky dan Naga sudah tiba di ruang keluarga Raymond sambil melihat ke arah Anna, Nara, Johan, Rocky, dan Naga secara bergiliran.
“Ayah tidak menceritakan hal ini kepada Bunda, Nara, dan Johan karena Ayah meminta Naga untuk melupakan masa lalunya termasuk kepada dua tim SS yang saat itu mengawal Ayah. Berhubung Damian tadi mengatakan hal tersebut Ayah ingin memberikan kesempatan Naga menceritakan hal tersebut kepada kalian dan Ayah ingin mendengar pendapat kalian setelah mendengar cerita Naga!” pinta Raymond lemah lembut sambil menatap keluarganya satu persatu.
... Naga mulai menceritakan kejadian yang membuat dirinya di penjara atas kasus pembunuhan secara tidak sengaja. Naga menceritakan setiap detail kejadiannya dengan cermat tanpa dikurangi ataupun dilebih - lebihkan dan dia juga siap menerima apapun keputusan yang diberikan oleh Anna, Nara, serta Johan. Meskipun ini pertama kalinya Rocky mendengar cerita tersebut, tapi Rocky percaya dengan penilaian Raymond sehingga dirinya tidak meragukan keputusan Raymond yang mempekerjakan Naga di tim SS....
“Bagaimana Bunda? Itu adalah cerita lengkap dari sumbernya secara langsung!” tanya Raymond sambil menatap istrinya dengan penuh kelembutan.
“Berdasarkan pengalaman Naga Ayah bisa tetap berada disini termasuk Nara dan Naga hanya berusaha membela dirinya sendiri. Namun sayang tampaknya nasib buruk sedang bersamanya kala itu sehingga tidak sengaja membuat 3 orang yang berusaha melukainya malah terbunuh.” jawab Anna sambil tersenyum penuh makna menatap Raymond yang langsung Raymond pahami maksudnya.
“Aku tidak mempermasalahkannya Ayah, terlebih Naga juda sudah menceritakan hal tersebut kepada Ayah sejak awal. Aku sepakat dengan Ayah bahwa Naga cukup melupakan masa lalunya dan menatap masa depannya sebagai anggota tim SS.” lanjut Nara sambil tersenyum manis menatap Ayahnya.
“Baik, Johan bagaimana?” tanya Raymond ramah.
“Aku tidak bersinggungan secara langsung dengan Naga, tapi melihat bagaimana Naga memperlakukan Nara sampai saat ini sepertinya masa lalu Naga memang cukup dilupakan saja Ayah.” jawab Johan tegas sambil menatap Ayahnya.
“Terima kasih semuanya!” kata Raymond sambil tersenyum bangga menatap keluarganya.
“Maaf Naga aku harus memintamu menceritakan hal ini lagi padahal aku sudah memintamu untuk melupakannya.” lanjut Raymond sambil menatap Naga bangga.
“Tidak masalah tuan Raymond, justru aku sangat berterima kasih atas kesempata ini!” jawab Naga sigap dengan penuh hormat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments